Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds; a son who will know Thee—and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the weakness of true strength.

Then I, his father will dare to whisper, “I have not lived in vain. ”

_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_-*-_ -*-_

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan yang jujur.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

(0) view


Hari Dharma Samudera diperingati setiap tanggal 15 Januari, peringatan ini untuk mengenang peristiwa heroik yaitu pertempuran Laut Aru tanggal 15 Januari 1962.

Pertempuran laut Aru melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut. Yakni Kapal Perang RI Macan Tutul, KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih. Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Deputi Kasal, on board di atas RI Macan Tutul sebagai Senior Officer Present Afloat (Sopa).

KRI Macan Tutul yang melakukan patroli sekaligus misi pendaratan bagi sukarelawan asal Irian ke Kaimana itu berangkat bersama KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau, 3 kapal cepat torpedo yang dimiliki ALRI pada masa itu.

Misi itu merupakan bagian dari Operasi Trikora yang didengungkan oleh Bung Karno pada 19 Desember 1961. Isi seruan itu ialah kibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian, Gagalkan pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda, dan bersiaplah untuk mobilisasi umum guna menjaga persatuan dan kesatuan.

Pertempuran sengit sempat terjadi, saat Yos Sudarso mengambil alih pimpinan dan segera memerintahkan serangan tembakan balasan. Dengan tindakan seperti itu maka tembakan musuh terpusat pada KRI Macan Tutul.

Melalui Radio Telefoni, Yos Sudarso menyampaikan pesan tempurnya “Kobarkan Semangat Pertempuran” sesaat sebelum KRI Macan Tutul tenggelam. Akhirnya Yos Sudarso beserta 25 awak kapal gugus sebagai kusuma bangsa. Diantara awak kapal yang gugur antara lain Kapten Memet dan Kapten Wiratno.

Tahun 2016 ini Siaga dan Penggalang melakukan latihan gabungan memperingati hari Dharma Samudera. Mulai dari bermain bola sampai dengan perang air bersama. Semua tampak gembira dan bahagia.

(6) view


Raja segara angkasa udara
Penempuh masa dan derita
Margasatwa gentar
Lari tunggang langgang
Takut paruh dan kuku kejam

Raung singa tua memecah udara
Menakutkan jantan betina
Hai, kita raja dunia
Raja semua samudra

Tri la la … tri la la

Muncul perahu di segara biru
Sorak kita suara satu
Perahu laju bagai panah ratu
Memecah gelombang seru

Pedagang yang kaya bergetar hina
Kelasi memuji harinya
dan berkibar panji jaya
Lambang bajak laut perkasa

(4) view