Berita Duka : Dionysos Danasatya Moeliono

Agus Moeliono
Dion telah dipanggil dalam damai dan ketenangan. Didampingi Istri dan anak tersayang pada jam 5.09

Dion akan di makam kan di Gambung secara islam di tanah keluarga istri. Akan berangkat sekitar jam 9 dr rumah sakit Borromeus. Jenasah masih di yosef ruang 1323
Akan di makamkan jam 13.00

Johnny Utama

Selamat jalan Dionysos Danasatya Moeliono – Pinru Kelinci


Gambung , daerah Ciwidey, tempat Dion mengabdikan dirinya, sekarang sentra sayur Organis terbesar di Jawa barat.
Disanalah aku berada, jadi Pandu Ibuku

1 Sept maunya cukur rambut kata Marisa kakaknya, tiba2 sakit kepala, dipegang dgn kedua tangannya, meringis kesakitan, seperti tak tertahankan, dilarikan ke RS Boromeus, MRI, ternyata pembuluh darah pecah, dibanyak sisi, pengumpalan darah tdk bisa dikeluarkan, malah menambah tekanan, terjadi stroke, kelumpuhan, tak sadarkan diri, terus koma,

2 Sept 05.09 kala fajar, jiwa meninggalkan raganya, ditunggui Qodar istrinya dan Dika putrinya, Dion menghadap Sang Khalik.

10.00 diberangkatkan ke Gambung Ciwidewy, iringan tak terlampau panjang, hanya keluarga dan kerabat dekat

12.00 tiba di Gambung tanpa halangan. Ada gerimis sebentar, sepertinya alam berduka,
Dimandikan, dikafani, diusung ke mesjid, Inyoe dan Amke mengusung juga Jati Pranoto dan Arif , meliuk2 dikebun teh, dengan latar gunung nan biru, liang lahat telah digali, ditanah keluarga Qodar, disisi makam bapak mertuanya Pak Karta, jenasah diturunkan, doa dilantunkan, disitulah jasad Dion dikebumikan, ditengah kebun, dilingkari hutan, dirindangi gunung, ia kembali keharibaan bunda pertiwi.

Qodar berkata, seperti mimpi saja. Kemarin pagi Dion masih ada . . .

Begitu cepat begitu mendadak.

Teman2 Pandu Adi, pemakaman Muslim memang harus dilaksanakan pada hari yg sama.

2 dekade lebih pengabdian Dion di Gambung. Ia membantu mengembangkan CU di Gambung. Saat ini anggota CU Melania di Gambung ribuan orang.
Ia sempat meneliti dan budidaya cacing dan memanen Kas Cing sbg pupuk organik. Sesekali Dion riset dosis kencing keli nci utk enzim, jadi dia mengeluti ternak kelinci.

Dion n Dr Moel mengorganize pembuatan jalan swadaya di Gambung. Mengajukan Kredit kolektive orang desa kpd CU , lalu dicicil rame rame selama 2 tahun. Jalan itu membuka desa yg terisolasi, sehingga sayuran bisa diangkut sendiri ke pasar.

Pernah juga bawa 8 petani muda Gambung belajar pertanian organik di pastor Agato di Cipanas, Kini ke 8 pioneer tsb membentuk kelompok organik dan sukses

Orang desa mengangguk hormat, menyapanya dg santun. Dion adalah intelektual yg menterjemahkan literatur pada petani dalam aplikasi pertanian yg praktis. Belajar dg rendah hati dari petani.

Saat ini Sentra Pertanian Organik di daerah Ciwidey mulai disebut2 sbg sentra organik Jawa Barat.
Dion yg sepi dari pamrih hanya tersenyum. Petani2 asuhannya sukses, ia senang. Tiada ambisi, ia hanya menggulirkan pengetahuannya biasa2 saja. Knowledge sharing nya gratis.

Dion concern dg masalah air di Gambung. Ada air petani makmur. Sebab itu ia mengundang team TFC Yayasan Dian Tama melakukan TOT Tanki Ferro C3ment berkapasitas 20 M3. Tanki ini bisa mengairi 1 ha lahan pertanian selama musim kemarau, disaat petani lain tinggal dirumah krn tdk bisa menanam di musim kemarau. TFC itu masih ada dan berfungsi di Gambung.

Biarlah petani Gambung mengenangnya, menunggu sapaan nya, tegurannya. Jasad nya tiada lagi, tapi namanya tersimpan dalam lubuk hati mereka.
Pak Dionisos orang yg baik, santun dan ramah. Orang pintar tempat bertanya di rembuk desa.

Seorang B 19 yg berkarya hingga akhir hayatnya. Pada hari terakhirnya ia minta dipakaikan kaos launching buku sejarah : Jadilah Pandu Ibuku.
Ia bangga sbg Pandu.
Selamat Jalan Dion, SATYA mu telah kau BAKTI kan.
Keluarga Moeliono bangga padamu.
Kami teman2mu juga bangga padamu.

S T J .

JU


Pertama dan terahir ketemu Dion setelah puluhan tahun – Hilman Fachruddin


Mengenang sahabat yang luar biasa baik – Ienjo

Giok Ing- Bandung 6
Dion yang aku kenal… sangat pendiam.. ga banyak bicara… sederhana dan sepertinya berpihak pada orang kecil… waktu itu ada acara penyamaran.. mrk hrs pakai tanda silang yg hrs saya/kita kenali… hari itu dia “berdandan” seperti pemulung.. keranjang besar dipunggung…. baju compang camping… topi caping yg menutupi wajah nya (dia terkesan pemalu). Saya lupa ikutin dia dgn siapa saja… dia jalan menyusuri rel kereta lalu melewati jalan braga..agak aneh sih “pemulung” jalan2 di Braga…. aku lupa tahunnya da

Rahmat Hanafi
Sosok ka’ Dion yang begitu peka untuk memberikan Bantuan Fikiran, Ilmu-Pengetahuan, Bimbingan dan Tenaganya kepada masyarakat Petani Gambung, dengan Tulus-ikhlas…
Entah sudah berapa banyak Masyarakat Gambung yang merasakan manfaatnya dalam Kehidupan Keluarga-mereka.

Suatu kebanggaan dan kehormatan yang besar bagi kita, karena Allah memberikan kesempatan sosok seorang Dion pernah ada di tengah2 kita…
Semoga Keindahan Pribadi Dion, dapat menjadi Pencerahan bagi kita semua…
Semoga Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, berkenan menerima semua Ibadah dan Amal-Kebaikan alm.Dion, dan Memberi ganjaran kebaikan yang berlipatganda kepadanya…
Dan kepada Keluarganya, Allah limpahkan pula ganjaran kebaikan yang membahagiakan…
Aamiin.

Mengenang almarhum Dionisos Danasatya Moeliono.

Khoirun naas ‘anfa’uhum lin naas.

SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH
YANG PALING BERMANFAAT
BAGI MANUSIA LAINNYA

Nabi Muhammad SAW.

————

The most worthwhile thing
is to try to put happiness
into the lives of others.

HAL YANG PALING BERMANFAAT
ADALAH MENCOBA UNTUK
MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN
KEDALAM KEHIDUPAN ORANG LAIN

Lord Baden Powell.

 

Dian – Bandung 6
“Terima kasih Dion… pernah jadi teman perjalanan yang baik dan setia saat B6 -B19 bergabung dalam acara penyamaran dan perjalanan malam ketika angkatan saya (Karin, Gerardina cs) mau naik ke tingkat Penggalang Senior. Saat itu kaki saya bengkak karena terlindas beca ( ga keren amat ya) saat memimpin barisan dalam lomba baris antar kelas. Karena tidak bisa jalan, saya ditandu oleh Dion dan Inyo .. karena mereka saya bisa mengikuti acara secara penuh dan selamat sampai di tempat. Doa kami masih bersama jiwamu dalam perjalanan menuju surga..”

…. hanya saja lupa tahun dan kemana saya ditandu mereka…sepanjang perjalanan Dion bilang…begini rasanya menandu Bu Dirman he he (mbayangkan menandu jendral Soedirman).

Marisa Moeliono – Bandung 6

” … Sekali lagi terima kasih untuk perhatian dan doa yang tulus untuk adik kami Dion”

Saya bersyukur penderitaan Dion saat sakit di akhir hayatnya tidak terlalu lama. Dion yang saya kenal: sejak kecil tidak pernah membahasakan kesulitannya, tapi menjalaninya dengan tabah, tekun dan teguh. Dion yang tidak pernah menunjukkan kebanggaan atau kegembiraannya dengan kata kata sifat, tapi hanya dengan tersenyum menyebut fakta fakta…. Dion ‘bersembunyi’ di Gambung, sambil menjalani kehidupannya sebagai pengayom petani, ia dengar dan lihat kebutuhan tetangga2nya, lalu lakukan semampu tenaga dan koceknya: seperti cerita yang saya baru dengar kemarin dari seorang ibu saat pemakaman, pak Dion yang bikin disini terang ada listrik dia membeli tiang listrik, jadi terang di malam hari, baru dalam hitungan tahun, masyarakat bersama sama mencicil uang yang pak Dion keluarkan, karena masyarakat juga tahu Dion tidak punya banyak yang seperti mereka…

Dion saya jemput karena warga tahu Dion sakit parah tapi tidak bilang ke kami, Hb 2, tensi 35, tidak pingsan hanya lemah, sadar penuh saat saya ngobrol di mobil menuju RS 1,5 bulan lalu…. dia hanya senyum ketika saya tanya apa tang ia rasa… Tidak menolak perawatan… Hanya diam dan senyum lalu memejamkan matanya….

Dion sayang betul dengan Qodar dan anaknya Salsa Dhika yg pandai menggambar…Dia membela keluarganya dan mau pulang di ke Gambung menemani keluarganya… Saya jemput dari Gambung dan dia pulang diantar keluarga dan sahabat2nya yang mengasihi dia…

Sekali lagi terima kasih dan mohon dimaafkan untuk kesalahan2 nya… Tuhan membalas semua kebaikan teman teman semua…

Salam, marisa dan keluarga Dion
… ”

Agus Moeliono

Kami keluarga besar Moeliono Mengucapkan banyak terimakasih Atas Perhatian dan Doanya..Dion Berpulang dalam Damai…Dimandikan oleh tangan sahabat -sahabatnya…di usung oleh teman sepermainan Di Kepanduan..sampai.Tanah memeluk jasadnya..di pacul oleh tangan teman seperjuangan…
Dion Menatap kebawah dengan titik airmata kebahagiaan..terimakasih sahabat sahabatku..
Bendera regu kelinci..mengiringi perjalanan terakhirku…Kaos Pandu Adi Menemani nafas terakhirku…Kenangan asyiknya Petualangan 19 20 dan Persahabatan…Memeluk Batinku.

.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.-=o0o=-.

Nafasnya berat kadang badan nya kejang..saya hanya bisa menyentuh tangannya dan doa…tatapan saya hanya pada wajahnya dan gerakan dadanya…

Kata Pandu Adi naik turun di Dadanya…sampai bergerak perlahan..dan akhirnya tak ada gerakan…Senyum damainya yg menutup hidupnya..dengan kata Pandu Adi menemani nya..
Air mata Qodar dan Dhika membasahi kata Pandu Adi

Kenangan ini menyadarkan kita semua…Pengabdian untuk berbagai Perjuangan kita sbg Pandu

Barulah Sempurna Jika istri dan anak kita Merupakan Pengabdian Kita yang paling utama…

Dalam keadaan sakit pusing hebat..Dion memenuhi janjinya untk mengajak Dhika Berenang dan jalan2 ke kebun Gambung…Esok harinya…Daya tahan nya habis…sampai Dion Menutup mata…Tak ada kata perpisahan..untk istri dan anak…yang terasa Hanyalah Cintanya Yang Mengalir walau tanpa kata..Mata dan senyum nya bicara dan menyentuh amat dalam

Dion sbg Kakak dan adik begitulah adanya…dlm Bisu Dion Mengorbankan Banyak Hal untuk yang di cintainya

(50) view

Berita Duka: Kak Josep Trisna Saputra, SH., MH.

 

Berita duka.
Telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga sahabat dan orang tua kami Bapak Josep Trisna Saputra, SH., MH. ( suami ibu Regina S.) tadi sore di Jakarta, saat beliau sedang menjalankan tugasnya sebagai Advokat.

Beliau meninggal di ruang sidang saat membacakan pledoi terdakwa yg dibelanya, masih mengenakan Toga.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.

Jenasah akan diberangkatkan dari jakarta jam 22 malam nanti (1 Agustus 2018)  dan rencana akan disemayamkan di Rumah Duka Nana Rohana Ruang L.

Akan dikremasikan di Krematorius YDS Priangan Cikadut pada hari Minggu, 5 Agst 2018.

Doa Rosario
Kamis, 2 Agst 2018, pk. 18.00
Misa & Tutup Peti
Kamis, 2 Agst 2018, pk. 19.00
Doa Rosario
Jumat, 3 Agst 2018, pk. 18.00
Ibadat Penghiburan Oikumene
Sabtu, 4 Agst 2018, pk. 17.00
Misa Requiem
Sabtu, 4 Agst 2018, pk. 18.00
Ibadat Pelepasan
Minggu, 5 Agst 2018, pk. 08.00

Mohon doa dari teman sekalian.

Terima kasih.


Ka Josep, terima kasih atas pengabdianmu bagi pramuka, bagi Bandung 19-20 dengan ikhlas dan tanpa pamrih mengawal Gudep di Kwarcab, di Kwarda, menggaungkan pramuka teritorial.
RIP Ka Josep, terimalah salam perpisahan dari seluruh jajaran B 19/20 , segenap Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, Racana Pandega, Mabigus, para Pembina Andalan Gudep, Paguyuban Pandu Adi, para Kanda Pendiri. SALAM PRAMUKA ! doa kami menyertaimu – Johnny W Utama

 

 

(62) view

Berita Duka: Ray Manov Karmen

Rest in Peace Ray Manov Karmen – Eks Regu Banteng

Selamat jalan Ray Manov, di rumah barumu bersama Tuhan Sang Pengasih, tak ada lagi sakit, tak ada lagi duka…hanya sukacita Surgawi. Go with peace. Semoga Tuhan jg berikan kekuatan iman bagi keluarga yg ditinggalkan – Heru Hendradinata

RIP Ray Manov, sang editor buku sejarah Gudep 19/20. Sekarang ada yang menulis tentang dikau . . . Selamat jalan menuju rumah Bapak yg abadi – Johnny W Utama

Sangat berdukacita atas wafatnya Ray Manov/Nanos yang baik hati.. (saya belum lama mengenal almarhum, sewaktu dilibatkan oleh ka’Danny utk penyusunan buku Sejarah Gudep 19-20. hanya sempat sekali ke rumahnya…, tapi semua kebaikannya saat ini langsung terkenang lagi)
Semoga Allah Yang Maha Pengasih Melimpahkan banyak Kebaikan dan Memberikan Tempat Terbaik di sisi NYA untuk Ray Manov, aamiin… – Rahmat Hanafi

Sungguh terkejut mendengar dari Stevie bahwa Nanos sudah berpulang sore ini. Sungguh kita kehilangan seorang saudara yang sangat baik, disiplin, profesional dalam bekerja, sangat considerate dan sangat commit. Dalam rapat2 Buku Sejarah, Nanos yang terutama berkontribusi terhadap faktor bahasa dan estetika. Sungguh kita kehilangan seorang sahabat yang begitu baik, bersedia bekerja dan berkorban. Kami doakan agar Nanos sudah bersama Tuhan di surga dan keluarganya ikhlas tawakal adanya – Daniel Utama

RIP Ray Manov, sy belum lama mengenal dia. Tapi yang saya tahu selama mengenal dia , Nanos adalah orang yang baik , dan penuh tanggung jawab . Selamat jalan Nanos. Semoga Nanos berada dalam kerahiman Tuhan. Amin – Steven Patty

Upacara pemakaman Nanos @ San Diego Hills Karawang

(69) view

Berita Duka: Bunda Ella Seba

Innalillahi wainnaillahi Roojiun….
Telah berpulang pada sang pencipta pada hari Minggu 4 Sept 2016 pukul 16:25 WIB, Bunda Ella Seba – Pelatih Mahir 4 Nasional. Marilah kita doakan arwah beliau, agar semua amal baiknya diterima oleh sang pencipta.

“Satya dan Darma telah Bunda bhaktikan bagi Bumi Pertiwi…selamat jalan Bunda Ella..”

(34) view

Berita Duka: Ka Omar Samuel Ratulangie Ichwan

Assalamualaikum wr.wb.

Inna lillahi wa inna lillaihi rojiun

Telah wafat mendahului kita semua hari ini, Senin tanggal 29 Agustus 2016 , pada pukul 10.15 WIB di RS Pelni Jakarta, Suami/Ayah/Kakak/Adik/saudara kami yang terkasih — Ir. H. Omar Samuel Ratulangie Ichwan — dlm usia 61.

Disemayamkan di rumah duka:

Alamat: Jl. Anggrek Rosliana no. F58 RT/RW 005/005 Kemanggisan-Palmerah (belakang pasar Slipi) Jakarta barat.

Rencana pemakaman pada hari ini juga di TPU Karet Bivak.

Semoga Almarhum dalam keadaan husnul khotimah dan mohon dibukakan pintu maaf apabila ada hal yg tidak berkenan semasa hidupnya.

Wassalam,

Kami yg berduka-cita:

Hj. Cut Navitri
Cut Vanya – Cut Sarah
– Kel BesarAlm. Loeky Ichwan Anwar – Ratulangie
– Kel. Besar Alm. H. T Abdul Gani (Jakarta – Medan)

(69) view

Berita Duka: Kak Paul Wetik

Berita dari Kak Rudi Budiman:
Saya share berita duka cita ini yaitu kak Paul Wetik salah seorang pandu dari Martin de Porres yang dulu merupakan kepanduan di sekolah St. Aloysius Bandung telah kembali kepada Sang Penciptanya pada tanggal 5 September 2013. Selamat jalan kak Paul Wetik.

(268) view

Berita Duka: Ibu Kristianti Pradjasuta

Berita Duka

Telah wafat pada hari Rabu, 17/7/2013,
Ny.Kristianti Pradjasuta (ibunda dari Kanda Reyno)
Disemayamkan di Rumah Duka 9 Naga (Dharmais)
Jl. S.Parman 84-86, ruang J-K.
Kremasi pada Minggu 21/7/2013
Jam 10.00 di Krematorium Heaven
Jl. Gedong Panjang – Jakarta

Keluarga Besar Bandung 19 – 20 menyampaikan duka cita untuk Kanda Reyno sekeluarga
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan

(berita dari Kanda George)

(336) view

Berita Duka: Bapak N Sugiarto Hartanto

Hari ini, pukul 14.20 WIB, telah berpulang kerumah Allah Bapa di Surga,

Bapak N Sugiarto Hartanto (83 tahun)

Ayahanda dari kak J.M. Arijanto Hartanto
Pembina Siaga B19-20 tahun 1986 – 1991

Almarhum disemayamkan di:
Rumah Duka RS St. Borromeus, Ruang A, jalan Surya Kencana, Bandung

“ Kami atas nama keluarga turut berduka atas kepergihan Ayahanda dari kak Yanto, Bapak Sugiarto, semoga kini Ayahanda mendapat ketenangan dan kedamaian, diberiNya terang dan jalan menuju Rumah Allah Bapa di Surga. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan diberiNya ketabahan, Amin”

(295) view

Berita Duka: Bapak Tularso Kuarno

Telah meninggal dunia, Bapak Tularso Kuarno, Ayahanda dari Kak Inez Wandita (pernah membina siaga 07020, seangkatan Kak Saretta N. Paramita cs.) pada tanggal 26 Juni 2013 di Bandung.

Jenazah disemayamkan di Bumi Baru 2, Ruang B. Kamis 27 Juni 2013 akan diadakan kebaktian tutup peti jam 19.00. Jumat 28 Juni 2013 kebaktian penghiburan jam 19.00, dan Sabtu 29 Juni 2013 kebaktian kremasi jam 9.00.

Ijinkan kami mewakili Keluarga Besar Gudep 07019-07020 menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Ayahanda Kak Inez. Semoga damai abadi selalu menyertai Pak Tularso & keluarga.

(465) view

In Memoriam Tony Lunandi

Saya mengenal ka Tony sama seperti mengenal kakak-kakak lain di B19. Tidak dapat dibilang kenal sangat dekat tidak juga jauh. Tetapi ada yang beda dari ka Tony, senyum dan kehangatan ka Tony memberikan nuansa tersendiri dalam persaudaraan di B19.

Malam ini saya mencoba mengingat kapan saya terakhir bertemu dengan ka Tony, ternyata hal yang membekas dalam ingatan saya tentang ka Tony adalah saat pernikahan ka Tony dan ka Yuti, kalau tidak saya di akhir bulan Februari beberapa puluh tahun lalu. Teringat terus senyum khas ka Tony yang sangat bahagia kala itu.

Saat awal saya mulai mengelola website B19, rasanya waktu itu sendiri di dunia luar tanpa mengetahui apa yang terjadi di lapangan, rasa frustrasi, hampir patah semangat sempat hadir, ada juga perasaan “ngapain ngurusin sesuatu yang ngga jelas mau diisi apa dan dibaca siapa”

Ka Tony lah yang menyemangati, yang membuat perasaan-perasaan negatif tersebut hilang, sebagai sesama orang yang berada di luar dan jauh dari sanggar ka Tony menyadarkan saya bahwa buah karya kita tidak hanya mendekatkan hati kita pada B19, tetapi juga bisa menyatukan dan mengakrabkan kita semua.

Ka Tony satu dari segelintir orang yang peduli dengan berdirinya web B19-20. Bukan hanya semangat yang ditularkan, tetapi juga buah karya ka Tony yang dikirim setiap hari selama beberapa hari. Menerima materi dari Ka Tony pada waktu itu bagaikan menerima bingkisan yang sangat berharga, karena ditengah kebingungan mau mengisi web dengan apa dengan tiba tiba dihujani banyak sekali materi dari ka Tony. (malam ini saya coba bongkar bongkar arsip, saya kirimkan sedikit karya ka Tony bisa saya temukan)

Terima kasih ka Tony, semangatmu akan terus saya jaga dan saya tularkan untuk rekan rekan yang lain.

Ka Yuti dan keluarga besar Lunandi, saya turut merasakan kesedihan atas kepergian ka Tony, tetapi seperti yang ka Johnny katakan, saya juga merasa bangga bahwa dalam hidup saya, saya sempat mengenal ka Tony.

Selamat jalan ka Tony.

(420) view