ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 2

Pukul 19.00
Api Unggun, dimulai dengan munculnya 4 orang Penegak (Andi, Michael, Arief , William) yang bertelanjang dada dan membawa obor, mereka mendekati tumpukan kayu, dengan tanpa suara duduk mengelilinginya kemudian menyemburkan api ke tumpukan kayu. (minyak tanah disemburkan dari mulut pake obor kearah tumpukan kayu yg juga sudah dibasahi minyak tanah juga) Ternyata usaha mereka tidak sia sia, api menyala, makin lama makin besar. minyak tanah abis 1 jerigen, mulut bau minyak tanah, badan kedinginan 🙂
salut atas usahanya !

Acara api unggun dalam setiap perkemahan/ pertemuan Pramuka kayanya mutlak
dan merupakan puncak acara. Demikian pula dalam perayaan ulang tahun gudep kita ini. Panitia sangat mengkhawatirkan kelangsungan acara ini ,kalau hujan! Walaupun kita sudah antisipasi dengan mempersiapkan back up acara di aula, tapi tentu saja kesannya akan sangat jauh berbeda kalau api unggun beneran dilapangan. Apalagi bulan Desember kan musim hujan. Tapi sekali lagi kita harus bersyukur. Langit sangat cerah , bintang bintang tampak jelas terlihat, angin juga tidak kencang. Sehingga api bisa bagus nyalanya. Thanks God ! (…pst……kanda George akhirnya sampai/ datang …red)

Sesudah api menyala kita semua menyanyikan “Gumbaya”, seperti biasa pemimpin menyanyikan dan yg lain mengikuti, diiringi tarian / tepukan khas gumbaya tepuk tangan & paha terus berulang ulang sambil menyanyi ). Mulailah terlihat / kenapa disebut Old Boys, hampir semua teu bisa deui nyanyinya. Dasar enggeus kolot (old). Apalagi kemudian pemimpin acara yaitu Toto mengajak menyanyi lagu “Api kita sudah menyala”, eta semua pada sibuk malik malikin booklet nyari lagu. Udah gelap, ngga kelihatan dan yang pasti lagu itu engga ada di booklet .Eta meuning hayang seuri ningalina. :). Akhirnya yang nyanyi hanya anak anak Siaga , Penggalang dan Pembinanya saja. Lagu berikutnya lagu “Ditengah tengah Hutan” dan Mars Yos: “Kami kan bangga selalu kibarkan panji Bandung 19 …dst” Nah ini mulai kedengeran suaranya. Walaupun masih kalah jauh sama suara anak anak, yach tapi lumayanlah. Dan yang paling penting masih inget sama Mars Yos. :). Wajib inget lho sama lagu kebangsaan ! Ka Dhany WU , thanks atas sumbangannya yg sangat berharga ini.

Setelah nyanyi beberapa lagu ini , kanda George muncul ketengah lingkaran, mendekati api dan memberkatinya. Lalu beliau memberikan sedikit kata sambutan yang intinya : sudah 40 th organisasi kita ini berdiri, tapi yang penting bukan lamanya itu, melainkan semangat persatuan dan kekeluargaan kecintaan) kita yang bisa membuat kita tetap ada/ eksis sampai sekarang. Biarlah api unggun yang menyala ini melambangkan semangat itu tetap berkobar dalam hati kita !…… Amin kanda ! Vivat Yos !!!

Acara Penggalang : Kabaret/ sandiwara dg judul: “Wah Cantiknya (Power Puff girl)”. Yach lumayanlah daripada ngga ada acara. (?) .Sorry its joke ! Bukan apa apa kabaret ini harusnya didukung oleh sound sistem yg baik, karena suaranya sudah direkam (lips), tapi karena sound sistemnya kurang baik, maka kurang jelas apa yang mau disampaikannya. Tapi tetap kita sangat hargai usahanya. Jangan tersinggung yach !

Sesudah acara dari Penggalang diselingi lagu lagi , yaitu lagu : “Kanda dari Jakarta” (dulu Aunty from Maroco), yang kaya gini lagunya dulu : “I have an aunty in Maroko when she come hip hoy….dst open the boble, slurp slurp, plumplum ..yipi ye” terus disambung lagu “Pergi potong lalang” :” Satu orang pergi pergi potong lalang …….2 orang , 3 orang bawa kambing dst”

Acara Siaga: The Story of fire dragon.
Cerita ini cerita tentang perlawan rakyat suatu daerah melawan naga jahat. Nah ini baru mendapat aplaus yg meriah ! Bukan apa apa, naganya gede banget, panjangnya lebih dari 10 meter dan kepalanya 3, terbuat dari bambu dan rangkanya dibungkus dengan kertas minyak kemudian sepanjang badannya didalamnya dikasih rangkaian lampu yg pake accu (aki) motor 3 buah. Beratnya? Jangan ditanya. Diperlukan belasan anak siaga untuk menggotongnya dan 3 pembina yg pegang kepala naganya. Mirip barongsai ! Belum lagi pedang/ tongkat ksatria pembunuh naganya yg panjangnya + 5 meteran (juga pake rangkaian lampu dan dibentuk /dibungkus seperti tongkat satria ), yang berat oge. Diperlukan kerja keras selama seminggu penuh untuk mewujudkan semua ini. Salut untuk tim kerja pembina Siaga yg dipimpin oleh Lydian (Renald Teja, Asri dkk). Lucunya waktu naganya mau ditusuk , anak anak ngga kuat ngemiringinnya, Si tongkat bukan nusuk ke naga tapi jatuh lagi jatuh lagi ke tanah, akhirnya dibantu oleh pembina pembinanya sehingga mencapai kemiringan yg dikehendaki (dan dipegang bukan dari ujungnya tapi dari seluruh badan tongkat) berhasil menusuk badan naga.Terus ceritanya keluar darah berupa kembang api sembur yg ngga nyala pada waktunya. Pokoknya luculah !

Nah sekarang ganti acara, ka Kim Wat sudah dihubungi panitia untuk mempersiapkan acara. Perlengkapan acaranya semobil penuh. Aqua 5 kartonan, bambu bambu, dus dus yg isinya macem macem. Tapi berhubung waktu yang terbatas, maka beliau tahu diri, ” Ton, ini gua udah bawa untuk acara tapi kayanya ngga mungkin dimaenin sekarang , nanti aja dipake buat acara latihan sabtu , nah ini permainan permainannya” Sambil ngeluarin beberapa lembar kertas yg berisi petunjuk permainan. Thank deh kakak ! “Tapi sekarang ka Kimwat bawain satu acara aja ! Gimana kalau yel Hello Baby nya?” Maka dengan legeknya (kan tahu sendiri cara jalan ka Kim Wat) dia maju ke tengah lingkaran. ” Semua berdiri ! ” katanya. (Dia sih ngga perlu toa lagi). Maka semua berdiri mengikuti komandonya sambil menyanyikan/meneriakkan Hello Baby. “Hello Baby ,…… Acua Acue …… Dont You know You know how…dst ..”, jalan kearah kiri , balik kekanan , tangan keatas, kepundak dstnya. “Terima kasih !” katanya. Dan semua seuri !! :)>

Udah kagok berdiri maka Penegak bawain acara lagu “Up and down and shake”: Up and down and shake shake shake…dst” Sambil semua gerak naik turun dan bergoyang kekiri dan kanan, ” Shake to the right dan shake to the left,.. turn around, jump, run dst. Pokoknya semua dikerjain. Biar ngga bosen.

Acara Ka Johny lain lagi yaitu : Mumi Tisue. Diminta beberapa pasangan untuk tampil kedepan , pokoknya pasangan bebas suami istri, bapak anak, pembina anak didik dsb ) , penuh aja yg maju. Setiap pasangan berusaha pa cepet cepet membungkus pasangannya dengan tisue gulung. Siapa yg paling cepet ngebungkus rapi pasangannya dia yg menang. Akhirnya terpilih pasangan orang tua anak Siaga yg menjadi juara, dan selain juara 1 yg dapet hadiah juga juara 2 & 3 pun dikasih hadiah. Hadiahnya disiapkan panitia berupa: Rinso, Blue Band & Pepsodent. Sederhana & simpel tapi mengandung arti dan diperlukan buat dirumah khan :).

Bandrek, goreng pisang & goreng ubi mulai keluar.Sambil ngikutin acara semua mencicipi hidangan yg disediakan oleh seksi konsumsi (Asri & Helsa) Sebelum ditutup karena udah malem maka Ka Hadi & saya memimpin acara/ lagu: “Waiya”, yang paling semangat nyanyina yaitu ka Djuanda. terutama saat bait “Arab ngojay dina batok…entogna ngendog” Sambil nyanyi semua didaulat untuk melewati tongkat yg dipegang kedua sisinya dengan badan menghadap ke atas, makin lama makin rendah. Karena panjang pisan barisannya dan kalau diteruskan bisa sampai subuh. Maka sebaiknya distop aja. “Udah udah ! Semua kembali bikin lingkaran!” Setelah lingkaran terbentuk maka kanda George didaulat kembali untuk menutup acara api unggun ini. Intinya “Api unggun akan padam tapi semangat (Bandung 19) kita tidak boleh padam, tetaplah menyala !”

Potret bersama,
Setelah kanda George menutup acara api unggun , diumumkan pada semua peserta untuk ke Aula, untuk potret bersama. Nah, ini juga seru. Panitia sudah memanggil “fotografer profesional” Ka Dede Dharma. Dengan perlengkapan lengkap, seperti kamera Wide Lens, Lampu sorot 2000 watt, film gede. Aula udah kaya foto studio. Beberes barengan bikin stage maka kita semua berpose. Sesi pertama potret bareng dari oldboys sampai siaga. Sesi kedua dstnya: Old boys , Yg aktif (S,G,T& B), Pembina& eks pembina, dstnya. Kayanya kalau ngga disetop dan kalau filmnya ngga abis , terus aja pengen difoto.

Acara bebas,
Pasang kembang api ( Iwan Dega bawa & panitia juga beli, bagus lho ! ), ngobrol dan diskusi sampai jam 4 subuh, Sebagian bakar jagung bangkok ( disediakan 150 buah jagung ), sebagian main kartu. Pokoke rame terus sampai pagi. Sampai sampai ada orang tua anak didik ngga tahan karena ngga bisa tidur dan memilih untuk pulang dan tidur dirumah dan besoknya baru balik lagi. ha..ha.. Dasar ! Bayangin aja yg tua tua ngobrol sampai subuh, eh anak anak Penggalang begitu old boys meninggalkan api unggun mau tidur gantian mereka yg bangun dan ngobrol & ketawaan. Alasannya ngga bisa tidur. Rasain luh ! Gantian Old boys yg ngga bisa tidur !

bersambung …

(241) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 1

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Sejak beberapa hari terakhir sebelum hari H ini, panitia sibuk mempersiapkannya. Terbayang akan perjumpaan kita dengan para senior, rekan seangkatan dan juga adik adik kita. Dan dengan harapan bahwa acara kita ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Sebagian panitia sudah datang pada tengah hari, mempersiapkan detik detik awal acara yg akan dimulai pada pukul tiga sore ini. Pada jam setengah duaan muncul keluarga Hariman (Oce) yg kebetulan sedang berlibur ke Indonesia . Wah, senang sekali ! Rupanya BuLukAn (Budiman, Lukman, Hariman) bakal datang semua. Dan ternyata datang semua.

Disusul oleh keluarga Mamat (Matheus Basuni ) pada pukul tigaan.Terus keluarga Nden. (mereka bahkan sempat meninjau dulu ke Peneropongan bintang dg guide mr. Hadi yg direkturnya Kinderdorf Bandung) Ka Johny WU pun sudah ada di Bandung, tapi dari pembicaraan pertelepon agak sorean baru bisa datang dan ka Johny sudah minta panitia untuk membantu dia menyiapkan sedikit perlengkapan untuk acaranya.

Agak sorean muncul ka Rudy Budiman, Ka Kim Wat , Ka Bambang, Ka Sonny Yoe dll, yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena sibuk. Telepon berdering dan ternyata telepon dari kanda George The , yg rupanya sudah terjebak kemacetan di tol Cikampek selama 3 jam, dengan nada agak pesimis kanda George bilang apabila sampai 1 jam lagi masih terjebak dia kayanya akan balik lagi ke Jakarta karena besok paginya dia harus ada acara lagi di Jakarta.Ternyata Tuhan maha baik , sehingga pada kira kira pukul 7 malam Kanda George bisa bergabung bersama kita.

Penggalang dan Siaga muncul pada pukul 4 sore, karena mereka berangkat dari Sanggar pukul 3.

Dan bermunculan muka muka lama yg sebagian besar saya hanya tahu namanya saja.
Hampir 90 % yg komform hadir ditambah ka Hayin & Thomas & Willy G (T), yg tidak bisa hadir: Arief/Putih, Bernard (T) , Danny WU, Djodi, Eddy W, Edo (T) , Eric (T), Hans Utama, Inggrid(T), Irawan(T), Ka Cun, Martanto,Petrus (T), Toni Black, Willem , Yanto & Yoseph (B), (lihat daftar peserta yg 200 orang).Hal ini sangat menggembirakan dan sekaligus sangat mengharukan, karena dari sana saya bisa melihat begitu besar kecintaan mereka terhadap B 19. Dan begitu besar kerinduan untuk berkumpul bersama.

Pendaftaran dimulai pada pukul 3 sore, dimana yang hadir diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir yg sudah di print out di meja pendaftaran dan buat yg datanya belum lengkap bisa mengisi form tambahan. Diharapkan data yg ada bisa lengkap dan up to date. Setelah mendaftar dan bayar sukarela, peserta langsung ke meja perlengkapan acara , dimeja ini kwitansi pembayaran yg utuh yg berlogo 40 th Yos 19 disobek bagian kecilnya dan ditukarkan dengan cindera mata yaitu dasi acara yg berlogo warna biru, name tag yg berlogo dan sudah diprint nama ybs (karena panitia sudah tahu nama dari konfirmasi), juga booklet acara yg berisi sambutan, sejarah singkat B19, susunan acara, lagu-lagu dsbnya. Buat yg pesan kamar dimeja inipun diberi tahu nomor kamarnya, karena panitia sudah menentukan kamar masing masing peserta dg berbagai pertimbangan seperti bawa anak/ tidak, angkatan,dsbnya.Kamar untuk double atau triple ada 26 kamar, kamar besar untuk rame rame ada 2 yg bisa menampung 10 & 20 orang oldboys (khusus untuk yg datang sendiri/ khusus laki laki).

Penegak & Siaga di Aula, Penggalang & sebagian peserta lainnya camping. Wah, mulai rame dengan check in, diriin tenda, ngerumpi, diriin tiang korve, nyiapin acara api unggun, semua asyik sibuk berkelompok. Namun ada fenomena menarik yg sangat mengharukan, dimana para peserta yg datang tidak cicing (diam) saja menyaksikan panitia yg kerja, hampir semua yg hadir menawarkan diri untuk membantu panitia dan ada juga yg langsung bantuin. Terlihat sekali rasa kekeluargaan dan merasa sebagai bagian dari penyelenggaraan acara ini. Sehingga ketegangan akan tekanan dari “tamu” yg menuntut servis dari penyelenggara hilang dengan sendirinya dan berganti dengan ekstacing/ kegembiraan akan rasa kebersamaan.

Sebelumnya saya mau memberikan gambaran mengenai jadwal acara sbb:
Sabtu,
15.00- 17.30 : Pendaftaran
17.30- 18.00 : Korve Pembukaan
18.00- 19.00 : Makan malam
19.00- 21.00 : Api Unggun
21.00- 21.30 : Potret Bersama
21.30- ……. : Acara Bebas

Minggu,
06.00- 06.30 : Snack Pagi
06.30- 07.00 : Korve Pagi
07.00- 08.30 : Cross Country
08.30- 09.00 : Sarapan pagi
09.00- 10.00 : Misa
10.00- 12.30 : Permainan lapangan
12.30- 13.00 : Korve Penutup
13.00- 14.00 : Makan Siang
14.00 : Pulang

Ok, kita lanjutkan ceritanya,
Pukul 17.30, Dengan “toa” hasil sumbangan Old boys pada pertemuan di rumah kanda George tahun lalu (toa ini kepake pisan), diumumkan acara korve pembukaan, yang wajib diikuti semua peserta.Semua berkumpul di pinggir lapangan sepak bola membentuk angkare. Disebelah kiri terdiri dari Pembina,Penggalang & Penegak, di tengah Siaga & dikanan Old boys beserta keluarganya. Angkare besar ini agak beda dari biasanya karena seperti huruf U yg tinggi. Suasananya lagi lagi mengharu biru.Teringat pada jaman dulu kita pernah berbaris dalam suatu angkare, dimana bukan dibagian Pembina, tapi dibagian anak didik. Upacara dipimpin oleh Ka Loeke yg sebagai pembina Gudep. Tiang korve yg didirikan adalah tiang melayang, tingginya 6 meteran dan diatasnya bercabang tiga .Di kiri kanannya sudah ada bendera Boy Scout & Girl Guide, juga bendera gudep 07019 & 07020.

Pemimpin upacara adalah Arief / Abun dari Penegak dan petugas korve adalah Bakti (G putra), Jessica (G putri) & Jesse (S putra). Penaikan bendera merah putih berjalan dengan baik, hasil dari latihan yg dilakukan. ” Jalan ditempat grak, berhenti grak, dst…. , bendera siap !” ” Kepada bendera merah putih hormat grak!” Dilanjutkan dengan pembacaan Dasa Dharma, Dwi Dharma & Pancasila. Doa dibawakan oleh ka Johny WU, doanya Doa Ayah; “…. Tuhan jangan berikan jalan yang mudah …………. dan akhirnya Tuhan tidak sia sialah aku menjadi Ayahnya ” by Arthur Mc Donald. Kira kira demikianlah doa yg telah pernah kita doakan bersama itu dan sekarang doa ini dibacakan kembali pada acara ultah ini.

Pada awal korvey semua peserta yg semua sudah pada pake dasi ultah diharuskan melepaskan dasi Ultah dan secara simbolik pada akhir korvey disematkan dasi kepada perwakilan peserta : Tracy (S putri), Shindu (G putra), Willy G (T), Hadi (Old Boys). Setelah perwakilan disematkan dasi, maka semua pake dasi lagi . Dan secara simbolik pula menandakan acara Ultah Gudep resmi dimulai/ dibuka.Tepuk pramuka !

Pukul 18.00, Acara makan bersama.
Selesai upacara diumumkan kepada para peserta untuk langsung menuju keruang makan . Lagi kita jalan balik ke gedung / ruang makan. Peluit panjang berbunyi , bendera merah putih diturunkan lagi karena sudah jam 6 sore. Nah, acara makan malam pun dimulai . Rame pisan. Bayangkan ruang makan yg “hanya” berukuran + 8 x 30 m dipenuhi 200-an orang. Jadi sebagian besar makannya sambil berdiri dan ngerumpi dan menyebar sampai keluar ruangan. Aya anu seri, aya anu ngobrol serius, aya anu heureuy, tapi tertib terkendali. Makan malam kita hari ini adalah nasi soto bihun ayam + perkedel + kerupuk, minumnya teh. Sederhana tapi karena suasananya happy & lapar jadi kerasanya nikmat pisan.

bersambung ….

(231) view