Karapan Sapi

Latihan Sabtu kali ini cukup istimewa, karena pasukan penggalang berkesempatan berkenalan dengan Kak Johnny W. Utama. Perkenalannya bukan sekedar saling bertukar nama dan jabat tangan, tapi juga lewat game yang disumbangkan Kak Johnny.

Game yang dimaksud adalah game “Karapan Sapi”, yang meniru karapan sapi sebenarnya, hanya saja sapinya digantikan oleh manusia. Sejatinya rangka segitiga seperti yang tampak di foto tidak digotong, melainkan diseret oleh dua orang, ditambah satu orang lagi yang jadi penunggangnya. Para “sapi” kemudian menyeret rangka plus penunggangnya secepat mungkin menuju garis akhir, berbalapan melawan regu-regu lawan. Dalam versi asli ini, rangka dan track rumput pasti akan sama-sama hancur, karenanya untuk versi perkenalan Kak Johnny, rangka segitiga dan penunggang akhirnya digotong oleh tiga orang. Tetap seru, walaupun demikian.

Sebagai informasi pelengkap, kedatangan Kak Johnny kali ini juga disertai kedatangan Kak Rudy Budiman, Kak Steve Jusanto, Kak Dody Tanuwijaya, Kak Dicky Mihardja yang ikut serta dalam latihan perdana calon penegak. Wow! Akhirnya Gudep kita bisa kembali melaksanakan latihan khusus untuk tingkat di atas penggalang! Semoga bisa terlaksana secara berkelanjutan. Sayangnya untuk latihan perdana ini tidak sempat terekam kamera. Tunggu liputan berikutnya, pasti ada rekaman latihan calon penegak.

VIVAT YOS!!!

(422) view

Hockey League 2013

Salah satu seri latihan yang rutin diadakan hampir setiap tahun, yaitu Liga Hoki, tahun ini kembali dilaksanakan. Bentuknya tetap seperti yang sudah-sudah, tongkat hockey dibuat, dirakit dan didekorasi sendiri oleh penggalang, bola menggunakan bola softball bekas, gawang dari meja yang digulingkan, lapangannya menggunakan lapangan olahraga yang ada di kompleks Sekolah Aloysius, dan tetap seru. Yang berbeda hanya personilnya saja, banyak wajah baru dan selain itu poster Hockey League 2013 yang super keren yang bisa didownload di halaman ini

(339) view

PERSEVERE!

Sebuah yell lama yang sudah jarang didengar di Gudep kita. Terima kasih kepada Kak Johnny W. Utama yang sudah menurunkannya pada kita dalam kesempatan KMD Angkatan 01, Juli 2013 di arena perkemahan penutup KMD.
Berikut ini yell-nya:

— mulai —
Leader (L): YELL!

Troops (T): YES!!

L: YELL!

T: YES!

Persevere! (setiap kalimat yang diteriakkan L diulang 1 x oleh T)

Drive the nail a right, Kids! (setiap kalimat
Hit it on the head!
Strike with all your might, Kids!
While the iron is red!

When you have work to do, Kids!
Do it with a WILL!
Those who reach the top, Kids!
First must climb the hill!

Standing on your feet, Kids!
Gazing at the sky!
How can you succeed, Kids!
If you never try?

Though you stumble off, Kids!
Never be downcast!
TRY, and try again, Kids!
You’ll succeed at last!

Terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut:

BERTEKUNLAH!

Pancangkan paku yang tegak, anakku!
Hantamlah tepat di atasnya!
Curahkan segala kemampuanmu, anakku!
Selama kesempatan masih milikmu!

Bila kau dapatkan tugas, anakku!
Kerjakanlah dengan sepenuh hati!
Sebab, siapa yang ingin meraih puncak, anakku!
Ia harus merayapi bukit!

berdirilah tegak di atas kakimu, anakku!
Dan tataplah langit!
Bagaimana kau kan berhasil, anakku!
Bila engkau tak pernah mencoba?

Walau kau tersandung, anakku!
Janganlah putus asa!
Cobalah, dan coba lagi, anakku!
Engkau pasti kan berhasil!

–selesai—

(306) view

Rapat Dewan Penggalang 2013

Tahun ini, Pasukan Penggalang Gudep 07019-07020 berhasil melaksanakan Rapat Dewan Penggalang dengan cukup lancar. Rapat ini perlu dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan kepanduan pramuka tingkat penggalang. Pendidikan pada tingkat ini menghendaki keterlibatan aktif penggalang dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu sebagai peserta dan juga sebagai sumber aspirasi bentuk-bentuk kegiatan yang menjadi minatnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh sebagian besar anggota pasukan. Banyak di antaranya baru pertama kali ini mengikuti Rapat Dewan. Karenanya, rapat ini juga menjadi penting untuk mengenalkan bentuk forum diskusi di mana di dalamnya ada berbagai pendapat yang dikemukanan, argumen, bantahan, kesepakatan, yang kesemuanya perlu dilakukan dengan tertib, beradab & saling menghargai.

Salut untuk Dewan Penggalang 07019-07020!

(390) view

Secuplik acara KMD

Kursus Mahir Dasar Bandung 19-20 telah selesai dilaksanakan pada hari Minggu 28 Juli 2013. Banyak ilmu, kenangan dan kemahiran yang didapat dari kursus tersebut. Terima kasih untuk kakak-kakak pelatih, kakak-kakak peserta pelatihan yang jauh jauh datang dari Aloy maupun dari Jakarta. Terima kasih untuk transfer ilmu dan pengalaman, terutama saat api unggun, benar benar seperti acaranya Baden Powell.

Untuk rekan-rekan yang belum ikut, sebaiknya luangkan waktu sekitar 100 jam pelajaran selama 1 bulan, ilmu yang kita dapat pasti sangat bermanfaat.

Berikut, saya sampaikan cuplikan dari penutupan KMD kemarin

(358) view

Kursus mahir Dasar – Minggu 2

Walaupun terlambat liputan fotonya, mudah-mudahan tetap bisa menjadi dokumentasi salah satu rangkaian kegiatan penting di Gudep kita tercinta.

(276) view

Kursus Mahir Dasar – Minggu 1

Untuk pertama kali dalam sejarah, Bandung 19-20 mengadakan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang digelar pagi tadi di Sanggar Bandung 19-20. Berita selengkapnya akan menyusul dalam minggu ini. Untuk sementara ini, silahkan baca featured news, liputan dari kakak-kakak redaksi Taman Pramuka (media online kwarcab Kota Bandung)

(522) view

Camp Penutupan Kaderisasi 2013


Bagian I

Perjalanan & Perkemahan Penutupan Kaderisasi 2013
Penggalang Gudep 07019-07020
Batukaras, 22-25 Juni 2013

Berangkat & Perjalanan Malam

Perkemahan pertengahan tahun 2013 pasukan penggalang ini mengambil tema “Perkemahan Penutupan Kaderisasi 2013”. Berjudul demikian, karena kegiatan ini adalah akhir dari program Kaderisasi 2013 yang dimulai di bulan Februari 2013 dengan LT-1. Peserta perkemahan total adalah 25 orang, terdiri dari 16 orang penggalang putra-putri dan 9 orang pembina & penegak. Termasuk dalam tim pembina – penegak adalah bintang tamu kita Kak Saretta N. Paramita yang sedang mudik dalam rangka liburan kuliah. Welcome home Kak Retta!

Satu hal penting yang perlu dilaporkan, ini adalah perkemahan pertama bagi sebagian besar peserta penggalang yang berlokasi lebih dari 2 jam perjalanan dari Bandung, dengan durasi lebih dari semalam, dan tidak bertempat di bumi perkemahan. Lokasi perkemahan adalah Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Letaknya sekitar 35 km di sebelah Barat Pangandaran & berada dalam satu wilayah dengan S. Cijulang, yang memiliki Green Canyon di bagian hulunya.

Perjalanan kami di mulai pada tanggal 22 Juni 2013 yaitu dengan berkumpul di Sanggar pada pukul 19.00. Ya, kami berkumpul malam hari karena perjalanan menuju lokasi hanya tersedia dalam dua pilihan waktu, siang atau malam. Kami memutuskan melakukan perjalanan malam agar dapat tiba di lokasi dalam keadaan terang, sehingga lebih mudah berorientasi. Perjalanan memakan waktu 8-9 jam, cukup panjang, karena ruas jalan terakhir menuju Batu Karas kondisinya menyedihkan. Keadaan ini sudah terjadi selama lebih dari 3 tahun terakhir.

Rencana keberangkatan adalah jam 20.30, dan kami berhasil menepati jadwal ini. Seluruh peserta diangkut menggunakan dua buah mobil elf berkapasitas 13-15 orang. Cukup pas untuk 25 orang dan ransel-ransel yang besar plus tongkat. Sebelum berangkat, kami semua melakukan cek perbekalan, perlengkapan, dan packing. Dari sanggar, kami berjalan kaki menuju ke parkir Sekolah Aloysius di mana elf kami sudah menunggu.

Tiba di parkiran, kami berbaris sebentar untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh Kak Ezra Tandian. Berikutnya, pembina, penegak & peserta membagi diri menjadi dua kelompok elf dan mulai menaikkan barang-barang dan tongkat. Tak lama kemudian, kami pun siap duduk di kabin penumpang. Tampak juga beberapa orang tua penggalang yang ikut mengantar keberangkatan kami, sebagian dengan wajah harap-harap cemas. Wajar saja cemas, karena ini pun pengalaman pertama mereka melepas anak-anaknya pergi jauh dalam kegiatan Pramuka.

Setelah semua naik, kedua elf mulai bergerak menyusuri jalanan Kota Bandung yang ternyata sangat padat malam itu. Maklum, malam itu adalah Malam Minggu. Cuaca cukup cerah, tidak hujan dan udara tidak terlalu panas. Kondisi dalam elf tentu tidak senyaman mobil pribadi atau bis pariwisata. Walaupun demikian, kondisi itu tidak menghalangi para peserta masih untuk menghasilkan keramaian sendiri di dalam elf.

Setelah sekitar 2 jam, barulah kami keluar Kota Bandung di Gerbang Tol Cileunyi. Kedua elf melanjutkan perjalanan menuju Timur lewat Jalan Raya Bandung Sumedang, lalu menuju Tasikmalaya. Elf melaju dengan cukup cepat karena jalan luar kota tidak terlalu ramai. Para pembina dalam tiap elf memastikan bahwa supir tidak melampaui batas kewajaran mengemudi dan tidak mengantuk. Tiap elf diawaki oleh 1 orang pengemudi & 1 orang cadangan.

Tidak banyak yang kami lihat perjalanan malam ini sampai sebelum subuh, karena gelap dan sebagian besar dari kami memang akhirnya tertidur, walaupun “tidur ayam”. Elf sempat berhenti untuk beristirahat di daerah antara Tasikmalaya & Ciamis selama sekitar 1 jam. Istirahat ini sangat berguna untuk makan-minum, menghirup udara segar, meluruskan badan, buang air, dan tentunya meringankan bokong yang mulai mati rasa karena terlalu lama duduk. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menembus gelapnya malam, ditemani sinar bulan yang hampir penuh. Kami pun kembali terkantuk-kantuk dalam elf.

Sekitar jam 03.00 dini hari, kami memasuki daerah Kabupaten Pangandaran. Ya, tahun ini Pangandaran memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis. Jalan aspal masih dalam kondisi baik. Hanya saja kedua elf sudah terpisah sejak dari sebelum waktu istirahat. Elf kedua ternyata mengambil jalan melalui daerah Garut, sehingga tertinggal sekitar 1 jam di belakang elf lainnya. Karena hal ini, jam 04.00 elf pertama memutuskan untuk menunggu di Pangandaran. Elf ini berhenti di sebuah warung surabi yang baru mulai buka.

Kami menyempatkan diri menyantap surabi Pangandaran. Rasanya tidak terlalu berebda dengan yang ada di Bandung. Yang menarik adalah cara makannya. Surabi dihidangkan di nampan seng besar beralas kertas, lengkap dengan semangkok besar sambal oncom. Siapapun yang mau, bisa langsung ‘nyomot’ surabinya, lalu langsung di-‘cocol’ ke sambal oncom dan langsung dilahap. Sebagian dari kami belum pernah makan dengan cara demikian, dan akhirnya tetap minta piring terpisah untuk mewadahi surabi dan sambal yang akan disantap.

Oh ya, usut punya usut ternyata sang supir adalah orang Pangandaran asli dan pemilik warung ini adalah teman SMPnya dulu. Terbukti, sepanjang perjalanan di daerah Pangandaran, Pak Supir ini sering sekali menyapa & melambai ke arah orang-orang yang berpapasan di jalan, dan merekapun menyapa kembali. Berarti supir ini bukan SKSD (sok kenal sok deket) ‘kan?

Singkatnya, elf kedua akhirnya tiba di warung Surabi dan terjadilah reuni dadakan para peserta perkemahan. Waktu saat itu sekitar pukul 05.00. Tak lama kemudian, kami pun kembali naik elf dan meneruskan perjalanan menuju Pantai Batukaras. Langit mulai berganti warna, dari gelap menjadi ungu dengan semburat jingga. Awan bergumpal terlihat berarak sebagian.

Jalan yang berlubang besar dan hancur lapisan aspalnya menjadi sarapan pagi kami setelah surabi sambal oncom. Elf tidak bisa melaju cepat karena hal ini. Kabarnya, jalan di ruas ini hancur karena terlalu banyak dilalui truk pasir yang mengangkut pasir besi dari penambangan di sekitar tempat ini ke Cilacap. Setelah 30 menit pertama, kami semua jadi terbiasa terpental-pental di dalam elf. Selain karena tidak ada pilihan, sepertinya masing-masing sudah menemukan jurus untuk menyiasati guncangan yang terjadi.

Camp up & Hari Pertama

Sekitar pukul 06.30, setelah melalui pos pembayaran tiket masuk daerah, akhirnya kami tiba di Desa Batukaras, tepatnya di pantai Batukaras. Kami langsung disuguhkan pemandangan dan suara debur ombak. Pagi itu laut sedang pasang sehingga air laut berada dekat dengan jalan. Deretan perahu nelayan terparkir rapi di tepi pantai. Tampak pula bahwa Pantai Batukaras sedang mengalami proses abrasi yang cukup parah. Di sepanjang pantai terlihat banyak pohon dan semak yang tumbang karena tanah tempatnya tumbuh sudah habis terkikis air laut.

Kami berhenti di halaman Pondok Maranti. Pondok ini adalah sebuah penginapan milik keluarga Pak Ucup. Pak Ucup adalah tokoh masyarakat setempat yang banyak membantu kami mempersiapkan pelaksanaan perkemahan di Batukaras. Beliau adalah salah satu penggiat dalam organisasi “Darwis” atau sadar wisata, yaitu organisasi masyarakat setempat yang dibentuk untuk memajukan kegiatan pariwisata di Batukaras. Sebagai informasi, Batukaras dikenal sebagai salah satu pantai ideal untuk berselancar.

Sementara barang-barang diturunkan, perwakilan dari pasukan B19-20 bergerak menuju kediaman Pak Ucup untuk laporan dan menyampaikan surat pengantar dari Gudep. Perwakilan yang menghadap adalah Kak B.A. & Kak Ezra sebagai perwakilan dari pembina, lalu Johanes dan Nadia sebagai wakil dari pasukan penggalang. Pak Ucup menerima kami dengan senyum lebar. Setelah berbincang-bincang sebentar, kami pun beranjak kembali ke Maranti untuk kemudian bergerak menuju lokasi perkemahan.

Lokasi perkemahan kami terletak sekitar satu kilometer di Utara Pondok Maranti, menempuh jalan aspal datar yang sudah hancur permukaannya. Kami menempuh jarak tersebut dengan berjalan kaki. Di perjalanan inilah keandalan pengemasan (packing) ransel dan setelannya benar-benar diuji. Karena sebagian besar penggalang baru pertama kalinya membawa beban seberat 1/4 berat tubuhnya di punggung, banyak yang cukup kaget terutama karena harus membawanya menempuh jarak yang cukup jauh. Dalam sekejap keringat tampak mengalir deras, membasahi wajah, leher, punggung dan badan. Salah satu peserta, Kemal, mengalami kerusakan pada ranselnya, yaitu putus salah satu tali punggungnya. Akibatnya, ransel Kemal harus digotong menggunakan tongkat.

– bersambung –

(332) view

Arsip Foto: Latihan Sabtu 25 Mei 2013

Foto kali ini menampilkan beberapa adegan buka-bukaan. Syukurlah masih dalam batas kewajaran, karena ini adalah bagian dari pemisahan latihan untuk peserta didik putra & putri. Percayalah, semuanya masih terlaksana dalam kesenonohan (betul ya, lawan dari tidak senonoh adalah senonoh? #jeprutistilah).

(458) view

Pertukangan

Latihan Sabtu tanggal 18 Mei 2013 memperkenalkan pasukan penggalang B 19-20 pada pertukangan. Percaya atau tidak, awalnya pertukangan ini akan diberikan dengan embel-embel ‘ringan’, dengan lingkup perbaikan kerusakan kecil pada alat-alat sehari-hari, atau bagian-bagian base, sanggar atau lainnya yang dirasa tidak terlalu rumit.

Ternyata rencana berubah, berkat dukungan Kak Will Dharma. Rencana awal yang berlingkup ‘ringan’ ternyata diperluas jadi lebih serius dalam hal ukuran dan peralatan. Yang tadinya perbaikan pada bagian-bagian peti base regu yang rusak, sekarang malah jadinya merakit LEMARI REGU!

Keputusan tersebut diambil setelah tim pembina (termasuk Kak Will) beberapa kali membahas rencana, dan diputuskan bahwa materinya adalah merakit lemari. Artinya bahan-bahan sudah disiapkan dalam ukuran sesuai rencananya, dan para penggalang tinggal mengikuti petunjuk untuk mendirikannya. Dan nyatalah, bahwa kegiatan ini dilahap penggalang dengan semangat, apalagi ada kesempatan mencoba menggunakan power tools untuk menghasilkan suatu barang yang berguna. Jadi bukan sekedar main-main, tetapi berlatih dan kemudian menerapkannya.

Untuk menambah semangat, kegiatan merakit lemari ini dilombakan antar regu. Regu terbaik menurut tim pembina akan menerima hadiah berupa seperangkat alat-alat pertukangan yang akan jadi milik regunya. Kali ini Regu Kijang yang berhasil mendapat predikat regu terkompak, karena dinilai bersemangat, pembagian kerja cukup efektif, dan hasilnya cukup memuaskan walaupun hanya bertiga saja.

Satu hal yang cukup membanggakan, ternyata penggalang putri tidak kalah antusiasnya dengan penggalang putra. Mereka menjajal multipleks, lem fox, mesin bor, mesin amplas, sekrup dan obeng seperti menjajal bumbu racikan dan bahan untuk Paella con pollo atau Arroz con leche di minggu sebelumnya. Semoga semangat seperti ini bisa selalu ditularkan ke keluarga besar Gudep B 19-20 dan orang-orang di sekitar kita.

Terima kasih untuk Kak Will Dharma yang sudah membawakan materi pertukangan, menyiapkan bahan dan alat, bahkan mengadakan juga hadiah (!) untuk regu terbaik dalam latihan pertukangan. Terima kasih juga kepada Paguyuban Pandu Adi yang selalu mendukung kegiatan Latihan Sabtu dan latihan-latihan kepramukaan Gudep kita.

VIVAT B 19-20!!!

(571) view

Cooking School

Walaupun postingnya terlambat, yang terpenting foto-fotonya bisa dipublish, dan semangatnya bisa tetap ditularkan.

(379) view