Perubahan Pengurusan PASPOR RI

Informasi ini di-copy-paste dari surat elektronik dari Kak Djodi P. Dimjati di Milis Keluarga Besar B19 dan B20 . Secara pribadi Kak Djodi belum memeriksa ulang kebenaran berita ini, tetapi ada baiknya juga ditayangkan di Pangkalan Maya kita. Bukan tidak mungkin salah satu pengunjung ada yang dapat memberi kejelasan atau konfirmasi mengenai hal ini.
Update akan dilakukan bila ada informasi terkini mengenai topik pengurusan paspor RI ini.

Selamat membaca.

Selamat pagi semua…selamat memulai aktifitas.

Saya belum periksa, semoga informasi ini benar adanya:

Kepada khayalak ramai diberitahukan bahwa format Paspor RI mulai awal bln Sept mengalami perubahan yg sangat signifikan yakni tdk adanya lagi halaman legalisasi Kepala Kantor Imigrasi. Tdk perlu panik apabila akan ke LN termasuk Umroh dan Haji dgn mendatangi Kantor Imigrasi sehingga terjadi peningkatan pelayanan. Paspor model lama tetap berlaku dgn secara bertahap akan ditarik apabila telah hbs masa berlaku. Paspor model baru mengikuti standard ICAO yg diberlakukan dan diikuti oleh paspor2 neg2 seluruh dunia paling lambat th 2015. Penuh dgn security fiture yg bisa dilihat kasat mata maupun dgn bantuan alat dan dpt dibaca Machine Readable Passport yg terpasang di tempat2 pemeriksaan imigrasi pada negara yg akan dikunjungi. Tolong pemberitahuan ini disebarluaskan kpd seluruh handai taulan untuk menghindari ekses mis penipuan,percaloan dan perbuatan oknum yg tdk bertanggung jawab mengingat konsumen Paspor terdiri dari seluruh lapisan masy dan usia dari mulai tenaga kerja yg rentan menjadi obyek penipuan dan jamaah haji dan umroh yg kurang mendapatkan informasi ttg paspor.

Secara perlahan akhir tahun ini percaloan akan hilang karena permohonan akan diproses melalui system berdasarkan no antrian elektronik dan SEHARI JADI. System akan on line dgn BNI dan pembayaran dilakukan disana. Tdk ada lalu lintas uang lagi di Kantor Imigrasi. Uji coba skg lagi dilakukan di Kantor Img jkt Barat dan jkt Pusat. Pelayanan sehari jadi. Silahkan kunjungi kedua kantor itu.

Salam tiga jari,
Djodi

(321) view

Hasduk Berpola

Satu lagi film dengan latar belakang Pramuka. Rencana akan ditayangkan pada 21 Maret 2013, serentak di seluruh Indonesia. Jangan sampai ketinggalan!!

(303) view

Menarik dan Seru, Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”

Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.

“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.

Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.

Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.

Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN, Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah

Dikutip dari: Situs Gerakan Pramuka

(406) view

Monumen Pramuka Sedunia Bakal Dibangun di Lebak Harjo

Minggu, 19 Juni 2011 | 23:39 WIB

TEMPO Interaktif, Malang – Harijadi berjalan perlahan mendekati prasasti Community Development Camp (Comdeca) di Desa Lebak Harjo, Kabupaten Malang. Pada bagian atas prasasti terdapat patung empat pramuka penegak dan pandega memegang tiang bendera. “Pramuka membuka keterpencilan desa kami,” kata Harijadi, 79 tahun, warga Lebak Harjo, 65 kilometer selatan Kota Malang.

Dengan berseragam pramuka, Sabtu (18/6), Harijadi ikut berfoto bersama dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar di depan prasasti. Azrul yang ditemani pimpinan Kwarnas memang mengunjungi daerah ini untuk memantau persiapan Lebak Harjo sebagai Desa Pramuka dan rencana membangun Monumen Pramuka Sedunia. Azrul berharap monumen yang merupakan usulan Kwartir Daerah Jawa Timur itu dapat diresmikan tahun depan pada perayaan 100 tahun kepramukaan masuk ke Indonesia.

Dalam sejarah pramuka, Brownsea Island menjadi monumen atau tonggak karena merupakan lokasi diselenggarakannya perkemahan pramuka pertama kali pada 1907. Perkemahan di pulau yang terletak di selatan Inggris dan dipimpin Lord Baden Powell ini membidani kelahiran kepramukaan atau scouting.

Apa arti penting Lebak Harjo yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Malang ? “Wilayah ini menjadi wahana kegiatan pramuka yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Azrul Azwar. Pada 18 Juni sampai 29 Juli 1978, desa ini menjadi lokasi Perkemahan Wirakarya Nasional dan Perkemahan Wirakarya Asia yang pertama (1 st Asia Pasific Community Service Camp).

Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan bakti kepada masyarakat oleh penegak (usia 16-20 tahun) dan pandega (21-26). Kegiatan bakti ini diinspirasi oleh pidato Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada World Scout Conference ke-23 tahun 1971 di Tokyo, Jepang. Pidato Sultan HB IX yang ketika itu menjabat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini, mendapat sambutan luas dan dianggap sebagai pembaruan dalam kegiatan kepramukaan di dunia.

Presiden Soeharto membuka perkemahan ini dan menandatangani prasasti bertuliskan: “Di sini kau berbakti, di sini kau mengabdi, di sini kau bina perdamaian dunia.” Ribuan pramuka dari dalam dan luar negeri membangun jalan tembus Lebak Harjo ke pantai Licin, jembatan Belly, masjid, gereja, los pasar desa, Puskesmas dan melakukan kegiatan pemberantasan buta huruf.

Pada 26 Juli hingga 8 Agustus 1993, Lebak Harjo menjadi lokasi Community Development Camp. Pramuka utusan dari seluruh dunia membangun jalan tembus Lebak Harjo ke Lebakroto (ibu kota kecamatan Ampelgading dan tempat pelelangan ikan. Mereka juga mengeraskan jalan Lebakharjo-Licin, renovasi masjid dan gereja serta bakti non-fisik.

Kwartir Nasional pada 1989 mengikutsertakan Lebak Harjo dalam ajang World Scout Competition on Habitat mewakili Indonesia dan meraih juara kedua. Lebak Harjo memang sengaja dipilih menjadi lokasi bakti masyarakat pramuka. “Karena daerahnya terpencil dan warga sulit menjual hasil buminya,” kata Haryadi, mantan Ketua Sanggar Kerja Perkemahan Wirakarya Asia yang pertama tahun 1978. Dewan Kerja Daerah Jawa Timur dimana Haryadi menjadi ketuanya, lantas mengusulkan Lebak Harjo sebagai tuan rumah pada kwarda dan kwartir nasional.

Dikutip dari: Tempo Interaktif

(1794) view

Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc. (PH) mengharapkan kepada Kakak-kakak pimpinan kwartir baik kwartir daerah maupun kwartir cabang Gerakan Pramuka seluruh Indonesia untuk lebih aktif mempublikasikan pelaksanaan Lomba Karya Tulis dan Foto tentang kepramukaan 2011. Program Kwartir Nasional Tahun 2011 ini perlu mendapat dukungan penuh oleh seluruh pengurus di jajaran kwartir termasuk para Pelatih dan Pembina Pramuka di lapangan, sehingga informasi ini sampai hingga ke seluruh anggota Gerakan Pramuka.

“Peran pengurus disemua jajaran kwartir sangat menentukan tingkat keberhasilan dari pelaksanaan lomba ini. Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah yang konkrit sehingga pelaksanaan lomba ini dapat diketahui oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat”, ujar Kak Joedy, demikian sapaan akrabnya.

Melalui surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor: 0282-00-G tertanggal 1 April 2011 tentang Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto Kepramukaan dijelaskan bahwa Lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum Tahun 2011 ini pelaksanaannya dikaitkan dengan penyelenggaraan peringatan Tahun Emas “50 Tahun Gerakan Pramuka” pada bulan Agustus 2011 dengan tema “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”.

Menurut Kak Joedy, peserta lomba ini tidak hanya untuk wartawan, masyarakat umumpun boleh ikut menjadi peserta termasuk seluruh anggota Gerakan Pramuka baik golongan peserta didik maupun orang dewasa. Ketentuan umum dan ketentuan khusus lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum, dapat dilihat dengan cara membuka website Kwartir Nasional www.pramuka.or.id

Sedangkan karya tulis yang akan dinilai adalah karya tulis yang telah dimuat pada surat kabar, baik media cetak maupun media online  dan khusus karya foto tidak perlu, yang penting kedua karya tersebut (karya tulis dan foto) produk kurun waktu 22 Februari s.d 10 Juli 2011. Karya lomba itu dapat dikirim kepada panitia pelaksana, Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka, Jl. Medan Merdeka Timur 6, Jakarta Pusat 10110 paling lambat tanggal 15 Juli 2011.

Semua karya yang masuk menjadi milik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, namun hak cipta tetap pada pembuat karya. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiahnya akan dilaksanakan pada  acara Upacara Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2011 di Jakarta.

Hadiah Lomba Karya Tulis untuk juara I dengan hadiah Rp 7.500.000,-, juara II dengan hadiah Rp 5.000.000,-, dan juara III dengan hadiah Rp 3.000.000,-. Sedangkan Hadiah Lomba Foto untuk juara I dengan hadiah Rp 5.000.000,- juara II dengan hadiah Rp 3.000.000,- dan juara III dengan hadiah Rp 2.000.000,-.

 

 
(dikutip dari berita kwarnas)

(241) view