WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Paginya kita mendapat kabar bahwa Team IST sudah berangkat tetapi Advance Team tidak bisa berangkat karena tidak kebagian tempat, mereka akan berangkat bersama kita nanti. Pada saat itu kita (maupun Kwarnas) tidak menyadari bahwa ini akan menjadi “masalah besar” buat kita nantinya.

Ok, kita kembali ke kegiatan.
Acara hari ini difokuskan pada Kesenian , pagi hari untuk Kesenian daerah dan malam hari untuk Latihan Tarian Poco poco dan Sajojo. Kesenian daerah yang terpilih yaitu 1dari Kaltim Pa , 1 dari Jateng pi , 1 lagi dari Papua pa , sementara itu dari daerah lain tidak ditampilkan dalam Indonesian Days dan tampil hanya di Sub Camp saja. (Saya rada tenang juga untuk Kesenian karena di Pasukan saya Kaltim ada 2 tarian dan Gontor ada 2 tarian lengkap dg kostumnya, pokoknya kalau diminta tampil di Sub Camp, pasti ok ! Terus terang persiapan kita untuk kesenian sangat minim, karena anak anak kita waktunya tersita untuk ulangan umum di sekolah, sehingga saya ambil keputusan untuk tidak terlalu memaksakan tapi konsentrasi pada pelajaran sekolahnya. Nah, sekarang ada yg siap tentu saja kita senang). Siang ini kita mendapat kunjungan dari ka Susi (eks Pembina 07020) yg tentu saja menggembirakan buat anak anak.

Hari ini untuk umat Kristiani (Protestan) malamnya mengikuti Kebaktian malam Natal. Umat Katholik mengikuti misa pagi tgl 25 Des. Yang mengikuti Kebaktian malam Natal (Protestan) ternyata ada 2 bus (lebih dari 60 orang) dipimpin oleh Ka/Pendeta Stefanus (Andalan Nasional bidang Rohani Protestan), (pulangnya mereka makan malam di Mc Donald, jadi baru jam 10an baru nyampe di Cibubur). Sementara itu banyak pula umat Katholik dari DKI yang “kabur” untuk merayakan/ mengikuti Misa pada malam Natal ini. Kita yang dari “daerah” pasrah aja ikut misa besok paginya.
Tidak banyak yang bisa diceritakan pada hari ini, selain malamnya saya rada “kesepian” soalnya di “bungalow” saya tinggal sendirian dan lagi letaknya paling ujung komplek.

(128) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara utama pada hari ini adalah Pelepasan Kontingen Garuda oleh Presiden Megawati di Istana Negara. Hal itulah yang menyebabkan kita ke Cibubur maju ke 21 Des, bukan 25 Des. Sebab rencana semula kita akan diterima ibu Mega pada 26 Des.
Otomatis acara pagi dan siang ini terfokus pada kegiatan ini. Setelah makan siang rombongan berangkat ke Istana Negara, rombongan berjumlah 5 bus dg beberapa kendaraan pribadi dan ambulans, dikawal dengan motoris. Disetiap bus dipasang spanduk: “Kontingen Pramuka Indonesia – 20th World Scout Jamboree – Thailand”.

Kita sampai di Istana Negara jam 1an siang, setelah melalui pemeriksaan kita berkumpul di halaman dalam Istana. Ternyata ibu presiden baru bisa datang jam 3 an, jadi kita nunggu disana cukup lama juga. Barisan yang semula rapi akhirnya kacau juga, kita akhirnya disuruh duduk menunggu. Baru kemudian setengah jam sebelum ibu datang , kita disuruh berbaris lagi. Protokol Istana mengumumkan bahwa kita tidak boleh mengambil foto dan keluar dari barisan. Acaranya yaitu Laporan dari ketua kontingen (pak Sundoro), Pidato dari ibu Mega dan salaman. Semua satu persatu berbaris bersalaman dg ibu Mega dan Mentri Pendidikan dan KaKwarnas. Seharusnya setiap orang punya satu foto yang bersalaman dg ibu Mega, tapi ngga tahu kenapa, di kita hanya Sindhu saja yang ada (kebagian) dan Arief harus nebus Rp.300.000,- untuk mendapatkan 3 lembar Repro fotonya. Janjinya sih setiap orang akan mendapat gratis 1 lembar foto. Nanti saya akan coba urus ke Kwarnas. Setelah ibu Mega dan MenDikBud meninggalkan istana, kita “dijamu” snack oleh pelayan Istana, dan kemudian langsung pulang kembali ke Cibubur. Perasaan waktu itu macet, karena waktunya berbarengan dengan waktu pulang kantor, sehingga walaupun dikawal, tetap saja lama nyampainya.

Begitu nyampai kita sudah disiapkan makan malam dan pada jam 8 kita berkumpul kembali di aula. Acara malam ini yaitu Kesenian Daerah. Setiap daerah diminta untuk menampilkan kesenian daerahnya masing masing. Yang akan dipilih untuk ditampilkan pada “Indonesian Day’s” di Jambore nanti. Prioritas sudah ditentukan dan akan dipilih 3 tarian daerah, juga tarian bersama yaitu Poco Poco dan Sajojo. Malam ini yang tampil adalah tarian dari KalTim Putra (Juara LT V pa) 2 tarian, Putri Jateng (Juara LT V pi) dan Putra Papua (Juara 2 LT V pa), yang lain belum kebagian karena hari sudah malam maka semua disuruh beristirahat, untuk dilanjutkan besok paginya.

Malam ini sayapun tidak bisa beristirahat dengan lebih awal, soalnya Darwin sibuk beres beres barang, karena dia harus berangkat jam 2 malam ini. Yang akan berangkat pada tanggal 24 Des jam 2 pagi ini adalah para IST dan Advance Team (Staff Kontingen Indonesia yang berangkat lebih awal untuk mempersiapkan/mengurus keperluan kontingen pada saat kedatangan nantinya).

Ada yang unik pada malam ini, yaitu IST yang pertama datang dan yang pertama menempati “bungalow”, menawarkan kamar mandi yang ada di kamarnya (kamar no.1). Saya rada heran, lho ternyata kamar dia ada kamar mandinya segala. Tapi pada saat itu saya sungkan dan menolak (ngga enak masuk kamar orang), saya bilang nanti saja kalau besok dia pergi kamarnya saya akan tempati. Eh, pas mau berangkat dia bilang lagi kalau di kamar dia ada AC nya. ……Busyet !!! Jadi selama ini dia diam aja dan rada kaku, soalnya dia merasa agak bersalah, kalau kita ribut soal panas. Begitu IST (dia) berangkat jam 2 an, langsung saja saya mengungsi. Weleh….nyamannya..! Dasar rejeki, tidak bisa ditolak !

(143) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi pagi jam 5.30 saya bangun. Langit sudah terang. Dengan mengenakan pakaian santai saya keluar. Diluar anak anak sudah pada bangun. Karena lokasinya seperti di GOR Pajajaran- Bandung, maka pemandangan pertama yang saya lihat adalah anak anak yang sedang lari pagi. Yach jadinya ikut deh lari pagi mengelilingi lapangan sepak bola yang lumayan gede. (2x lapangan Aloy). Lari 2 putaran sudah kerasa, untung citraku tidak jatuh karena sudah disuruh berkumpul ditengah lapangan untuk Senam Pramuka :). Nah, seperti yang sudah diceritakan Darwin. Pagi ini kita sudah kena sarapan marah marah dari Pelatih Senam. Kaget juga! Galak amat sih! Maklum hari pertama, jadi anak anak dan para pembina pendamping pada basa basi saling berkenalan , jadi si pelatih merasa tidak diperhatikan :). Jam 7 kita sarapan pagi dengan agak cepat, karena kita diumumkan oleh panitia bahwa akan disediakan bus berangkat ke gereja jam 8. Bus kecil dengan seat max 40 orang diisi oleh 70 orang, yang tentu saja bisa dibayangkan sampai luber, pada berdiri sampai depan pintu. Anak anak senang senang saja malah pada berebut berdiri didepan pintu. Perjalanan ke gereja yang katanya dekat/dibelakang kompleks, ternyata cukup memakan waktu (ada mungkin 1/2 jam), kerasa juga soalnya selain sangat padat juga puanasnya. Pokoknya lamaan dikit jadi pindang presto. Akhirnya kita sampai juga di gereja, setelah supirnya beberapa kali berhenti untuk nanya.

Rombongan yang terdiri dari umat Protestan dan Katholik merasa beruntung mendapatkan lokasi yang mempunyai 2 gereja yang berseberangan. Sehingga terbayang masing masing dapat beribadat sesuai keyakinannya. Tapi kenyataan berbicara lain. Ibadat untuk Protestan sudah hampir berakhir, sehingga begitu masuk mereka langsung Diberkati dan bubar. Akhirnya semua jadi ikut Misa. Rugi? Malah ada yang berkomentar mereka beruntung, karena diakhir misa mereka diberkati lagi. Jadi 2 kali diberkati. lol. Oh, ya.. Lokasinya yaitu di Ciracas – Cipayung, nama gerejanya gereja St.Yohanes (Hasil interogasi dari umat yang duduk disebelah). Pulangnya kita langsung makan Siang. Dan dilanjutkan dengan pertemuan di Aula Sarbini jam 2 siang.

Acara pertemuan siang ini adalah:
– Sambutan Ketua Kontingen oleh KaHarKwarNas (LaksDa Sundoro Syamsuri (purn)) Diteruskan dengan pemilihan Pratama Utama (terpilih cewek dari DKI) dan latihan untuk acara Pengukuhan.
– Pengukuhan Pasukan Garuda oleh ka Kwarnas ( LetJen H.A. Rivai Harahap (purn))
Singkatnya… acara selesai pada sore harinya dan kita mandi, dan makan malam.

Jam 19.30 kita kumpul lagi di aula Sarbini untuk Pemantapan Regu.
Isinya yaitu pemilihan ketua regu, Pratama Pasukan dan pembagian tugas dalam regu.
3 Putra Yos bergabung dengan 5 putra Kaltim dan 1 putra Sulut di Pasukan V regu 4 dengan BinDamping Toni S dari Yos 19. (regu Kaltim adalah regu juara LT V se Indonesia. Mereka dibagi dua; 5 orang di regu saya, 5 orang lagi di pas V regu 3 dg BinDamping Drs.Achmad Subagyo dari Kaltim)
(Selama kegiatan Jambore, 2 regu ini selalu bersama sama)
Sementara 3 Putri Yos bergabung dengan 4 putri Serviam-St.Maria Jakarta dan 2 putri Sorong di Pasukan X regu 1 dg BinDamping ka Elly Sumarsih dari Serviam- St.Maria- Jkt. Arief terpilih sebagai Wakil ketua Regu, sedangkan Rusi terpilih sebagai ketua regu merangkap Pratama Pasukan. (Rusi paling sibuk diantara anak anak Yos yang lain selama Jambore)

Sementara BinDamping dan anggota IST disuruh berkumpul di ruang (Mawardi?) untuk briefing tentang Gambaran umum Jambore. Disini Darwin terpilih sebagai koordinator IST (terutama kerjanya ngurusin tenda) :).

Setelah pertemuan malam ini , kita istirahat, tapi tetap saja tidurnya larut malam, asyik ngerumpi dan kenalan……. (Dan terganggu oleh Darwin yang sibuk bolak balik ngurusin IST (tenda))

Ada kejadian siang ini yang mungkin “berkesan” buat semua peserta Jambore.
Ceritanya , sepulang dari gereja masih banyak peserta Jambore yang baru datang, diantaranya adalah anak anak dari pesantren Gontor (Jatim). Mereka datang dengan menggunakan 2 bus (terdiri dari 2 regu putra, 2 regu putri , 4 Bindamping dan +/- 6 IST , total 50 orangan).
Seragam mereka “sedikit” berbeda dengan seragam anak anak lainnya. Celananya celana panjang, dilengkapi dengan topi lapangan,syal dg rumbai orange,sarung tangan kulit dan tas pinggang hitam kecil. Seragam dari ujung kepala sampai ujung kaki (kali celana dalemnya juga sama :)). Keren abis ! Demikian juga dengan putrinya, merekapun seragam abis, dengan tidak lupa menggunakan jilbabnya. Anaknya udah gede gede (2 SMA). Begitu turun dari Bus mereka “berdefile”, berbaris dengan lagu lagu dan gerakan mereka yang seragam, mengelilingi camp. Weleh weleh !!! Anak anak pada nonton, seperti saya merekapun “terkesan”.

Atmosfir suasana berubah, Ini kan Jambore bukan Lomba Tingkat, begitu sebagian pembina berkomentar . Pujian dan cibiran datang bertubi tubi, sementara Gontor tetap cuek dan ritual mereka terus dilakukan . Karena dengan ritual mereka itu mereka sering datang terlambat dalam pertemuan dan Bindampingnya tidak pernah hadir dipertemuan. (Mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri) Dan memang mereka sudah menyiapkan segalanya “sedikit berbeda” dengan yang lain (Kwarnas), seperti kendaraan ke Airport, pengangkutan barang, acara sesudah Jambore (mereka tour ke Singapore dan Malaysia) dan hal-hal lainnya. Tentu saja hal ini membuat Kwarnas pusing dan “marah”, karena mereka jadi harus membagi perhatian dan menambah urusan mereka. Kita kita sih oke oke saja selama tidak mengganggu !. Tapi kekhawatiran buat saya tetap ada ! Masalahnya : Putra Gontor se Pasukan dengan saya di Pasukan V mereka regu 1 & 2 , bagaimana kalau mereka bikin acara sendiri atau macam macam dan tidak bisa berkoordinasi dengan Kwarnas, bisa bikin pusing saya juga akhirnya. Beban mental ngga ? Di Pasukan saya benar benar Pasukan “Istimewa”, Pasukan V ini terdiri dari 4 regu, dimana 2 regu dari Gontor (regu “elite”) dan 1 regu KalTim (regu “Juara”)(walaupun dipecah 2 regu, mereka tetap gabung terus). Kita sisanya bagaikan semut diantara Gajah, yg kalau perang , kita yang kena injak. Tapi ……Siapa takut ! .. 🙂

besok diterusin lagi ………

(138) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan di Sanggar (Gudep)

Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.

Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).

Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.

Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka 🙂

Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.

Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.

Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.

(121) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan oleh Gubernur Jabar (WaGub)
Jam 8 kita disuruh berkumpul di Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jam 9 acara dimulai. Kita berkumpul disatu ruangan, yang tidak bisa menampung semua yang hadir karena banyaknya pengantar (ortu) yang datang. Padahal sebelumnya sudah diberi tahu bahwa pengantar hanya Mabi dan perwakilan orang tua (dari setiap pangkalan ) (kita terdiri dari 3 pangkalan). Dari kita yang hadir adalah Ka Yoseph, Pak Tri ,Ibu Aimee Duval dan ka Marcus, ortu saya himbau untuk tidak hadir. Setelah berfoto bersama di halaman Gedung sate kita bubar dan kembali ke Sanggar.

(134) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat
Jam 8 kami kumpul lagi di Kwarda. Materi hari ini adalah Pengenalan Senam Pramuka & Kesenian Daerah. St. Aloysius membawakan Pencak Silat (Jurus), SLTP 14 membawakan Pencak silat (Tarian), Kabupaten Bandung (Jaipong). Dilanjutkan dengan latihan Senam Pramuka Indonesia. Setelah break makan siang acara diulangi lagi. Dan berakhir sekitar jam 2-an lagi.

(133) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat & Pengepakan barang.

Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.

Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.

Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .

– Toni White

(138) view

Operasi Serigala Kelabu

oleh: “Willy Dwinanta Hartoyo”
Bagian Pertama

Tanggal : 25-26 Mei 2002
Tim Pembina (Pembina, Penegak, Penggalang Senior): Darwin, Dita, William,
Thomas, Edo, Andrew, Ponti, Toto, Willy D, plus bintang tamu dari Amerika: kakak beradik Lutfi & Lukman
Tim Penggembira: Vic, Teten, Alwin (temen-temennya Ponti)
Penggalang: Sindhu, Iman, Jessica, Vina, Elysia, Ucok, Andrew, Petrus, Niki, Adrian

Latihan Sabtu tetap diadakan seperti biasa, jam 15. Korve pembukaan dilaksanakan di SD St. Yusuf I Trunojoyo karena lapangan sepak bola masih dalam tahap renovasi. Setelah korve, dilakukan inspeksi dan eksekusi bagi Penggalang yang lalai membawa barang inspeksi dan bendera regu. Lalu ada permainan sampai jam 16.

Selanjutnya Penggalang diberi teknik cara bikin obor yang langsung dipraktekkan untuk dipakai dalam acara OSK. Setelah semua obor Penggalang siap pakai jam 17, kelengkapan barang mereka diperiksa. Barang-barang yang diperiksa yaitu ponco, senter, korek api, minyak tanah, air minum. Perbekalan minum dan minyak tanah dijatah dan dibagi rata. Masing-masing Penggalang hanya diperbolehkan membawa air minum 0.6 liter dan bahan bakar minyak tanah 0.6 liter (botol aqua kecil). Pembagian selesai dalam waktu 30 menit dan acara latihan sabtu ditutup dengan korve penutupan.

Jam 19, kami bersama-sama berangkat menuju Cikole. Satu mobil kijang Toto diisi penuh oleh 10 orang Penggalang dan 3 orang Pembina. Sementara saya naek ikut vespa Darwin. Setelah melewati jalanan yang macet, kami tiba di lokasi sekitar jam 20.30 dan langsung ke titik start. Rute OSK kali ini adalah jalan dari seberang bumi perkemahan cikole (lupa nama daerahnya) sampai ke Tangkuban Perahu. Setelah tasnya ditukar satu sama lain, Penggalang baru diperbolehkan menyantap makan malam dari tas teman mereka. Setelah selesei makan malam, semua senter, jam tangan, hand phone, dan dompet kecuali kartu identitas dikumpulkan Pembina.

Sementara itu, karena jumlah Pembina yang pertama berangkat hanya lima orang, maka kami langsung bagi tugas.
Pos I pos pemberangkatan diatur Darwin
Pos II pos antara oleh Toto & Willy
Pos III pos tujuan diterima Dita & Andrew.
Karena acara dimulai jam 21, kami langsung berangkat meninggalkan Darwin untuk memasang tanda jejak di jalur yang akan dilewati Penggalang. Jejak yang disebar di jalur Penggalang adalah gambar tanda jejak serigala. Untuk menutup setiap persimpangan, kami menyebar gambar tanda jejak rusa, kuda, burung dan manusia. Sementara anggota Penegak yang laen, tim penggembira dan bintang tamu baru bermunculan menjelang tengah malam.

Setiap Penggalang diperkirakan melakukan perjalanan 3 jam. 10 orang Penggalang dibagi dalam 7 regu sebagai berikut:

  1. Andrew – Berangkat  21.00 – 22.30 – 00.00
  2. Iman – Berangkat  21.20 – 22.50 – 00.20
  3. Petrus & Elysia – Berangkat  21.40 – 23.10 – 00.40
  4. Adrian & Jessica – Berangkat  22.00 – 23.30 – 01.00
  5. Ucok & Vina – Berangkat  22.20 – 23.50 – 01.20
  6. Niki – Berangkat  22.40 – 00.10 – 01.40
  7. Sindhu – Berangkat  23.00 – 00.30 – 02.00

3 kelompok pertama menjalani hingga pos III sesuai dengan perkiraan waktu. Namun ada hambatan pada kelompok 4 sehingga terjadi kelompok berikutnya juga terhambat karena tidak boleh menyusul dan disusul. Ini mengakibatkan keterlambatan 1 jam dari yang diperkirakan. Setelah semua sampai di pos III, Penggalang dikumpulkan di suatu tempat yang cukup luas untuk membuat bivak. Dalam acara OSK kali ini Penggalang tidak diperkenankan membawa sleeping bag atau tenda untuk tidur melainkan harus membuat bivak dari ponco. Pembangunan bivak baru selesai sekitar jam 4 pagi dan mereka langsung tidur nyenyak karena kelelahan padahal udaranya dinginnya minta ampun.
Mereka baru bangun jam 7 untuk membereskan bivaknya masing-masing. Jam 8 Penggalang sarapan roti dengan berbagai macam pilihan isi. Jam 9 kami berangkat dengan berjalan kaki ke Kawah Ratu Tangkuban Perahu.

Jam 10 semua Penggalang dikumpulkan untuk memberi kesan dan pesan mereka. Kesan mereka antara lain acaranya kurang rame, kok hanya jalan doang, kenapa nggak ada games malemnya, kenapa tasnya ditukar, kenapa gak boleh ngomong, kenapa tempatnya dingin, dsb. Semua keluhan mereka kita tampung dulu. Setelah semua penggalang memberi kesannya giliran tim Pembina juga memberi kesan dan pesan kepada Penggalang.

Pada akhir evaluasi saya membacakan tujuan dari acara OSK. Saya mengetahui tujuan dari acara ini sesudah mengikuti OSK 1992 jaman saya Penggalang dari buku Warta Yos (kalo gak salah ditulis oleh Ka Adam, pembina penggalang saya). Maaf saya rubah dikit untuk disesuaikan dengan acara OSK kali ini.

—————————————————————————-
JEJAK-JEJAK OSK

Satu lagi perjalanan kita lalui. Jalan melelahkan yang sepanjang malam kita telusuri. Diterangi sinar rembulan yang purnama kita jejaki bebatuan yang tiada habisnya. Rasa lelah dan ngantuk yang menyerang kita taklukkan. Rasa dingin yang menggigit harus dicuekin. Kedua kaki yang ‘cangkeul’ mulai lecet sampai akhirnya ‘baal’. Sementara itu tangan kita sudah mulai ngambek disuruh pegang obor semalaman. Ditambah dengan minyak tanah yang rada luber bikin tangan kita rasanya ‘geuleuh’. Semua itu masih dibumbui dengan pembatasan air minum dan pertukaran tas. Pokoknya bete!

Ya, acara OSK telah berlalu. Kala itu kita lelah, kita kesal, kita bersemangat, kita berjuang, kita hampir putus asa, kita kedinginan, dan masih banyak lagi kita …… lainnya. Semuanya berlalu, berubah menjadi kenangan dan cerita di antara kita. Tapi apa betul semuanya itu tinggal kenangan dan cerita?
Kalau anda berpendapat begitu, anda salah besar! Masih banyak hal-hal berguna lain yang kita dapat dari ‘malam derita’ itu. Perlu bukti?

Kasus 1
Dari jauh hari seorang anak sudah mempersiapkan segalanya dengan matang untuk menghadapi acara OSK ini. Dia sudah membawa perbekalan 3.5 liter air minuman dan 1.5 liter minyak tanah. Tapi di sanggar, lebih dari setengahnya disita pembina. “Sialan, gua udah cape-cape nyiapin air minum dan minyak tanah tapi ternyata dirampok? Awas aja kalo berani diminum dan dipake ama Pembina!” Belum rasa kesalnya hilang, sebelum makan malam, tasnya ditukar dengan tas temannya. Makan malam yang sudah disiapkan mamihnya tertukar pula. “Aduh mak, makanan kesukaan gua dimakan ama si A. Sedangkan gua cuman dapet jatah kecil begini dari tas si B, buat si B yang badannya kecil sih cukup … tapi buat gua mana cukup?” Itu kata suara hati negatifnya. Tapi apa kata suara hati positif? “Ini baru tantangan buat gua. Kalo yang laen bisa bertahan, masa gua ngga bisa sih? Dengan begini kan perjalanan akan lebih ringan. Air minum ini harus cukup sampai akhir acara dan siapa tahu minyak tanah bisa dipakai untuk menghangatkan badan waktu tidur nanti.”

Kasus 2
Seorang anak keabisan minyak tanah untuk obornya, terpaksa dia jalan cuma dibantu ama terangnya bulan purnama. Setelah 15 menit berjalan, dia kehilangan arah. Ternyata dia nyasar, padahal bekal udah abis dan air udah menipis. Suara hati negatifnya bilang “Sialan nih, pembinanya teu baleg masang tandanya. Pokoknya gua kapok ikutan acara ginian lagi!”. Tapi suara hati yang lain berkata “Rupanya ada tanda jejak yang terlewat. Saya akan kembali ke tanda jejak terakhir dan mencoba mencari jejak selanjutnya lebih teliti lagi”

Kasus 3
Seorang anak mulai kesal. Sudah 1.5 jam lamanya dia mengunci mulutnya rapat-rapat, soalnya di acara OSK dilarang bicara. Tiba di pos 2, penjaga pos bertanya apakah dia sudah capek. Dia jawab “tidak”. Akibatnya dia divonis push up 20. Suara hati yang satu berkata “Ini sih emang sengaja mau ngejebak gua!”, sedang suara hati yang lain berkata “Aduh! Saya lupa pada aturan perjalanan ini. Ini pelajaran buat saya”

Masih banyak kasus seperti di atas terjadi dalam perjalanan OSK yang lalu. Hikmah apa yang bisa kita ambil?

Dari tiga contoh di atas kita dapat melihat bahwa dalam tiap hati ada pendapat yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Masalahnya ialah pendapat mana yang akan kita anggap sebagai ‘pendapat saya’. Bila seorang anak memilih suara hati negatifnya, dia akan dipenuhi rasa kesal, merasa dikerjain, dan yang terutama dia tidak akan mendapat pelajaran apa-apa dari acara ini.
Sebaliknya anak yang mengikuti suara hati positifnya akan mendapatkan pelajaran yang banyak sekali dari acara ini. Sikap setia kawan (seperti menjaga saudari 20-nya), sikap pantang menyerah (seperti anak yang nyasar), sikap mandiri (acara OSK dijalani perorangan), sikap disiplin (ingat aturan dilarang bicara), dan pengalaman-pengalaman berharga lainnya yang hanya bisa terasa bila kita melihat suatu peristiwa dari sisi positifnya.

Setelah membaca penuturan saya mengenai acara OSK, mungkin anda bertanya “Lalu apa sebenarnya yang saya dapat dari OSK?” LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Dengan menjalaninya hidup ini akan terasa lebih menyenangkan, karena masalah yang beratpun akan menjadi ringan, bahkan memberikan anda pelajaran. Agar anda semakin ingat, saya tuliskan sekali lagi : LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Ingatlah hal itu di manapun anda berada, terutama bila anda menghadapi masalah berat. Ingat itu bila anda dilicikin dalam suatu permainan, waktu anda dimarahin ortu, waktu permainan Latihan Sabtu ngga rame, waktu perjalanan OSK ngga abis-abisnya, waktu anda kalah dalam LT, pokoknya dimanapun anda berada!! Sekali lagi saya tulis: LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA!
—————————————————————————-

Setelah dibacakan barulah semua pertanyaan Penggalang terjawab dan mereka mengerti tujuan acara ini. Tapi kemudian ada pertanyaan “Kenapa dinamain Operasi Serigala Kelabu?” Saya menjawab karena tujuan dari acara ini adalah untuk mencari serigala kelabu selama perjalanan, yang tak lain adalah sisi negatif diri kita masing-masing. Dengan mengikuti acara ini, sepanjang acara kita selalu dikondisikan untuk berpikir negatif sehingga kesal, marah, cape dan putus asa. Tapi apabila kita sadar dan dapat mengganti sisi negatif dengan sisi positif maka acara ini akan dengan mudah dilalui. (maaf, saya ngarang jawaban ini karena saya sendiri sebenernya juga gak tau kenapa diberi nama Operasi Serigala Kelabu, mungkin ada yang tau latar belakangnya?)

Jam 11 semua turun ke Bandung dan tiba di sanggar jam 13 untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing. Demikian yang bisa saya sampaikan dari acara kemaren.

Saya pribadi memberi laporan lengkap karena lebih dari seminggu yang lalu, Ka Toni ‘White’ pernah mengajak semua anggota milis ini untuk brain storming & sharing tentang acara-acara tradisi di lingkungan pramuka kita. Tapi kok sama sekali gak ada tanggapannya sih? Padahal penting banget loh buat kita-kita yang masih dalam tim kepembinaan. Emang betul sih kalo sebenernya pembina saat ini harus mencari formula baru yang sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. Tapi kalo kita pernah merasakan suatu acara yang menyenangkan dan berguna bagi kehidupan kita, kayaknya gak ada salahnya diwariskan ke Pembina sekarang supaya adik-adik kita di Siaga, Penggalang bahkan Penegak dapat merasakannya.

Saya jadi pengen tau juga:
Siapa/angkatan mana pencetus awal acara ini dan kenapa namanya Operasi Serigala Kelabu? Pada awalnya, apa sih tujuan awal dari acara ini? Apakah yang disampaikan Ka Adam itu sudah benar atau sebenarnya masih ada yang harus digali? (sorry, kedengarannya seperti meragukan Ka Adam tapi saya jaga-jaga siapa tau masih ada yang tertinggal supaya kita bisa menggali acaranya lebih jauh lagi). Alangkah lebih baik lagi apabila setiap orang yang pernah menjalaninya memberi pengalaman yang dia dapatkan dari acara ini sehingga acara ini semakin sempurna.

Semoga tulisan panjang ini mengobati kerinduan akan masa-masa mengikuti acara ini (terutama untuk Ka Doddy … sekarang gantian Ka Doddy yang sharing) dan bisa berguna bagi program kepembinaan gudep kita di masa yang akan datang.

Laporan keuangan
Pemasukan:
Biaya Acara dari Penggalang Rp. 10.000,00 * 10 orang = Rp. 100.000,00
Total Pemasukan Rp. 100.000,00

Pengeluaran:
Survai masuk Tangkuban Perahu Rp. 10.000,00
Kenang-Kenangan Rp. 4.000,00
Transportasi Rp. 20.000,00
Konsumsi makan pagi Rp. 25.000,00
Masuk Tangkuban Perahu Rp. 15.000,00
Total Pengeluaran Rp. 74.000,00

Sisa Rp. 26.000,00 masuk kas Penggalang

STJ,
kac

(301) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 3

5.30 pagi, Panitia sudah membangunkan semua peserta dengan toanya. Saya yg tidur di bangsal sempat ngintip Darwin bawa toa teriak teriak.Tapi karena baru tidur jam 4 subuh badan ngga bisa diajak kompromi hati pengen bangun tapi badan ngga tahan, jadinya bablas lagi. Rencananya jam segini dibangunin supaya peserta bisa siap untuk acara hari ini (Mandi, ganjal perut, ganti baju dsbnya). Untuk kudapan pagi panitia sudah menyediakan teh / kopi manis & kue bika ambon.

6.30 korve pagi,
Marcus didampingi ka Johny menjadi Pembina upacaranya, oldboys yg menjadi peserta korvey pagi ini benar benar surut jumlahnya. Hanya ada beberapa gelintir personil yg ikut, antara lain kanda George, ka Eky , ka Sonny, Steve,Thomas, ka Mamat, ka Andi Lunandi, yg laen bablas. Doa pagi dipimpin oleh kanda George. Pada pagi ini juga ada pelantikan penggalang Ramu yaitu :Shindu (anaknya Andi Lunandi ) & Iman. Mereka memang ngebut untuk dilantik pada hari ini.Selamat yach !

7.15 cross country,
Sebetulnya acaranya pengen dimulai jam 7 tapi karena susah ngumpulin pesertanya maka agak ngaret. Pada waktu survey hari Rabu sebelumnya rutenya bisa ditempuk 45 menit jalan santai. Panitia cross country sudah berjalan duluan (jam 6.30) sambil memasang tanda jejak. Arahnya ke arah Lembang, melewati pemancingan situ umar , baru ajak (say hello sama sapi ),harus ngelewatuin pohon tumbang yg berdiameter 1 meteran, lalu balik lagi. Tapi tanda jejaknya ada yg ngaco (mengubah?) shg semua peserta tersesat. Setelah tersesat setengah jam , Helsa yang kebetulan ikut survey pada hari Rabu baru engeh.Jadi semua balik lagi ke tanda jejak yg ngaco itu. ha ha bonus 2 x setengah jam , jadi total jalannya + 1.5 jam. Untuk cross country kita bisa nunggu hasil bidikan foto dari ka Steve dimuat di Web. Yang ikutan jalan ” cuma” 60 orang itu juga sebagian besar Siaga & Penggalang dengan Pembinanya. Jam 8.45 baru mereka sampai. Kayanya ada yg kesel hati juga (terutama oldboys) tapi mereka cukup bijaksana dengan diam seribu bahasa.ha..ha…Bayangin aja buat yg ngga biasa jalan lagi, mereka sudah maksain/ ngebayangin untuk ikut rute 3/4 jam (ah..segitu sih kuatlah) , sekarang didoublein, jaba kurang tidur lagi haha…terutama untuk pak Ekky yg makin berat bawa ransel didepan (perutnya itu lho) ha..ha..(bayangin seuri ka Eky).

8.00- 9.00 jadwal makan pagi
Menunya nasi goreng ,telor dadar pake krupuk & bonteng, sebagian peserta yg tidak ikut cross country bisa menikmati makan pagi lebih awal.Yang cross country baru bisa mencicipinya belakangan. Pada pukul 9-an kanda George pamit pulang duluan.Yang pulang cross country diburu buru makan. ” Ayo cepet makannya kita ada misa jam 9 “. Pastor sudah nunggu di Aula pada jam 9. Tapi beliau kasih dispensasi sampai jam 9.15 Akhirnya misa baru bisa dimulai jam 9.30.

9.30 misa
Pastor Thomas dari SSCV termasuk pastor yg sabar, walaupun dia ada jadwal misa lagi tapi dengan penuh pengertian dia mau nunggu. Walaupun pada khotbahnya dia sedikit nyindir soal keterlambatan ini. (Mohon maaf pastur, bukan disengaja, tanda jejaknya yang salah! lol ?). Yang ikut misa kurang lebih 80 orangan, itupun termasuk orang orang dari Kinderdorf sekitar 20an. Thema misa kali ini adalah “Persaudaraan”.” Dengan persaudaraan kita maju bersama…. dst ” lol itukan Mars Yos ! Kolekte dari misa kali ini ditujukan/ disumbangkan untuk anak anak yatim piatu Kinderdorf, uang yg terkumpul sebesar Rp. 519.000,-(ditambah 100an pc baju anak dari Panitia).

10.30 games lapangan
Ka Johny, Ka Lydian & Ka Diana mempersiapkan games ini dari pagi, mereka setelah korve tidak ikut cross country tapi menyiapkan amunisi/perlengkapan untuk acara ini. Siaga dan Penggalang digabung dan dibagi dalam dua regu

Game 1 : Lomba kaki tiga
Yang main adalah Siaga dulu. Setiap regu diharuskan memindahkan/membawa 20 balon berisi air yg beratnya + 1 kg dan besarnya sekepala orang. dengan cara dua orang menggotongnya dg posisi kaki kiri dan kanan teman saling terikat ( 2 orang 3 kaki ), siapa yg paling banyak menyelamatkan/ memindahkan balonnya adalah yg menang. Permainan ini kuncinya yaitu ke hati hatian, kalau tidak hati hati dan pengen cepet sampai bisa pecah ditengah jalan. Permainan ini dimenangkan regu 2

Game 2 : Lempar tangkap balon air (G), Cara mainnya saling melemparkan & menangkap balon air, siapa yg bisa paling jauh dia yg menang. Jarak pertama 2 langkah terus mundur selangkah demi selangkah. Kelihatannya mudah tapi dalam pelaksanaannya susah banget, balon yg berisi air (yg walaupun hanya sekepalan tangan) itu sangat sukar untuk ditangkap. Udah dapet nih ,eh melorot kebawah dan pecah. Atau pas waktu ditangkap langsung meledak pecah … Terakhir setiap regu hanya menyisakan masing masing 1 pasangan dengan jarak 5 meteran. Pas dilempar dua duanya pecah. Permainan ini dinyatakan seri Sementara itu yang ngga main nonton dan jadi suporter. (Terutama old boys yg masih takut basah)

Game 3 : Perang air (Gabungan S & G)
Masih dalam regu tadi , hanya sekarang misinya yaitu maskot regunya tidak boleh basah / paling tidak basah. Regu 1 maskotnya Yohanes/Ucok (G) & regu 2 maskotnya Ghandi (G). Yg paling basah yg kalah. Pelurunya berupa kantong plastik yg diisi air banyak sekali (300 bungkus). Karena amunisi yg sangat banyak maka bebas menggunakannya. Yang bikin rame juga yaitu plastiknya susah pecah. Jadi kalau kena sakitnya lumayan, Senjatanya bukan pecah tapi seperti menghantam dengan kerasnya. Bayangin aja kalau pas kena pipi/ muka seperti kena tabok. Kalau kepala kena berkali kali cukup bikin lier juga. Nah, disini mulai rame, karena yg nonton juga jadi ikutan , biasa… provokator ,semangat ngejailin mulai timbul. Ngga pandang siapa itu atau gimana pokonya lempar aja. Gua kena lempar sama si polan gua kejar, eh larinya keceng jadi gue cari aja sasaran yg deket. Lempar ,kena, lari , balas dilempar . Pokoknya jadinya perang masal. Setelah amunisi abis , perang diakhiri. Semua basah , semua senang! Regu 1 dinyatakan sebagai pemenang. Dan score menjadi 1 : 1. Setelah perang kita bikin barisan Semut, menyisir lapangan sepak bola yg jadi bala sama plastik bekas amo.

Game 4: Permainan Harimau , Orang & Bedil
Permainannya :Orang kalah sama harimau , Harimau kalah sama Bedil , Bedil kalah sama orang. Setiap regu (secara bersamaan) begitu peluit berbunyi harus menyerukan / memperagakan pilihan regunya. Permainan ini dimenangkan oleh regu 2 (3:1) . Jadi akhirnya regu 2 dinyatakan sebagai pemenang. Dengan posisi akhir 2:1. Hadiah mulai dibagikan, tapi karena hadiahnya kebanyakan berupa mainan mobil mobilan & mainan anak lainnya , maka peserta Siaga/ anak anak lah yg kebanjiran hadiah. Hadiah sumbangan dari ka Johny. Yg lain juga kebagian limun kalengan & coklat silver queen tapi jumlahnya tidak banyak. (Anak gua yg umur 7 tahun dengan bangga memamerkan hadiahnya berupa 3 mobil mobilan dan papan tulis plastik magnet yg bisa dihapus ).

Game 5: Tarik Tambang
Old boys yg sudah agak panas mulai dilibatkan, Game pertama pertandingan antara Old Boys ( 20 an ) melawan aktivis (S, G & T).(40 an) Siap? Go! Sedikit demi sedikit S&G menyeret OB , namun dengan semangat pantang menyerah dan setelah menyatukan kekuatan, keadaan mulai berbalik aktivis balik yg keseret. Akhirnya dengan perjuangan yg tidak mudah OB memenangkan games pertama ini. OB masih berani ? Sekarang S & G ditambah pembinanya. “Siapa takut!”
Games ke 2: Siap? Go! Nah , sekarang baru kelihatan tuanya, stamina menurun setelah terkuras pada game 1 maka dengan penuh perjuangan tapi tanpa daya , akhirnya OB kalah juga. Yach keinginan besar tapi kemampuan sudah tidak memungkinkan. Alasannya sih: ” Gila 20 lawan 50 an ! ” He he.. tapi rame lah !

Game 6: Sepak bola
Kembali diadakan pertandingan antara yg aktif dan OB, Scorenya 2:2. Maka diadakan adu penalti, kipernya aktifis: Billy (anak Mamat) & kiper Old boys: Ka Arief Yang paling berjasa adalah penjaga gawang OB yaitu ka Arief S. Yang berusaha dengan mati matian mempertahankan gawangnya, walaupun lagi puasa. (Ini perjuangan juga atas ancaman ka Nden? lol? Lupa ancamannya tapi piseurieun, biasa kalau ketemu temen seangkatan heureuy weh terus). Akhirnya adu penalti dimenangkan Old boys dengan score 4:2. Ka Andi Lunandi bisa kita liat actionnya di foto, waktu adu penalti ini. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sesaaat lagi acara penutupan akan segera dilakukan .

13,00 :Korve Penutupan,
Semua kembali berkumpul di pinggir lapangan sepak bola. Walaupun sekarang jumlahnya sudah agak berkurang, tetapi jumlahnya masih cukup banyak (3/4 nya), karena sebagian baru datang minggu pagi ini (seperti ka Agus Mulyono, ka Sugi dan beberapa yg lainnya). Pembina upacara saya sendiri (Toni S) dan pada akhir korvey saya sampaikan betapa saya sangat berterima kasih atas kehadiran, partisipasi dan rasa kebersamaan semua peserta. Tidak mungkin acara ini terselenggara dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak. Jayalah selalu Yos Soedarso.

Setelah korvey, kita yell Akella barengan. Eh, semua masih pada ngumpul ngga ada yg mau beringsut. Kayanya berat sekali meninggalkan arena upacara dan berpisah. Malah ka Kim Wat sempet sempetnya ngajak cabut nyawa lagi. Tapi kalau disuruh cabut nyawa lagi , apalagi sama si bos. Wah….. Akhirnya ka Jhony minta semua masuk dalam lingkaran. Dia ngajak kita bikin semacam yell bersama, judulnya: “Perekete” Yell ini dari Guatemala , yang artinya persatuan = One for all and all for one = kompak kompak. Caranya semua mengikuti kata dan gerak leader: Ka Johny teriak : “Perekete ! ” sambil pegang lutut teman disebelah kanannya Yang lain ikut teriak dan melakukan gerakan yg sama ” Perekete !” kali ini pegang lutut teman sebelah kiri dengan tidak melepaskan pegangan yg disebelah kanan. Yang lain ngikutin. Udah gitu ka Johny goyang goyangin pantatnya dengan menyanyikan “Perekete kete kete kete ! ” kali ini dia minta bagian ini dinyanyikan dan dilakukan bersama sama tanpa melepaskan pegangan pada lutut. ” Perekete ! ” teriaknya lagi sambil pegang pundak teman dikanan (yg lain ngikutin), ” Perekete !” pegang pundak teman di kiri (yang lain ngikutin lagi) terus udah gitu sambil pada posisi tangan dipundak teman kiri kanan, kita goyang pantat barengan sambil nyanyi ” Perekete kete kete kete.!” Ritual ini berganti ganti dengan pegang pinggang , pegang kepala & terakhir jiwir telinga.Wah, moment ini sangat bagus dan berkesan sekali, dimana kesan persaudaraan dan kebersamaan kita bisa kita ekspresikan dengan lugas, tanpa ada batasan. (Kapan lagi kita bisa pegang kepala, ngejiwir senior kita!) “Perekete, buat semua !!!”

13.30; makan siang penutup.
Kalau saya ngga ajak & umumin bahwa makan siang sudah siap , kayanya ngga akan beringsut deh dari lapangan bola. Semua berjalan kembali kearah gedung dan makan bersama. Kali ini menunya ayam goreng & sayur. Sebagian besar makan dengan santai dan ngobrol lagi.Ada juga yg mulai pamit. Sedikit demi sedikit peserta mulai berkurang. Panitia sibuk beberes. Lambat tapi pasti kita akhirnya harus berpisah. Tercatat yg pulang paling terakhir selain panitia yaitu Ka Kim Wat, ka Sugi , ka Sonny, Ka Hanny RG, ka Eky, ka Yan Yahya dan beberapa yg lain. Berat memang perpisahan, tapi kelak kita akan bertemu lagi. (Ka Kim Wat sampai kebawa kunci kamarnya ! Buat kenang kenangan ka?)

Penutup:
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yg sebesar besarnya atas kehadiran , suport dan kebersamaan dari semua peserta yg tidak bisa saya sebutkan satu ersatu.Dan pada kesempatan ini pula saya mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan pada penyelenggaraan acara kita ini. Khusus untuk panitia yg telah bersama sama saya menyelenggarakan acara ini, saya ucapkan terima kasih dan terimalah rasa penghargaan saya yg setinggi tingginya.

Laporan keuangan dari penyelenggaraan ini akan diberitakan oleh Bendahara:
Sunjaya (Yan Yahya), secara khusus.
Terima kasih untuk sumbangan dari ka Kim Wat & ka Yan Yahya untuk menutup kekurangan dari biaya penyelenggaraan ini.
Buat yang tidak disebutkan namanya dalam cerita ini saya mohon maaf. Dan diharapkan semua bisa melengkapi cerita ini ! (sorry pengarang amatir)
Terakhir saya sangat mengharapkan sekali kritik,saran ataupun komentar dari acara ini.
Biarlah acara ini memberi kenangan tersendiri bagi kita yang hadir disana sebagai pelakunya dan menjadi bagian dari sejarah organisasi kita ini.

……… Jayalah selalu Yos Soedarso !!! ………
……… Vivat YOS !!! ………

Salam,

Toni S

(236) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 2

Pukul 19.00
Api Unggun, dimulai dengan munculnya 4 orang Penegak (Andi, Michael, Arief , William) yang bertelanjang dada dan membawa obor, mereka mendekati tumpukan kayu, dengan tanpa suara duduk mengelilinginya kemudian menyemburkan api ke tumpukan kayu. (minyak tanah disemburkan dari mulut pake obor kearah tumpukan kayu yg juga sudah dibasahi minyak tanah juga) Ternyata usaha mereka tidak sia sia, api menyala, makin lama makin besar. minyak tanah abis 1 jerigen, mulut bau minyak tanah, badan kedinginan 🙂
salut atas usahanya !

Acara api unggun dalam setiap perkemahan/ pertemuan Pramuka kayanya mutlak
dan merupakan puncak acara. Demikian pula dalam perayaan ulang tahun gudep kita ini. Panitia sangat mengkhawatirkan kelangsungan acara ini ,kalau hujan! Walaupun kita sudah antisipasi dengan mempersiapkan back up acara di aula, tapi tentu saja kesannya akan sangat jauh berbeda kalau api unggun beneran dilapangan. Apalagi bulan Desember kan musim hujan. Tapi sekali lagi kita harus bersyukur. Langit sangat cerah , bintang bintang tampak jelas terlihat, angin juga tidak kencang. Sehingga api bisa bagus nyalanya. Thanks God ! (…pst……kanda George akhirnya sampai/ datang …red)

Sesudah api menyala kita semua menyanyikan “Gumbaya”, seperti biasa pemimpin menyanyikan dan yg lain mengikuti, diiringi tarian / tepukan khas gumbaya tepuk tangan & paha terus berulang ulang sambil menyanyi ). Mulailah terlihat / kenapa disebut Old Boys, hampir semua teu bisa deui nyanyinya. Dasar enggeus kolot (old). Apalagi kemudian pemimpin acara yaitu Toto mengajak menyanyi lagu “Api kita sudah menyala”, eta semua pada sibuk malik malikin booklet nyari lagu. Udah gelap, ngga kelihatan dan yang pasti lagu itu engga ada di booklet .Eta meuning hayang seuri ningalina. :). Akhirnya yang nyanyi hanya anak anak Siaga , Penggalang dan Pembinanya saja. Lagu berikutnya lagu “Ditengah tengah Hutan” dan Mars Yos: “Kami kan bangga selalu kibarkan panji Bandung 19 …dst” Nah ini mulai kedengeran suaranya. Walaupun masih kalah jauh sama suara anak anak, yach tapi lumayanlah. Dan yang paling penting masih inget sama Mars Yos. :). Wajib inget lho sama lagu kebangsaan ! Ka Dhany WU , thanks atas sumbangannya yg sangat berharga ini.

Setelah nyanyi beberapa lagu ini , kanda George muncul ketengah lingkaran, mendekati api dan memberkatinya. Lalu beliau memberikan sedikit kata sambutan yang intinya : sudah 40 th organisasi kita ini berdiri, tapi yang penting bukan lamanya itu, melainkan semangat persatuan dan kekeluargaan kecintaan) kita yang bisa membuat kita tetap ada/ eksis sampai sekarang. Biarlah api unggun yang menyala ini melambangkan semangat itu tetap berkobar dalam hati kita !…… Amin kanda ! Vivat Yos !!!

Acara Penggalang : Kabaret/ sandiwara dg judul: “Wah Cantiknya (Power Puff girl)”. Yach lumayanlah daripada ngga ada acara. (?) .Sorry its joke ! Bukan apa apa kabaret ini harusnya didukung oleh sound sistem yg baik, karena suaranya sudah direkam (lips), tapi karena sound sistemnya kurang baik, maka kurang jelas apa yang mau disampaikannya. Tapi tetap kita sangat hargai usahanya. Jangan tersinggung yach !

Sesudah acara dari Penggalang diselingi lagu lagi , yaitu lagu : “Kanda dari Jakarta” (dulu Aunty from Maroco), yang kaya gini lagunya dulu : “I have an aunty in Maroko when she come hip hoy….dst open the boble, slurp slurp, plumplum ..yipi ye” terus disambung lagu “Pergi potong lalang” :” Satu orang pergi pergi potong lalang …….2 orang , 3 orang bawa kambing dst”

Acara Siaga: The Story of fire dragon.
Cerita ini cerita tentang perlawan rakyat suatu daerah melawan naga jahat. Nah ini baru mendapat aplaus yg meriah ! Bukan apa apa, naganya gede banget, panjangnya lebih dari 10 meter dan kepalanya 3, terbuat dari bambu dan rangkanya dibungkus dengan kertas minyak kemudian sepanjang badannya didalamnya dikasih rangkaian lampu yg pake accu (aki) motor 3 buah. Beratnya? Jangan ditanya. Diperlukan belasan anak siaga untuk menggotongnya dan 3 pembina yg pegang kepala naganya. Mirip barongsai ! Belum lagi pedang/ tongkat ksatria pembunuh naganya yg panjangnya + 5 meteran (juga pake rangkaian lampu dan dibentuk /dibungkus seperti tongkat satria ), yang berat oge. Diperlukan kerja keras selama seminggu penuh untuk mewujudkan semua ini. Salut untuk tim kerja pembina Siaga yg dipimpin oleh Lydian (Renald Teja, Asri dkk). Lucunya waktu naganya mau ditusuk , anak anak ngga kuat ngemiringinnya, Si tongkat bukan nusuk ke naga tapi jatuh lagi jatuh lagi ke tanah, akhirnya dibantu oleh pembina pembinanya sehingga mencapai kemiringan yg dikehendaki (dan dipegang bukan dari ujungnya tapi dari seluruh badan tongkat) berhasil menusuk badan naga.Terus ceritanya keluar darah berupa kembang api sembur yg ngga nyala pada waktunya. Pokoknya luculah !

Nah sekarang ganti acara, ka Kim Wat sudah dihubungi panitia untuk mempersiapkan acara. Perlengkapan acaranya semobil penuh. Aqua 5 kartonan, bambu bambu, dus dus yg isinya macem macem. Tapi berhubung waktu yang terbatas, maka beliau tahu diri, ” Ton, ini gua udah bawa untuk acara tapi kayanya ngga mungkin dimaenin sekarang , nanti aja dipake buat acara latihan sabtu , nah ini permainan permainannya” Sambil ngeluarin beberapa lembar kertas yg berisi petunjuk permainan. Thank deh kakak ! “Tapi sekarang ka Kimwat bawain satu acara aja ! Gimana kalau yel Hello Baby nya?” Maka dengan legeknya (kan tahu sendiri cara jalan ka Kim Wat) dia maju ke tengah lingkaran. ” Semua berdiri ! ” katanya. (Dia sih ngga perlu toa lagi). Maka semua berdiri mengikuti komandonya sambil menyanyikan/meneriakkan Hello Baby. “Hello Baby ,…… Acua Acue …… Dont You know You know how…dst ..”, jalan kearah kiri , balik kekanan , tangan keatas, kepundak dstnya. “Terima kasih !” katanya. Dan semua seuri !! :)>

Udah kagok berdiri maka Penegak bawain acara lagu “Up and down and shake”: Up and down and shake shake shake…dst” Sambil semua gerak naik turun dan bergoyang kekiri dan kanan, ” Shake to the right dan shake to the left,.. turn around, jump, run dst. Pokoknya semua dikerjain. Biar ngga bosen.

Acara Ka Johny lain lagi yaitu : Mumi Tisue. Diminta beberapa pasangan untuk tampil kedepan , pokoknya pasangan bebas suami istri, bapak anak, pembina anak didik dsb ) , penuh aja yg maju. Setiap pasangan berusaha pa cepet cepet membungkus pasangannya dengan tisue gulung. Siapa yg paling cepet ngebungkus rapi pasangannya dia yg menang. Akhirnya terpilih pasangan orang tua anak Siaga yg menjadi juara, dan selain juara 1 yg dapet hadiah juga juara 2 & 3 pun dikasih hadiah. Hadiahnya disiapkan panitia berupa: Rinso, Blue Band & Pepsodent. Sederhana & simpel tapi mengandung arti dan diperlukan buat dirumah khan :).

Bandrek, goreng pisang & goreng ubi mulai keluar.Sambil ngikutin acara semua mencicipi hidangan yg disediakan oleh seksi konsumsi (Asri & Helsa) Sebelum ditutup karena udah malem maka Ka Hadi & saya memimpin acara/ lagu: “Waiya”, yang paling semangat nyanyina yaitu ka Djuanda. terutama saat bait “Arab ngojay dina batok…entogna ngendog” Sambil nyanyi semua didaulat untuk melewati tongkat yg dipegang kedua sisinya dengan badan menghadap ke atas, makin lama makin rendah. Karena panjang pisan barisannya dan kalau diteruskan bisa sampai subuh. Maka sebaiknya distop aja. “Udah udah ! Semua kembali bikin lingkaran!” Setelah lingkaran terbentuk maka kanda George didaulat kembali untuk menutup acara api unggun ini. Intinya “Api unggun akan padam tapi semangat (Bandung 19) kita tidak boleh padam, tetaplah menyala !”

Potret bersama,
Setelah kanda George menutup acara api unggun , diumumkan pada semua peserta untuk ke Aula, untuk potret bersama. Nah, ini juga seru. Panitia sudah memanggil “fotografer profesional” Ka Dede Dharma. Dengan perlengkapan lengkap, seperti kamera Wide Lens, Lampu sorot 2000 watt, film gede. Aula udah kaya foto studio. Beberes barengan bikin stage maka kita semua berpose. Sesi pertama potret bareng dari oldboys sampai siaga. Sesi kedua dstnya: Old boys , Yg aktif (S,G,T& B), Pembina& eks pembina, dstnya. Kayanya kalau ngga disetop dan kalau filmnya ngga abis , terus aja pengen difoto.

Acara bebas,
Pasang kembang api ( Iwan Dega bawa & panitia juga beli, bagus lho ! ), ngobrol dan diskusi sampai jam 4 subuh, Sebagian bakar jagung bangkok ( disediakan 150 buah jagung ), sebagian main kartu. Pokoke rame terus sampai pagi. Sampai sampai ada orang tua anak didik ngga tahan karena ngga bisa tidur dan memilih untuk pulang dan tidur dirumah dan besoknya baru balik lagi. ha..ha.. Dasar ! Bayangin aja yg tua tua ngobrol sampai subuh, eh anak anak Penggalang begitu old boys meninggalkan api unggun mau tidur gantian mereka yg bangun dan ngobrol & ketawaan. Alasannya ngga bisa tidur. Rasain luh ! Gantian Old boys yg ngga bisa tidur !

bersambung …

(241) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 1

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Sejak beberapa hari terakhir sebelum hari H ini, panitia sibuk mempersiapkannya. Terbayang akan perjumpaan kita dengan para senior, rekan seangkatan dan juga adik adik kita. Dan dengan harapan bahwa acara kita ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Sebagian panitia sudah datang pada tengah hari, mempersiapkan detik detik awal acara yg akan dimulai pada pukul tiga sore ini. Pada jam setengah duaan muncul keluarga Hariman (Oce) yg kebetulan sedang berlibur ke Indonesia . Wah, senang sekali ! Rupanya BuLukAn (Budiman, Lukman, Hariman) bakal datang semua. Dan ternyata datang semua.

Disusul oleh keluarga Mamat (Matheus Basuni ) pada pukul tigaan.Terus keluarga Nden. (mereka bahkan sempat meninjau dulu ke Peneropongan bintang dg guide mr. Hadi yg direkturnya Kinderdorf Bandung) Ka Johny WU pun sudah ada di Bandung, tapi dari pembicaraan pertelepon agak sorean baru bisa datang dan ka Johny sudah minta panitia untuk membantu dia menyiapkan sedikit perlengkapan untuk acaranya.

Agak sorean muncul ka Rudy Budiman, Ka Kim Wat , Ka Bambang, Ka Sonny Yoe dll, yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena sibuk. Telepon berdering dan ternyata telepon dari kanda George The , yg rupanya sudah terjebak kemacetan di tol Cikampek selama 3 jam, dengan nada agak pesimis kanda George bilang apabila sampai 1 jam lagi masih terjebak dia kayanya akan balik lagi ke Jakarta karena besok paginya dia harus ada acara lagi di Jakarta.Ternyata Tuhan maha baik , sehingga pada kira kira pukul 7 malam Kanda George bisa bergabung bersama kita.

Penggalang dan Siaga muncul pada pukul 4 sore, karena mereka berangkat dari Sanggar pukul 3.

Dan bermunculan muka muka lama yg sebagian besar saya hanya tahu namanya saja.
Hampir 90 % yg komform hadir ditambah ka Hayin & Thomas & Willy G (T), yg tidak bisa hadir: Arief/Putih, Bernard (T) , Danny WU, Djodi, Eddy W, Edo (T) , Eric (T), Hans Utama, Inggrid(T), Irawan(T), Ka Cun, Martanto,Petrus (T), Toni Black, Willem , Yanto & Yoseph (B), (lihat daftar peserta yg 200 orang).Hal ini sangat menggembirakan dan sekaligus sangat mengharukan, karena dari sana saya bisa melihat begitu besar kecintaan mereka terhadap B 19. Dan begitu besar kerinduan untuk berkumpul bersama.

Pendaftaran dimulai pada pukul 3 sore, dimana yang hadir diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir yg sudah di print out di meja pendaftaran dan buat yg datanya belum lengkap bisa mengisi form tambahan. Diharapkan data yg ada bisa lengkap dan up to date. Setelah mendaftar dan bayar sukarela, peserta langsung ke meja perlengkapan acara , dimeja ini kwitansi pembayaran yg utuh yg berlogo 40 th Yos 19 disobek bagian kecilnya dan ditukarkan dengan cindera mata yaitu dasi acara yg berlogo warna biru, name tag yg berlogo dan sudah diprint nama ybs (karena panitia sudah tahu nama dari konfirmasi), juga booklet acara yg berisi sambutan, sejarah singkat B19, susunan acara, lagu-lagu dsbnya. Buat yg pesan kamar dimeja inipun diberi tahu nomor kamarnya, karena panitia sudah menentukan kamar masing masing peserta dg berbagai pertimbangan seperti bawa anak/ tidak, angkatan,dsbnya.Kamar untuk double atau triple ada 26 kamar, kamar besar untuk rame rame ada 2 yg bisa menampung 10 & 20 orang oldboys (khusus untuk yg datang sendiri/ khusus laki laki).

Penegak & Siaga di Aula, Penggalang & sebagian peserta lainnya camping. Wah, mulai rame dengan check in, diriin tenda, ngerumpi, diriin tiang korve, nyiapin acara api unggun, semua asyik sibuk berkelompok. Namun ada fenomena menarik yg sangat mengharukan, dimana para peserta yg datang tidak cicing (diam) saja menyaksikan panitia yg kerja, hampir semua yg hadir menawarkan diri untuk membantu panitia dan ada juga yg langsung bantuin. Terlihat sekali rasa kekeluargaan dan merasa sebagai bagian dari penyelenggaraan acara ini. Sehingga ketegangan akan tekanan dari “tamu” yg menuntut servis dari penyelenggara hilang dengan sendirinya dan berganti dengan ekstacing/ kegembiraan akan rasa kebersamaan.

Sebelumnya saya mau memberikan gambaran mengenai jadwal acara sbb:
Sabtu,
15.00- 17.30 : Pendaftaran
17.30- 18.00 : Korve Pembukaan
18.00- 19.00 : Makan malam
19.00- 21.00 : Api Unggun
21.00- 21.30 : Potret Bersama
21.30- ……. : Acara Bebas

Minggu,
06.00- 06.30 : Snack Pagi
06.30- 07.00 : Korve Pagi
07.00- 08.30 : Cross Country
08.30- 09.00 : Sarapan pagi
09.00- 10.00 : Misa
10.00- 12.30 : Permainan lapangan
12.30- 13.00 : Korve Penutup
13.00- 14.00 : Makan Siang
14.00 : Pulang

Ok, kita lanjutkan ceritanya,
Pukul 17.30, Dengan “toa” hasil sumbangan Old boys pada pertemuan di rumah kanda George tahun lalu (toa ini kepake pisan), diumumkan acara korve pembukaan, yang wajib diikuti semua peserta.Semua berkumpul di pinggir lapangan sepak bola membentuk angkare. Disebelah kiri terdiri dari Pembina,Penggalang & Penegak, di tengah Siaga & dikanan Old boys beserta keluarganya. Angkare besar ini agak beda dari biasanya karena seperti huruf U yg tinggi. Suasananya lagi lagi mengharu biru.Teringat pada jaman dulu kita pernah berbaris dalam suatu angkare, dimana bukan dibagian Pembina, tapi dibagian anak didik. Upacara dipimpin oleh Ka Loeke yg sebagai pembina Gudep. Tiang korve yg didirikan adalah tiang melayang, tingginya 6 meteran dan diatasnya bercabang tiga .Di kiri kanannya sudah ada bendera Boy Scout & Girl Guide, juga bendera gudep 07019 & 07020.

Pemimpin upacara adalah Arief / Abun dari Penegak dan petugas korve adalah Bakti (G putra), Jessica (G putri) & Jesse (S putra). Penaikan bendera merah putih berjalan dengan baik, hasil dari latihan yg dilakukan. ” Jalan ditempat grak, berhenti grak, dst…. , bendera siap !” ” Kepada bendera merah putih hormat grak!” Dilanjutkan dengan pembacaan Dasa Dharma, Dwi Dharma & Pancasila. Doa dibawakan oleh ka Johny WU, doanya Doa Ayah; “…. Tuhan jangan berikan jalan yang mudah …………. dan akhirnya Tuhan tidak sia sialah aku menjadi Ayahnya ” by Arthur Mc Donald. Kira kira demikianlah doa yg telah pernah kita doakan bersama itu dan sekarang doa ini dibacakan kembali pada acara ultah ini.

Pada awal korvey semua peserta yg semua sudah pada pake dasi ultah diharuskan melepaskan dasi Ultah dan secara simbolik pada akhir korvey disematkan dasi kepada perwakilan peserta : Tracy (S putri), Shindu (G putra), Willy G (T), Hadi (Old Boys). Setelah perwakilan disematkan dasi, maka semua pake dasi lagi . Dan secara simbolik pula menandakan acara Ultah Gudep resmi dimulai/ dibuka.Tepuk pramuka !

Pukul 18.00, Acara makan bersama.
Selesai upacara diumumkan kepada para peserta untuk langsung menuju keruang makan . Lagi kita jalan balik ke gedung / ruang makan. Peluit panjang berbunyi , bendera merah putih diturunkan lagi karena sudah jam 6 sore. Nah, acara makan malam pun dimulai . Rame pisan. Bayangkan ruang makan yg “hanya” berukuran + 8 x 30 m dipenuhi 200-an orang. Jadi sebagian besar makannya sambil berdiri dan ngerumpi dan menyebar sampai keluar ruangan. Aya anu seri, aya anu ngobrol serius, aya anu heureuy, tapi tertib terkendali. Makan malam kita hari ini adalah nasi soto bihun ayam + perkedel + kerupuk, minumnya teh. Sederhana tapi karena suasananya happy & lapar jadi kerasanya nikmat pisan.

bersambung ….

(232) view