LT-1 2013, Minggu Ke-2

(393) view

Ada yg tahu kalau TAHURA Ir. H. Djuanda adalah yang pertama di Indonesia?

Hari ini 43 orang siaga didampingi oleh para pembina dan lebih dari setengah lusin orang tua, berjalan-jalan di Tahura Ir. H. Djuanda. Acaranya sangat semarak, dimulai dengan pengarahan yang dilakukan di playground, kemudian para siaga, pembina dan rombongan orang tua mulai berjalan ke gua Belanda, sambil diberi pengarahan tentang sejarah Tahura Ir. H. Djuanda dan juga mengenal tumbuhan serta serangga yang ada di dalam taman yang menarik ini. Sesampai di Gua Belanda, para siaga mulai menyusuri kegelapan gua dan melihat bagian bagian dalam gua, mulai dari tempat penyimpan amunisi, ruang tahanan, sampai pusat komunikasi.

Setelah puas bermain dalam kegelapan, para siaga mulai diuji untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus, tema untuk minggu ini adalah TKK Pengamatan. Para Siaga mulai diceritakan tentang Kim (Kimball O’Hara). Setelah cerita pendek dari kak Toni, kemudian mulailah para siaga diberi tantangan permainan KIM. Para siaga diminta untuk memperhatikan dan mengingat 12 benda yang telah dikumpulkan oleh ka Kendrick selama perjalanan. setelah waktu semenit habis, para siaga diminta untuk menyebutkan nama nama benda yang mereka lihat.

Setelah selesai dengan permainan Kim, para siaga kembali diminta menyusuri gua, untuk menemukan “tiket” keluar gua, tanpa tiket tersebut para siaga tidak boleh keluar dari gua. Tak disangka mereka sangat bersemangat dan sangat mahir dalam menemukan tiket yang telah disebar sepanjang gua oleh ka Tony Black. Dengan cepat mereka mengumpulkan tiket dan kemudian mereka langsung pergi mengikuti tanda jejak menuju Gua Jepang dan kemudian kembali ke starting point saat mereka berangkat tadi.

Acara hari ini ditutup dengan pengarahan dari Ka Irene tentang serangga dan jenis jenis laba laba yang mungkin dilihat oleh para siaga, tak lupa juga para siaga melahap roti coklat dan teh manis yang telah disediakan.

Berikut adalah ulasan tentang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikutip dari Wikipedia

Tahura Ir. H. Djuanda adalah taman terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda berbentuk hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Gunung Pulosari. Perintisan taman ini mungkin sudah dilakukan sejak tahun 1912 bersamaan dengan pembangunan terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung (kemudian hari disebut sebagai Gua Belanda), namun peresmiannya sebagai hutan lindung baru dilakukan pada tahun 1922.
Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan.
Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja (Ir. H. Djuanda) , maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir. H. Djuanda.
Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebut mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.
Pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Gubernur Mashudi sebagai Kebun Raya Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda yang kemudian menjadi embrio Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikelola oleh Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat).
Tahun 1978 pengelolaan dari Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat) diserahkan ke Perum Perhutani Jawa Barat.
Pada tahun 1980 Kebun Raya/Hutan Wisata yang merupakan bagian dari komplek Hutan Gunung Pulosari ini ditetapkan sebagai taman wisata, yaitu Taman Wisata Curug Dago seluas 590 ha yang ditetapkan oleh SK. Menteri Pertanian Nomor : 575/Kpts/Um/8/1980 tanggal 6 Agustus 1980.
Pada tahun 1985, Mashudi dan Ismail Saleh sebagai pribadi dan Soedjarwo selaku Menteri Kehutanan mengusulkan untuk mengubah status Taman Wisata Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya.
Usulan tersebut kemudian diterima Presiden Soeharto yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1985 tertanggal 12 Januari 1985. Peresmian Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Ir. H. Djuanda. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebagai Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.
Untuk menjamin susksesnya pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan Nomor : 192/Kpts-II/1985 membentuk Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang diketuai oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) serta menunjuk Perum Perhutani sebagai Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pembangunan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
Tugas Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah :
Memberikan pengarahan pembangunan dan pengembangan Taman Hutan Raya;
Menyusun rencana jangka panjang dan menengah;
Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pembangunan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
Anggota Badan Pembina terdiri atas Wakil Perguruan Tinggi, yaitu :
Rektor Institut Teknologi Bandung,
Rektor Universitas Padjadjaran Bandung, dan
Rektor Institut Pertanian Bogor.
Selain wakil perguruan tinggi juga ditunjuk wakil tokoh masyarakat.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa baik yang alami maupun buatan, jenis asli dan atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian dan pendidikan serta menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Sebagai salah satu bentuk pengelolaan kawasan pelestarian alam, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diharapkan mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis serta pelestarian pemanfaatan sumber daya hayati dan ekosistemnya. Pemanfaatan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda secara optimal akan memberikan pengaruh positif terhadap perlindungan plasma nutfah dan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar hutan maupun Cekungan Bandung pada umumnya.
Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal PHPA Nomor. 129/Kpts/DJ-VI/1996 adalah pada Pemerintah Daerah (Pemda) Tingkat I c.q. Dinas Kehutanan untuk wilayah di luar Jawa, sedangkan di Pulau Jawa diserahkan kepada Perum Perhutani.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 1998, tanggal 23 Juni 1998 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan di Bidang Kehutanan Kepada Daerah, menyebutkan bahwa pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengembangan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diserahkan kepada Pemda Tingkat I.
Dalam era otonomi daerah saat ini, sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom, dinyatakan bahwa Pemerintah Propinsi berwenang untuk memberikan pedoman penyelenggaraan pembentukan wilayah dan penyediaan dukungan pengelolaan Taman Hutan Raya. Untuk mempertegas kedua peraturan pemerintah tersebut di atas maka diterbitkan pula Keputusan Menteri Kehutanan nomor : 107/KPTS-UM/2003 tentang Tugas Perbantuan kepada Gubernur, Bupati atau Wali Kota, berkaitan dengan pengelolaan Taman Hutan Raya.
Mengingat lokasi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda berada pada lintas wilayah Kabupaten dan Kota, yaitu terletak di Kabupaten Bandung (Kecamatan Cimenyan dan Kecamatan Lembang) dan Kota Bandung (Kecamatan Coblong), maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000, kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Propinsi Jawa Barat, dalam hal ini adalah Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat.
Memperhatikan hal tersebut di atas Pemerintah Propinsi Jawa Barat membentuk Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat yang secara teknis maupun administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat. Ketentuan tersebut tercantum dalam Perda No. 5 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor : 15 Tahun 2000 tentang Dinas Daerah Propinsi Jawa Barat.
Kronologis Peraturan Perundangan Pengelolaan Taman Hutan RayaIr. H. Djuanda
No. PERATURAN PERUNDANGAN URAIAN
1. SK. Mentan Nomor : 575/Kpts/Um/8/1980 Penetapan Taman Wisata Curug Dago seluas 590 Ha
2. Tahun 1984 Penataan Batas kawasan oleh Badan INTAG-Departemen Kehutanan
3. Kepres Nomor : 3/M/1985 Penetapan Taman Wisata Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
4. SK. Menhut Nomor : 192/Kpts-II/1985 Pengaturan Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
5. SK. Menhut Nomor : 193/Kpts-II/1985 Penunjukkan Anggota Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Wakil PTN dan Tokoh Masyarakat
6. SK. Menhut Nomor : 107/Kpts-II/1985 penunjukan Anggota Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Wakil PTN dan Tokoh Masyarakat
7. SK. Menhut Nomor : 107/Kpts-II/2003 tgl 24 Maret 2003 Tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pengelolaan Taman Hutan Raya oleh Gubernur atau Bupati/Walikota
8. Perda Propinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2002 Perubahan Perda Propinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2000 tentang Dinas Daerah Propinsi Jawa Barat (Terbentuknya UPTD Balai Pengelolalaan Taman Hutan Raya)
9. Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2008 Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
10. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 120 Tahun 2009 Petunjuk Pelaksanaan Peda Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
[sunting]Objek Wisata di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Selain hutan alaminya dan untuk berolah-raga lintas alam THR Djuanda juga terdapat objek wisata lainnya:
Monumen Ir. H. Djuanda
Gua Jepang dan Gua Belanda
Kolam Pakar
Air terjun Curug Omas
Air terjun Curug Lalay
Air terjun Curug Dago
Museum Ir. H. Djuanda
Artefak kebudayaan purba yang pernah ditemukan di kawasan Dago Pakar
Prasasti Raja Thailand
Taman bermain
[sunting]

(675) view

LT-1 2013, Minggu Ke-1

LT 1 Minggu pertama dalam gambar

LT 1, minggu pertama dalam foto.

(396) view

Kunjungan Ke YONKAV 4 / TANK

Siang yang agak mendung cukup membuat para siaga dan penggalang resah, karena hari itu mereka sudah punya rencana besar yang sangat ditunggu tunggu, yaitu kunjungan ke Batalyon Kavaleri IV / Tank di daerah Turangga.

Sesudah korve Siaga berangkat diantar para orang tua, dan penggalang berangkat menggunakan angkutan kota. Proses berangkat cukup rumit juga karena total peserta hampir mendekati 90 orang. Tetapi dengan kepiawaian para pembina dan kerjasama dengan para orang tua, hal seperti ini bukanlah suatu masalah. Semua dapat diatur dengan cantik.

Sesampai di Yonkav IV adik-adik S&G disambut dan disuguhi PBB dan senam senjata. Tak kalah menarik, adik adik S&G boleh mencoba memegang dan bertanya mengenai senjata yang mereka lihat. Termasuk belajar dan mencoba memasang sangkur. Tentu saja ini adalah hal yang mengasyikan bagi mereka, bisa “bermain” dengan senjata asli ๐Ÿ™‚

Selesai bermain senjata, mereka pindah area, dan saat itu mereka mendapatkan hal yang lebih mengasyikkan lagi, yaitu bermain di atas tank. Tank AMX1 Canon buatan Perancis tahun 1962 memang barang tua, tetapi tidak menghalangi semangat anak-anak naik turun tank tersebut. Sebagian pembina bersyukur bahwa yang didemo-kan hari ini adalah tank, apabila yang dijadikan demo mobil sedan, tentu saja sudah penyok sana sini.

Acara di area tank ini tidak kalah menariknya dengan acara ditempat peragaan senjata tadi, adik adik banyak bertanya masalah teknis dan praktis soal tank. Ada yang bertanya apakah di dalam tank bisa merasakan gempa? ada juga yang bertanya apakah tank bisa jalan di atas jalan biasa? dan berjuta pertanyaan yang membuat para tentara cukup pusing menjawabnya

Tak terasa waktu sudah hampir 3 jam anak anak bermain di YonKav IV ini, walaupun masih tertarik untuk main, kakak-kakak pembina sudah mulai memanggil-manggil untuk segera kembali ke sanggar. Maka latihan seru hari ini diakhiri dengan foto bersama di atas tank. 90 orang berfoto bersama, dan tank-nya tidak terlihat sama sekali ๐Ÿ™‚

(2542) view

Baden Powell Day

Peringatan Baden Powell Day dimulai dengan game-game seru Bandung 19 – 20. Acara awal adalah korve pembukaan yang kemudian dilanjutkan oleh quiz tentang kepramukaan yang dipimpin oleh Ka Toni Suparman.

Setelah acara quiz selesai, para adik adik siaga ini diminta menyebrangi lautan besar, dengan menggunakan bangku yang ada untuk mengambil benda pusaka yang ada di seberang lautan, kalau ada yang belum jelas, bentuk lautannya seperti apa, mari kita simak gambar berjalan berikut ini:

Setelah selesai menyeberangi lautan, adik adik siaga diminta untuk berlomba mendapatkan benda pusaka ke2 yang dipegang oleh ka Kendrick, maka dengan serentak, bahkan ada juga yang tidak mau mendengarkan aba – aba mereka berlari kencang, ada yang lari zig-zag, ada yang lari menerobos kubangan, bahkan ada yang lari pelan-pelan (maksudnya ketinggalan di belakang)

Tantangan ketiga ini pun bisa diselesaikan dengan baik oleh adik adik siaga, setelah acara asah otak, kerja sama kelompok dan kecepatan, sekarang giliran acara melatih keseimbangan. Para adik-adik siaga diminta untuk berdiri di kubangan lumpur dengan satu kaki, siapa yang bertahan paling lama, menjadi juaranya. Setelah lama para adik-adik ini bertahan di atas lumpur, satu demi satu bertumbangan (baca: mandi lumpur) akhirnya tinggal 5 orang yang bertahan dan akhirnya hanya satu juara yang bisa mengalahkan semuanya dan siaga tersebut adalah James yang sangat tenang mempertahankan keseimbangannya.

Rupanya hanya sedikit bermain lumpur masih kurang seru untuk adik-adik siaga, maka setelah acara latihan keseimbangan tadi, para siaga ditantang untuk bermain loncat tali, dimana tempat mereka landing nanti adalah kolam lumpur. Untuk acara ini tidak semua siaga mau berpartisipasi, oleh karena itu oleh kakak-kakak pembina ditawarkan, siapa saja yang berani yang mau mencoba ini. Maka bermunculanlah para siaga pemberani, minimal berani mencoba, bukan kemenangan yang mereka cari. Setelah banyak yang mencoba mulai dari gaya lompat jauh, sampai gaya landing dengan muka mencium lumpur dahulu, akhirnya terpilih lagi juara yang bisa mengalahkan semuanya, siaga yang bisa melompat tanpa menyentuh tali dan berhasil landing dengan mulus, siaga tersebut adalah Pandu.

Setelah puas bermain lumpur, satu acara terakhir sebelum latihan ditutup, yaitu tarik tambang, semua kelompok diadu, setelah keluar kelompok pemenang, akhirnya anggota kelompok tersebut diadu untuk lomba tarik tambang perorangan. Dan pemenangnya adalah Aubrey yang bisa mengalahkan seluruh anggota kelompoknya.

Akhirnya karena waktu telah melewati pukul 18.30, adik-adik siaga dibubarkan tanpa korve penutup, untuk segera membersihkan diri dan mengganti pakaian yang basah. Setelah semuanya bersih dan rapih, acara hari ini ditutup dengan merayakan hari ulang tahun 3 rekan siaga, yaitu Peter, Maria dan …… ?

(289) view

All About Chocolate

Latihan pada hari ini dimulai pukul 12.00, diawali dengan korve pembukaan kemudian dilanjutkan dengan acara nyanyi bersama di depan sanggar, karena sampai dengan saat itu, sanggar masih terkunci rapat.

Sambil menunggu ka Toni yang hadir sekitar pukul 12.30, para siaga diberi pengarahan oleh Ka Kendrik, mengenai acara yang akan mereka lakukan hari ini. Seusai pengarahan singkat, seluruh siaga diberi kesempatan untuk berbelanja di Riau Junction. Berbekal uang Rp. 50.000 dan semangat yang membara, 33 orang siaga yang terbagi dalam 6 kelompok berlarian ke arah SD dan langsung menuju ke Riau Junction untuk kemudian berbelanja bahan masakan / kue yang akan mereka masak siang itu. Waktu untuk berbelanja hanya 30 menit dan setelah itu mereka semua kembali ke sanggar.

Setelah kembali ke sanggar, seluruh siaga mengembalikan uang yang tersisa, sambil di beri sedikit evaluasi, bagaimana mereka sebaiknya mengatur uang untuk belanja barang yang mereka perlukan. Setelah selesai evaluasi mereka mulai bersiap siap dan berangkat menuju ke Lili Patisserie di jl. Gempol

Sesampai di Gempol, para siaga belajar menyanyikan lagu baru untuk menyambut ka Yayan yang akan mengajarkan mereka cara membuat coklat. Sedikit pengarahan dari Ka Yayan dan mulailah para siaga bereksperimen mencetak coklat, ada yang berhati hati menuangkan coklat, ada yang sengaja menumpahkan coklat cair agar bisa dijilat, juga ada yang mukanya belepotan coklat, tetapi mereka semua tampak gembira.

Selesai mencetak coklat, semua coklat diberikan ke ka Yayan untuk dibekukan, dan para siaga mulai berkompetisi membuat Rhum Balls, hasil belanjaan mereka dikeluarkan dan mulailah semua biskuit dihancurkan, awalnya semua menggunakan ulekan, tetapi karena keterbatasan alat, mulailah ide ide cemerlang bermunculan, ada yang tangan untuk meremas biskuit, ada yang menggunakan kaleng susu kental yang belum dibuka, botol minum, pokoknya segala macam alat yang keras digunakan untuk menghancurkan biskuit-biskuit mereka.

Sampai akhirnya tak terasa hampir 2 jam berlalu, jadilah rhum balls ciptaan mereka, ternyata kreasi para siaga tidak kalah dengan kue-kue yang dijual di toko-toko, hasilnya sangat original dan menarik, sehingga para juri bingung memilih, siapa yang akan jadi pemenangnya

Setelah berembuk cukup lama para juri menentukan bahwa kelompok 6 lah sebagai juara, pemenang mendapatkan hadiah dari Ka Yayan dan setelah itu mulailah coklat yang selesai di cetak tadi dibagikan untuk para siaga.

Para siaga dengan tekun menempatkan coklat tsb dlm dus yang special dan dus tsb diberi pita merah, sehingga coklat coklat yang cantik tersebut siap diberikan pada orang tua mereka. Akhirnya acara pesta coklat ini berakhir pukul 16.37 dan para siaga segera kembali ke sanggar untuk korve penutup. Foto-foto acara yang seru ini bisa dinikmati di gallery berikut:

(423) view

Belanja Ke Gramedia

Sore tadi adik-adik siaga memulai korve pembukaan pukul 14.00 dengan diselimuti langit yang mendung dan lapangan yang becek, karena hujan yang cukup deras sempat lewat walaupun hanya sesaat. 38 orang siaga penuh semangat hadir dalam latihan hari ini, tampak wajah-wajah yang ceria, walaupun gerimis masih menitik sedikit demi sedikit.

Selesai korve, matahari mulai mengintip sedikit demi sedikit dan semangat para adik adik siaga semakin membara, terutama setelah setiap orang dibagikan voucher untuk belanja di Gramedia sebesar Rp. 15.000. Dengan segera mereka membentuk barisan dan siap siap berangkat ke Gramedia.

Bandung 19 - Bandung 20
Berangkat ke Gramedia

Sesampai di Gramedia, mereka disambut oleh 3 orang kakak pegawai Gramedia, Adik adik siaga ini dibagi menjadi 3 kelompok untuk mendengarkan pengarahan kakak-kakak pegawai Gramedia. Mereka diajak berkeliling dari lantai yang paling rendah sampai dengan lantai yang paling tinggi.

Bandung 19 - Bandung 20
Ngantri masuk sambil mendengarkan pengarahan

Tampaknya banyak penjelasan yang dilewatkan begitu saja, karena bagian yang adik-adik minati hanya ada di lantai yang paling atas, tidak lain dan tidak bukan adalah bagian komik ๐Ÿ™‚

Bandung 19 - Bandung 20
liat - liat - pilih - pilih - apa yang mau di beli ๐Ÿ™‚

Bandung 19 - Bandung 20
clingak clinguk cari barang bagus

Ternyata setelah penjelasan berakhir, adik-adik siaga ini belum diperbolehkan belanja, tetapi di test oleh kakak-kakak pegawai Gramedia, apakah mereka mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari kakak-kakak pendamping mereka atau tidak. Ternyata adik-adik Bandung 19 dan Bandung 20 tidak memalukan sama sekali, semua hadiah disapu sampai ludes.

Bandung 19 - Bandung 20
Di test apakah mendengarkan dan memperhatikan petunjuk kakak dengan baik?

Bandung 19 - Bandung 20
Horeee ... saya bisa jawab pertanyaan dan bakalan dapat hadiah

Akhirnya setelah acara belanja selesai, pukul 17.00 adik-adik Siaga dan para pembina pulang kembali ke sanggar, tampak wajah-wajah gembira karena banyak yang mendapatkan buku-buku yang mereka dambakan.

Sebelum korve penutupan, kita semua merayakan ulang tahun teman teman kita yang kebetulan berulang tahun di bulan Januari, mereka adalah: Yohana, Jason, Megan & Helena. Kue coklat yang enak bin nikmat itu dipotong menjadi 41 potong dan dibagikan pada seluruh perindukan Siaga Bandung 19 dan Bandung 20 … walaupun cuman dapet secuil yang penting bahagia bisa merayakan ulang tahun bersama-sama.

Bandung 19 - Bandung 20
bagi kue-nya ... bagi kue-nya .. bagi kue-nya sekarang juga

(361) view

Congratulation for 50 years anniversary

From Krisna Adilukito

Buat semua kakak, adik Bandung 19 dan 20.

Selamat buat anniversarynya. Sayang tidak bisa datang. Tuhan berkati selalu semoga acara sukses, cuaca baik dan banyak senang. Saya bangga dan berterima kasih pada semua kakak yang sudah menanam disiplin dan team work spirit yang berguna sampai sekarang saya masih ikut scouting di USA. Also Merry Christmas and Happy New Year to all

Sanggar Baru di di Aloysius sangat baik

God Bless You all from Kris Adilukito Bandung 19 now in troop 101 Pomona USA

Congratulation for 50 years anniversary
From Troop 101 Pomona USA

(286) view