BANGKOK CITY TOUR

Perjalanan City Tour dimulai. Begitu AC mobil dinyalakan, mata langsung tidak tertahankan.Weleh weleh nikmat sekali ! Kita dibangunkan disebuah rumah makan ditengah perjalanan antara Sattahip- Bangkok. Langsung WC nya diserbu. WC yang ada cuma 2, sedangkan yang mau pake ada 4 bus, jadi waktu kita habis buat ngantri ke WC. Eh, ternyata airnya tidak jalan. Akhirnya saya beli air aqua untuk cuci muka dan menyegarkan diri. Lumayan juga, rada “cenghar deui”. Tak lama kemudian kita disuruh untuk kembali ke Bus. Didalam Bus kita diterangkan objek objek yg akan kita kunjungi. Tour Leadernya orang Thailand yg bisa bahasa Indonesia. Walaupun ngomongnya cadel dan logat Thailandnya medok dan bahasa Indonesianya campur dengan bahasa melayu, tapi itu sudah sangat cukup bisa dimengerti.

Pertama tama kita mengunjungi suatu Temple dipinggir sungai Chau Praya. Untuk sampai ke kuil itu kita harus memakai perahu boat dari pusat kota bangkok. Rupanya Temple ini merupakan Meeting Point untuk kita dengan rombongan visitor Indonesia. Maka rombongan bertambah rame dan besar, tampak kegembiraan dari rombongan kita, terutama dari visitor yang kebanyakan adalah pengurus/andalan daerahnya masing masing. Acara foto fotoan jadi marak. Wah, rame deh. Saya sempat berfoto dengan KaKwarda Jabar (ka Didi), KaharKwarda (ka Mochtar) dan ketua kontingen Jamboree (Kontingen Garuda, ka Sundoro Syamsuri). Saya tukeran kamera dengan Arif, jadi dia fotoin saya dan saya fotoin dia. Seperti pelampiasan karena tidak sempet foto di camp saya foto fotoan terus. 🙂

Temple di Thailand berbeda dengan temple di Indonesia, disana lebih Colour full. Mungkin jaman pembuatannya yang berbeda, sehingga temple disana lebih modern dari candi candi di kita. Warna emas banyak mendominasi warna temple temple disana. Penjual cindera mata juga pasang harga gila gilaan. Waktu pertama datang mereka menawarkan harga yang selangit, makin dekat pulang harga terus dibanting, sampai akhir mau naik perahu dibanting habis.. Sehingga bisa bikin shok & dongkol banget buat orang yang beli pertama. Contohnya saja, satu set gantungan kunci dari harga 500 bath, bisa turun sampai 100-200 bath. Disini saya beli foto diri saya yang ditaruh diatas piring, rupanya waktu saya datang dan turun dari perahu, tanpa saya sadari saya difoto dan waktu mau pulang ditawari. Aduh, mau gimana lagi, ngga dibeli gimana yach , tampang ogut udah nyengir diatas piring. Pura pura tidak butuh, saya biarkan saja dulu, terakhir dia kasih 200 bath. Saya pikir sudahlah buat kenang kenangan.
Daripada dikutuk sama sipenjualnya :).

Dari Temple (Anchor wat ? Saya lupa namanya) itu , perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi kampung nelayan, yang kalau kita mah seperti di iklan TV RCTI, dimana ada perahu yang menjajakan dagangannya ditengah sungai. Tapi ramean di iklan TV kita lho. Disana betul betul hanya seperti sandiwara saja. Yang jualan hanya beberapa perahu saja, dan itu juga menurut tour guide kita setiap bulannya mereka dibayar/ disubsidi oleh pemerintah, sehingga jualannya juga asal asal saja dan dagangannya tidak ada apa apa. Paling semacam kerupuk, makanan kecil dan sedikit sayuran .
Tapi saya patut mengacungkan jempol untuk pemerintah Thailand untuk usahanya itu (mengangkat pariwisata daerah), soalnya untuk orang eropa, bisa bisa saja itu merupakan suatu hal yang menarik.

Masih disungai Chao Praya, tidak jauh dari kampung nelayan itu perahu kita diperlambat dan kita diberi kesempatan untuk memberi makan ikan ikan yang dikeramatkan oleh penduduk disana. Ikannya seperti ikan lele dan gede gede, maklum dibiarkan besar dan berkembang biak tanpa ditangkapi. Katanya kalau kita memberi makan ikan itu, seperti memberi sedekah dan bagus buat rejeki kita. Tapi yang namanya anak anak acuh acuh saja, mungkin masa bodoh dan tidak percaya atau persediaan duit sudah sangat menipis, soalnya rotinya harus beli seharga 20 bath. Jadinya yang ngasih makan hanya sedikit saja. Diperjalanan pulang ke pusat kota bangkok kita ketemu dengan pramuka Amerika yang sama sama naik perahu. Hei….!!! Kita saling melambaikan tangan.

Dari perjalanan di sungai ini kita dibawa makan kesebuah restoran di kota Bangkok, disana kita makan buffet (all U can eat), Saya rasa yang punya restoran rada rugi soalnya namanya anak pramuka kalau makan….tahu sendiri saja. Tapi merekapun pintar, rombongan/bus anak anak dipisahkan dengan rombongan andalan nasional (dewasa). Anak anak ditempatkan dilantai 3 sedangkan rombongan bus Andalan dilantai dasar. Menunya beda sekali, kalau dibawah sih ada sushi segala. Tapi menunya cukup variatif dan yang penting buat anak anak enak dan banyak! Setelah puas melampiaskan dendam sama yang namanya makanan, perjalanan dilanjutkan. Tujuannya sekarang adalah Istana (Peristirahatan) Raja, tapi sebelumnya kita mampir dulu di Jewelery Factory. Tour Leader menjelaskan bahwa kita tidak akan lama lama disana, tapi tidak menjelaskan berapa lamanya.

Begitu turun dari bus kita digiring untuk menyaksikan film mengenai pembuatan dan produk permata di perusahaan itu, ruangannya persis seperti bioskop dan sebelum masuk kita disuguhi welcome drink. Ruangan gelap dan ber AC membuat saya terantuk antuk “nundutan”. Filmnya berdurasi hanya 10 menitan dan kita digiring ke ruang produksi diteruskan ke ruang pameran/penjualan yang cukup luas. Di ruang penjualan ini saya agak terlena, karena pengen beliin sesuatu untuk istri di rumah. Bolak balik sana sini, tanya sana sini, akhirnya saya sadar yang pake seragam pramuka udah pada ngilang yang ada hanya pramuka dari Amerika, tapi saya rada terhibur karena masih ada satu ibu andalan nasional dekat saya. Tanpa menunggu lagi saya cepat cepat ke tempat bus, benar saja semua sudah pada naik tinggal saya yang belum hadir. Malu…. sekali !! Dengan perasaan yang tidak puguh saya duduk, tapi saya merasa ada sesuatu yang kurang. Ah,…. kamera !!! Waduh, mangkaning kamera Digital yang masih gress pisan. Dengan panik dan heboh saya tanya ke Arif, terus ke Sindhu dan Iman. Tapi semua bilang tidak pegang. Wah, udah deh…. lemes. Isi tas tangan dikeluarkan semua tapi nihil, pengen sih supaya bus disuruh balik lagi, tapi ngga enak ke yang lain. Saya curiga jatuh dari kantong celana saya di ruang bioskop perusahaan permata itu. Saya udah pasrah saja, tapi karena penasaran, saya periksa ke pinggir dan kolong kursi bus. Haleluya….. kamera dengan anggunnya nongkrong dikolong kursi. Setelah ketemu saya baru bisa duduk, tapi jadi bener ..bener… ngga enak ! Udah telat, bikin heboh lagi! Ma…lu.. sekali ! Kok ada yach pembina “kepoh” begitu. (pikun kaya ortu). Mungkin karena terlalu cape dan kurang tidur jadi rada ngga connect.Selanjutnya saya cuma bisa diam dan meredakan rasa malu saya. Tapi karena ngantuk maka tidak terasa saya tertidur kembali.

Sampai di Istana raja, kita diberitahu untuk tetap bergerombol dalam 1 kelompok bus, agar tidak ada yg hilang. Untung di istana ini tempatnya tidak terlalu besar dan pintu keluarnya cuma satu sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Ditempat ini kita makin banyak menjumpai pramuka pramuka dari negara lain, rupanya hampir semua kontingen memanfaat kesempatan ini untuk berwisata. Tapi yang pasti pramuka Amerika yg paling sering ketemu, mungkin rutenya hampir sama. Malah saya medengar bahwa kontingen Eropa atau Amerika masih akan ada di Thailand sampai 1 minggu lagi. Di istana ini kita sempat menyaksikan pergantian regu pengawal istana, berfoto dan masuk ke ruang sembahyang raja.

Setelah berkeliling, maka kita menunggu rekan rekan yang lain didekat pintu masuk sambil bersantai ria. Setelah semua berkumpul kita melanjutkan perjalanan ke shoping Centre MaBunKong (MBK), sampai disana jam 17, kita diberi waktu sampai jam 19.30 malam, tapi karena semua sudah kecapaian maka diusulkan hanya sampai jam 19 saja. Jadi waktunya 2 jam saja, itu untuk shoping dan makan malam. Karena saya tidak mau terlambat lagi maka saya memilih untuk tidak shopping, tapi makan dulu. Tempat makan di lantai 5 dan saya santai saja menuju kesana karena 2 jam untuk makan saya rasa cukup. Sistem makannya pake kupon, kita beli kupon seharga makanan di kassa, dan kita bayarkan ke conter makanan dg kupon itu. Tidak bisa pake uang cash. Selesai makan saya langsung kembali ke meeting point, yaitu didepan kanan pintu utama mall. Rupanya saya orang pertama yang nunggu disana, tapi tidak berapa lama kemudian yg lain pada berdatangan. Belum jam 18.30 rombongan hampir lengkap semua. Malah busnya yg belum datang karena parkir ditempat lain dan supirnya juga harus makan malam.

Jam 19 an bus datang, dan semua pada naik ke bus. Bus kita kembali berangkat paling akhir karena harus menunggu yg terlambat. Sekarang yang terlambat adalah……..Arif, Sindhu & Iman. Masya Allah………….!! Bulak balik saya cari mereka, tapi tidak ketemu. Akhirnya mereka muncul, alasannya……..? Sukar dipercaya, mereka tidak bisa menemukan meeting point. Sia sia saya berusaha untuk memperbaiki citra! Tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur. And no body perfect !!

Dari mall kita menuju hotel. Saya kebagian kamar bertiga dg anak KalTim ( Dengan Feni & Adith ), saya mengalah di ektra bed. Itu yang namanya anak ABG , dari daerah lagi ! Telepon ngga pernah tertutup, connect terus…! Telepon room to room…! Dan komentar mereka :”Wah ka, selama ikut pramuka tidak pernah ada acara pake nginep di hotel segala !” Memang sih tapi inikan Jamboree dan di negeri orang.:)
Kebetulan regu putra dari KalTim ini punya kenangan manis dan hubungan baik dengan regu putri Jawa Tengah, yang keduanya merupakan juara LT V (Indonesia), dan kebetulan saya punya daftar kamar dg nama penghuninya. Sehingga begitu nyampe kamar telepon langsung dipake, nyambung kamar sini , kamar sono, wah rame deh ! Belum lagi acara saling berkunjung kamar ! Pokoknya kalau berharap bisa langsung istirahat sampai di hotel, pasti akan kecewa berat. Tak mungkin !

Kamar Sindhu, Arif & Iman terletak persis didepan kamar saya, dan ada kejadian yg bikin gerr juga. Waktu pertama mereka masuk kamar sih biasa biasa saja, walaupun wangi kaos kaki anak anak mulai dapat tercium, tapi begitu mereka mendapat kunjungan dari anak putri kita (Rusi, Jessica & Yovita) beserta teman seregu mereka, maka bau kamar sudah tidak tertahankan lagi. Itu yang namanya “wangi” kaos kaki basah yang kepengep dari 10 orangan dan ada satu sumber utama dari anak putri Jakarta yg luarrr biasa ! Sampai semua bubar dari kamar dan terpaksa minta petugas hotel untuk menetralisir bau itu pake pengharum ruangan dan pintu tidak bisa ditutup selama 1 jam’an. Itu yang namanya pengen ketawa..kacau deh !! Ada satu lagi kejadian di malam ini. Waktu Sindhu & Iman ke lobbi ngobrol dg yg lainnya dan baru balik lagi kekamar jam 22 an. Itu Arif yg kecapaian tertidur pulas tidak bisa dibangunkan, walaupun sudah diketok ketok dan digedor. Tetap saja bablas ! Terpaksa mereka merepotkan petugas hotel lagi, dg meminta dibukakan pake kunci cadangan. Bener bener kenangan tak terlupakan! Saya sendiri baru bisa tidur jam 1 malam, itupun telepon masih teruuuuus connect ngga tahu sampai jam berapa. Dasar anak anak !

Kamis,9 Jan 2003 – Pulang ke Indonesia
Pagi pagi sekitar jam 7 an kita sudah ada di ruang makan hotel untuk breakfast dan sudah membawa semua day pack kita, jadi kita tidak usah balik lagi ke kamar untuk beres beres, karena jam 8 kita akan berangkat meninggalkan hotel menuju airport. Sampai di airport kita menurunkan semua gear bag kita dan perlengkapan kontingen. Disini tampak segi “positif”nya anak kita, tanpa disuruh anak kita paling sibuk membantu menurunkan barang dari bus dan membawakannya. Ini dari pertama berangkat lho, mereka selalu membantu! Sampai beberapa Andalan Nasional pada saat terakhir mengucapkan terima kasih dan penghargaannya atas perhatian dan bantuan dari kita. Salah satu anggota kita (Darwin) tidak tour & pulang bersama kita karena jadwal dia berbeda dg kita, karena sebagai IST dia datang lebih awal dan pulang lebih akhir. Jadwal kepulangan Ka Darwin mundur 1 hari, tapi acaranya sama dg kita.
Sore hari kita sudah sampai di Jakarta dan semua peserta harus kembali ke Lemdiknas Cibubur, tapi ada juga beberapa peserta/ pembina dari Jakarta yang berhasil lolos (walaupun jumlahnya tidak banyak). Semua kembali masuk barak, saya langsung kembali ke “bungalow” saya, yang masih gelap gulita karena kosong yang letaknya paling ujung. Setelah memasukkan barang saya penasaran pengen tahu kondisi bungalow lain. Ternyata dari 3 bungalow disisi kiri barak itu “bungalow” saya yg paling jelek kondisinya. Karena hari ini kosong semua, saya pindah saja ke bungalow yg paling dekat barak, bukan yg paling ujung. Disamping lebih dekat juga lebih baik kondisinya. Anak anak semua saya ajak tidur di bungalow. Malam ini walaupun sudah cape melakukan perjalanan jauh, tapi “semangat Jamboree” masih berkobar. Terbukti acara swapping diantara rekan sendiri cukup rame digelar, walaupun transaksi yg terjadi hanya sedikit. Soalnya pada tahan harga :).
Besok paginya kita mengadakan upacara Pembubaran Kontingen Garuda dan siangnya sudah berangkat meninggalkan Cibubur. Malam harinya kita sudah sampai di rumah masing masing. Good bye 20th World Scout Jamboree – Thailand. Kita berharap bisa ikut berpartisipasi kembali dalam Jamboree Dunia ke 21 di Inggris tahun 2007.

Penutup,

Terima kasih atas segala dukungan dan partisipasi semua pihak, sehingga kita bisa ikut dalam acara ini. Anggaplah tulisan saya ini sebagai oleh-oleh dari sana dan kakak kakak semua bisa ikut berjamboree ria walaupun dalam cerita. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan cerita/ laporan Jamboree ini. Sekali lagi “No One Perfect”.
Tanggapan maupun kritik atas cerita ini, tentu saja akan sangat berarti buat saya.

Vivat Yos !

Salam,
Toni S

(201) view

Leave a Reply