WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi harinya umat Katholik pergi ke Katedral untuk ikut Misa Natal yang dipimpin oleh Kardinal. Rombongan hanya 1 bus, karena sebagian sudah ikut misa malam natal dan masih belum nongol lagi ke Cibubur (itulah keuntungan orang Jakarta). Rombongan dipimpin oleh ka Paulus (salah seorang “Top Level” Andalan Nasional). Siang harinya setelah makan siang anak anak berkumpul kembali di aula, sedangkan para pembina berkumpul di ruang lain untuk mendapat briefing dari Smailing Tour. Sorenya briefing dari Smailing Tour untuk semua peserta. Malamnya latihan Poco Poco dan Sajojo lagi.
Nah, malam ini saya boyong semua anak anak untuk tidur di “bungalow pribadi” saya.
Wah, jadinya malah ribut terus sampai malam. Tapi lebih mending daripada tidak menggunakan fasilitas yang ada dg baik dan kesepian. 🙂

Catatan:
Pada malam ini (jam 3 pagi tgl 26 Des), rombongan ke 2 yang terdiri dari sebagian staff Kontingen dan regu dari Papua berangkat duluan, mereka tinggal dulu sehari di KBRI Bangkok dan bergabung kembali dg kita nanti, karena tiket pesawatnya untuk tgl 27 tidak cukup.

(163) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Paginya kita mendapat kabar bahwa Team IST sudah berangkat tetapi Advance Team tidak bisa berangkat karena tidak kebagian tempat, mereka akan berangkat bersama kita nanti. Pada saat itu kita (maupun Kwarnas) tidak menyadari bahwa ini akan menjadi “masalah besar” buat kita nantinya.

Ok, kita kembali ke kegiatan.
Acara hari ini difokuskan pada Kesenian , pagi hari untuk Kesenian daerah dan malam hari untuk Latihan Tarian Poco poco dan Sajojo. Kesenian daerah yang terpilih yaitu 1dari Kaltim Pa , 1 dari Jateng pi , 1 lagi dari Papua pa , sementara itu dari daerah lain tidak ditampilkan dalam Indonesian Days dan tampil hanya di Sub Camp saja. (Saya rada tenang juga untuk Kesenian karena di Pasukan saya Kaltim ada 2 tarian dan Gontor ada 2 tarian lengkap dg kostumnya, pokoknya kalau diminta tampil di Sub Camp, pasti ok ! Terus terang persiapan kita untuk kesenian sangat minim, karena anak anak kita waktunya tersita untuk ulangan umum di sekolah, sehingga saya ambil keputusan untuk tidak terlalu memaksakan tapi konsentrasi pada pelajaran sekolahnya. Nah, sekarang ada yg siap tentu saja kita senang). Siang ini kita mendapat kunjungan dari ka Susi (eks Pembina 07020) yg tentu saja menggembirakan buat anak anak.

Hari ini untuk umat Kristiani (Protestan) malamnya mengikuti Kebaktian malam Natal. Umat Katholik mengikuti misa pagi tgl 25 Des. Yang mengikuti Kebaktian malam Natal (Protestan) ternyata ada 2 bus (lebih dari 60 orang) dipimpin oleh Ka/Pendeta Stefanus (Andalan Nasional bidang Rohani Protestan), (pulangnya mereka makan malam di Mc Donald, jadi baru jam 10an baru nyampe di Cibubur). Sementara itu banyak pula umat Katholik dari DKI yang “kabur” untuk merayakan/ mengikuti Misa pada malam Natal ini. Kita yang dari “daerah” pasrah aja ikut misa besok paginya.
Tidak banyak yang bisa diceritakan pada hari ini, selain malamnya saya rada “kesepian” soalnya di “bungalow” saya tinggal sendirian dan lagi letaknya paling ujung komplek.

(128) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara utama pada hari ini adalah Pelepasan Kontingen Garuda oleh Presiden Megawati di Istana Negara. Hal itulah yang menyebabkan kita ke Cibubur maju ke 21 Des, bukan 25 Des. Sebab rencana semula kita akan diterima ibu Mega pada 26 Des.
Otomatis acara pagi dan siang ini terfokus pada kegiatan ini. Setelah makan siang rombongan berangkat ke Istana Negara, rombongan berjumlah 5 bus dg beberapa kendaraan pribadi dan ambulans, dikawal dengan motoris. Disetiap bus dipasang spanduk: “Kontingen Pramuka Indonesia – 20th World Scout Jamboree – Thailand”.

Kita sampai di Istana Negara jam 1an siang, setelah melalui pemeriksaan kita berkumpul di halaman dalam Istana. Ternyata ibu presiden baru bisa datang jam 3 an, jadi kita nunggu disana cukup lama juga. Barisan yang semula rapi akhirnya kacau juga, kita akhirnya disuruh duduk menunggu. Baru kemudian setengah jam sebelum ibu datang , kita disuruh berbaris lagi. Protokol Istana mengumumkan bahwa kita tidak boleh mengambil foto dan keluar dari barisan. Acaranya yaitu Laporan dari ketua kontingen (pak Sundoro), Pidato dari ibu Mega dan salaman. Semua satu persatu berbaris bersalaman dg ibu Mega dan Mentri Pendidikan dan KaKwarnas. Seharusnya setiap orang punya satu foto yang bersalaman dg ibu Mega, tapi ngga tahu kenapa, di kita hanya Sindhu saja yang ada (kebagian) dan Arief harus nebus Rp.300.000,- untuk mendapatkan 3 lembar Repro fotonya. Janjinya sih setiap orang akan mendapat gratis 1 lembar foto. Nanti saya akan coba urus ke Kwarnas. Setelah ibu Mega dan MenDikBud meninggalkan istana, kita “dijamu” snack oleh pelayan Istana, dan kemudian langsung pulang kembali ke Cibubur. Perasaan waktu itu macet, karena waktunya berbarengan dengan waktu pulang kantor, sehingga walaupun dikawal, tetap saja lama nyampainya.

Begitu nyampai kita sudah disiapkan makan malam dan pada jam 8 kita berkumpul kembali di aula. Acara malam ini yaitu Kesenian Daerah. Setiap daerah diminta untuk menampilkan kesenian daerahnya masing masing. Yang akan dipilih untuk ditampilkan pada “Indonesian Day’s” di Jambore nanti. Prioritas sudah ditentukan dan akan dipilih 3 tarian daerah, juga tarian bersama yaitu Poco Poco dan Sajojo. Malam ini yang tampil adalah tarian dari KalTim Putra (Juara LT V pa) 2 tarian, Putri Jateng (Juara LT V pi) dan Putra Papua (Juara 2 LT V pa), yang lain belum kebagian karena hari sudah malam maka semua disuruh beristirahat, untuk dilanjutkan besok paginya.

Malam ini sayapun tidak bisa beristirahat dengan lebih awal, soalnya Darwin sibuk beres beres barang, karena dia harus berangkat jam 2 malam ini. Yang akan berangkat pada tanggal 24 Des jam 2 pagi ini adalah para IST dan Advance Team (Staff Kontingen Indonesia yang berangkat lebih awal untuk mempersiapkan/mengurus keperluan kontingen pada saat kedatangan nantinya).

Ada yang unik pada malam ini, yaitu IST yang pertama datang dan yang pertama menempati “bungalow”, menawarkan kamar mandi yang ada di kamarnya (kamar no.1). Saya rada heran, lho ternyata kamar dia ada kamar mandinya segala. Tapi pada saat itu saya sungkan dan menolak (ngga enak masuk kamar orang), saya bilang nanti saja kalau besok dia pergi kamarnya saya akan tempati. Eh, pas mau berangkat dia bilang lagi kalau di kamar dia ada AC nya. ……Busyet !!! Jadi selama ini dia diam aja dan rada kaku, soalnya dia merasa agak bersalah, kalau kita ribut soal panas. Begitu IST (dia) berangkat jam 2 an, langsung saja saya mengungsi. Weleh….nyamannya..! Dasar rejeki, tidak bisa ditolak !

(143) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi pagi jam 5.30 saya bangun. Langit sudah terang. Dengan mengenakan pakaian santai saya keluar. Diluar anak anak sudah pada bangun. Karena lokasinya seperti di GOR Pajajaran- Bandung, maka pemandangan pertama yang saya lihat adalah anak anak yang sedang lari pagi. Yach jadinya ikut deh lari pagi mengelilingi lapangan sepak bola yang lumayan gede. (2x lapangan Aloy). Lari 2 putaran sudah kerasa, untung citraku tidak jatuh karena sudah disuruh berkumpul ditengah lapangan untuk Senam Pramuka :). Nah, seperti yang sudah diceritakan Darwin. Pagi ini kita sudah kena sarapan marah marah dari Pelatih Senam. Kaget juga! Galak amat sih! Maklum hari pertama, jadi anak anak dan para pembina pendamping pada basa basi saling berkenalan , jadi si pelatih merasa tidak diperhatikan :). Jam 7 kita sarapan pagi dengan agak cepat, karena kita diumumkan oleh panitia bahwa akan disediakan bus berangkat ke gereja jam 8. Bus kecil dengan seat max 40 orang diisi oleh 70 orang, yang tentu saja bisa dibayangkan sampai luber, pada berdiri sampai depan pintu. Anak anak senang senang saja malah pada berebut berdiri didepan pintu. Perjalanan ke gereja yang katanya dekat/dibelakang kompleks, ternyata cukup memakan waktu (ada mungkin 1/2 jam), kerasa juga soalnya selain sangat padat juga puanasnya. Pokoknya lamaan dikit jadi pindang presto. Akhirnya kita sampai juga di gereja, setelah supirnya beberapa kali berhenti untuk nanya.

Rombongan yang terdiri dari umat Protestan dan Katholik merasa beruntung mendapatkan lokasi yang mempunyai 2 gereja yang berseberangan. Sehingga terbayang masing masing dapat beribadat sesuai keyakinannya. Tapi kenyataan berbicara lain. Ibadat untuk Protestan sudah hampir berakhir, sehingga begitu masuk mereka langsung Diberkati dan bubar. Akhirnya semua jadi ikut Misa. Rugi? Malah ada yang berkomentar mereka beruntung, karena diakhir misa mereka diberkati lagi. Jadi 2 kali diberkati. lol. Oh, ya.. Lokasinya yaitu di Ciracas – Cipayung, nama gerejanya gereja St.Yohanes (Hasil interogasi dari umat yang duduk disebelah). Pulangnya kita langsung makan Siang. Dan dilanjutkan dengan pertemuan di Aula Sarbini jam 2 siang.

Acara pertemuan siang ini adalah:
– Sambutan Ketua Kontingen oleh KaHarKwarNas (LaksDa Sundoro Syamsuri (purn)) Diteruskan dengan pemilihan Pratama Utama (terpilih cewek dari DKI) dan latihan untuk acara Pengukuhan.
– Pengukuhan Pasukan Garuda oleh ka Kwarnas ( LetJen H.A. Rivai Harahap (purn))
Singkatnya… acara selesai pada sore harinya dan kita mandi, dan makan malam.

Jam 19.30 kita kumpul lagi di aula Sarbini untuk Pemantapan Regu.
Isinya yaitu pemilihan ketua regu, Pratama Pasukan dan pembagian tugas dalam regu.
3 Putra Yos bergabung dengan 5 putra Kaltim dan 1 putra Sulut di Pasukan V regu 4 dengan BinDamping Toni S dari Yos 19. (regu Kaltim adalah regu juara LT V se Indonesia. Mereka dibagi dua; 5 orang di regu saya, 5 orang lagi di pas V regu 3 dg BinDamping Drs.Achmad Subagyo dari Kaltim)
(Selama kegiatan Jambore, 2 regu ini selalu bersama sama)
Sementara 3 Putri Yos bergabung dengan 4 putri Serviam-St.Maria Jakarta dan 2 putri Sorong di Pasukan X regu 1 dg BinDamping ka Elly Sumarsih dari Serviam- St.Maria- Jkt. Arief terpilih sebagai Wakil ketua Regu, sedangkan Rusi terpilih sebagai ketua regu merangkap Pratama Pasukan. (Rusi paling sibuk diantara anak anak Yos yang lain selama Jambore)

Sementara BinDamping dan anggota IST disuruh berkumpul di ruang (Mawardi?) untuk briefing tentang Gambaran umum Jambore. Disini Darwin terpilih sebagai koordinator IST (terutama kerjanya ngurusin tenda) :).

Setelah pertemuan malam ini , kita istirahat, tapi tetap saja tidurnya larut malam, asyik ngerumpi dan kenalan……. (Dan terganggu oleh Darwin yang sibuk bolak balik ngurusin IST (tenda))

Ada kejadian siang ini yang mungkin “berkesan” buat semua peserta Jambore.
Ceritanya , sepulang dari gereja masih banyak peserta Jambore yang baru datang, diantaranya adalah anak anak dari pesantren Gontor (Jatim). Mereka datang dengan menggunakan 2 bus (terdiri dari 2 regu putra, 2 regu putri , 4 Bindamping dan +/- 6 IST , total 50 orangan).
Seragam mereka “sedikit” berbeda dengan seragam anak anak lainnya. Celananya celana panjang, dilengkapi dengan topi lapangan,syal dg rumbai orange,sarung tangan kulit dan tas pinggang hitam kecil. Seragam dari ujung kepala sampai ujung kaki (kali celana dalemnya juga sama :)). Keren abis ! Demikian juga dengan putrinya, merekapun seragam abis, dengan tidak lupa menggunakan jilbabnya. Anaknya udah gede gede (2 SMA). Begitu turun dari Bus mereka “berdefile”, berbaris dengan lagu lagu dan gerakan mereka yang seragam, mengelilingi camp. Weleh weleh !!! Anak anak pada nonton, seperti saya merekapun “terkesan”.

Atmosfir suasana berubah, Ini kan Jambore bukan Lomba Tingkat, begitu sebagian pembina berkomentar . Pujian dan cibiran datang bertubi tubi, sementara Gontor tetap cuek dan ritual mereka terus dilakukan . Karena dengan ritual mereka itu mereka sering datang terlambat dalam pertemuan dan Bindampingnya tidak pernah hadir dipertemuan. (Mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri) Dan memang mereka sudah menyiapkan segalanya “sedikit berbeda” dengan yang lain (Kwarnas), seperti kendaraan ke Airport, pengangkutan barang, acara sesudah Jambore (mereka tour ke Singapore dan Malaysia) dan hal-hal lainnya. Tentu saja hal ini membuat Kwarnas pusing dan “marah”, karena mereka jadi harus membagi perhatian dan menambah urusan mereka. Kita kita sih oke oke saja selama tidak mengganggu !. Tapi kekhawatiran buat saya tetap ada ! Masalahnya : Putra Gontor se Pasukan dengan saya di Pasukan V mereka regu 1 & 2 , bagaimana kalau mereka bikin acara sendiri atau macam macam dan tidak bisa berkoordinasi dengan Kwarnas, bisa bikin pusing saya juga akhirnya. Beban mental ngga ? Di Pasukan saya benar benar Pasukan “Istimewa”, Pasukan V ini terdiri dari 4 regu, dimana 2 regu dari Gontor (regu “elite”) dan 1 regu KalTim (regu “Juara”)(walaupun dipecah 2 regu, mereka tetap gabung terus). Kita sisanya bagaikan semut diantara Gajah, yg kalau perang , kita yang kena injak. Tapi ……Siapa takut ! .. 🙂

besok diterusin lagi ………

(138) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan di Sanggar (Gudep)

Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.

Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).

Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.

Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka 🙂

Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.

Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.

Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.

(121) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan oleh Gubernur Jabar (WaGub)
Jam 8 kita disuruh berkumpul di Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jam 9 acara dimulai. Kita berkumpul disatu ruangan, yang tidak bisa menampung semua yang hadir karena banyaknya pengantar (ortu) yang datang. Padahal sebelumnya sudah diberi tahu bahwa pengantar hanya Mabi dan perwakilan orang tua (dari setiap pangkalan ) (kita terdiri dari 3 pangkalan). Dari kita yang hadir adalah Ka Yoseph, Pak Tri ,Ibu Aimee Duval dan ka Marcus, ortu saya himbau untuk tidak hadir. Setelah berfoto bersama di halaman Gedung sate kita bubar dan kembali ke Sanggar.

(134) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat
Jam 8 kami kumpul lagi di Kwarda. Materi hari ini adalah Pengenalan Senam Pramuka & Kesenian Daerah. St. Aloysius membawakan Pencak Silat (Jurus), SLTP 14 membawakan Pencak silat (Tarian), Kabupaten Bandung (Jaipong). Dilanjutkan dengan latihan Senam Pramuka Indonesia. Setelah break makan siang acara diulangi lagi. Dan berakhir sekitar jam 2-an lagi.

(133) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat & Pengepakan barang.

Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.

Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.

Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .

– Toni White

(138) view

Operasi Serigala Kelabu

oleh: “Willy Dwinanta Hartoyo”
Bagian Pertama

Tanggal : 25-26 Mei 2002
Tim Pembina (Pembina, Penegak, Penggalang Senior): Darwin, Dita, William,
Thomas, Edo, Andrew, Ponti, Toto, Willy D, plus bintang tamu dari Amerika: kakak beradik Lutfi & Lukman
Tim Penggembira: Vic, Teten, Alwin (temen-temennya Ponti)
Penggalang: Sindhu, Iman, Jessica, Vina, Elysia, Ucok, Andrew, Petrus, Niki, Adrian

Latihan Sabtu tetap diadakan seperti biasa, jam 15. Korve pembukaan dilaksanakan di SD St. Yusuf I Trunojoyo karena lapangan sepak bola masih dalam tahap renovasi. Setelah korve, dilakukan inspeksi dan eksekusi bagi Penggalang yang lalai membawa barang inspeksi dan bendera regu. Lalu ada permainan sampai jam 16.

Selanjutnya Penggalang diberi teknik cara bikin obor yang langsung dipraktekkan untuk dipakai dalam acara OSK. Setelah semua obor Penggalang siap pakai jam 17, kelengkapan barang mereka diperiksa. Barang-barang yang diperiksa yaitu ponco, senter, korek api, minyak tanah, air minum. Perbekalan minum dan minyak tanah dijatah dan dibagi rata. Masing-masing Penggalang hanya diperbolehkan membawa air minum 0.6 liter dan bahan bakar minyak tanah 0.6 liter (botol aqua kecil). Pembagian selesai dalam waktu 30 menit dan acara latihan sabtu ditutup dengan korve penutupan.

Jam 19, kami bersama-sama berangkat menuju Cikole. Satu mobil kijang Toto diisi penuh oleh 10 orang Penggalang dan 3 orang Pembina. Sementara saya naek ikut vespa Darwin. Setelah melewati jalanan yang macet, kami tiba di lokasi sekitar jam 20.30 dan langsung ke titik start. Rute OSK kali ini adalah jalan dari seberang bumi perkemahan cikole (lupa nama daerahnya) sampai ke Tangkuban Perahu. Setelah tasnya ditukar satu sama lain, Penggalang baru diperbolehkan menyantap makan malam dari tas teman mereka. Setelah selesei makan malam, semua senter, jam tangan, hand phone, dan dompet kecuali kartu identitas dikumpulkan Pembina.

Sementara itu, karena jumlah Pembina yang pertama berangkat hanya lima orang, maka kami langsung bagi tugas.
Pos I pos pemberangkatan diatur Darwin
Pos II pos antara oleh Toto & Willy
Pos III pos tujuan diterima Dita & Andrew.
Karena acara dimulai jam 21, kami langsung berangkat meninggalkan Darwin untuk memasang tanda jejak di jalur yang akan dilewati Penggalang. Jejak yang disebar di jalur Penggalang adalah gambar tanda jejak serigala. Untuk menutup setiap persimpangan, kami menyebar gambar tanda jejak rusa, kuda, burung dan manusia. Sementara anggota Penegak yang laen, tim penggembira dan bintang tamu baru bermunculan menjelang tengah malam.

Setiap Penggalang diperkirakan melakukan perjalanan 3 jam. 10 orang Penggalang dibagi dalam 7 regu sebagai berikut:

  1. Andrew – Berangkat  21.00 – 22.30 – 00.00
  2. Iman – Berangkat  21.20 – 22.50 – 00.20
  3. Petrus & Elysia – Berangkat  21.40 – 23.10 – 00.40
  4. Adrian & Jessica – Berangkat  22.00 – 23.30 – 01.00
  5. Ucok & Vina – Berangkat  22.20 – 23.50 – 01.20
  6. Niki – Berangkat  22.40 – 00.10 – 01.40
  7. Sindhu – Berangkat  23.00 – 00.30 – 02.00

3 kelompok pertama menjalani hingga pos III sesuai dengan perkiraan waktu. Namun ada hambatan pada kelompok 4 sehingga terjadi kelompok berikutnya juga terhambat karena tidak boleh menyusul dan disusul. Ini mengakibatkan keterlambatan 1 jam dari yang diperkirakan. Setelah semua sampai di pos III, Penggalang dikumpulkan di suatu tempat yang cukup luas untuk membuat bivak. Dalam acara OSK kali ini Penggalang tidak diperkenankan membawa sleeping bag atau tenda untuk tidur melainkan harus membuat bivak dari ponco. Pembangunan bivak baru selesai sekitar jam 4 pagi dan mereka langsung tidur nyenyak karena kelelahan padahal udaranya dinginnya minta ampun.
Mereka baru bangun jam 7 untuk membereskan bivaknya masing-masing. Jam 8 Penggalang sarapan roti dengan berbagai macam pilihan isi. Jam 9 kami berangkat dengan berjalan kaki ke Kawah Ratu Tangkuban Perahu.

Jam 10 semua Penggalang dikumpulkan untuk memberi kesan dan pesan mereka. Kesan mereka antara lain acaranya kurang rame, kok hanya jalan doang, kenapa nggak ada games malemnya, kenapa tasnya ditukar, kenapa gak boleh ngomong, kenapa tempatnya dingin, dsb. Semua keluhan mereka kita tampung dulu. Setelah semua penggalang memberi kesannya giliran tim Pembina juga memberi kesan dan pesan kepada Penggalang.

Pada akhir evaluasi saya membacakan tujuan dari acara OSK. Saya mengetahui tujuan dari acara ini sesudah mengikuti OSK 1992 jaman saya Penggalang dari buku Warta Yos (kalo gak salah ditulis oleh Ka Adam, pembina penggalang saya). Maaf saya rubah dikit untuk disesuaikan dengan acara OSK kali ini.

—————————————————————————-
JEJAK-JEJAK OSK

Satu lagi perjalanan kita lalui. Jalan melelahkan yang sepanjang malam kita telusuri. Diterangi sinar rembulan yang purnama kita jejaki bebatuan yang tiada habisnya. Rasa lelah dan ngantuk yang menyerang kita taklukkan. Rasa dingin yang menggigit harus dicuekin. Kedua kaki yang ‘cangkeul’ mulai lecet sampai akhirnya ‘baal’. Sementara itu tangan kita sudah mulai ngambek disuruh pegang obor semalaman. Ditambah dengan minyak tanah yang rada luber bikin tangan kita rasanya ‘geuleuh’. Semua itu masih dibumbui dengan pembatasan air minum dan pertukaran tas. Pokoknya bete!

Ya, acara OSK telah berlalu. Kala itu kita lelah, kita kesal, kita bersemangat, kita berjuang, kita hampir putus asa, kita kedinginan, dan masih banyak lagi kita …… lainnya. Semuanya berlalu, berubah menjadi kenangan dan cerita di antara kita. Tapi apa betul semuanya itu tinggal kenangan dan cerita?
Kalau anda berpendapat begitu, anda salah besar! Masih banyak hal-hal berguna lain yang kita dapat dari ‘malam derita’ itu. Perlu bukti?

Kasus 1
Dari jauh hari seorang anak sudah mempersiapkan segalanya dengan matang untuk menghadapi acara OSK ini. Dia sudah membawa perbekalan 3.5 liter air minuman dan 1.5 liter minyak tanah. Tapi di sanggar, lebih dari setengahnya disita pembina. “Sialan, gua udah cape-cape nyiapin air minum dan minyak tanah tapi ternyata dirampok? Awas aja kalo berani diminum dan dipake ama Pembina!” Belum rasa kesalnya hilang, sebelum makan malam, tasnya ditukar dengan tas temannya. Makan malam yang sudah disiapkan mamihnya tertukar pula. “Aduh mak, makanan kesukaan gua dimakan ama si A. Sedangkan gua cuman dapet jatah kecil begini dari tas si B, buat si B yang badannya kecil sih cukup … tapi buat gua mana cukup?” Itu kata suara hati negatifnya. Tapi apa kata suara hati positif? “Ini baru tantangan buat gua. Kalo yang laen bisa bertahan, masa gua ngga bisa sih? Dengan begini kan perjalanan akan lebih ringan. Air minum ini harus cukup sampai akhir acara dan siapa tahu minyak tanah bisa dipakai untuk menghangatkan badan waktu tidur nanti.”

Kasus 2
Seorang anak keabisan minyak tanah untuk obornya, terpaksa dia jalan cuma dibantu ama terangnya bulan purnama. Setelah 15 menit berjalan, dia kehilangan arah. Ternyata dia nyasar, padahal bekal udah abis dan air udah menipis. Suara hati negatifnya bilang “Sialan nih, pembinanya teu baleg masang tandanya. Pokoknya gua kapok ikutan acara ginian lagi!”. Tapi suara hati yang lain berkata “Rupanya ada tanda jejak yang terlewat. Saya akan kembali ke tanda jejak terakhir dan mencoba mencari jejak selanjutnya lebih teliti lagi”

Kasus 3
Seorang anak mulai kesal. Sudah 1.5 jam lamanya dia mengunci mulutnya rapat-rapat, soalnya di acara OSK dilarang bicara. Tiba di pos 2, penjaga pos bertanya apakah dia sudah capek. Dia jawab “tidak”. Akibatnya dia divonis push up 20. Suara hati yang satu berkata “Ini sih emang sengaja mau ngejebak gua!”, sedang suara hati yang lain berkata “Aduh! Saya lupa pada aturan perjalanan ini. Ini pelajaran buat saya”

Masih banyak kasus seperti di atas terjadi dalam perjalanan OSK yang lalu. Hikmah apa yang bisa kita ambil?

Dari tiga contoh di atas kita dapat melihat bahwa dalam tiap hati ada pendapat yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Masalahnya ialah pendapat mana yang akan kita anggap sebagai ‘pendapat saya’. Bila seorang anak memilih suara hati negatifnya, dia akan dipenuhi rasa kesal, merasa dikerjain, dan yang terutama dia tidak akan mendapat pelajaran apa-apa dari acara ini.
Sebaliknya anak yang mengikuti suara hati positifnya akan mendapatkan pelajaran yang banyak sekali dari acara ini. Sikap setia kawan (seperti menjaga saudari 20-nya), sikap pantang menyerah (seperti anak yang nyasar), sikap mandiri (acara OSK dijalani perorangan), sikap disiplin (ingat aturan dilarang bicara), dan pengalaman-pengalaman berharga lainnya yang hanya bisa terasa bila kita melihat suatu peristiwa dari sisi positifnya.

Setelah membaca penuturan saya mengenai acara OSK, mungkin anda bertanya “Lalu apa sebenarnya yang saya dapat dari OSK?” LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Dengan menjalaninya hidup ini akan terasa lebih menyenangkan, karena masalah yang beratpun akan menjadi ringan, bahkan memberikan anda pelajaran. Agar anda semakin ingat, saya tuliskan sekali lagi : LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Ingatlah hal itu di manapun anda berada, terutama bila anda menghadapi masalah berat. Ingat itu bila anda dilicikin dalam suatu permainan, waktu anda dimarahin ortu, waktu permainan Latihan Sabtu ngga rame, waktu perjalanan OSK ngga abis-abisnya, waktu anda kalah dalam LT, pokoknya dimanapun anda berada!! Sekali lagi saya tulis: LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA!
—————————————————————————-

Setelah dibacakan barulah semua pertanyaan Penggalang terjawab dan mereka mengerti tujuan acara ini. Tapi kemudian ada pertanyaan “Kenapa dinamain Operasi Serigala Kelabu?” Saya menjawab karena tujuan dari acara ini adalah untuk mencari serigala kelabu selama perjalanan, yang tak lain adalah sisi negatif diri kita masing-masing. Dengan mengikuti acara ini, sepanjang acara kita selalu dikondisikan untuk berpikir negatif sehingga kesal, marah, cape dan putus asa. Tapi apabila kita sadar dan dapat mengganti sisi negatif dengan sisi positif maka acara ini akan dengan mudah dilalui. (maaf, saya ngarang jawaban ini karena saya sendiri sebenernya juga gak tau kenapa diberi nama Operasi Serigala Kelabu, mungkin ada yang tau latar belakangnya?)

Jam 11 semua turun ke Bandung dan tiba di sanggar jam 13 untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing. Demikian yang bisa saya sampaikan dari acara kemaren.

Saya pribadi memberi laporan lengkap karena lebih dari seminggu yang lalu, Ka Toni ‘White’ pernah mengajak semua anggota milis ini untuk brain storming & sharing tentang acara-acara tradisi di lingkungan pramuka kita. Tapi kok sama sekali gak ada tanggapannya sih? Padahal penting banget loh buat kita-kita yang masih dalam tim kepembinaan. Emang betul sih kalo sebenernya pembina saat ini harus mencari formula baru yang sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. Tapi kalo kita pernah merasakan suatu acara yang menyenangkan dan berguna bagi kehidupan kita, kayaknya gak ada salahnya diwariskan ke Pembina sekarang supaya adik-adik kita di Siaga, Penggalang bahkan Penegak dapat merasakannya.

Saya jadi pengen tau juga:
Siapa/angkatan mana pencetus awal acara ini dan kenapa namanya Operasi Serigala Kelabu? Pada awalnya, apa sih tujuan awal dari acara ini? Apakah yang disampaikan Ka Adam itu sudah benar atau sebenarnya masih ada yang harus digali? (sorry, kedengarannya seperti meragukan Ka Adam tapi saya jaga-jaga siapa tau masih ada yang tertinggal supaya kita bisa menggali acaranya lebih jauh lagi). Alangkah lebih baik lagi apabila setiap orang yang pernah menjalaninya memberi pengalaman yang dia dapatkan dari acara ini sehingga acara ini semakin sempurna.

Semoga tulisan panjang ini mengobati kerinduan akan masa-masa mengikuti acara ini (terutama untuk Ka Doddy … sekarang gantian Ka Doddy yang sharing) dan bisa berguna bagi program kepembinaan gudep kita di masa yang akan datang.

Laporan keuangan
Pemasukan:
Biaya Acara dari Penggalang Rp. 10.000,00 * 10 orang = Rp. 100.000,00
Total Pemasukan Rp. 100.000,00

Pengeluaran:
Survai masuk Tangkuban Perahu Rp. 10.000,00
Kenang-Kenangan Rp. 4.000,00
Transportasi Rp. 20.000,00
Konsumsi makan pagi Rp. 25.000,00
Masuk Tangkuban Perahu Rp. 15.000,00
Total Pengeluaran Rp. 74.000,00

Sisa Rp. 26.000,00 masuk kas Penggalang

STJ,
kac

(301) view