Ada 5.000 Sukarelawan Internasional di Jambore Dunia

TEMPO.CO, Kristianstad – Botol Coca-Cola yang digenggam oleh penjepit langsung masuk ke kantong plastik yang ditenteng di tangan kiri. Sore itu, tangan kanan Jose Henrique Goliveira sibuk memungut sampah dengan penjepit di arena perkemahan orang dewasa pada Jambore Pramuka Sedunia di Kristianstad, Swedia.

“Senang sekali dapat bertemu dan bekerja sama dengan pramuka dari negara lain,” kata Goliveira yang menjadi anggota Kontingen Pramuka Brasil di Jambore Dunia ke-22 yang berlangsung 27 Juli sampai 6 Agustus 2011. Jambore ini diikuti 39 ribu pramuka berusia 14-18 tahun.

Di tanah airnya Goliveira menjadi dokter gigi. Pimpinan Kontingen Brasil menempatkannya sebagai International Service Team (IST) atau Sukarelawan Internasional pada Jambore Dunia. Hermawati Suwarna, Toni Suparman, dan Fahri Makasau dari Indonesia juga menjadi sukarelawan yang membantu panitia Jambore.

World Organization of Scout Movement memang mengundang setiap organisasi Pramuka di masing-masing negara mengirim sukarelawan untuk membantu kerja panitia. Pada Jambore kali ini Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengirim 34 sukarelawan dari berbagai daerah.

Para Sukarelawan Internasional itu membiayai sendiri ongkos keberangkatannya ke lokasi Jambore Dunia. Mereka bahkan membayar fee untuk mendirikan tenda dan mendapat makanan tiga kali sehari. Usai acara, Organisasi Pramuka Sedunia akan memberikan piagam penghargaan.

Menurut Hermawati, dirinya mendapat pelajaran berharga dari tugasnya di bagian pasokan makanan. “Mereka benar-benar menjaga kualitas sayuran dan lauk-pauk yang akan dimasak,” kata guru di SMP Kartika, Bandar Lampung, itu.

Dalam kelompoknya ada 12 sukarelawan yang berasal dari Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Dalam sehari masing-masing bekerja enam jam dan dibagi secara bergiliran. Ada yang bekerja pukul 07.00-13.00; 13.00-19.00; 19.00-01.00; dan 01.00-07.00.

Toni Suparman, anggota Pramuka dari Bandung, mendapat tugas di bagian kegiatan ketangkasan. Sementara Fahri bertugas membantu panitia di arena Global Development Village. Keduanya telah mengikuti Jambore Dunia sejak di Thailand dan Inggris. Fahri bahkan menjadi peserta Jambore Dunia di Kanada, 20 tahun lalu.

“Ini bagian dari pengabdian saya kepada Pramuka,” kata Fahri yang menjadi anggota DPRD di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Toni Suparman yang menjadi pengusaha mengaku banyak menjumpai teman lamanya di arena Jambore.

Hermawati berharap Kwartir Nasional mengadopsi model sukarelawan untuk membantu kerja panitai penyelenggara Jambore Nasional atau kegiatan Pramuka di tingkat nasional lainnya. “Saya yakin kita bisa asal dipersiapkan dengan matang,” kata mantan Ketua Dewan Kerja Penegak dan Pandega Lampung tahun 1974-1976 itu.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng dan Ketua Kwarnas Azrul Azwar yang hadir di arena Jambore Dunia setuju dengan usulan tersebut. Para sukarelawan itu, kata Azrul, berasal dari kwartir daerah atau cabang. “Harus diatur, jangan sampai kedatangan mereka sekadar jalan-jalan,” kata Azrul.

Bagi orang dewasa, kata Bapak Pandu Sedunia Lord Baden Powell, Pramuka adalah medan pengabdian. Organisasi ini bukan lahan untuk mencari uang atau mendapat dukungan politik. Sekitar 5.000 Pramuka dari berbagai negara yang menjadi Sukarelawan Internasional di Jambore Dunia ke-22 ini telah menerapkan ajaran Baden Powell.

UNTUNG WIDYANTO (KRISTIANSTAD)
Diambil dari http://www.tempo.co/read/news/2011/08/05/117350213/Ada-5000-Sukarelawan-Internasional-di-Jambore-Dunia

(243) view

Simply Scouting

TEMPO.CO, Seratus lima puluh satu batang pohon pinus yang daun dan rantingnya dipangkas berjejer membentuk huruf S. Di atasnya berkibar bendera 150 negara peserta Jambore Pramuka Sedunia Ke-22 di Kota Kristianstad, Swedia. Satu lagi adalah bendera World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Barisan bendera yang ditambatkan pada pinus setinggi 50 meter tersebut menjadi pusat aktivitas jambore yang diselenggarakan di lahan pertanian Desa Rinkaby. Di lingkaran dalam terdapat tenda pameran setiap negara anggota WOSM. Ada pula pusat media, rumah sakit mini, toko Pramuka, dan kafe.

Pada lingkaran luar berdiri ribuan tenda untuk 39 ribu peserta, anggota Pramuka berusia 14-18 tahun. Mereka akan berkemah hingga 7 Agustus 2011.

“Swedia bangga menjadi tuan rumah peristiwa ini dan saya ucapkan selamat datang kepada orang muda dari berbagai negara,” kata Raja Swedia Carl XVI Gustaf. Dia mengajak para peserta memanfaatkan waktu berharga di jambore untuk membina persahabatan.

Jambore merupakan pertemuan akbar anggota Pramuka dalam bentuk perkemahan. Jambore Pramuka Sedunia yang pertama diselenggarakan di London pada 1920. Kala itu perkemahan yang digagas Lord Baden Powell–Bapak Pramuka Sedunia–dihadiri 8.000 anggota Pramuka dari 34 negara.

Jejeran pohon pinus yang membentuk huruf S adalah akronim dari Simply Scouting. Ini adalah tema jambore di Swedia yang merupakan jawaban dari empat pertanyaan kunci. Pertama, pengalaman apa saja yang bisa diperoleh dari Jambore? Kedua, bagaimana saya memperoleh teman Pramuka sedunia? Ketiga, bagaimana kita dapat memahami perkembangan global? Terakhir, bagaimana agar ini semua terwujud?

Pada jambore kali ini, Indonesia mengirim 191 peserta yang berasal dari 27 provinsi. “Kami akan terapkan pengelolaan perkemahan yang bersih dan ramah lingkungan,” kata Muhamad Ma’ruf, pembina dari Gugus Depan Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur. Dia tertarik pada sarana mandi-cuci-kakus yang bersih, lantaran kotoran manusia diolah menjadi biogas.

UNTUNG WIDYANTO (KRISTIANSTAD)
diambil dari http://www.tempo.co/read/news/2011/07/30/117349107/Simply-Scouting-di-Jambore-Pramuka-Sedunia

(215) view

Changing The World

“Changing the world”, the official song for the 22nd World Scout Jamboree 2011 in Sweden, is written by Daniel Lemma (lyrics) together with Pär Klang and the rest of the Jamboree band.

The premiere was at the Head of Contingent meeting, and was broadcasted live. Here you can listen to the studio version of the song.

Daniel Lemma is a Swedish composer and singer from Nyhamnsläge in Skåne. More information about Daniel Lemma may be found at: http://www.daniel-lemma.com/

The Jamboree band consists of Pär Klang, John Söderdahl, Lennie Hansen, Anni Söderdahl, Johan Olsson, Martin Nobel och Anton Berg.

(di copy dari Scoutface )

(201) view

Jambore Internasional – Swedia 27 July – 08 August 2011

Perhelatan akbar “World Scout Jamboree” yang ke 22 akan digelar di Swedia, dan tema untuk acara akbar ini adalah: “Simply Scouting”

Tema ini diharapkan dapat menjawab banyak pertanyaan yang kerap muncul belakangan ini. Bagaimana sih rasanya ikutan jambore? Bagaimana caranya saya dapat berteman dengan banyak orang di sepenjuru dunia? bagaimana kita dapat belajar mengenai perkembangan global? bagaimana semua ini bisa terjadi? Jawabannya mudah saja: “Simply Scouting!”

Adakah rekan-rekan dari Bandung 19 – 20, yang kali ini turut berpartisipasi?

Silahkan kunjungi website resmi Jambore ke 22 untuk keterangan lebih lanjut http://www.worldscoutjamboree.se/

(375) view