Kebaktian & Pemakaman Ka Onye (Kornel M. Sihombing)

Kornel M Sihombing

Jenasah Ka Onye ( Kornel M. Sihombing ) sudah disemayamkan di Gedung PKSN
( di Ruang Nusantara 1 )
Masuk dari gerbang utama PT. DI ( posisi gerbang berada di depan mesjid )

Susunan acara secara global adalah sbb :

Rabu 23/05/2012

19.00 : Kebaktian Penghiburan
20.00 : Memorial Service ( Acara mengenang Ka Onye dari berbagai kelompok / organisasi )
22.00 : Selesai

Kamis 24/05/2012

08.00 : Acara Adat dan kebaktian pelepasan

11.00 : Persiapan & Pemberangkatan jenasah ke Pemakaman Pandu

13.00 : Acara di Pemakaman pandu selesai

( Susunan acara diperoleh dari Ka Irawan Sihombing )

(294) view

Update dari Ka Irawan Sihombing

Dear kakak-kakak, rekan-rekan & adik-adik semua,

Baru saja saya terima sms dari Ka Irawan yang isinya :

1. Jenasah Ka Onye (Kornel M. Sihombing) sudah teridentifikasi oleh team DVI.
2. Hari Rabu tgl 23 Mei 2012 jenasah akan diserahkan kepada pihak keluarga di
Jakarta sekitar pk. 13.00
3. Hari Rabu tsb setelah diserah terimakan kepada pihak keluarga, akan segera
dibawa ke Bandung dan akan disemayamkan di PT DI Bandung
( posisi atau tempatnya dimana masih belum tahu )
4. Jenasah akan dimakamkan di Pemakaman Pandu pada Hari Kamis
( waktu belum ada konfirmasi )
5. Ka Irawan membutuhkan kendaraan untuk membawa keluarga besar Sihombing
yang jumlahnya sekitar 26 – 30 orang. Kendaraan tersebut akan diperlukan pada
hari Rabu stand by di PT. DI mulai sekitar Pk. 15.00 / Pk. 16.00.

* Kendaraan tersebut direncanakan akan digunakan untuk mengantar keluarga
dari PT DI ke penginapan.
* Dan pada hari Kamis diperlukan untuk mengantar anggota keluarga Sihombing
dari penginapan ke Pemakaman Pandu.

Sehubungan dari permohonan bantuan tersebut, maka kepada semua anggota keluarga besar B 19 – 20 yang bersedia / dapat menyediakan kendaraan mohon menghubungi saya ( Steve J.H.) di no. 0812 2020 3080 / 0857 2010 3080.

Note :

Dari informasi Ka Irawan kemungkinan dari PT DI akan menyediakan kendaraan, namun kepastiannya belum diperoleh.

Oleh sebab itu beliau berupaya mencari back up, kalau-kalau dari PT DI tidak ada atau tidak mencukupi.

Sesuai dengan motto Pandu : ” Be Prepare “, maka mari kita bantu siapkan kebutuhan kendaraan dan personilnya untuk keperluan antar jemput tersebut.

Saya dan atas nama Keluarga Besar Pramuka Gudep B 19 – 20 menyatakan turut berbelasungkawa atas berpulangnya Ka Onye. Semoga beliau diberikan keselamatan dan kedamaian abadi serta memperoleh tempat terbaik bersama Bapa di surga.
Dan kami juga mendoakan semoga istri, anak-anak dan keluarga besar Sihombing yang ditinggalkan diberi kekuatan, kepasrahan dan ketabahan.

Kepada yang bersedia membantu sebelumnya saya ucapakan terima kasih.

STJ

Steve J.H.

(213) view

GOLDEN REUNION 2011

Salam Yos !

Setengah abad ! Waktu mengucapkan dan menuliskan kata-kata ini, serasa mimpi dan pikiran melayang diawang-awang lamunan. Terbayang wajah-wajah bergelak dan terngiang ditelinga teriakan kegaduhan tawa yang memenuhi udara di lapangan Aloysius 50 tahun yang lalu itu, dibawah langit biru, di lapangan hijau yang sama. Apalagi waktu melihat foto baliho Reuni kita yang amat inspiratif itu, serasa semua itu terjadi kemarin sore. Kalau di buku sejarah kita membaca kata „abad“, rasanya biasa-biasa saja: ya, itu artinya 100 tahun. Tapi kalau tiba-tiba kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kitalah pelaku sejarah dari peristiwa yang terjadi setengah abad yang lalu , terasa nadi berdenyut lebih kencang. Bukan sekedar mengenang waktu, tapi serasa sedang menonoton film kehidupan kita. Mulai berbaris di pelupuk mata wajah-wajah: baik anak-anak kita yang dulu kecil dan lucu, tapi hari ini sudah menjadi orang-orang dewasa yang bertanggung jawab atas keselamatan keluarga dan bangsa, maupun rekan-rekan sejawat yang hari ini sudah tiada. Terdengar gemuruh suara yang melatar belakangi tampilan wajah-wajah itu. Dan karena tempat kita berkumpul dulu itu bukan arena tari atau aula perhelatan pesta, tapi betul-betul gelanggang tanding berbagai perlombaan, maka juga suara yang terdengar bukan nyanyian sendu, melainkan“ raungan singa tua memecah udara menakutkan jantan betina“.

Entah kebetulan, waktu 3 hari yang lalu itu saya diminta mempersiapkan kata sambutan ini, kepada saya disodorkan booklet REUNI ’87 Gudep Bandung 0719 tertanggal 17 Januari 1987. Ketika saya membali-balik halaman buku kecil itu, saya temukan Renungan yang saya tulis untuk hari itu. Waktu itu saya sudah membuat headings untuk tulisan ini (seperti kebiasaan saya dalam mempersiapkan suatu tulisan). Dan saya tercengang bahwa apa-apa yang saya maksud untuk tulis hari ini, hampir seluruhnya tepat seperti apa yang sudah termuat dalam renungan itu. Kalau tanggal-tanggal dan tahunnya diganti dari 20 menjadi 50, ya begitu rasanya tulisan ini nanti jadinya. Mula-mula saya merasa terenyuh. Koq selama ini tidak ada kemajuan pada diri saya dalam pemikiran maupun perasaan saya. Baru setelah saya simak lebih jauh, saya lebih tenang. Karena yang saya tulis itu tentang hal-hal mendasar, rasanya tidak salah bahwa seseorang masih berpegang pada hal-hal yang sama walaupun menjalani tambahan rentetan tahun dalam hidupnya. Maka saya putuskan untuk menyampaikan renungan tadi dalam olahan yang lain. Jadi bagi rekan-rekan yang dulu sudah pernah membaca (dan mungkin masih sedkit ingat isinya) renungan tadi, maafkan saya untuk menghidangkan bahan setengah basi ini .

Waktu seorang anak berulang tahun pada usianya yang ke-5, anak itu sendiri belum banyak berpikir. Dan orang-orang yang memberikan selamat, biasanya mengucapkan harapan agar sianak „cepat besar, cepat pintar dll.“ Waktu anak berusia 15 tahun, sudah sekolah, banyak baca buku atau nonton TV, sianak tadi sudah bisa mimpi, ingin jadi entah pilot, atau cowboy, atau jenderal atau presiden dll. Dan biasanya ucapan selamat yang ia terima disertai harapan agar impiannya bisa terwujud. Ketika anak tadi merayakan ulang tahunnya yang ke25, selesai kuliah atau mulai bekerja dan melihat dunia nyata, dia sendiri akan meluruskan angan-angannya menjadi politisi, pengusaha sukses atau panglima, dll. Dan ucapan salamat yang ia terima juga akan berisi sanjungan atau dorongan pembesar hati bahwa „sebentar lagi“ dia akan jadi boss, atau menteri atau komandan pasukan dll.

Ketika seseorang atau suatu organisasi merayakan ulang tahunnya yang ke-50, merasa lelah dalam menjalani perjoangan, capai oleh berbagai kegagalan tapi juga diwarnai ke girangan oleh sukses yang dicapai disana-sini, dia akan beroleh kesempatan untuk merenungkan tahun-tahun yang lewat dalam kelelahan pergelutan yang lampau, tapi masih berpengharapan untuk mengisi sisa tahun-tahun yang menunggu. Maka sudah tibalah waktunya bagi dia untuk mempertanyakan arti hidupnya. Hidup yang yang oleh ibu Theresa dinyatakan sebagai:

“Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
Hidup adalah tantangan , hadapi itu.
Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
Hidup adalah pertandingan, jalani itu…………………….”

50 adalah usia pertengahan, tidak terlalu muda untuk secara arif belajar dari tahun-tahun dan kegagalan yang lalu; tapi juga tidak terlalu tua untuk membuang rasa penat dan tetap memacu diri buat menyelesaikan tugas-tugas yang belum rampung. Yang jelas, memeriksa dan menilai kembali arti hidup serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjoangan melunasi hutang-hutang yang masih tertinggal. Sedemikian rupa, sehingga nantinya Bandung-19/20, bisa menyatakan pada dunia bahwa “adanya tidak sia-sia, karena telah memberikan putera-puteri kesuma kepada dunia”
Selamat merayakan ulang tahun ke-50, dan sampai ketemu pada ulang tahun ke -60, -70 , -80 …100 ?

Jakarta, 17 Desember 2011

George The

(281) view

Congratulation for 50 years anniversary

From Krisna Adilukito

Buat semua kakak, adik Bandung 19 dan 20.

Selamat buat anniversarynya. Sayang tidak bisa datang. Tuhan berkati selalu semoga acara sukses, cuaca baik dan banyak senang. Saya bangga dan berterima kasih pada semua kakak yang sudah menanam disiplin dan team work spirit yang berguna sampai sekarang saya masih ikut scouting di USA. Also Merry Christmas and Happy New Year to all

Sanggar Baru di di Aloysius sangat baik

God Bless You all from Kris Adilukito Bandung 19 now in troop 101 Pomona USA

Congratulation for 50 years anniversary
From Troop 101 Pomona USA

(290) view

Gathering & Hiking Sabtu 16 Juli 2011 & 17 Juli 2011

Hiking and Gathering Bandung 19 - 20
Hiking and Gathering Bandung 19 - 20

Kepada Para Kanda, Pandu Adi, Panitia Reuni ,Pembina & Penegak B 19 – 20

Kami mengajak anda semua dalam salah satu kegiatan Road to Golden Reunion, yaitu acara Gathering & Hiking. Kegiatan ini akan diawali dengan acara Gathering (Ngobrol + Nginep di Villa) dari Hari Sabtu tgl 16 Juli 2011. Bagi yang mau berangkat bareng dapat kumpul Pk. 15.00 di Sanggar & Pk 16.00 akan berangkat ke Villa Istana Bunga

Bagi yang mau nyusul langsung ke lokasi dapat langsung ke: Villa Istana Bunga Blok I no 1 (Parompong – Cisarua Lembang)

Biaya Partisipasi yang akan ikut nginap + Hiking min. @ Rp. 150.000/orang (untuk keperluaan bayar villa, makan 3 X + tiket masuk ke CIC)

Perlengkapan yang harap dibawa :
1. Alas tidur + Sleeping bag ( bagi yang punya )
2. Peralatan mandi
3. Obat Pribadi
4. Jaket
5. Peralatan makan kalau gak merasa repot. ( takut di Villa kurang )

Yang muda tidurnya gak di kasur tp pake sleeping bag, bagi yang mau tidur di kamar atau kasur ; yang bawa keluarga mohon segera daftar karena tempat terbatas (Villa nya kecil jadi kalo kurang harus booking villa tambahan)

(Date line yang mau tidur di kamar pake Kasur terakhir tgl 13 Juli 2011)

Biaya Partisipasi yang hanya ikut Hiking saja min @ Rp. 35.000/orang
(untuk keperluan bayar tiket masuk CIC + makan siang)

Perlengkapan yang harap dibawa :
1. Ransel
2. Ponco / jas hujan
3. Topi
4. Minum
5. Snack
6. Obat pribadi

Bagi yang menyusul ikut HIKING saja dapat langsung berkumpul di tempat Parkir CIC ( Ciwangun Indah Camp ) Pk. 07.30 pada Hari Minggu 17 Juli 2011

Kami berharap Panitia Reuni / HUT dapat semua terlibat dalam acara ini + Pandu Adi, Pembina & Penegak B 19 – 20. Karena acara ini selain agar saling mengenal satu sama lainnya juga untuk mempersolit team panitia Reuni / HUT

Bagi yang akan pertisipasi dalam acara ini dapat mendaftar melalui :
FB, milis B 19 – 20 atau sms ke 0812 2020 3080

Pembayaran Biaya Partisipasi dapat ditransfer ke rekening khusus Reuni / HUT

BCA 282 001 4050 an Willi Dwinanta Hartoyo
( stlh tranfer tlg sms ke Willi dengan no HP : 081 2203 3839 )

Panitia HUT / Golden Reunion Bdg 19 – 20

(271) view

Asal Usul Istilah PakCik, BuCik, dll

Paruh akhir tahun 1961. Dunia kepanduan diliputi kegalauan. Tersiar kabar bahwa Pemerintah akan menginstruksikan ditutupnya Kepanduan untuk digantikan dengan semacam Pioneer dinegara-negara blok Timur.  Rupanya Bung Karno sudah gemas melihat bagaimana para pemuda kita di tengah kemelut negara yang sedang menghadapi negara-negara “Nekolim” yang mengingkari janji-janji untuk mengembalikan Irian kepangkuan Tanah Air, tidak menunjukkan “greget” yang diharapkan dalam pembangunan Negara. Beliau merasa bahwa para pemuda yang bersetangan leher dan berlencana bunga bakung hanya sibuk belajar tali-menali, berkemah, dll. Tidak disadarinya, atau mungkin terlupa,  bahwa mereka mereka yang “menjadi Pandu Ibuku” pada perjoangan kemerdekaan,  yang berjoang di berbagai forum, adalah mereka-mereka yang pada masa remajanya memakai berbagai setangan leher dan saling  bersalaman dengan tangan kiri seperti saudara-saudara mereka di seluruh dunia.

Memang tidak banyak buku berceritera mengenai para remaja di Mafeking  yang berjasa dalam Perang Boer di Afrika Selatan, atau para pejoang remaja yang menembus hujan peluru di Shanghai dalam perang melawan Jepang. Mereka itu semuanya adalah cikal bakal atau penerus semangat Baden Powel. Bagaimanapun juga, instuksi Pemerintah telah dicanangkan, dan filsafat dan romantika pendidikan baru harus menggantikan  kisah-kisah  Mafeking dan  Kimbal O‘ Harra untuk pasukan Penggalangnya, dan Jungle Story yang mengisahkan Mowgli, si anak manusia didikan ajag yang diasuh oleh  Akela, induk serigala bersama Balu  si macan kumbang dan Baghera si beruang untuk anak-anak Siaga.  Semuanya itu sekarang dirangkai dengan falsafah Ki Hajar Dewantoro yang merangkum pendidikannya  menjadi “Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri Handayani” (didepan memberi teladan, ditengah ikut berkarya, dibelakang memberi dukungan). Dengan begitu, untuk para Siaga ini, yang harus memberi teladan adalah ayah bundanya, yang disebut  Yanda dan Bunda, dengan dibantu para paman dan bibi yang disebut Pakcik dan Bucik. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun W.J.S. Poerwadarminta menjelaskan bahwa Pakcik adalah “bapak kecil atau paman”. Sayang saya tidak bisa menemukan uraian untuk Bucik, yang analog mestinya artinya juga “ibu kecil atau bibi”.

Dengan begitu kita mengenal untuk Bdg-19 adanya Bunda Irene, Yanda Yos Lie (Kie Djiang), Pakcik Eddy Wastuwidya (alm)., Bucik Hetty, Bucik Eveline, dll. Sedang untuk para Penggalang para kakak yang akan ikut berkarya bersama para Penggalang disebut sebagai Kanda. Dengan begitu kita mengenal Kanda Reyno (disebut juga Kanda Theng), Kanda Liem (Budi Nurwono), Kanda Go Ing Djien (saya lupa nama barunya), Kanda Bambang (ipar Kak Johnny dan Kak Danny),  Kanda George.  Para Kanda ini saling menyebut satu dengan yang lain sebagai Kak (seperti “Mas” dalam bahasa Jawa ?). Untuk para Penegak dan Pandega mereka menyebut pembina yang akan mendorong mereka dari belakang dengan sebutan Kak. Demikian kita mengenal Kak Jiwatampu, Kak Liem Siang Hok, dll. Itu pada generasi pertama Bdg-19 kita. Selanjutnya banyak lagi kita dapatkan Kanda-kanda, Bunda dan Yanda serta  Pakcik dan Bucik baru yang meneruskan estafet kepembinaan dari generasi-generasi awal.

Itu sedikit peenjelasan mengenai sebutan Pakcik, Bucik, dan lain lain.

 

Salam Tiga Jari

Kanda George

(986) view

Patung Odin

Odin
Patung Odin (since 1955)

Patung kayu itu dibuat oleh Jimmy Pefferkorn sewaktu Jamboree Nasional pertama di Pasar Minggu, Jakarta, tahun 1955. Jimmy adalah speurder (penegak) dari kelompok Pius XII.

Di paroki Katedral Bandung waktu itu ada kelompok Pandu Katolik : Tarcisius, Pius XII, dan Martin de Porres. Ketiganya mengirim perintis (penggalang putera) ke Jamboree tersebut dan membentuk satu pasukan di bawah Aalmoezenier Pastoor J. Berkhout OSC, yang bertindak sebagai Hopman, dan 4 pemimpin pasukan dari Martin de Porres ( Paul Wetik, Harry Ie, Louis Manupassa,dan Henry Pauw ) sebagai Vaandrig.

Satu regu speurders dari Tarcisius dan Pius XII, kira-kira 10 orang, ikut sebagai peninjau. Mereka ikut berkemah, tetapi tidak terlibat dalam kegiatan jamboree yang diutamakan bagi perintis, sehingga a.l. Jimmy mempunyai waktu luang untuk mengukir patung itu, yang saya ingat belum di-cat dan belum diberi nama. Jimmy sendiri kemudian ikut orang tuanya pindah ke Belanda.

Yang dapat ditanya mengenai jamboree tersebut adalah beberapa anak buah perintis dulu yang masih ada di Bandung, a.l. Peter Thio, Dr. Donny Koeswardono, Nelson Ie, dan Oekje Tong (Dr. Wuisan).

Salam Pandu (pramuka)

Paul Wetik

(314) view

Berita Duka: Kak Kenung (Petrus Tugiman)

Rekan tercinta,
Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, rekan tercinta Ka Petrus Tugiman (Kenung) di usia 62 tahun, pada hari Jum’at 08 April 2011 pukul 10.30.
Jenasah disemayamkan di rumah duka St. Carolus dan akan diadakan kebaktian tutup peti pada hari Sabtu, 9 April 2011, pukul 20.00.
Minggu 10 April 2011 pkl 09.00 jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju krematorium cilincing utk dikremasikan.
Demikian berita yang saya terima dari ka Rudy Budiman melalui layanan pesan singkat.
Selamat Jalan ka Kenung.
STJ,
djodi

(150) view

Charcoal for Japan

CHARCOAL FOR JAPAN

Dear all,
Just got confirmation that Japanese Government gave approval receiving Donation Charcoal to Tsunami victims under one condition: all shipment addressed to ICCA Japan (International Charcoal Cooperative Association). Yayasan Dian Tama will organized it in Indonesia. Now any charcoal is matter for Greater Tokyo citizens. For the last few days temperature drop to 4 – 5 Celcius.

You can donate Rp 85.000 for 10 kg box. Each 2000 cartons will be shipped and arrive in Tokyo port in the next 14 days. 1 carton can warm up 1 family for 16 hours in room 5 x 5 m2 . Timing is crucial here. For donation process you can transfer to BCA # 287 133 4589 – Johny Wijanta Utama.

For Humanity

Johnny Utama

(238) view

In Memoriam: Anton Nur Hidayat

Ka Anton Alm. berdiri ke 4 dari kanan, saat Persami keluarga Agustus 2008 di Jaganala, Sumedang

Saya mengenal kak Anton sejak saya bergabung di B19 tahun 1966, saya waktu itu masuk regu kelinci dan kak Anton sudah bergabung terlebih dahulu di B19 di regu Harimau. Pada waktu tsb regu Harimau pemimpin regunya adalah kak Luke Hilman. Teman seangkatan kak Anton waktu itu kalau tidak salah adalah kak Tonny Tirtamulia (Tonny Lioe), Kak Luke Hilman atau angkatan dibawahnya yaitu kak Leonard Darmawan, kak Sugi Soedjana (alm), kak Okky Ackman, Kak Bartholomeus.

Kak Anton yang saya kenal merupakan pribadi yang kalem/tenang dan punya hobby membaca buku silat karangan Kho Ping Ho. Beliau juga dulu dikenal dengan panggilan Anton Entur karena kalau sedang bermain/bergurau suka menirukan gaya dari seseorang yg kurang waras yang bernama Entur. Pengalaman saya paling berkesan dengan beliau adalah waktu kami camping pada tahun awal 70an di kebun raya Cibodas bersama beberapa rekan lainnya dari B19 dan dia jugalah yang memberikan julukan saya sebagai Rudy Becak. Ini sedikit kenang2an saya bersama almarhum semasa hidupnya dan nanti kalau ada cerita2 yang mungkin teringat akan saya tambahkan, maklum sudah berlalu sekitar 40 tahunan masa2 tersebut. Selamat jalan Sobat/sahabatku, terima kasih untuk masa2 yang indah yang telah kita lalui bersama. Tuhan besertamu.

STJ
Rudy Budiman

Ka Anton alm, Kaos merah, jongkok di sebelah kanan

Anton teman sekelas saya, sama tony lioe, denny, paul kok alm, roy paat alm. juga, kemudian di B-19. Yang dikatakan rudy memang betul, dia adalah orang yang kalem dan sangat bersahabat dengan teman2nya. Termasuk saya.

Pada suatu hari dia menulis namanya dikertas, dan tulisan itu kurang bisa dibaca, sehingga terbaca seperti nama rusia, yaitu aiowik, yang sebetulnya itu dia tulis anton. Setelah itu dia suka disebut aiowik, tapi dia tenang aja dan tidak marah,

Itu dia kawan ku itu, sabar dan suka bergurau….

Sekarang dia tingal kenangan ….
Kita yang masih mengembara didunia, akan berjalan terus, membawa kenangan baik bersama dia.

Selamat jalan kawan

STJ
Bambang

Kaget sekali dengan berita duka ini.
terakhir kami ketemu almarhum saat Persami 17 Agustus 2008.
Beliau jadi Inspektur Upacara pada upacara benderanya.

Selamat jalan Kak Anton.
semoga mendapat istirahat kekal di sisi Bapa di surga.
semoga keluarga yg ditinggalkan tabah dan rela melepas kepergiannya.

salam duka,
tony yuti dan kel.

Ka Anton, Jongkok di sebelah kiri

(317) view