Sajak ini untuk Dion, adik dan sahabatku

SEBUAH JALAN, TIADA YANG MENEMPUHNYA

Ada dua jalan bercabang, di hutan berdaun kekuningan.
Ada perasaanku berkata, daku tak bisa tempuh keduanya.
Demikian sebagai pengembara, aku tercenung lama
Memandang dan memandang, amat jauh dan panjang,
Sampai jalan itu menyusup semak,
dan semak sayup disana.

Kutempuh jalan satunya, kupikir samalah baiknya
Mungkin, mungkin malah disini bagai ada panggilan
Terasa rumput menebal, tiada pejalan yang kenal
Jalan kecil ini, siapa tah yang lewat
Diatas rumputan sekedar jejak siapa yang menapak

Pagi harinya, bila daun sama berguguran
Sirna semua jejak tiada lagi yang bisa menampak
Wahai hari yang baru, bisakah kau kuseru
Jalan tanpa saujana, kaki langit jua diujung sana
Bila daku akan kembali, tiada daku bakal bertanya

Beginilah kusampaikan kisah, bila nafas sempat istirah
Suatu tempat waktunya berpuluh tahun yang lewat
Ada dua jalan bercabang, dihutan berdaun kekuningan
Ada perasaanku berkata, daku tak bisa tempuh keduanya
Demikian kuambil jalan, tiada yang menempuhnya
Ada perasaanku berkata, inilah awal segalanya bermula

The Road Not Taken
Oleh Robert Frost ( 1874-1963)

 

Johnny Utama

(15) view

Berita Duka : Dionysos Danasatya Moeliono

Agus Moeliono
Dion telah dipanggil dalam damai dan ketenangan. Didampingi Istri dan anak tersayang pada jam 5.09

Dion akan di makam kan di Gambung secara islam di tanah keluarga istri. Akan berangkat sekitar jam 9 dr rumah sakit Borromeus. Jenasah masih di yosef ruang 1323
Akan di makamkan jam 13.00

Johnny Utama

Selamat jalan Dionysos Danasatya Moeliono – Pinru Kelinci


Gambung , daerah Ciwidey, tempat Dion mengabdikan dirinya, sekarang sentra sayur Organis terbesar di Jawa barat.
Disanalah aku berada, jadi Pandu Ibuku

1 Sept maunya cukur rambut kata Marisa kakaknya, tiba2 sakit kepala, dipegang dgn kedua tangannya, meringis kesakitan, seperti tak tertahankan, dilarikan ke RS Boromeus, MRI, ternyata pembuluh darah pecah, dibanyak sisi, pengumpalan darah tdk bisa dikeluarkan, malah menambah tekanan, terjadi stroke, kelumpuhan, tak sadarkan diri, terus koma,

2 Sept 05.09 kala fajar, jiwa meninggalkan raganya, ditunggui Qodar istrinya dan Dika putrinya, Dion menghadap Sang Khalik.

10.00 diberangkatkan ke Gambung Ciwidewy, iringan tak terlampau panjang, hanya keluarga dan kerabat dekat

12.00 tiba di Gambung tanpa halangan. Ada gerimis sebentar, sepertinya alam berduka,
Dimandikan, dikafani, diusung ke mesjid, Inyoe dan Amke mengusung juga Jati Pranoto dan Arif , meliuk2 dikebun teh, dengan latar gunung nan biru, liang lahat telah digali, ditanah keluarga Qodar, disisi makam bapak mertuanya Pak Karta, jenasah diturunkan, doa dilantunkan, disitulah jasad Dion dikebumikan, ditengah kebun, dilingkari hutan, dirindangi gunung, ia kembali keharibaan bunda pertiwi.

Qodar berkata, seperti mimpi saja. Kemarin pagi Dion masih ada . . .

Begitu cepat begitu mendadak.

Teman2 Pandu Adi, pemakaman Muslim memang harus dilaksanakan pada hari yg sama.

2 dekade lebih pengabdian Dion di Gambung. Ia membantu mengembangkan CU di Gambung. Saat ini anggota CU Melania di Gambung ribuan orang.
Ia sempat meneliti dan budidaya cacing dan memanen Kas Cing sbg pupuk organik. Sesekali Dion riset dosis kencing keli nci utk enzim, jadi dia mengeluti ternak kelinci.

Dion n Dr Moel mengorganize pembuatan jalan swadaya di Gambung. Mengajukan Kredit kolektive orang desa kpd CU , lalu dicicil rame rame selama 2 tahun. Jalan itu membuka desa yg terisolasi, sehingga sayuran bisa diangkut sendiri ke pasar.

Pernah juga bawa 8 petani muda Gambung belajar pertanian organik di pastor Agato di Cipanas, Kini ke 8 pioneer tsb membentuk kelompok organik dan sukses

Orang desa mengangguk hormat, menyapanya dg santun. Dion adalah intelektual yg menterjemahkan literatur pada petani dalam aplikasi pertanian yg praktis. Belajar dg rendah hati dari petani.

Saat ini Sentra Pertanian Organik di daerah Ciwidey mulai disebut2 sbg sentra organik Jawa Barat.
Dion yg sepi dari pamrih hanya tersenyum. Petani2 asuhannya sukses, ia senang. Tiada ambisi, ia hanya menggulirkan pengetahuannya biasa2 saja. Knowledge sharing nya gratis.

Dion concern dg masalah air di Gambung. Ada air petani makmur. Sebab itu ia mengundang team TFC Yayasan Dian Tama melakukan TOT Tanki Ferro C3ment berkapasitas 20 M3. Tanki ini bisa mengairi 1 ha lahan pertanian selama musim kemarau, disaat petani lain tinggal dirumah krn tdk bisa menanam di musim kemarau. TFC itu masih ada dan berfungsi di Gambung.

Biarlah petani Gambung mengenangnya, menunggu sapaan nya, tegurannya. Jasad nya tiada lagi, tapi namanya tersimpan dalam lubuk hati mereka.
Pak Dionisos orang yg baik, santun dan ramah. Orang pintar tempat bertanya di rembuk desa.

Seorang B 19 yg berkarya hingga akhir hayatnya. Pada hari terakhirnya ia minta dipakaikan kaos launching buku sejarah : Jadilah Pandu Ibuku.
Ia bangga sbg Pandu.
Selamat Jalan Dion, SATYA mu telah kau BAKTI kan.
Keluarga Moeliono bangga padamu.
Kami teman2mu juga bangga padamu.

S T J .

JU


Pertama dan terahir ketemu Dion setelah puluhan tahun – Hilman Fachruddin


Mengenang sahabat yang luar biasa baik – Ienjo

Giok Ing- Bandung 6
Dion yang aku kenal… sangat pendiam.. ga banyak bicara… sederhana dan sepertinya berpihak pada orang kecil… waktu itu ada acara penyamaran.. mrk hrs pakai tanda silang yg hrs saya/kita kenali… hari itu dia “berdandan” seperti pemulung.. keranjang besar dipunggung…. baju compang camping… topi caping yg menutupi wajah nya (dia terkesan pemalu). Saya lupa ikutin dia dgn siapa saja… dia jalan menyusuri rel kereta lalu melewati jalan braga..agak aneh sih “pemulung” jalan2 di Braga…. aku lupa tahunnya da

Rahmat Hanafi
Sosok ka’ Dion yang begitu peka untuk memberikan Bantuan Fikiran, Ilmu-Pengetahuan, Bimbingan dan Tenaganya kepada masyarakat Petani Gambung, dengan Tulus-ikhlas…
Entah sudah berapa banyak Masyarakat Gambung yang merasakan manfaatnya dalam Kehidupan Keluarga-mereka.

Suatu kebanggaan dan kehormatan yang besar bagi kita, karena Allah memberikan kesempatan sosok seorang Dion pernah ada di tengah2 kita…
Semoga Keindahan Pribadi Dion, dapat menjadi Pencerahan bagi kita semua…
Semoga Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, berkenan menerima semua Ibadah dan Amal-Kebaikan alm.Dion, dan Memberi ganjaran kebaikan yang berlipatganda kepadanya…
Dan kepada Keluarganya, Allah limpahkan pula ganjaran kebaikan yang membahagiakan…
Aamiin.

Mengenang almarhum Dionisos Danasatya Moeliono.

Khoirun naas ‘anfa’uhum lin naas.

SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH
YANG PALING BERMANFAAT
BAGI MANUSIA LAINNYA

Nabi Muhammad SAW.

————

The most worthwhile thing
is to try to put happiness
into the lives of others.

HAL YANG PALING BERMANFAAT
ADALAH MENCOBA UNTUK
MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN
KEDALAM KEHIDUPAN ORANG LAIN

Lord Baden Powell.

 

Dian – Bandung 6
“Terima kasih Dion… pernah jadi teman perjalanan yang baik dan setia saat B6 -B19 bergabung dalam acara penyamaran dan perjalanan malam ketika angkatan saya (Karin, Gerardina cs) mau naik ke tingkat Penggalang Senior. Saat itu kaki saya bengkak karena terlindas beca ( ga keren amat ya) saat memimpin barisan dalam lomba baris antar kelas. Karena tidak bisa jalan, saya ditandu oleh Dion dan Inyo .. karena mereka saya bisa mengikuti acara secara penuh dan selamat sampai di tempat. Doa kami masih bersama jiwamu dalam perjalanan menuju surga..”

…. hanya saja lupa tahun dan kemana saya ditandu mereka…sepanjang perjalanan Dion bilang…begini rasanya menandu Bu Dirman he he (mbayangkan menandu jendral Soedirman).

Marisa Moeliono – Bandung 6

” … Sekali lagi terima kasih untuk perhatian dan doa yang tulus untuk adik kami Dion”

Saya bersyukur penderitaan Dion saat sakit di akhir hayatnya tidak terlalu lama. Dion yang saya kenal: sejak kecil tidak pernah membahasakan kesulitannya, tapi menjalaninya dengan tabah, tekun dan teguh. Dion yang tidak pernah menunjukkan kebanggaan atau kegembiraannya dengan kata kata sifat, tapi hanya dengan tersenyum menyebut fakta fakta…. Dion ‘bersembunyi’ di Gambung, sambil menjalani kehidupannya sebagai pengayom petani, ia dengar dan lihat kebutuhan tetangga2nya, lalu lakukan semampu tenaga dan koceknya: seperti cerita yang saya baru dengar kemarin dari seorang ibu saat pemakaman, pak Dion yang bikin disini terang ada listrik dia membeli tiang listrik, jadi terang di malam hari, baru dalam hitungan tahun, masyarakat bersama sama mencicil uang yang pak Dion keluarkan, karena masyarakat juga tahu Dion tidak punya banyak yang seperti mereka…

Dion saya jemput karena warga tahu Dion sakit parah tapi tidak bilang ke kami, Hb 2, tensi 35, tidak pingsan hanya lemah, sadar penuh saat saya ngobrol di mobil menuju RS 1,5 bulan lalu…. dia hanya senyum ketika saya tanya apa tang ia rasa… Tidak menolak perawatan… Hanya diam dan senyum lalu memejamkan matanya….

Dion sayang betul dengan Qodar dan anaknya Salsa Dhika yg pandai menggambar…Dia membela keluarganya dan mau pulang di ke Gambung menemani keluarganya… Saya jemput dari Gambung dan dia pulang diantar keluarga dan sahabat2nya yang mengasihi dia…

Sekali lagi terima kasih dan mohon dimaafkan untuk kesalahan2 nya… Tuhan membalas semua kebaikan teman teman semua…

Salam, marisa dan keluarga Dion
… ”

Agus Moeliono

Kami keluarga besar Moeliono Mengucapkan banyak terimakasih Atas Perhatian dan Doanya..Dion Berpulang dalam Damai…Dimandikan oleh tangan sahabat -sahabatnya…di usung oleh teman sepermainan Di Kepanduan..sampai.Tanah memeluk jasadnya..di pacul oleh tangan teman seperjuangan…
Dion Menatap kebawah dengan titik airmata kebahagiaan..terimakasih sahabat sahabatku..
Bendera regu kelinci..mengiringi perjalanan terakhirku…Kaos Pandu Adi Menemani nafas terakhirku…Kenangan asyiknya Petualangan 19 20 dan Persahabatan…Memeluk Batinku.

.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.

Nafasnya berat kadang badan nya kejang..saya hanya bisa menyentuh tangannya dan doa…tatapan saya hanya pada wajahnya dan gerakan dadanya…

Kata Pandu Adi naik turun di Dadanya…sampai bergerak perlahan..dan akhirnya tak ada gerakan…Senyum damainya yg menutup hidupnya..dengan kata Pandu Adi menemani nya..
Air mata Qodar dan Dhika membasahi kata Pandu Adi

Kenangan ini menyadarkan kita semua…Pengabdian untuk berbagai Perjuangan kita sbg Pandu

Barulah Sempurna Jika istri dan anak kita Merupakan Pengabdian Kita yang paling utama…

Dalam keadaan sakit pusing hebat..Dion memenuhi janjinya untk mengajak Dhika Berenang dan jalan2 ke kebun Gambung…Esok harinya…Daya tahan nya habis…sampai Dion Menutup mata…Tak ada kata perpisahan..untk istri dan anak…yang terasa Hanyalah Cintanya Yang Mengalir walau tanpa kata..Mata dan senyum nya bicara dan menyentuh amat dalam

Dion sbg Kakak dan adik begitulah adanya…dlm Bisu Dion Mengorbankan Banyak Hal untuk yang di cintainya

(50) view

Bintang Panca Warsa

Selamat untuk ka Tony Irwanto yang malam ini menerima Bintang Panca Warsa 5 utk pengabdian selama 25 tahun. 1 dari 61 putra terbaik Indonesia berasal dari  Bandung 19

Foto bersama kakak kakak dari Kwarran Bandung Wetan

Turut menerima Bintang Pancawarsa I kak Irene MYS dan kak A J Gunawan

(10) view

Berita Duka: Kak Josep Trisna Saputra, SH., MH.

 

Berita duka.
Telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga sahabat dan orang tua kami Bapak Josep Trisna Saputra, SH., MH. ( suami ibu Regina S.) tadi sore di Jakarta, saat beliau sedang menjalankan tugasnya sebagai Advokat.

Beliau meninggal di ruang sidang saat membacakan pledoi terdakwa yg dibelanya, masih mengenakan Toga.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.

Jenasah akan diberangkatkan dari jakarta jam 22 malam nanti (1 Agustus 2018)  dan rencana akan disemayamkan di Rumah Duka Nana Rohana Ruang L.

Akan dikremasikan di Krematorius YDS Priangan Cikadut pada hari Minggu, 5 Agst 2018.

Doa Rosario
Kamis, 2 Agst 2018, pk. 18.00
Misa & Tutup Peti
Kamis, 2 Agst 2018, pk. 19.00
Doa Rosario
Jumat, 3 Agst 2018, pk. 18.00
Ibadat Penghiburan Oikumene
Sabtu, 4 Agst 2018, pk. 17.00
Misa Requiem
Sabtu, 4 Agst 2018, pk. 18.00
Ibadat Pelepasan
Minggu, 5 Agst 2018, pk. 08.00

Mohon doa dari teman sekalian.

Terima kasih.


Ka Josep, terima kasih atas pengabdianmu bagi pramuka, bagi Bandung 19-20 dengan ikhlas dan tanpa pamrih mengawal Gudep di Kwarcab, di Kwarda, menggaungkan pramuka teritorial.
RIP Ka Josep, terimalah salam perpisahan dari seluruh jajaran B 19/20 , segenap Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, Racana Pandega, Mabigus, para Pembina Andalan Gudep, Paguyuban Pandu Adi, para Kanda Pendiri. SALAM PRAMUKA ! doa kami menyertaimu – Johnny W Utama

 

 

(62) view

Berita Duka: Ray Manov Karmen

Rest in Peace Ray Manov Karmen – Eks Regu Banteng

Selamat jalan Ray Manov, di rumah barumu bersama Tuhan Sang Pengasih, tak ada lagi sakit, tak ada lagi duka…hanya sukacita Surgawi. Go with peace. Semoga Tuhan jg berikan kekuatan iman bagi keluarga yg ditinggalkan – Heru Hendradinata

RIP Ray Manov, sang editor buku sejarah Gudep 19/20. Sekarang ada yang menulis tentang dikau . . . Selamat jalan menuju rumah Bapak yg abadi – Johnny W Utama

Sangat berdukacita atas wafatnya Ray Manov/Nanos yang baik hati.. (saya belum lama mengenal almarhum, sewaktu dilibatkan oleh ka’Danny utk penyusunan buku Sejarah Gudep 19-20. hanya sempat sekali ke rumahnya…, tapi semua kebaikannya saat ini langsung terkenang lagi)
Semoga Allah Yang Maha Pengasih Melimpahkan banyak Kebaikan dan Memberikan Tempat Terbaik di sisi NYA untuk Ray Manov, aamiin… – Rahmat Hanafi

Sungguh terkejut mendengar dari Stevie bahwa Nanos sudah berpulang sore ini. Sungguh kita kehilangan seorang saudara yang sangat baik, disiplin, profesional dalam bekerja, sangat considerate dan sangat commit. Dalam rapat2 Buku Sejarah, Nanos yang terutama berkontribusi terhadap faktor bahasa dan estetika. Sungguh kita kehilangan seorang sahabat yang begitu baik, bersedia bekerja dan berkorban. Kami doakan agar Nanos sudah bersama Tuhan di surga dan keluarganya ikhlas tawakal adanya – Daniel Utama

RIP Ray Manov, sy belum lama mengenal dia. Tapi yang saya tahu selama mengenal dia , Nanos adalah orang yang baik , dan penuh tanggung jawab . Selamat jalan Nanos. Semoga Nanos berada dalam kerahiman Tuhan. Amin – Steven Patty

Upacara pemakaman Nanos @ San Diego Hills Karawang

(69) view

Berita Duka: Bunda Ella Seba

Innalillahi wainnaillahi Roojiun….
Telah berpulang pada sang pencipta pada hari Minggu 4 Sept 2016 pukul 16:25 WIB, Bunda Ella Seba – Pelatih Mahir 4 Nasional. Marilah kita doakan arwah beliau, agar semua amal baiknya diterima oleh sang pencipta.

“Satya dan Darma telah Bunda bhaktikan bagi Bumi Pertiwi…selamat jalan Bunda Ella..”

(34) view

Berita Duka: Ka Omar Samuel Ratulangie Ichwan

Assalamualaikum wr.wb.

Inna lillahi wa inna lillaihi rojiun

Telah wafat mendahului kita semua hari ini, Senin tanggal 29 Agustus 2016 , pada pukul 10.15 WIB di RS Pelni Jakarta, Suami/Ayah/Kakak/Adik/saudara kami yang terkasih — Ir. H. Omar Samuel Ratulangie Ichwan — dlm usia 61.

Disemayamkan di rumah duka:

Alamat: Jl. Anggrek Rosliana no. F58 RT/RW 005/005 Kemanggisan-Palmerah (belakang pasar Slipi) Jakarta barat.

Rencana pemakaman pada hari ini juga di TPU Karet Bivak.

Semoga Almarhum dalam keadaan husnul khotimah dan mohon dibukakan pintu maaf apabila ada hal yg tidak berkenan semasa hidupnya.

Wassalam,

Kami yg berduka-cita:

Hj. Cut Navitri
Cut Vanya – Cut Sarah
– Kel BesarAlm. Loeky Ichwan Anwar – Ratulangie
– Kel. Besar Alm. H. T Abdul Gani (Jakarta – Medan)

(69) view

TEMU PEMBINA III

TB III TKK MNPK
(Pertemuan Pembina III Tim Kerja Kepramukaan Majelis Nasional Pendidikan Katolik)
20-26 Juni 2016
Klaten @ Pusdiklatpur

Setelah beberapa kali pertemuan untuk berlatih dan mempersiapkan keikutsertaan di TB III ini, kami menghadiri Misa Pemberangkatan yang dipimpin oleh Moderator TKK MPK Bandung Pst.Hilman, Pr.
Pelepasan Sabtu 18 Juni 2016 pk.18.00 dari Santa Angela, Jl. Merdeka Bandung. Sebanyak 24 pembina putri dan 25 pembina putra berangkat menggunakan bus melalui jalur selatan.

Kami mengikuti misa mingguan di Kota baru, Yogyakarta, barulah kemudian kami memasuki kota Klaten.
Tiba di Pusdiklatpur sekitar pukul 10 pagi, kami mendirikan tenda dan mengatur area perkemahan pasukan, yang dilengkapi dengan tenda dapur, pagar, tiang jemuran, tempat sepatu, dll. Sore harinya kami sudah mulai membiasakan diri dengan panasnya udara di Klaten. Kami pun berkoordinasi dengan struktur perkemahan, yaitu dengan Kepala SubCamp Ratu Boko. Koordinasi ini untuk menentukan jadwal pertemuan serta macam panggilan. Subcamp kami dapat alat panggilan berupa kentungan. Kami juga membagi tugas untuk kegiatan subcamp harian yaitu olah raga, misa, apel pagi, dan apel sore.

Untuk perkemahan ini ada empat Subcamp yang dinamai dengan empat nama candi legendaris di Jawa Tengah, yaitu Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Kalasan. Tiap subcamp terdiri dari delapan pasukan. Tiap pasukan terdiri dari empat regu. Pasukan diberi nama sesuai nama-nama pasukan di Keraton Yogyakarta. Pasukan kami mendapatkan nama “Ketanggung”. Penamaan pasukannya menurut saya sangat menarik, apalagi di tiap kantor subcamp dipasangi poster yang menjelaskan asal usul nama pasukan Keraton tersebut. Saya terheran-heran membaca ada nama pasukan ‘Bugis’ dan Daeng’. Ya, karena kedua nama tersebut sangat kental hubungannya dengan daerah Sulawesi. Dan memang ternyata kedua pasukan tersebut memang berasal dari Sulawesi, namun karena perlakuan dan perlindungan dari Sultan maka kedua pasukan tersebut menjadi pasukan yang loyal dan tetap dipertahankan menyandang nama daerah asalnya.

IMG_3705

Senin, 20 Juni 2016
Misa Pembukaan dilanjutkan dengan upacara dan defile dari semua kontingen. Total ada 16 keuskupan yang mengirimkan kontingennya. TKK MPK KAJ mengirimkan paling banyak peserta, yaitu hampir 150 orang.
Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu kami mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan sesuai buku panduan. Kegiatan di empat hari ini berbentuk wide game. Hal yang unik dalam kegiatan ini adalah penggunaan teknologi berupa pencatatan kehadiran melalui RFID (Radio Frequency Identification Device) dan pelaporan maupun pemberian instruksi melalui aplikasi Dropbox. Kegiatan yang disediakan oleh panitia adalah Educational Tour, Scoutpreneurship, Inter-religion, Multi Culture, Scout Councelling, Pioneering, Wisata Budaya, dan Penjelajahan. Sedangkan Pentas Budaya merupakan kegiatan yang diadakan oleh peserta dan untuk peserta juga, yang menampilkan pertunjukan budaya daerah asal kontingen ybs.

Hari Rabu, 22 Juni 2016 adalah hari Wisata Budaya, dengan tujuan utama ke Keraton Yogyakarta untuk audiensi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Menyaksikan sendratari juga merupakan pengalaman yang luar biasa, karena saya menyaksikan keindahan gerak tubuh mulai dari yang sangat gemulai hingga yang gesit jenaka maupun ‘kasar’. Apalagi background-nya adalah Candi Prambanan yang megah. Pikiran saya pun melayang, membayangkan peserta didik mengalami hal ini kemudian ada yang terpanggil untuk mendalami olah tubuh dan olah rasa seperti tampilan ini, turut mengharumkan budaya bangsa kita.

Salah satu pesan Sri Sultan untuk para Pembina Pramuka adalah pembina harus dapat kreatif, namun tetap memiliki jati diri bangsa Indonesia. Supaya modern tapi tidak menjadi kebarat-baratan.

IMG-20160625-WA0009

Hari Kamis 23 Juni, regu saya mendapatkan jatah Duty Patrol. Selama sehari ini kami tinggal di perkemahan dengan tugas utama memasak untuk pasukan kami, serta menjaga kebersihan dan kerapian perkemahan. Tugas memasak menjadi menantang karena kami hanya diperbolehkan menggunakan kompor tradisional yaitu anglo, dengan bahan bakar arang. Untungnya ada satu yang pernah memasak mengunakan anglo. Jadi kami pun membagi tugas, ada juru masak, asisten juru masak, juru cuci, juru tenda, dan juru bantu macam-macam.
Tugas kami hari itu menjadi lebih berat daripada Duty Patrol di hari-hari lainnya, karena sehari sebelumnya, hujan deras membasahi perkemahan kami, jadi banyak yang harus kami jemur dan lap. Tapi bagi pramuka, segala situasi bisa dibawakan menjadi menyenangkan. Apalagi karena saat menjalankan tugas Duty Patrol kami dapat kesempatan mengunjungi stand subcamp yang menyajikan pengalaman baru, yaitu membatik, membuat lagu, dan menganyam. Membatik adalah pengalaman yang luar biasa! Melalui membatik, kita melatih diri untuk memiliki perencanaan, kesabaran, ketekunan, dan kemampuan menghargai.

IMG_20160624_181615

Keberadaan WC yang tersebar cukup jauh dan jumlahnya kurang banyak, membuat kami harus antri untuk mandi maupun buang air. Untuk mandi pagi sebagian dari kami harus bangun pk.04.00. Tapi yang saya suka adalah saat mengantri ini kami dapat kesempatan bertukar cerita tentang gudep masing-masing. Kami dapat informasi berharga yang mungkin dapat diterapkan kelak.

Selama perkemahan, kami dibantu oleh adik-adik Penegak yang menyediakan diri menjadi Service Team. Mereka rajin-rajin dan cekatan. Adik-adik penegak ini pun berasal dari berbagai keuskupan.

Kegiatan Multi Culture yang kami ikuti berisi kegiatan ‘mepeed’ yaitu membuat sesajian khas Bali. Tapi saat yang menegangkan adalah saat kami harus memboyong mepeed di atas kepala kami. Kami juga berlatih tari ‘Ndopyak’ yang merupakan tarian khas Klaten. Tarian ini ada bagian yang lincah, namun juga ada yang kalem. Saat menarikan ini, kami diminta memakai stagen dan jarik (kain panjang). Rencananya semua peserta akan menampilkan tarian ini pada malam terakhir Pentas Budaya, namun tidak jadi dilaksanakan karena kendala waktu.

mepeed

Hari Sabtu 25 Juni, kami melakukan Penjelajahan dan Pioneering. Penjelajahan menjadi menarik karena untuk menuju beberapa pos yang sudah ditentukan, kami mengikuti aneka tanda jejak. Wah, boleh juga nih untuk dipraktikkan bersama peserta didik! Selain mengikuti tanda jejak, kami juga diberi tugas membuat peta pita, peta lapangan, dan peta perjalanan. Sebelum pemberangkatan, pelatih berpesan supaya kami mengutamakan proses daripada hasil, dan diharapkan peserta dapat mengalami sungguh proses pembelajaran. Rekan-rekan seregu antusias mempelajari peta pita dan peta lapangan dari saya. Saya yang paling bisa pun ternyata masih ada kekurangan. Tapi dengan menjadi yang paling bisa kemudian berbagi dengan teman-teman membuat saya semakin ingin belajar supaya di lain kali saya bisa membagikan hal yang lebih benar.
Yang menarik lagi dari kegiatan Penjelajahan adalah cara memberikan instruksi yang dikemas dalam narasi tertentu, dan ada tugas dimana kami harus membeli melon. Melon tersebut ternyata sudah dimasukkan pesan, sehingga saat dibelah, pesan tersebut baru dapat kami olah. Seru deh, seakan ini menjadi sebuah misi rahasia.

IMG-20160625-WA0057

Pada pos pioneering kami mendapatkan tugas yang dikemas dalam sebuah narasi yaitu situasi kami terjebak di suatu tempat terpencil dan kami harus membuat sebuah menara pandang untuk memungkinkan kami mengirimkan pesan dengan semaphore. Pelatih kami, kak Prapto, sangat sabar, dan sambil mengamati proses kerja kami, beliau juga memotivasi, memberikan kesempatan kami berbuat ‘salah’ yaitu saat kami memaksakan memakai ikatan palang, bukan ikatan silang, sehingga ikatan kami kurang kuat.

IMG-20160625-WA0086

Banyak sekali yang saya dapatkan selama kegiatan TB III. Dan saya sangat berterima kasih untuk dukungan Pandu Adi B19-20 yang memungkinkan saya mengikuti kegiatan ini. Harapan saya, berikutnya lebih banyak pembina B19-20 yang bisa ikut serta kegiatan seperti ini, supaya pendidikan yang diberikan di Gudep tercinta kita dapat lebih terintegrasi dan berdaya guna bagi peserta didik. VIVAT YOS !

(75) view