Sajak ini untuk Dion, adik dan sahabatku

SEBUAH JALAN, TIADA YANG MENEMPUHNYA

Ada dua jalan bercabang, di hutan berdaun kekuningan.
Ada perasaanku berkata, daku tak bisa tempuh keduanya.
Demikian sebagai pengembara, aku tercenung lama
Memandang dan memandang, amat jauh dan panjang,
Sampai jalan itu menyusup semak,
dan semak sayup disana.

Kutempuh jalan satunya, kupikir samalah baiknya
Mungkin, mungkin malah disini bagai ada panggilan
Terasa rumput menebal, tiada pejalan yang kenal
Jalan kecil ini, siapa tah yang lewat
Diatas rumputan sekedar jejak siapa yang menapak

Pagi harinya, bila daun sama berguguran
Sirna semua jejak tiada lagi yang bisa menampak
Wahai hari yang baru, bisakah kau kuseru
Jalan tanpa saujana, kaki langit jua diujung sana
Bila daku akan kembali, tiada daku bakal bertanya

Beginilah kusampaikan kisah, bila nafas sempat istirah
Suatu tempat waktunya berpuluh tahun yang lewat
Ada dua jalan bercabang, dihutan berdaun kekuningan
Ada perasaanku berkata, daku tak bisa tempuh keduanya
Demikian kuambil jalan, tiada yang menempuhnya
Ada perasaanku berkata, inilah awal segalanya bermula

The Road Not Taken
Oleh Robert Frost ( 1874-1963)

 

Johnny Utama

(15) view

Berita Duka : Dionysos Danasatya Moeliono

Agus Moeliono
Dion telah dipanggil dalam damai dan ketenangan. Didampingi Istri dan anak tersayang pada jam 5.09

Dion akan di makam kan di Gambung secara islam di tanah keluarga istri. Akan berangkat sekitar jam 9 dr rumah sakit Borromeus. Jenasah masih di yosef ruang 1323
Akan di makamkan jam 13.00

Johnny Utama

Selamat jalan Dionysos Danasatya Moeliono – Pinru Kelinci


Gambung , daerah Ciwidey, tempat Dion mengabdikan dirinya, sekarang sentra sayur Organis terbesar di Jawa barat.
Disanalah aku berada, jadi Pandu Ibuku

1 Sept maunya cukur rambut kata Marisa kakaknya, tiba2 sakit kepala, dipegang dgn kedua tangannya, meringis kesakitan, seperti tak tertahankan, dilarikan ke RS Boromeus, MRI, ternyata pembuluh darah pecah, dibanyak sisi, pengumpalan darah tdk bisa dikeluarkan, malah menambah tekanan, terjadi stroke, kelumpuhan, tak sadarkan diri, terus koma,

2 Sept 05.09 kala fajar, jiwa meninggalkan raganya, ditunggui Qodar istrinya dan Dika putrinya, Dion menghadap Sang Khalik.

10.00 diberangkatkan ke Gambung Ciwidewy, iringan tak terlampau panjang, hanya keluarga dan kerabat dekat

12.00 tiba di Gambung tanpa halangan. Ada gerimis sebentar, sepertinya alam berduka,
Dimandikan, dikafani, diusung ke mesjid, Inyoe dan Amke mengusung juga Jati Pranoto dan Arif , meliuk2 dikebun teh, dengan latar gunung nan biru, liang lahat telah digali, ditanah keluarga Qodar, disisi makam bapak mertuanya Pak Karta, jenasah diturunkan, doa dilantunkan, disitulah jasad Dion dikebumikan, ditengah kebun, dilingkari hutan, dirindangi gunung, ia kembali keharibaan bunda pertiwi.

Qodar berkata, seperti mimpi saja. Kemarin pagi Dion masih ada . . .

Begitu cepat begitu mendadak.

Teman2 Pandu Adi, pemakaman Muslim memang harus dilaksanakan pada hari yg sama.

2 dekade lebih pengabdian Dion di Gambung. Ia membantu mengembangkan CU di Gambung. Saat ini anggota CU Melania di Gambung ribuan orang.
Ia sempat meneliti dan budidaya cacing dan memanen Kas Cing sbg pupuk organik. Sesekali Dion riset dosis kencing keli nci utk enzim, jadi dia mengeluti ternak kelinci.

Dion n Dr Moel mengorganize pembuatan jalan swadaya di Gambung. Mengajukan Kredit kolektive orang desa kpd CU , lalu dicicil rame rame selama 2 tahun. Jalan itu membuka desa yg terisolasi, sehingga sayuran bisa diangkut sendiri ke pasar.

Pernah juga bawa 8 petani muda Gambung belajar pertanian organik di pastor Agato di Cipanas, Kini ke 8 pioneer tsb membentuk kelompok organik dan sukses

Orang desa mengangguk hormat, menyapanya dg santun. Dion adalah intelektual yg menterjemahkan literatur pada petani dalam aplikasi pertanian yg praktis. Belajar dg rendah hati dari petani.

Saat ini Sentra Pertanian Organik di daerah Ciwidey mulai disebut2 sbg sentra organik Jawa Barat.
Dion yg sepi dari pamrih hanya tersenyum. Petani2 asuhannya sukses, ia senang. Tiada ambisi, ia hanya menggulirkan pengetahuannya biasa2 saja. Knowledge sharing nya gratis.

Dion concern dg masalah air di Gambung. Ada air petani makmur. Sebab itu ia mengundang team TFC Yayasan Dian Tama melakukan TOT Tanki Ferro C3ment berkapasitas 20 M3. Tanki ini bisa mengairi 1 ha lahan pertanian selama musim kemarau, disaat petani lain tinggal dirumah krn tdk bisa menanam di musim kemarau. TFC itu masih ada dan berfungsi di Gambung.

Biarlah petani Gambung mengenangnya, menunggu sapaan nya, tegurannya. Jasad nya tiada lagi, tapi namanya tersimpan dalam lubuk hati mereka.
Pak Dionisos orang yg baik, santun dan ramah. Orang pintar tempat bertanya di rembuk desa.

Seorang B 19 yg berkarya hingga akhir hayatnya. Pada hari terakhirnya ia minta dipakaikan kaos launching buku sejarah : Jadilah Pandu Ibuku.
Ia bangga sbg Pandu.
Selamat Jalan Dion, SATYA mu telah kau BAKTI kan.
Keluarga Moeliono bangga padamu.
Kami teman2mu juga bangga padamu.

S T J .

JU


Pertama dan terahir ketemu Dion setelah puluhan tahun – Hilman Fachruddin


Mengenang sahabat yang luar biasa baik – Ienjo

Giok Ing- Bandung 6
Dion yang aku kenal… sangat pendiam.. ga banyak bicara… sederhana dan sepertinya berpihak pada orang kecil… waktu itu ada acara penyamaran.. mrk hrs pakai tanda silang yg hrs saya/kita kenali… hari itu dia “berdandan” seperti pemulung.. keranjang besar dipunggung…. baju compang camping… topi caping yg menutupi wajah nya (dia terkesan pemalu). Saya lupa ikutin dia dgn siapa saja… dia jalan menyusuri rel kereta lalu melewati jalan braga..agak aneh sih “pemulung” jalan2 di Braga…. aku lupa tahunnya da

Rahmat Hanafi
Sosok ka’ Dion yang begitu peka untuk memberikan Bantuan Fikiran, Ilmu-Pengetahuan, Bimbingan dan Tenaganya kepada masyarakat Petani Gambung, dengan Tulus-ikhlas…
Entah sudah berapa banyak Masyarakat Gambung yang merasakan manfaatnya dalam Kehidupan Keluarga-mereka.

Suatu kebanggaan dan kehormatan yang besar bagi kita, karena Allah memberikan kesempatan sosok seorang Dion pernah ada di tengah2 kita…
Semoga Keindahan Pribadi Dion, dapat menjadi Pencerahan bagi kita semua…
Semoga Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, berkenan menerima semua Ibadah dan Amal-Kebaikan alm.Dion, dan Memberi ganjaran kebaikan yang berlipatganda kepadanya…
Dan kepada Keluarganya, Allah limpahkan pula ganjaran kebaikan yang membahagiakan…
Aamiin.

Mengenang almarhum Dionisos Danasatya Moeliono.

Khoirun naas ‘anfa’uhum lin naas.

SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH
YANG PALING BERMANFAAT
BAGI MANUSIA LAINNYA

Nabi Muhammad SAW.

————

The most worthwhile thing
is to try to put happiness
into the lives of others.

HAL YANG PALING BERMANFAAT
ADALAH MENCOBA UNTUK
MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN
KEDALAM KEHIDUPAN ORANG LAIN

Lord Baden Powell.

 

Dian – Bandung 6
“Terima kasih Dion… pernah jadi teman perjalanan yang baik dan setia saat B6 -B19 bergabung dalam acara penyamaran dan perjalanan malam ketika angkatan saya (Karin, Gerardina cs) mau naik ke tingkat Penggalang Senior. Saat itu kaki saya bengkak karena terlindas beca ( ga keren amat ya) saat memimpin barisan dalam lomba baris antar kelas. Karena tidak bisa jalan, saya ditandu oleh Dion dan Inyo .. karena mereka saya bisa mengikuti acara secara penuh dan selamat sampai di tempat. Doa kami masih bersama jiwamu dalam perjalanan menuju surga..”

…. hanya saja lupa tahun dan kemana saya ditandu mereka…sepanjang perjalanan Dion bilang…begini rasanya menandu Bu Dirman he he (mbayangkan menandu jendral Soedirman).

Marisa Moeliono – Bandung 6

” … Sekali lagi terima kasih untuk perhatian dan doa yang tulus untuk adik kami Dion”

Saya bersyukur penderitaan Dion saat sakit di akhir hayatnya tidak terlalu lama. Dion yang saya kenal: sejak kecil tidak pernah membahasakan kesulitannya, tapi menjalaninya dengan tabah, tekun dan teguh. Dion yang tidak pernah menunjukkan kebanggaan atau kegembiraannya dengan kata kata sifat, tapi hanya dengan tersenyum menyebut fakta fakta…. Dion ‘bersembunyi’ di Gambung, sambil menjalani kehidupannya sebagai pengayom petani, ia dengar dan lihat kebutuhan tetangga2nya, lalu lakukan semampu tenaga dan koceknya: seperti cerita yang saya baru dengar kemarin dari seorang ibu saat pemakaman, pak Dion yang bikin disini terang ada listrik dia membeli tiang listrik, jadi terang di malam hari, baru dalam hitungan tahun, masyarakat bersama sama mencicil uang yang pak Dion keluarkan, karena masyarakat juga tahu Dion tidak punya banyak yang seperti mereka…

Dion saya jemput karena warga tahu Dion sakit parah tapi tidak bilang ke kami, Hb 2, tensi 35, tidak pingsan hanya lemah, sadar penuh saat saya ngobrol di mobil menuju RS 1,5 bulan lalu…. dia hanya senyum ketika saya tanya apa tang ia rasa… Tidak menolak perawatan… Hanya diam dan senyum lalu memejamkan matanya….

Dion sayang betul dengan Qodar dan anaknya Salsa Dhika yg pandai menggambar…Dia membela keluarganya dan mau pulang di ke Gambung menemani keluarganya… Saya jemput dari Gambung dan dia pulang diantar keluarga dan sahabat2nya yang mengasihi dia…

Sekali lagi terima kasih dan mohon dimaafkan untuk kesalahan2 nya… Tuhan membalas semua kebaikan teman teman semua…

Salam, marisa dan keluarga Dion
… ”

Agus Moeliono

Kami keluarga besar Moeliono Mengucapkan banyak terimakasih Atas Perhatian dan Doanya..Dion Berpulang dalam Damai…Dimandikan oleh tangan sahabat -sahabatnya…di usung oleh teman sepermainan Di Kepanduan..sampai.Tanah memeluk jasadnya..di pacul oleh tangan teman seperjuangan…
Dion Menatap kebawah dengan titik airmata kebahagiaan..terimakasih sahabat sahabatku..
Bendera regu kelinci..mengiringi perjalanan terakhirku…Kaos Pandu Adi Menemani nafas terakhirku…Kenangan asyiknya Petualangan 19 20 dan Persahabatan…Memeluk Batinku.

.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.

Nafasnya berat kadang badan nya kejang..saya hanya bisa menyentuh tangannya dan doa…tatapan saya hanya pada wajahnya dan gerakan dadanya…

Kata Pandu Adi naik turun di Dadanya…sampai bergerak perlahan..dan akhirnya tak ada gerakan…Senyum damainya yg menutup hidupnya..dengan kata Pandu Adi menemani nya..
Air mata Qodar dan Dhika membasahi kata Pandu Adi

Kenangan ini menyadarkan kita semua…Pengabdian untuk berbagai Perjuangan kita sbg Pandu

Barulah Sempurna Jika istri dan anak kita Merupakan Pengabdian Kita yang paling utama…

Dalam keadaan sakit pusing hebat..Dion memenuhi janjinya untk mengajak Dhika Berenang dan jalan2 ke kebun Gambung…Esok harinya…Daya tahan nya habis…sampai Dion Menutup mata…Tak ada kata perpisahan..untk istri dan anak…yang terasa Hanyalah Cintanya Yang Mengalir walau tanpa kata..Mata dan senyum nya bicara dan menyentuh amat dalam

Dion sbg Kakak dan adik begitulah adanya…dlm Bisu Dion Mengorbankan Banyak Hal untuk yang di cintainya

(50) view

Peluncuran Buku Sejarah B19-20

Kakak, rekan dan adik sekalian, melalui media ini kami mengundang dan mengharapkan kehadiran kakak, rekan dan adik sekalian dalam rangkaian acara yg akan diadakan pada hari Sabtu & Minggu 24-25 Februari 2018. Rangkaian acara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Peresmian dan pemberkatan sanggar baru, peluncuran buku sejarah B19-20 di BENGRAH PALDAM III Siliwangi, Jalan Gudàng Utara 27 Bandung 40113.

2. Peringatan Hari Baden Powell, HUT Bandung 19, Reuni, Api Unggun, Persami di KINDERDORF, Lembang

Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 24 januari 2018 hingga tanggal 17 Februari 2018 dan pendaftaran dapat menghubungi Sdr. Reza Widianti melalui HP (WA, SMS) di nomor HP 08119071920 atau email reza.widianti@dalecarnegie.co.id

JADWAL ACARA PERTEMUAN TANGGAL 24-25 FEBRUARI 2018 HARI SABTU, 24 FEBRUARI 2018

1. PKL.07.00-09.00 Peresmian dan Pemberkatan Sanggar
2. PKL 09.00-10.00 Coffee Break
3. PKL 10.00-12.00 Peluncuran Buku Sejarah
4. PKL 12.00-13.00 Lunch Break
5. PKL 14.00-16.00 Berangkat ke Kinderdorf
6. PKL 16-00-18.00 Istirahat dan Mandi
7. PKL 18.00-19.00 Dinner
8. PKL 19.00-22.00 Api Unggun
9. PKL 22.00 Istirahan

HARI MINGGU, 25 FEBRUARI 2018
1. PKL.05.00 Bangun Pagi
2. PKL 06.00-07.00 Senam
3. PKL 07.00-09.00 Mandi dan Sarapan
4. PKL 09.00-10.00 Ibadah
5. PKL 10.00-12.00 Kebersamaan
6. PKL 12-00-13.00 Penutupan
7. PKL 13.00 Pulang

KONTRIBUSI:
BIAYA MENGINAP Rp.125.000/orang dewasa dan Rp.75.000/orang anak

(166) view

Berita Duka: Ray Manov Karmen

Rest in Peace Ray Manov Karmen – Eks Regu Banteng

Selamat jalan Ray Manov, di rumah barumu bersama Tuhan Sang Pengasih, tak ada lagi sakit, tak ada lagi duka…hanya sukacita Surgawi. Go with peace. Semoga Tuhan jg berikan kekuatan iman bagi keluarga yg ditinggalkan – Heru Hendradinata

RIP Ray Manov, sang editor buku sejarah Gudep 19/20. Sekarang ada yang menulis tentang dikau . . . Selamat jalan menuju rumah Bapak yg abadi – Johnny W Utama

Sangat berdukacita atas wafatnya Ray Manov/Nanos yang baik hati.. (saya belum lama mengenal almarhum, sewaktu dilibatkan oleh ka’Danny utk penyusunan buku Sejarah Gudep 19-20. hanya sempat sekali ke rumahnya…, tapi semua kebaikannya saat ini langsung terkenang lagi)
Semoga Allah Yang Maha Pengasih Melimpahkan banyak Kebaikan dan Memberikan Tempat Terbaik di sisi NYA untuk Ray Manov, aamiin… – Rahmat Hanafi

Sungguh terkejut mendengar dari Stevie bahwa Nanos sudah berpulang sore ini. Sungguh kita kehilangan seorang saudara yang sangat baik, disiplin, profesional dalam bekerja, sangat considerate dan sangat commit. Dalam rapat2 Buku Sejarah, Nanos yang terutama berkontribusi terhadap faktor bahasa dan estetika. Sungguh kita kehilangan seorang sahabat yang begitu baik, bersedia bekerja dan berkorban. Kami doakan agar Nanos sudah bersama Tuhan di surga dan keluarganya ikhlas tawakal adanya – Daniel Utama

RIP Ray Manov, sy belum lama mengenal dia. Tapi yang saya tahu selama mengenal dia , Nanos adalah orang yang baik , dan penuh tanggung jawab . Selamat jalan Nanos. Semoga Nanos berada dalam kerahiman Tuhan. Amin – Steven Patty

Upacara pemakaman Nanos @ San Diego Hills Karawang

(69) view

KECERIAAN COOKING DAY

JUARA LOMBA FOTO
11 MEI 2013

SALAM PRAMUKA,

DARI 19 FOTO YANG PANITIA TERIMA UNTUK DILOMBAKAN, DAN SESUAI DENGAN KRITERIA DAN KETENTUAN LOMBA FOTO – COOKING DAY – TANGGAL 11 MEI 2013, MAKA OLEH JURI TUNGGAL, PHOTOGRAPHER PROFFESIONAL, KAK DARWIS TRIADI, TELAH DIPUTUSKAN JUARA-JUARANYA SEBAGAI BERIKUT:

JUARA KE 1:

DENGAN JUDUL FOTO : ( TIDAK ADA )
NOMOR PESERTA : B5
PHOTOGRAPHER : A. J. GUNAWAN
image-2

JUARA KE 2:

DENGAN JUDUL FOTO : ” HEBOH BERTIGA ”
NOMOR PESERTA : B12
PHOTOGRAPHER : WIDIANA MUTYASARI
image-5

JUARA KE 3:

DENGAN JUDUL FOTO : ( TIDAK ADA )
NOMOR PESERTA : B7
PHOTOGRAPHER : EDWINA MAHARANI
image-1

HADIAH LOMBA AKAN DIKIRIM KE ALAMAT MASING-MASING PEMENANG

” SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG…..TERUS PERTAHANKAN DAN KEMBANGKAN KEAHLIAN PHOTOGRAPHY ANDA…..YOU ARE THE BEST….ALWAYS BE THE BEST…!!! ”

SALAM TIGA JARI,

( PANITIA )

image

(310) view

Cooking School

Walaupun postingnya terlambat, yang terpenting foto-fotonya bisa dipublish, dan semangatnya bisa tetap ditularkan.

(399) view

Kebaktian & Pemakaman Ka Onye (Kornel M. Sihombing)

Kornel M Sihombing

Jenasah Ka Onye ( Kornel M. Sihombing ) sudah disemayamkan di Gedung PKSN
( di Ruang Nusantara 1 )
Masuk dari gerbang utama PT. DI ( posisi gerbang berada di depan mesjid )

Susunan acara secara global adalah sbb :

Rabu 23/05/2012

19.00 : Kebaktian Penghiburan
20.00 : Memorial Service ( Acara mengenang Ka Onye dari berbagai kelompok / organisasi )
22.00 : Selesai

Kamis 24/05/2012

08.00 : Acara Adat dan kebaktian pelepasan

11.00 : Persiapan & Pemberangkatan jenasah ke Pemakaman Pandu

13.00 : Acara di Pemakaman pandu selesai

( Susunan acara diperoleh dari Ka Irawan Sihombing )

(294) view

Update dari Ka Irawan Sihombing

Dear kakak-kakak, rekan-rekan & adik-adik semua,

Baru saja saya terima sms dari Ka Irawan yang isinya :

1. Jenasah Ka Onye (Kornel M. Sihombing) sudah teridentifikasi oleh team DVI.
2. Hari Rabu tgl 23 Mei 2012 jenasah akan diserahkan kepada pihak keluarga di
Jakarta sekitar pk. 13.00
3. Hari Rabu tsb setelah diserah terimakan kepada pihak keluarga, akan segera
dibawa ke Bandung dan akan disemayamkan di PT DI Bandung
( posisi atau tempatnya dimana masih belum tahu )
4. Jenasah akan dimakamkan di Pemakaman Pandu pada Hari Kamis
( waktu belum ada konfirmasi )
5. Ka Irawan membutuhkan kendaraan untuk membawa keluarga besar Sihombing
yang jumlahnya sekitar 26 – 30 orang. Kendaraan tersebut akan diperlukan pada
hari Rabu stand by di PT. DI mulai sekitar Pk. 15.00 / Pk. 16.00.

* Kendaraan tersebut direncanakan akan digunakan untuk mengantar keluarga
dari PT DI ke penginapan.
* Dan pada hari Kamis diperlukan untuk mengantar anggota keluarga Sihombing
dari penginapan ke Pemakaman Pandu.

Sehubungan dari permohonan bantuan tersebut, maka kepada semua anggota keluarga besar B 19 – 20 yang bersedia / dapat menyediakan kendaraan mohon menghubungi saya ( Steve J.H.) di no. 0812 2020 3080 / 0857 2010 3080.

Note :

Dari informasi Ka Irawan kemungkinan dari PT DI akan menyediakan kendaraan, namun kepastiannya belum diperoleh.

Oleh sebab itu beliau berupaya mencari back up, kalau-kalau dari PT DI tidak ada atau tidak mencukupi.

Sesuai dengan motto Pandu : ” Be Prepare “, maka mari kita bantu siapkan kebutuhan kendaraan dan personilnya untuk keperluan antar jemput tersebut.

Saya dan atas nama Keluarga Besar Pramuka Gudep B 19 – 20 menyatakan turut berbelasungkawa atas berpulangnya Ka Onye. Semoga beliau diberikan keselamatan dan kedamaian abadi serta memperoleh tempat terbaik bersama Bapa di surga.
Dan kami juga mendoakan semoga istri, anak-anak dan keluarga besar Sihombing yang ditinggalkan diberi kekuatan, kepasrahan dan ketabahan.

Kepada yang bersedia membantu sebelumnya saya ucapakan terima kasih.

STJ

Steve J.H.

(213) view

GOLDEN REUNION 2011

Salam Yos !

Setengah abad ! Waktu mengucapkan dan menuliskan kata-kata ini, serasa mimpi dan pikiran melayang diawang-awang lamunan. Terbayang wajah-wajah bergelak dan terngiang ditelinga teriakan kegaduhan tawa yang memenuhi udara di lapangan Aloysius 50 tahun yang lalu itu, dibawah langit biru, di lapangan hijau yang sama. Apalagi waktu melihat foto baliho Reuni kita yang amat inspiratif itu, serasa semua itu terjadi kemarin sore. Kalau di buku sejarah kita membaca kata „abad“, rasanya biasa-biasa saja: ya, itu artinya 100 tahun. Tapi kalau tiba-tiba kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kitalah pelaku sejarah dari peristiwa yang terjadi setengah abad yang lalu , terasa nadi berdenyut lebih kencang. Bukan sekedar mengenang waktu, tapi serasa sedang menonoton film kehidupan kita. Mulai berbaris di pelupuk mata wajah-wajah: baik anak-anak kita yang dulu kecil dan lucu, tapi hari ini sudah menjadi orang-orang dewasa yang bertanggung jawab atas keselamatan keluarga dan bangsa, maupun rekan-rekan sejawat yang hari ini sudah tiada. Terdengar gemuruh suara yang melatar belakangi tampilan wajah-wajah itu. Dan karena tempat kita berkumpul dulu itu bukan arena tari atau aula perhelatan pesta, tapi betul-betul gelanggang tanding berbagai perlombaan, maka juga suara yang terdengar bukan nyanyian sendu, melainkan“ raungan singa tua memecah udara menakutkan jantan betina“.

Entah kebetulan, waktu 3 hari yang lalu itu saya diminta mempersiapkan kata sambutan ini, kepada saya disodorkan booklet REUNI ’87 Gudep Bandung 0719 tertanggal 17 Januari 1987. Ketika saya membali-balik halaman buku kecil itu, saya temukan Renungan yang saya tulis untuk hari itu. Waktu itu saya sudah membuat headings untuk tulisan ini (seperti kebiasaan saya dalam mempersiapkan suatu tulisan). Dan saya tercengang bahwa apa-apa yang saya maksud untuk tulis hari ini, hampir seluruhnya tepat seperti apa yang sudah termuat dalam renungan itu. Kalau tanggal-tanggal dan tahunnya diganti dari 20 menjadi 50, ya begitu rasanya tulisan ini nanti jadinya. Mula-mula saya merasa terenyuh. Koq selama ini tidak ada kemajuan pada diri saya dalam pemikiran maupun perasaan saya. Baru setelah saya simak lebih jauh, saya lebih tenang. Karena yang saya tulis itu tentang hal-hal mendasar, rasanya tidak salah bahwa seseorang masih berpegang pada hal-hal yang sama walaupun menjalani tambahan rentetan tahun dalam hidupnya. Maka saya putuskan untuk menyampaikan renungan tadi dalam olahan yang lain. Jadi bagi rekan-rekan yang dulu sudah pernah membaca (dan mungkin masih sedkit ingat isinya) renungan tadi, maafkan saya untuk menghidangkan bahan setengah basi ini .

Waktu seorang anak berulang tahun pada usianya yang ke-5, anak itu sendiri belum banyak berpikir. Dan orang-orang yang memberikan selamat, biasanya mengucapkan harapan agar sianak „cepat besar, cepat pintar dll.“ Waktu anak berusia 15 tahun, sudah sekolah, banyak baca buku atau nonton TV, sianak tadi sudah bisa mimpi, ingin jadi entah pilot, atau cowboy, atau jenderal atau presiden dll. Dan biasanya ucapan selamat yang ia terima disertai harapan agar impiannya bisa terwujud. Ketika anak tadi merayakan ulang tahunnya yang ke25, selesai kuliah atau mulai bekerja dan melihat dunia nyata, dia sendiri akan meluruskan angan-angannya menjadi politisi, pengusaha sukses atau panglima, dll. Dan ucapan salamat yang ia terima juga akan berisi sanjungan atau dorongan pembesar hati bahwa „sebentar lagi“ dia akan jadi boss, atau menteri atau komandan pasukan dll.

Ketika seseorang atau suatu organisasi merayakan ulang tahunnya yang ke-50, merasa lelah dalam menjalani perjoangan, capai oleh berbagai kegagalan tapi juga diwarnai ke girangan oleh sukses yang dicapai disana-sini, dia akan beroleh kesempatan untuk merenungkan tahun-tahun yang lewat dalam kelelahan pergelutan yang lampau, tapi masih berpengharapan untuk mengisi sisa tahun-tahun yang menunggu. Maka sudah tibalah waktunya bagi dia untuk mempertanyakan arti hidupnya. Hidup yang yang oleh ibu Theresa dinyatakan sebagai:

“Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
Hidup adalah tantangan , hadapi itu.
Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
Hidup adalah pertandingan, jalani itu…………………….”

50 adalah usia pertengahan, tidak terlalu muda untuk secara arif belajar dari tahun-tahun dan kegagalan yang lalu; tapi juga tidak terlalu tua untuk membuang rasa penat dan tetap memacu diri buat menyelesaikan tugas-tugas yang belum rampung. Yang jelas, memeriksa dan menilai kembali arti hidup serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjoangan melunasi hutang-hutang yang masih tertinggal. Sedemikian rupa, sehingga nantinya Bandung-19/20, bisa menyatakan pada dunia bahwa “adanya tidak sia-sia, karena telah memberikan putera-puteri kesuma kepada dunia”
Selamat merayakan ulang tahun ke-50, dan sampai ketemu pada ulang tahun ke -60, -70 , -80 …100 ?

Jakarta, 17 Desember 2011

George The

(281) view