WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

KONDISI CAMP JAMBORE
Sebelumnya saya mau ceritakan mengenai “keadaan” Camp Jambore: Camp ini didirikan di tepi pantai/ daerah seluas 1.200 hektar, dimana yang dipakai untuk area Jambore “hanya” 500an hektar. ” Isi ” dari Camp ini terbagi atas 4 kelompok yaitu (1) Camp Village (Areal berkemah), (2) Common Area (Area Umum/ Service Area), (3) Activities Area & (4) World Scout Centre. Selain itu camp ini mempunyai Reservoir, Central Arena dan beberapa pintu masuk, tapi yang umum dipakai adalah Gate 6 & Gate 9.
Dibelah oleh jalan utama yang dinamakan Chaopraya Road.

ad.1. Camp Village :
Terbagi atas 4 Perkampungan Perkemahan yaitu Camp A,B,C & D. Setiap perkemahan berbentuk 1/2 lingkaran , dimana Village A bersatu dg B membentuk sebuah lingkaran , demikian juga C&D. Antara 2 lingkaran itu ada Activities Area : GDV, COS,COC. Diatasnya ada World Scout Centre, Prayer Valley, Central Arena dan Reservoir. Ditengah lingkaran ada (dua) Common Area.
(Bayangkan sebuah kue donat, lingkaran kosongnya adalah Common Area, dibagi 2 jadi setiap setengah lingkaran punya 1 common area dan 1 village)
-Setiap Village/Camp dibagi dalam 6 Sub Camp, yaitu A1 sd A6 ,B1 sd B6, C1 sd C6 & D1 sd D6 . (jadi satu kue donat dibagi 12 potong berbentuk ” kerucut 1 dimensi”).
-Setiap Sub Camp diisi 15- 18 pasukan yang tiap pasukannya beranggotakan 40 orang, jadi 1 Sub Camp rata rata beranggotakan 650 orang peserta. (Total yang ikut Jamboree 17.000 – 19.000 orang)
– Isi setiap Sub Camp (kerucut; dari pintu masuk, makin membesar ke belakang) adalah: (Kiri) Chief of Sub Camp Tent, Sub Camp Office, Camp Meeting Tent, (kanan) Toilet and Shower, 2 “Toren” air minum, (didepan) Arbour , Stage& Area, (di belakang) Troop Area (1 sd 18), dan terakhir dibagian belakang sekali Camp Equipment dan Garbage Bin.
-Di Sub Camp saya B-3: Baffin Bay diisi oleh pasukan dari Indonesia, Belgium, Italy, Japan, Denmark, Mexico, Eurasia, Switzerland, 3 pasukan UK & 5 pasukan Thailand.

Ad.2. Common Area :
Isinya: Sawadde Centre, Supermarket, Toilet, Clinic&SAPO, Telephone, Village Office, Internet & Post Office, Bank, Photo, Laundry dan Free Time Activities arena. Semua Village punya Common Area seperti ini , hanya tata letak dan “kelengkapannya” yg berbeda. Supermarket yang paling “laku”, karena ber AC. 🙂

ad.3.Activities Area :
Yaitu areal/kompleks: Face the waves (pantai), GDV, COS, COC, Tournament & Prayer Valley.

ad.4.World Scout Centre, dll
Di World Scout Centre didirikan tenda tenda besar untuk Kontingen Head Quarter setiap negara (WOSM exibition), World Scout Museum, World Scout Jamboree Shop, International Press Centre, WSJ office, WOSM office, dll

Di Camp juga ada 2 Bicycle Rental, Jamhotel (khusus IST & Staff Kontingen), 2 Cafetaria (khusus IST & SK) & IST Village.

…..lanjutan cerita …..
Sabtu, 28 Des 2002 malam, Opening Ceremony.
Oh, iya ada yang kelupaan yaitu sebelum acara Opening Ceremony dengan semua peserta Jamboree di Central Arena, di Sub Camp pun diadakan Sub Camp Opening Ceremony. Waktunya yaitu sore hari jam 5an. Semua anggota Sub Camp kumpul di sekitar “stage” Sub Camp.
Putra Yos akhirnya menempati Sub Camp B 3 : Baffin Bay dan putri di D 1 :Caribbean Sea. Setiap peserta diberi/harus memakai Setangan leher (hijau u/ Penggalang, Orange u/BinDamping, Merah u/ IST, biru untuk Staff Kontingen, putih u/ Special Guess dan abu abu untuk Thai Crew) , ID Card dan “peneng” berupa gelang tangan seperti di RS yang tidak bisa dibuka dan warnanya disesuaikan dg Sub Campnya (putra (B3) ungu, putri (D1) kuning). Juga diberi Hand book yang berbeda untuk BinDamping dan Peserta (yang peserta ada kolom Aktivity, yang setiap melakukan suatu aktivities akan diberi STIKER tanda ikut serta kegiatan, apabila peserta bisa/telah mengikuti 90 % semua aktivities maka dia akan mendapatkan JAMBOREE AWARD.).

Jam 7.30 kita kita disuruh berbaris dg seragam lengkap menuju Central Arena, semua berkumpul di depan stage, dari Sub Camp ke Central Arena makan waktu 1/2 jaman. Pasukan kita berbaris sambil bernyanyi, tentunya lagunya anak Gontor & KalTim, tapi karena mereka sudah sering menyanyikannya maka anak- anak sepasukan sudah bisa ngikutin. Kontingen lainnya juga jadi tidak mau kalah, mereka jadi ikut menyanyikan lagu/yel mereka , wah jadi seru. Begitu di jalan utama ketemu rombongan dari Sub Camp lain mereka juga ikut ikutan. Jadilah perjalan ke Central Arena tidak terasa dan menggembirakan. Lautan manusia berjalan searah menuju ke Central Arena. Jalan penuh sesak oleh orang orang dan barisan jadinya tidak rapi lagi, tapi kita tetap mencoba untuk berkelompok terus. Untunglah begitu mau memasuki Central Arena ada petugas security (IST) yg memegang poster dengan tulisan/no Sub Camp sehingga bisa dirapikan dan menunggu acara dimulai. Semua peserta disuruh duduk sesuai pasukan dan Sub Camp masing masing. Tetapi karena lama menunggu dan suasana begitu meriah maka peserta banyak yg tidak tahan untuk tetap duduk diam. Banyak yang berfoto ria dan berkenalan. Semua larut dalam kegembiraan. Petugas security sibuk terus menertibkan barisan, tapi tetap saja peserta sibuk berfoto ria. (Termasuk saya) :). Securitynya tidak (bisa) marah, karena mereka dari pertama datang sudah diberi tahu, bahwa tugas mereka adalah untuk men”servis” peserta. Malah banyak dari mereka turut berfoto ria dg peserta.
Begitu Raja Thailand mau datang, barulah barisan benar benar ditertibkan. Semua dilarang untuk berkeliaran lagi. Tapi setelah raja memberikan sambutan dan acara hiburan dimulai maka suasana “meriah” kembali. Untuk suatu acara yang dihadiri 17.000 – 19.000 orang, maka boleh dibilang itu sih masih tertib terkendali.
Acara hiburannya yaitu antara lain : Parade bendera kontingen, Paduan suara Lagu Jambore, Tarian Kick Boxing Massal, dll.
Setelah raja meninggalkan acara, maka acara hiburan dilanjutkan sebentar lagi , kemudian semua perlahan lahan membubarkan diri. Kali ini semua pulang sendiri sendiri. (Kita tetap bersama ). Pulangnya juga berduyun duyun, jalan penuh lagi dengan lautan manusia yang kembali kearena perkemahan.
Malam ini tidur enak sekali, mungkin karena cape dan semua berjalan baik pada hari ini.

Besok adalah hari pertama aktivitas, dimana acara untuk besok adalah pagi: Tournament, siang: City of Sience dan malam adalah Passport to World.

……to be continue……..

(178) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi sudah bangun, badan sudah agak kuat. Saya mencoba mencari informasi yang benar. Bersama ka Bagio, saya jalan ke Kontingen Head Quarter (4 KM), untung bisa langsung ketemu sama Staff Kontingen yang bisa memberikan posisi kita yang benar yaitu benar di B3. Saya mau meledak, tapi untung masih bisa kontrol. Akhirnya saya “maafkan” saja. Saya mencoba mencheck dulu kesana (4 KM lagi). Setelah di check dengan Sub Camp Officernya, memang ternyata nama kita ada disana. (terdaftar nama setiap peserta, jadi kita tidak bisa sembarangan tinggal). Seharusnya informasi ini sudah kita ketahui sebelumnya, saya tidak tahu bagaimana mereka (Staff Kontingen) mengurusnya ! (Selanjutnya saya mengurus sendiri semua keperluan, langsung dg Panitia World Jamboree (Sub Camp Office)). Saya dan pak Bagio kembali lagi ke D5 (6 KM an) dengan membawa 1 lori. Dengan 3 kali angkut semua barang bisa kita pindahkan ke B3. Pada kesempatan nungguin barang dibawain ke B3 , Sindhu bilang bahwa kita bisa nyewa sepeda. Apa? nyewa sepeda? Kalau melihat luasnya Camping Area yang jarak dari satu tempat ke tempat lain yang harus ber KM- KM, sarana ini harus dipergunakan ! “Kamu tahu tempatnya , Sin ?”, “Tahu, dibelakang D1″ katanya , ” Bagus, kamu pinjamin deh, nih uang 1000 bath, bawa ! “. Dalam waktu relatif singkat Sindhu membawa sepeda. Wah, seneng deh, semangat timbul lagi ! Begitu dia keluarin bonnya, alamak….. 80 USD ?.
“Sin, berapa ?”. “Pake uang saya dulu kak 2200”. Ternyata bener bener 3200 bath. Engga tahu gimana ngitungnya 80 USD= 3200 bath. Disana kurs 1 bath = Rp.300,- jadi kalau dihitung ke rupiah Rp.960.000,-. Kalau dihitung kurs di Indonesia 1 bath = Rp. 220 jadi Rp. 704.000,-.
Mau gimana lagi, soalnya sudah dipinjam. Tapi pilihan ini tidak salah. Karena sangat membantu mobilitas saya. Cuman yach itu , mahalnya itu … ngga ketulungan ! Biarlah….. sedikit borju! Langsung dengan sepeda saya ke Head Quarter lagi ngambil Tenda. Jam 2 siang akhirnya anak anak selesai mendirikan tenda dan saya selesai mengurus Voucher makanan mereka. (Anak- anak = 2 regu, regu 3 & 4 Pas 5). Langsung kita ke supermarket, buat makan! Dari kemarin, sekarang baru sempat makan!. Nikmatnya ke super market, bisa makan dan ber AC, tanpa malu malu kita langsung makan di Super market ngga keluar dulu. Setelah makan barulah semangat kita pulih lagi. Pulangnya kita dirikan gapura bareng anak Gontor.
Oh, iya setiap anak mendapatkan Voucher senilai +/- 1500 bath, itu sebenarnya untuk jatah 22 kali makan. tetapi karena kita sudah ketinggalan 5 kali makan maka bisa dianggap setiap kali makan kita punya jatah 100 bath. Cukup besar karena kalau beli makanan jadi di super market: 1 nasi dg sayur daging = 35- 45 bath, coca cola kaleng = 15 bath total maks 60 bath. Disamping kita harus beli sendiri ke super market, kita juga punya jatah lunch box sebanyak 12 kali ,total = 34 kali jatah makan selama event berlangsung. Tidak terasa hari sudah mulai malam, kita mandi dan mengambil jatah lunch box kita, ganti seragam siap siap untuk acara “Opening Ceremony” yang jadwalnya jam 8.

terusannya :……. “Opening Ceremony”

(135) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Jam 2 pagi kita sudah dibangunkan,karena sebagian tidak tidur maka urusannya jadi gampang dan dg singkat bisa berkumpul di aula. Jam 4.30 kita berangkat ke airport, sebelumnya kita berkumpul untuk berdoa. Sebelum naik ke bus, Smailing Tour membagikan snack untuk sarapan pagi, tapi tidak berlaku untuk anak Gontor karena mereka tidak menggunakan jasa Smailing Tour. Jam 5.30 kita Check In di Bandara, itu juga cukup enak karena kita tidak perlu mengurus bagasi dan check In nya, langsung dibagikan Pasport lengkap dengan Boarding pass, tanda pembayaran fiskal & Airport tax.

Jam 8.15 kita take off dg pesawat GA 822 menuju Bangkok. Ada suatu kejadian sebelum berangkat, yaitu pada saat mau masuk gate 14, kita semua berbaris dan ka Kwarnas yang pada saat itu mengantar memberikan ucapan perpisahan (dia nanti nyusul sebagai Visitor). Dia marah karena pada saat itu anak anak Gontor membawa beberapa plastik besar Hoka Hoka Bento, langsung dicerca habis, dikatakan borjuis dan tidak solider dan makanannya harus ditinggal.Waduh, kasian juga tapi yach cari masalah aja sih. (Waktu ngobrol ngobrol kemudian dg pembinanya dia memberi alasan bahwa mereka belum sarapan pagi karena tidak mendapat jatah dari Smailing Tour, jadi mereka beli HokBen). Yah, kita sih ngertiin tapi mungkin caranya itu yg terlalu menyolok.

Jam 11.15 kita sampai di Don Muang- Thailand, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok (kaya pengumuman Pramugari saja). Kita langsung ambil bagasi kita, sambil tidak lupa anak Yos (terutama yg laki) membantu membawakan barang barang kontingen. Inilah satu hal yang sangat membanggakan buat saya, karena anak anak kita mau/ selalu membantu. Dan itupun dirasakan oleh Staff Kontingen sampai akhir perjalan kita. Mereka berterima kasih dan memberikan pujian buat kita. Demikian juga anak putri kita, pembina pendampingnya yaitu ka Elly yang saya sudah kenal, bilang begini :”Ton, gua yang terima kasih, gua banyak dibantu sama anak2 elu. Gua demen banget sama anak anak elu !”. Hal itu diucapkannya ketika saya berterima kasih kepada dia karena dia mendampingi anak anak putri kita selama Jambore. (waktu itu saya telepon ketika dalam perjalanan pulang ke Bandung).

Ok. kita terusin ceritanya.
Di airport kita sudah ditunggu rombongan yang berangkat tanggal 26, dari sini kita akan berangkat bersama sama ke Camp. Kasian juga kalau denger cerita mereka selama nginap di KBRI. Ternyata KBRI tidak siap (tidak tahu ?) menerima rombongan ini, sehingga mereka cukup terlantarkan. Mereka hanya diberi tempat untuk istirahat di semacam aula. Tanpa alas, tanpa makanan, pokoknya usaha sendiri. Ke WC pun katanya harus antri karena terbatasnya sarana.
Jam 14.15 kita berangkat dari Airport menuju Camp (Sattahip). Kita di airport cukup lama karena panitia harus mencheck semua barang bawaan dan juga orang yang cukup banyak. (Disini mulai terlihat kerja panitia yang tidak terkoordinasi/ terencana dg baik, yg kerja cuma itu itu saja dan semua pekerjaan mereka terus yg mengerjakan, panitia yang lain tidak tahu apa apa). Dengan pengawalan Mobil polisi dan motoris kita sampai di pintu gerbang Camp (Gate 9) jam 17.00.

Disana kita harus nunggu didalam Bus sampai berjam-jam, panitia kontingen mengurus registrasi. Supir bus sudah tidak sabar, dia ngomel ngomel terus dalam bahasa Thailand. Saya merasa bahwa bus itu di carter panitia Jambore, dan dia merasa sangat dirugikan karena waktunya terbuang percuma dan bensinnya tekor karena mesin mobil harus dijalankan untuk menghidupkan AC. Kita akhirnya mendapatkan ID Card, karena syarat untuk masuk ke Camp harus punya ID. Waktu di gate ini kita bertemu dengan rombongan peserta Indonesia lainnya yang dari embarkasi Dumai (Caltex).

2 bus sudah tidak sabar dan langsung masuk, bus sayapun sudah maju mundur terus , tapi si supir tidak bisa pergi karena dia harus nunggu penumpangnya lengkap baru bisa pergi. Dan lagi saya serombongan dengan para Staff Kontingen (Staff Kontingen yang turun ada 5 orang dan tidak balik balik, sementara staff kontingen yg lain seperti saya bilang dulu , tidak tahu apa apa).

Akhirnya saya menyusul turun untuk mencheck. Karena di bus tinggal saya yang bisa berkomunikasi dg bahasa inggris (yang terus terang kacau). Ditempat registrasi ternyata staff kontingen yang mengurus masih sibuk. Kayanya mereka baru bisa berangkat kalau semua sudah beres. Saya akhirnya berkeputusan untuk balik lagi ke bus, karena sayapun tidak tahu harus membantu apa dan tidak tahu apa yang harus diurus. Ternyata bus saya sudah berangkat ! Walah…, bagaimana bisa begini ? Akhirnya saya balik lagi ke tempat registrasi, kebetulan ada bus rombongan Indonesia yang akan berangkat, langsung saya naik! ….. Ternyata ….rombongan Gontor …..!!
Yach sudah lah, daripada tidak bisa masuk ke Camp.

Ternyata (belakangan saya baru tahu) masuk ke Camp harus lewat Gate 6, jadi dari tempat registrasi (di Gate 9) harus ke gate 6 dulu. Dari gate 9 ke gate 6 macet sekali, karena banyaknya peserta yang masuk hari ini. Total peserta Jambore antara 17.000- 19.000 orang. Bayangkan saja !

Ditengah jalan saya nekat turun karena bus tidak jalan jalan dan saya tidak nyaman satu bus dg anak anak gontor (yg terlalu pede (tidak sopan)). Saya pikir saya akan jalan saja ke pintu gate daripada kesel nunggu di dalam bus yg berhenti total. Waktu jalan akhirnya saya menemukan bus saya. Dan saya langsung naik lagi. Akhirnya bus jalan lagi. Waktu dipintu gate ditanya kita di Sub Camp mana?
Semua orang tidak tahu. Akhirnya kita harus jalan terus karena mobil kita menghalangi antrean yg sangat panjang dan kita diberhentikan di tengah area Perkemahan. Bayangkan ditengah camp seluas 500 hektar, kita tidak tahu harus kemana dan tempat ini sangat asing buat kita lagian hari sudah gelap. Rombongan Indonesia diturunkan terpencar disepanjang jalan ditengah area perkemahan. Lama sekali kita menunggu, tetapi kita tidak tahu harus kemana. Waktu mendekati tengah malam, tetapi belum ada keputusan dari Panitia Kontingen Indonesia. Yang kita tahu adalah kabar dari para IST Indonesia bahwa di Sub Camp anu ada tempat untuk orang Indonesia, di sub Camp anu ada lagi dst. Jadi sebagian mulai pergi meninggalkan tempat kita menunggu.Saya tidak mau ceroboh, jangan sampai kita pergi tidak pasti tempatnya. Tapi staff kontingen yang ada disana (yg tidak tahu apa apa) mengumumkan bahwa kita disuruh pergi mencari sendiri tempat untuk orang Indonesia. Waduh, gimana ini. Saya coba tanya ke mereka kira kira kita harus kemana ? ke Camp A, B, C atau D, dan Sub Camp apa ?. Karena tiap camp terdiri dari Sub Camp- Sub Camp (Setiap Camp terdiri dari 6 Sub Camp, Tiap Sub Camp bisa untuk 20 pasukan). Akhirnya kita diberi tahu bahwa ada tempat untuk orang Indonesia di Sub Camp C1, C3 dan D1& D3. Saya membawa rombongan saya yang terdiri dari 3 regu yaitu Pas 5 regu 3 , Pas 5 regu 4 dan Pas 10 regu 1 (regunya putri kita). Pertama kita jalan ke Sub Camp C1, yang “terdekat”(2 KM), ternyata disana sudah penuh, demikian juga Sub Camp C3, kita teruskan lagi ke D1 (3 KM lagi). Disana juga penuh. Pasukan saya istirahatkan di D1, karena bawaan yang berat dan kondisi kita yg kecapaian dan kelaparan, sementara saya sendiri pergi ke D3 , penuh lagi. ke D2 , tidak ada untuk orang Indonesia. Saya bingung dan mulai kecapaian, saya minta tolong kepada petugas Sub Camp untuk mencarikan dimana “seharusnya” tempat saya ini. Petugas Sub Camp D2 bilang bahwa saya di B3, (tapi saya ragu apa betul ?). Akhirnya saya pulang lagi ke D1, memberi kabar ke pasukan , tentang ke tidak jelasan kita. Darwin akhirnya menemani saya menghubungi petugas Camp D1, untuk minta ijin tinggal di D1. Dengan putus asa saya bilang (dalam bahasa Inggris yg pas pasan) : “Saya minta ijin untuk sementara tinggal disini dan mohon diberi makanan”.

Setelah itu saya tidak kuat lagi (huek) muntah deh !. Saya istirahatkan dulu, sementara 3 anak juga sakit. Akhirnya saya dapat kabar kita bisa ke D5, disana masih ada yang kosong. Tapi ka Elly memutuskan untuk tetap tinggal di D1 karena 2 anaknya sakit. (dia bawa handphone dan marah marah ke Kwarnas !). Barang saya dibawakan dan setelah agak mendingan saya menyusul ke D5. Disana anak anak Kaltim mendirikan tenda yang kebetulan di bawa oleh mereka, sedangkan tenda kita tidak tahu dimana rimbanya. Jadi 20 anak tidur di 2 tenda kapasitas 10 orang. Saya akhirnya memilih tidur diluar. Jam 2 malam saya mencoba untuk istirahat. Saya mendapat kabar lagi bahwa ada 1 anak putri ka Elly dibawa ke Rumah Sakit, Rusi lah yang ngurusinnya. Malam itu Rusi harus jalan +/- 20 KM, 1 x jalan ke rumah sakit dari D1 +/- 7 KM , pertama dia ikut nganter pake ambulans ke RS, dia harus balik lagi ke D1 ambil obat, nganter obat ke RS dan balik lagi ke Camp D1. Langsung besoknya Rusipun sakit !

Hari ini bener bener sengsara !!!

(121) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Dari pagi kita sudah disuruh mengumpulkan bagasi (Gear Bag) kita. Dan kita sudah beres siang harinya, dari jadwal jam 4 sore. Aturan yang diberlakukan Kwarnas yaitu setiap orang hanya boleh membawa 1 Gear Bag ukuran 30x30x70 cm yang baru bisa dibongkar di Camp dan 1 Day Pack (ransel) yang dibawa masuk ke pesawat (Gear Bag maupun Daypack seragam dari Kwarnas).

Untuk perlengkapan kontingen ini, yang terdiri dari: 1 Gear Bag, 1 Day Pack, 1 Hip Pocket, 1 Jacket yg bisa dijadikan rompi, 1 kaos, 1 Celana panjang coklat yg bisa jadi celana pendek, 3 Badge kontingen kita dicharge Rp. 400.000,- .
Siang ini acara relatif sudah tidak ada. Anak anak disuruh latihan Poco poco dan Sajojo lagi, tapi yang ikut hanya sedikit. Mungkin sibuk mengurus barang bawaan ataupun sudah mulai jenuh dan juga sebagian peserta & pelatihnya sudah berangkat ke Bangkok duluan.

Siang / sore ini keluarga saya & keluarga anak anak pada datang, mereka mengambil pakaian kotor yang dipakai selama di Cibubur.
Malamnya diadakan perayaan Natal bersama Kwarnas yang dihadiri tidak saja oleh Kontingen Jambore, tetapi semua Pramuka/ Andalan Kwarnas, malah orang tua Sindhu/Rusi dan Jessica ikut perayaan ini dan langsung pulang setelah perayaan selesai karena sudah malam dan harus balik ke Bandung.

Malamnya kita relatif tidak tidur karena jam 2 subuh (27 Des) kita sudah harus bangun dan bersiap siap berangkat.

to be continue………..

(162) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi harinya umat Katholik pergi ke Katedral untuk ikut Misa Natal yang dipimpin oleh Kardinal. Rombongan hanya 1 bus, karena sebagian sudah ikut misa malam natal dan masih belum nongol lagi ke Cibubur (itulah keuntungan orang Jakarta). Rombongan dipimpin oleh ka Paulus (salah seorang “Top Level” Andalan Nasional). Siang harinya setelah makan siang anak anak berkumpul kembali di aula, sedangkan para pembina berkumpul di ruang lain untuk mendapat briefing dari Smailing Tour. Sorenya briefing dari Smailing Tour untuk semua peserta. Malamnya latihan Poco Poco dan Sajojo lagi.
Nah, malam ini saya boyong semua anak anak untuk tidur di “bungalow pribadi” saya.
Wah, jadinya malah ribut terus sampai malam. Tapi lebih mending daripada tidak menggunakan fasilitas yang ada dg baik dan kesepian. 🙂

Catatan:
Pada malam ini (jam 3 pagi tgl 26 Des), rombongan ke 2 yang terdiri dari sebagian staff Kontingen dan regu dari Papua berangkat duluan, mereka tinggal dulu sehari di KBRI Bangkok dan bergabung kembali dg kita nanti, karena tiket pesawatnya untuk tgl 27 tidak cukup.

(162) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Paginya kita mendapat kabar bahwa Team IST sudah berangkat tetapi Advance Team tidak bisa berangkat karena tidak kebagian tempat, mereka akan berangkat bersama kita nanti. Pada saat itu kita (maupun Kwarnas) tidak menyadari bahwa ini akan menjadi “masalah besar” buat kita nantinya.

Ok, kita kembali ke kegiatan.
Acara hari ini difokuskan pada Kesenian , pagi hari untuk Kesenian daerah dan malam hari untuk Latihan Tarian Poco poco dan Sajojo. Kesenian daerah yang terpilih yaitu 1dari Kaltim Pa , 1 dari Jateng pi , 1 lagi dari Papua pa , sementara itu dari daerah lain tidak ditampilkan dalam Indonesian Days dan tampil hanya di Sub Camp saja. (Saya rada tenang juga untuk Kesenian karena di Pasukan saya Kaltim ada 2 tarian dan Gontor ada 2 tarian lengkap dg kostumnya, pokoknya kalau diminta tampil di Sub Camp, pasti ok ! Terus terang persiapan kita untuk kesenian sangat minim, karena anak anak kita waktunya tersita untuk ulangan umum di sekolah, sehingga saya ambil keputusan untuk tidak terlalu memaksakan tapi konsentrasi pada pelajaran sekolahnya. Nah, sekarang ada yg siap tentu saja kita senang). Siang ini kita mendapat kunjungan dari ka Susi (eks Pembina 07020) yg tentu saja menggembirakan buat anak anak.

Hari ini untuk umat Kristiani (Protestan) malamnya mengikuti Kebaktian malam Natal. Umat Katholik mengikuti misa pagi tgl 25 Des. Yang mengikuti Kebaktian malam Natal (Protestan) ternyata ada 2 bus (lebih dari 60 orang) dipimpin oleh Ka/Pendeta Stefanus (Andalan Nasional bidang Rohani Protestan), (pulangnya mereka makan malam di Mc Donald, jadi baru jam 10an baru nyampe di Cibubur). Sementara itu banyak pula umat Katholik dari DKI yang “kabur” untuk merayakan/ mengikuti Misa pada malam Natal ini. Kita yang dari “daerah” pasrah aja ikut misa besok paginya.
Tidak banyak yang bisa diceritakan pada hari ini, selain malamnya saya rada “kesepian” soalnya di “bungalow” saya tinggal sendirian dan lagi letaknya paling ujung komplek.

(125) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara utama pada hari ini adalah Pelepasan Kontingen Garuda oleh Presiden Megawati di Istana Negara. Hal itulah yang menyebabkan kita ke Cibubur maju ke 21 Des, bukan 25 Des. Sebab rencana semula kita akan diterima ibu Mega pada 26 Des.
Otomatis acara pagi dan siang ini terfokus pada kegiatan ini. Setelah makan siang rombongan berangkat ke Istana Negara, rombongan berjumlah 5 bus dg beberapa kendaraan pribadi dan ambulans, dikawal dengan motoris. Disetiap bus dipasang spanduk: “Kontingen Pramuka Indonesia – 20th World Scout Jamboree – Thailand”.

Kita sampai di Istana Negara jam 1an siang, setelah melalui pemeriksaan kita berkumpul di halaman dalam Istana. Ternyata ibu presiden baru bisa datang jam 3 an, jadi kita nunggu disana cukup lama juga. Barisan yang semula rapi akhirnya kacau juga, kita akhirnya disuruh duduk menunggu. Baru kemudian setengah jam sebelum ibu datang , kita disuruh berbaris lagi. Protokol Istana mengumumkan bahwa kita tidak boleh mengambil foto dan keluar dari barisan. Acaranya yaitu Laporan dari ketua kontingen (pak Sundoro), Pidato dari ibu Mega dan salaman. Semua satu persatu berbaris bersalaman dg ibu Mega dan Mentri Pendidikan dan KaKwarnas. Seharusnya setiap orang punya satu foto yang bersalaman dg ibu Mega, tapi ngga tahu kenapa, di kita hanya Sindhu saja yang ada (kebagian) dan Arief harus nebus Rp.300.000,- untuk mendapatkan 3 lembar Repro fotonya. Janjinya sih setiap orang akan mendapat gratis 1 lembar foto. Nanti saya akan coba urus ke Kwarnas. Setelah ibu Mega dan MenDikBud meninggalkan istana, kita “dijamu” snack oleh pelayan Istana, dan kemudian langsung pulang kembali ke Cibubur. Perasaan waktu itu macet, karena waktunya berbarengan dengan waktu pulang kantor, sehingga walaupun dikawal, tetap saja lama nyampainya.

Begitu nyampai kita sudah disiapkan makan malam dan pada jam 8 kita berkumpul kembali di aula. Acara malam ini yaitu Kesenian Daerah. Setiap daerah diminta untuk menampilkan kesenian daerahnya masing masing. Yang akan dipilih untuk ditampilkan pada “Indonesian Day’s” di Jambore nanti. Prioritas sudah ditentukan dan akan dipilih 3 tarian daerah, juga tarian bersama yaitu Poco Poco dan Sajojo. Malam ini yang tampil adalah tarian dari KalTim Putra (Juara LT V pa) 2 tarian, Putri Jateng (Juara LT V pi) dan Putra Papua (Juara 2 LT V pa), yang lain belum kebagian karena hari sudah malam maka semua disuruh beristirahat, untuk dilanjutkan besok paginya.

Malam ini sayapun tidak bisa beristirahat dengan lebih awal, soalnya Darwin sibuk beres beres barang, karena dia harus berangkat jam 2 malam ini. Yang akan berangkat pada tanggal 24 Des jam 2 pagi ini adalah para IST dan Advance Team (Staff Kontingen Indonesia yang berangkat lebih awal untuk mempersiapkan/mengurus keperluan kontingen pada saat kedatangan nantinya).

Ada yang unik pada malam ini, yaitu IST yang pertama datang dan yang pertama menempati “bungalow”, menawarkan kamar mandi yang ada di kamarnya (kamar no.1). Saya rada heran, lho ternyata kamar dia ada kamar mandinya segala. Tapi pada saat itu saya sungkan dan menolak (ngga enak masuk kamar orang), saya bilang nanti saja kalau besok dia pergi kamarnya saya akan tempati. Eh, pas mau berangkat dia bilang lagi kalau di kamar dia ada AC nya. ……Busyet !!! Jadi selama ini dia diam aja dan rada kaku, soalnya dia merasa agak bersalah, kalau kita ribut soal panas. Begitu IST (dia) berangkat jam 2 an, langsung saja saya mengungsi. Weleh….nyamannya..! Dasar rejeki, tidak bisa ditolak !

(141) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi pagi jam 5.30 saya bangun. Langit sudah terang. Dengan mengenakan pakaian santai saya keluar. Diluar anak anak sudah pada bangun. Karena lokasinya seperti di GOR Pajajaran- Bandung, maka pemandangan pertama yang saya lihat adalah anak anak yang sedang lari pagi. Yach jadinya ikut deh lari pagi mengelilingi lapangan sepak bola yang lumayan gede. (2x lapangan Aloy). Lari 2 putaran sudah kerasa, untung citraku tidak jatuh karena sudah disuruh berkumpul ditengah lapangan untuk Senam Pramuka :). Nah, seperti yang sudah diceritakan Darwin. Pagi ini kita sudah kena sarapan marah marah dari Pelatih Senam. Kaget juga! Galak amat sih! Maklum hari pertama, jadi anak anak dan para pembina pendamping pada basa basi saling berkenalan , jadi si pelatih merasa tidak diperhatikan :). Jam 7 kita sarapan pagi dengan agak cepat, karena kita diumumkan oleh panitia bahwa akan disediakan bus berangkat ke gereja jam 8. Bus kecil dengan seat max 40 orang diisi oleh 70 orang, yang tentu saja bisa dibayangkan sampai luber, pada berdiri sampai depan pintu. Anak anak senang senang saja malah pada berebut berdiri didepan pintu. Perjalanan ke gereja yang katanya dekat/dibelakang kompleks, ternyata cukup memakan waktu (ada mungkin 1/2 jam), kerasa juga soalnya selain sangat padat juga puanasnya. Pokoknya lamaan dikit jadi pindang presto. Akhirnya kita sampai juga di gereja, setelah supirnya beberapa kali berhenti untuk nanya.

Rombongan yang terdiri dari umat Protestan dan Katholik merasa beruntung mendapatkan lokasi yang mempunyai 2 gereja yang berseberangan. Sehingga terbayang masing masing dapat beribadat sesuai keyakinannya. Tapi kenyataan berbicara lain. Ibadat untuk Protestan sudah hampir berakhir, sehingga begitu masuk mereka langsung Diberkati dan bubar. Akhirnya semua jadi ikut Misa. Rugi? Malah ada yang berkomentar mereka beruntung, karena diakhir misa mereka diberkati lagi. Jadi 2 kali diberkati. lol. Oh, ya.. Lokasinya yaitu di Ciracas – Cipayung, nama gerejanya gereja St.Yohanes (Hasil interogasi dari umat yang duduk disebelah). Pulangnya kita langsung makan Siang. Dan dilanjutkan dengan pertemuan di Aula Sarbini jam 2 siang.

Acara pertemuan siang ini adalah:
– Sambutan Ketua Kontingen oleh KaHarKwarNas (LaksDa Sundoro Syamsuri (purn)) Diteruskan dengan pemilihan Pratama Utama (terpilih cewek dari DKI) dan latihan untuk acara Pengukuhan.
– Pengukuhan Pasukan Garuda oleh ka Kwarnas ( LetJen H.A. Rivai Harahap (purn))
Singkatnya… acara selesai pada sore harinya dan kita mandi, dan makan malam.

Jam 19.30 kita kumpul lagi di aula Sarbini untuk Pemantapan Regu.
Isinya yaitu pemilihan ketua regu, Pratama Pasukan dan pembagian tugas dalam regu.
3 Putra Yos bergabung dengan 5 putra Kaltim dan 1 putra Sulut di Pasukan V regu 4 dengan BinDamping Toni S dari Yos 19. (regu Kaltim adalah regu juara LT V se Indonesia. Mereka dibagi dua; 5 orang di regu saya, 5 orang lagi di pas V regu 3 dg BinDamping Drs.Achmad Subagyo dari Kaltim)
(Selama kegiatan Jambore, 2 regu ini selalu bersama sama)
Sementara 3 Putri Yos bergabung dengan 4 putri Serviam-St.Maria Jakarta dan 2 putri Sorong di Pasukan X regu 1 dg BinDamping ka Elly Sumarsih dari Serviam- St.Maria- Jkt. Arief terpilih sebagai Wakil ketua Regu, sedangkan Rusi terpilih sebagai ketua regu merangkap Pratama Pasukan. (Rusi paling sibuk diantara anak anak Yos yang lain selama Jambore)

Sementara BinDamping dan anggota IST disuruh berkumpul di ruang (Mawardi?) untuk briefing tentang Gambaran umum Jambore. Disini Darwin terpilih sebagai koordinator IST (terutama kerjanya ngurusin tenda) :).

Setelah pertemuan malam ini , kita istirahat, tapi tetap saja tidurnya larut malam, asyik ngerumpi dan kenalan……. (Dan terganggu oleh Darwin yang sibuk bolak balik ngurusin IST (tenda))

Ada kejadian siang ini yang mungkin “berkesan” buat semua peserta Jambore.
Ceritanya , sepulang dari gereja masih banyak peserta Jambore yang baru datang, diantaranya adalah anak anak dari pesantren Gontor (Jatim). Mereka datang dengan menggunakan 2 bus (terdiri dari 2 regu putra, 2 regu putri , 4 Bindamping dan +/- 6 IST , total 50 orangan).
Seragam mereka “sedikit” berbeda dengan seragam anak anak lainnya. Celananya celana panjang, dilengkapi dengan topi lapangan,syal dg rumbai orange,sarung tangan kulit dan tas pinggang hitam kecil. Seragam dari ujung kepala sampai ujung kaki (kali celana dalemnya juga sama :)). Keren abis ! Demikian juga dengan putrinya, merekapun seragam abis, dengan tidak lupa menggunakan jilbabnya. Anaknya udah gede gede (2 SMA). Begitu turun dari Bus mereka “berdefile”, berbaris dengan lagu lagu dan gerakan mereka yang seragam, mengelilingi camp. Weleh weleh !!! Anak anak pada nonton, seperti saya merekapun “terkesan”.

Atmosfir suasana berubah, Ini kan Jambore bukan Lomba Tingkat, begitu sebagian pembina berkomentar . Pujian dan cibiran datang bertubi tubi, sementara Gontor tetap cuek dan ritual mereka terus dilakukan . Karena dengan ritual mereka itu mereka sering datang terlambat dalam pertemuan dan Bindampingnya tidak pernah hadir dipertemuan. (Mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri) Dan memang mereka sudah menyiapkan segalanya “sedikit berbeda” dengan yang lain (Kwarnas), seperti kendaraan ke Airport, pengangkutan barang, acara sesudah Jambore (mereka tour ke Singapore dan Malaysia) dan hal-hal lainnya. Tentu saja hal ini membuat Kwarnas pusing dan “marah”, karena mereka jadi harus membagi perhatian dan menambah urusan mereka. Kita kita sih oke oke saja selama tidak mengganggu !. Tapi kekhawatiran buat saya tetap ada ! Masalahnya : Putra Gontor se Pasukan dengan saya di Pasukan V mereka regu 1 & 2 , bagaimana kalau mereka bikin acara sendiri atau macam macam dan tidak bisa berkoordinasi dengan Kwarnas, bisa bikin pusing saya juga akhirnya. Beban mental ngga ? Di Pasukan saya benar benar Pasukan “Istimewa”, Pasukan V ini terdiri dari 4 regu, dimana 2 regu dari Gontor (regu “elite”) dan 1 regu KalTim (regu “Juara”)(walaupun dipecah 2 regu, mereka tetap gabung terus). Kita sisanya bagaikan semut diantara Gajah, yg kalau perang , kita yang kena injak. Tapi ……Siapa takut ! .. 🙂

besok diterusin lagi ………

(135) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan di Sanggar (Gudep)

Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.

Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).

Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.

Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka 🙂

Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.

Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.

Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.

(118) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan oleh Gubernur Jabar (WaGub)
Jam 8 kita disuruh berkumpul di Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jam 9 acara dimulai. Kita berkumpul disatu ruangan, yang tidak bisa menampung semua yang hadir karena banyaknya pengantar (ortu) yang datang. Padahal sebelumnya sudah diberi tahu bahwa pengantar hanya Mabi dan perwakilan orang tua (dari setiap pangkalan ) (kita terdiri dari 3 pangkalan). Dari kita yang hadir adalah Ka Yoseph, Pak Tri ,Ibu Aimee Duval dan ka Marcus, ortu saya himbau untuk tidak hadir. Setelah berfoto bersama di halaman Gedung sate kita bubar dan kembali ke Sanggar.

(128) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat
Jam 8 kami kumpul lagi di Kwarda. Materi hari ini adalah Pengenalan Senam Pramuka & Kesenian Daerah. St. Aloysius membawakan Pencak Silat (Jurus), SLTP 14 membawakan Pencak silat (Tarian), Kabupaten Bandung (Jaipong). Dilanjutkan dengan latihan Senam Pramuka Indonesia. Setelah break makan siang acara diulangi lagi. Dan berakhir sekitar jam 2-an lagi.

(128) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat & Pengepakan barang.

Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.

Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.

Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .

– Toni White

(132) view