Ulang Tahun Gudep

Sekarang sedikit mengenai tanggal 4 Desember 1961. Anda-anda melihat bahwa cukup lama waktu lewat sebelum saya menuliskan tulisan ini. Itu terutama disebabkan karena saya berupaya menemukan kembali catatan harian saya (berupa agenda-agenda) untuk kurun waktu itu. Tetapi sampai minggu lalu itu upaya tadi tidak berhasil. Yang ketemu cuma berbagai catatan berupa koleksi quotation dan puisi yang sedikit banyak mencerminkan jalan fikiran pada waktu itu. Juga usaha saya untuk mengkontak Kak Reyno buat mencocokan ingatan, tidak berhasil minggu lalu itu, karena beliau, menurut orang di rumahnya, sedang berada di luar kota. Karena itu tulisan ini tidak bisa saya konfirmasikan dengan records yang autentik, dan betul-betul cuma berdasar ingatan seorang tua (menjelang pikun ?) yang menurut kak Jiwatampu sudah kehilangan daya mampu sebagian neuronnya, hehe.

Begitulah menyambung skenario dalam tulisan yang terdahulu, pada perempat tahun terakhir dari tahun 1961 tersebut, kak Reyno dan saya sendiri, sebagai plonco-plonco di PMKRI Sancto Thomas Aquinas (Bandung) bertemu dengan beberapa senior yang juga berasal dari Semarang, dan berasal dari berbagai pasukan Kepanduan Katolik disana. Maka terjadilah diskusi yang hangat mengenai topik yang sedang hangat pada waktu itu: nasib gerakan Kepanduan. Setelah berbagai argumentasi pro dan kontra, kami sampai pada kesimpulan bahwa Kesetiaan pada Janji Pandu bukannya harus dibuktikan dengan sikap kecewa, ngambek (atau “mutung” dalam bahasa Jawa) terhadap gerakan baru yang bernama Pramuka ini, tapi justeru dengan sikap tanggung jawab yang diajarkan Baden Powell yang menuntut kami untuk berusaha memengerti, dan dimana bisa,ikut mengarahkan gerakan baru ini ke jalan yang menurut kami benar, yakni membina generasi muda dalam kemampuan mandiri, tanggung jawab, rasa sosial dan nasional, toleran dan tidak cengeng.
Caranya justeru dengan ikut serta dalam pembentukannya ! Kebetulan para senior itu (kak Hendropranoto, kak Mardi Hartanto dan seorang lagi: kak Tam Auw yang saya tidak tahu nama barunya) sebagai orang-orang yang sudah lebih lama tinggal di Bandung tahu bahwa pada waktu itu praktis semua Pasukan Kepanduan yang mereka kenal di paroki-paroki mereka sudah non-aktif. Satu yang mereka tahu masih ada cuma pasukan Jeanne d’Arc di Santa Angela. Maka kami diajak untuk melihat bagaimana meng”hidupkan kembali” semangat Baden Powell ini. Dengan sedikit (atau banyak?) nekat, kami berkesimpulan bahwa kekosongan yang pasti ada di sekolah-sekolah Katolik yang telah menerima instruksi Pemerintah untuk mendirikan Pramuka di tiap sekolah, merupakan kesempatan baik untuk memulai semua ini, karena menulisi kertas kosong pasti lebih mudah daripada mencobanya pada kertas yang sudah diisi tulisan. Dan disepakati suatu skenario yang “cantik”: Meminta bantuan uskup Bandung waktu itu, Monsigneur Arnzt OSC, untuk menganjurkan kepala-kepala sekolah Katolik di Bandung guna mengirimkan wakil-wakilnya buat kami bantu dalam mempersiapkan Pramuka di sekolah masing-masing. Suatu langkah yang tidak akan mudah, karena bagaimana kami bisa berharap bahwa Uskup berani mempertaruhkan hal sepenting ini pada segelintir pemuda yang bahkan belum dikenalnya, sebab semuanya bukan warga Bandung. Tapi rupaya Tuhan memang menuntun kami, sehingga keluarlah anjuran Uskup yang dimaksud. Maka terlaksanalah apa yang kami namakan “kursus Pembina Pramuka TRIWIKRAMA” (nama ini adalah nama aji Batara Kresna dimana dewa itu berubah menjadi raksasa berkepala dan bertangan banyak menjelang perang Bharatayudha). Sejalan dengan ketentuan yang ada, kami melaporkan hal ini kepada Kwartir Gerakan Pramuka Kodya Bandung yang waktu itu untung diisi oleh bekas-bekas pandu yang simpatik terhadap gagasan kami seperti Kak Idik Sulaiman, Kak Joko Suyoso, Kak mayor Sediatmo dll.) Dan terlaksanalah kursus Triwikrama (ada yang mengistilahkan “Tiwikrama”) di sekolah Trinitas (jalan Waringin, Bandung), dimana sekolah-sekolah Santa Angela, Supratman, Cikutra, Pandu, Waringin, Jalan Jawa dan mungkin beberapa lagi yang saya sudah lupa, mengirimkan guru-guru (bahkan ada kepala sekolah yang ikut sendiri), dan oleh kami-kami beberapa ex-pandu (juga dibantu pimpinan Jeanne d’Arc seperti Kak Ria, Laura, Threes, Fin de Fretes, Sri, Monica, Lian, Murdiatun, dll) di”beri petunjuk” mengenai bagaimana nantinya membentuk pramuka di sekolah masing-masing. Tentunya menurut versi kami-kami, yang sejujurnya juga sendiri belum tahu apa dan bagaimana pramuka itu. Kursus yang berlangsung selama 3 hari itu (Jumat 1/12 s/d Minggu 3/12/ ’61) selesai dengan sukses (!). Keesokan harinya, tanggal 4 Desember 1961, Kakwarcab Bandung, May. Sediatmo meresmikan Gudep Bdg-19 kami, bersamaan dengan Bdg-6, Bdg-80, Bdg 14, Bdg-27, dll dll).

Tahun berikutnya, ketika Yosaphat Sudarso , seorang perwira Katolik, gugur diatas KRI Macan Tutul dalam perjoangan pembebasan Irian Barat pada tanggal 15 Januari 1962, Gugusdepan Bdg-19 mengambil nama tadi sebagai nama resmi Gugusdepan. Adapun Sint Joris (bahasa Belanda), atau Saint George (bahasa Inggris) yang dulu memang dianggap sebagai pelindung Kepanduan Katolik, otomatis juga diambil sebagai Santo pelindung Bdg-19. Itu sekedar dongeng mengenai berdirinya Bandung-19 kita ini. Mengenai Bandung-20, yang bisa berceritera mengenai ini tentunya Kak Toni, Kak Loeke dan rekan-rekan penerus, sebab kejadiannya setelah kami-kami generasi pertama meninggalkan kota Bandung.

Salam Tiga Jari

Kanda George

(345) view

Stay Young

“Youth is not a time of life, it is a state of mind. It is a temper of the will, a quality of the imagination, a vigor of the emotions, a predominance of courage over timidity, of the appetite for adventure over the love of ease.
Nobody grows old by merely living a number of years. People grow old by deserting their ideals. Years wrinkle the skin, but to give up enthusiasm wrinkles the soul. Worry, doubt, self-distrust, fear and despair, these are the long, long years that bow the head and turn the growing spirit back to dust.
Whether seventy or seventeen there is in every beings heart the love of wonder, the sweet amazement of the stars and the starlight things and thoughts, the undaunted challenge of events and the childlike appetite for what’s next, and the joy and the game of life.
You are as young as your faith, as old as your doubt, as young as your self-confidence, as old as your fear. So long as your heart receives messages of beauty, cheer, courage, grandeur and power from the earth, from man, and from the infinite, so long you are young.”
– General Douglas MacArthur

(223) view

Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc. (PH) mengharapkan kepada Kakak-kakak pimpinan kwartir baik kwartir daerah maupun kwartir cabang Gerakan Pramuka seluruh Indonesia untuk lebih aktif mempublikasikan pelaksanaan Lomba Karya Tulis dan Foto tentang kepramukaan 2011. Program Kwartir Nasional Tahun 2011 ini perlu mendapat dukungan penuh oleh seluruh pengurus di jajaran kwartir termasuk para Pelatih dan Pembina Pramuka di lapangan, sehingga informasi ini sampai hingga ke seluruh anggota Gerakan Pramuka.

“Peran pengurus disemua jajaran kwartir sangat menentukan tingkat keberhasilan dari pelaksanaan lomba ini. Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah yang konkrit sehingga pelaksanaan lomba ini dapat diketahui oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat”, ujar Kak Joedy, demikian sapaan akrabnya.

Melalui surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor: 0282-00-G tertanggal 1 April 2011 tentang Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto Kepramukaan dijelaskan bahwa Lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum Tahun 2011 ini pelaksanaannya dikaitkan dengan penyelenggaraan peringatan Tahun Emas “50 Tahun Gerakan Pramuka” pada bulan Agustus 2011 dengan tema “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”.

Menurut Kak Joedy, peserta lomba ini tidak hanya untuk wartawan, masyarakat umumpun boleh ikut menjadi peserta termasuk seluruh anggota Gerakan Pramuka baik golongan peserta didik maupun orang dewasa. Ketentuan umum dan ketentuan khusus lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum, dapat dilihat dengan cara membuka website Kwartir Nasional www.pramuka.or.id

Sedangkan karya tulis yang akan dinilai adalah karya tulis yang telah dimuat pada surat kabar, baik media cetak maupun media online  dan khusus karya foto tidak perlu, yang penting kedua karya tersebut (karya tulis dan foto) produk kurun waktu 22 Februari s.d 10 Juli 2011. Karya lomba itu dapat dikirim kepada panitia pelaksana, Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka, Jl. Medan Merdeka Timur 6, Jakarta Pusat 10110 paling lambat tanggal 15 Juli 2011.

Semua karya yang masuk menjadi milik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, namun hak cipta tetap pada pembuat karya. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiahnya akan dilaksanakan pada  acara Upacara Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2011 di Jakarta.

Hadiah Lomba Karya Tulis untuk juara I dengan hadiah Rp 7.500.000,-, juara II dengan hadiah Rp 5.000.000,-, dan juara III dengan hadiah Rp 3.000.000,-. Sedangkan Hadiah Lomba Foto untuk juara I dengan hadiah Rp 5.000.000,- juara II dengan hadiah Rp 3.000.000,- dan juara III dengan hadiah Rp 2.000.000,-.

 

 
(dikutip dari berita kwarnas)

(241) view

Changing The World

“Changing the world”, the official song for the 22nd World Scout Jamboree 2011 in Sweden, is written by Daniel Lemma (lyrics) together with Pär Klang and the rest of the Jamboree band.

The premiere was at the Head of Contingent meeting, and was broadcasted live. Here you can listen to the studio version of the song.

Daniel Lemma is a Swedish composer and singer from Nyhamnsläge in Skåne. More information about Daniel Lemma may be found at: http://www.daniel-lemma.com/

The Jamboree band consists of Pär Klang, John Söderdahl, Lennie Hansen, Anni Söderdahl, Johan Olsson, Martin Nobel och Anton Berg.

(di copy dari Scoutface )

(202) view

IF YOU THINK

If you think you are beaten, you are

If you think you dare not, you don’t

If you like to win, but think you can’t

It’s almost cinch you won’t

 

If you think you’ll lose, you’re lost

For you in the world we find

Success begins with a fellow’s will

It’s all in the state of mind

 

If you think you are outclassed, you are

You’ve got to think high rise

You’ve got to be sure of yourself

before you can ever win a prize

 

Life’s battle don’t always go to

the stronger and faster man

But sooner or later the man who wins

is the man who thinks he can

 

SHIV KHERA 1998

(199) view