Beberapa teknik penjernihan air sederhana

Beberapa link di bawah ini berisi informasi penting tentang beragam teknik penjernihan air yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Bila disimak, arang, pasir, kerikil, ijuk atau kapas jadi beberapa komponen dasar yang selalu ada dalam berbagai cara penyaringan tersebut. Umumnya air yang dihasilkan tampak jernih secara penglihatan mata, dan bebas bau, tetapi untuk konsumsi sangat dianjurkan untuk selalu memasak air saring tersebut sebelum diminum.

Skala pembuatan saringan bermacam-macam, ada yang skala ringan / kecil / portabel untuk keperluan perkemahan, sampai diperbesar menjadi skala rumahan. Sebenarnya banyak sekali tautan (link) bertopik penjernihan air. Silakan kakak, rekan, adik usulkan / tambahkan tautan-tautan lain lewat komentar-komentar di bawah.

Dalam SKU Penggalang versi 2013, teknik penjernihan air dijadikan salah satu mata ujian pada mata ujian no. 22 (Ramu, Rakit, Terap).

Selamat mencoba!

link 1 : AIMYAYA

link 2 : BOX OF CHOCOLATE

link 3 : MAHFUD PETUALANG

link 4 : Wikipedia

(1228) view

Happy Birthday Bandung 20

Dear Bros & Sis,

Mohon maaf bahwa email ini dilayangkan setelah matahari terbenam.
Akan lebih baik kiranya apabila pada saat matahari terbit 14 jam yang lalu.

Tanggal 20 Juli 2014 ini sebenarnya adalah suatu hari yang penting bagi kita, yaitu :

HUT Gudep Bandung 07020 yang ke-24.

Disini disertakan cuplikan dari tulisan mengenai Sejarah Bandung 20, sbb :

Juli 1989 :
Menurut keterangan Kak Luke Hilman yang waktu itu menjabat sebagai Pembina Gudep, Kwartir Ranting mulai menerapkan peraturan yang mengharuskan Gugusdepan putra dan putri di satu pangkalan memakai angka yang berurutan.
Dalam penertiban ulang ini, setiap Gugusdepan diberi daftar isian, yang harus dikembalikan pada akhir bulan Juli, supaya sebelum peringatan Hari Pramuka selanjutnya, 14 Agustus 1989, data semua Gugusdepan sudah dapat dilaporkan lengkap ke Kwarnas.
Oleh karena itu pada tanggal 20 Juli 1989, Kak Luke memasukkan formulir isian yang mendaftarkan Bandung 07019 dan 07020 untuk Gugusdepan putra dan putri yang berlatih di pangkalan St. Aloysius. Dengan mengacu kepada peristiwa pendaftaran secara formil ini, Luke menyatakan bahwa Hari Lahir Gugusdepan Bandung 07020 adalah tanggal 20 Juli 1989.
Nama pahlawan nasional beragama Katolik dari Pulau Seram, Christina Martha Tiahahu, diambil sebagai nama Gugusdepan.

Catatan : Seperti yang kita ketahui bersama, sejarah Bandung 20 berkaitan dengan sejarah Bandung 6. Banyak tokoh Bandung 6 yang telah berperan serta dalam kelahiran Bandung 20.

Bersama ini kita ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke 24 kepada Bandung 20.
Tidak sedikit waktu, pemikiran dan tenaga yang telah dicurahkan dalam mendirikan dan meneruskan sebuah gugusdepan putri bernama Bandung 07020 ini.
Kita berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pembina dan semuanya yang telah bekerja dan bercapai-lelah untuk kelangsungan Bandung 20, dan memberikan hatinya dan kasih sayang kepada anak didik.

Pada tahun depan, tanggal 20 Juli 2014, Bandung 20 akan berusia 25 tahun.
Siapa tahu kita bisa bereuni lagi pada hari Pesta Perak itu 🙂

STJ,
Danny

(344) view

Hasduk Berpola

Satu lagi film dengan latar belakang Pramuka. Rencana akan ditayangkan pada 21 Maret 2013, serentak di seluruh Indonesia. Jangan sampai ketinggalan!!

(303) view

Hari Pramuka

Kepada seluruh keluarga besar Pramuka se-Indonesia, selamat Hari Pramuka, semoga kita semua semakin bisa memaknai arti dari kepanduan dalam hidup kita sehari-hari

(203) view

Menarik dan Seru, Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”

Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.

“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.

Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.

Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.

Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN, Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah

Dikutip dari: Situs Gerakan Pramuka

(408) view

Monumen Pramuka Sedunia Bakal Dibangun di Lebak Harjo

Minggu, 19 Juni 2011 | 23:39 WIB

TEMPO Interaktif, Malang – Harijadi berjalan perlahan mendekati prasasti Community Development Camp (Comdeca) di Desa Lebak Harjo, Kabupaten Malang. Pada bagian atas prasasti terdapat patung empat pramuka penegak dan pandega memegang tiang bendera. “Pramuka membuka keterpencilan desa kami,” kata Harijadi, 79 tahun, warga Lebak Harjo, 65 kilometer selatan Kota Malang.

Dengan berseragam pramuka, Sabtu (18/6), Harijadi ikut berfoto bersama dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar di depan prasasti. Azrul yang ditemani pimpinan Kwarnas memang mengunjungi daerah ini untuk memantau persiapan Lebak Harjo sebagai Desa Pramuka dan rencana membangun Monumen Pramuka Sedunia. Azrul berharap monumen yang merupakan usulan Kwartir Daerah Jawa Timur itu dapat diresmikan tahun depan pada perayaan 100 tahun kepramukaan masuk ke Indonesia.

Dalam sejarah pramuka, Brownsea Island menjadi monumen atau tonggak karena merupakan lokasi diselenggarakannya perkemahan pramuka pertama kali pada 1907. Perkemahan di pulau yang terletak di selatan Inggris dan dipimpin Lord Baden Powell ini membidani kelahiran kepramukaan atau scouting.

Apa arti penting Lebak Harjo yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Malang ? “Wilayah ini menjadi wahana kegiatan pramuka yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Azrul Azwar. Pada 18 Juni sampai 29 Juli 1978, desa ini menjadi lokasi Perkemahan Wirakarya Nasional dan Perkemahan Wirakarya Asia yang pertama (1 st Asia Pasific Community Service Camp).

Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan bakti kepada masyarakat oleh penegak (usia 16-20 tahun) dan pandega (21-26). Kegiatan bakti ini diinspirasi oleh pidato Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada World Scout Conference ke-23 tahun 1971 di Tokyo, Jepang. Pidato Sultan HB IX yang ketika itu menjabat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini, mendapat sambutan luas dan dianggap sebagai pembaruan dalam kegiatan kepramukaan di dunia.

Presiden Soeharto membuka perkemahan ini dan menandatangani prasasti bertuliskan: “Di sini kau berbakti, di sini kau mengabdi, di sini kau bina perdamaian dunia.” Ribuan pramuka dari dalam dan luar negeri membangun jalan tembus Lebak Harjo ke pantai Licin, jembatan Belly, masjid, gereja, los pasar desa, Puskesmas dan melakukan kegiatan pemberantasan buta huruf.

Pada 26 Juli hingga 8 Agustus 1993, Lebak Harjo menjadi lokasi Community Development Camp. Pramuka utusan dari seluruh dunia membangun jalan tembus Lebak Harjo ke Lebakroto (ibu kota kecamatan Ampelgading dan tempat pelelangan ikan. Mereka juga mengeraskan jalan Lebakharjo-Licin, renovasi masjid dan gereja serta bakti non-fisik.

Kwartir Nasional pada 1989 mengikutsertakan Lebak Harjo dalam ajang World Scout Competition on Habitat mewakili Indonesia dan meraih juara kedua. Lebak Harjo memang sengaja dipilih menjadi lokasi bakti masyarakat pramuka. “Karena daerahnya terpencil dan warga sulit menjual hasil buminya,” kata Haryadi, mantan Ketua Sanggar Kerja Perkemahan Wirakarya Asia yang pertama tahun 1978. Dewan Kerja Daerah Jawa Timur dimana Haryadi menjadi ketuanya, lantas mengusulkan Lebak Harjo sebagai tuan rumah pada kwarda dan kwartir nasional.

Dikutip dari: Tempo Interaktif

(1798) view