WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Hari ini adalah acara Exploring Nature. Yaitu acara semacam Hiking ke gunung. Dibagi dalam 2 kategori yaitu Moderate and Difficult. Untuk acara ini kita sudah sepakat tidak usah ambil yang Difficult tapi ambil yang moderate saja, mengingat kondisi kita yang tidak begitu baik (Cape dan kurang tidur) dan juga menjaga kondisi tubuh kita. Ada 12 hiking rote, jaraknya dari 4 Km sampai 12 Km. Kondisi medan mempengaruhi jarak, jadi makin “gila” medannya makin kecil jaraknya. Tapi pada akhirnya memakan waktu yang relatif sama. (3-4 jam perjalanan). Saya mengambil keputusan untuk mengambil medan yang sedang, dimana jaraknya + 8 km. (flat ground, 2 hills). Kita disuruh untuk kumpul di West Parking Area jam 7.45 dan dari sana kita dibawa oleh bus ke hiking area. Perjalanan ke hiking area cukup lama juga memakan waktu + 1.5 jam.

Sesampainya disana kita disuruh berkumpul. Dari titik start ini ada + 10 regu. Setiap regu diberi pinjam 1 buah kompas, 1 lembar peta contour, 1 lembar kertas petunjuk (+ 250 titik :arah, jarak,keterangan). Semacam keterangan untuk peta pita. Setiap regu mempunyai route yang berbeda, walaupun titik finisnya sama. + jam 10 kita mulai start, kita bagi tugas 1 orang membacakan arah dan jarak, 1 orang membidik, 1 orang menjadi pionir ( mencari titik petunjuk), sementara yang lain mengikuti dan 1 orang menyisir dari belakang. Medannya cukup menantang, karena kita benar benar menerabas hutan, bukan jalan dijalan setapak. Untungnya jarak dari satu titik kesatu titik yang lainnya tidak begitu jauh hanya dalam jarak puluh meteran saja, sehingga kita bisa tetap kontak dari satu titik ke titik yg lain, walaupun teriak teriak.
Misalnya si pembaca membacakan arah 40 derajat dan jarak 50 meter, si pembidik membidik dan si pionir lari kesana untuk mencari petunjuk, apabila sudah ditemukan kita mulai lagi melakukan hal yang sama. Disetiap tanda jejak ada nomor regu kita jadi apabila salah,maka tidak ada nomor kita disana. Menyenangkan dan menantang sekali sebetulnya, sayangnya tidak semua anak kebagian tugas itu, sehingga yang tidak kebagian bosan. Apalagi ada sebuah titik yang menyesatkan (salah cetak), seharusnya 140 derajat tertulis 40 derajat dan kebetulan ada nomor kita disana sehingga cukup mengacaukan. Untung kita bertindak cepat dan kembali lagi ke titik titik sebelumnya, karena derajat ini salah kita cukup kebingungan mengambil arah, akhirnya diambil arah 140 derajat, karena sebelumnya kita berbarengan dengan regu 3, dan dititik itu kita pisah. Setelah itu kita bergabung lagi dengan regu 3 dan melanjutkan perjalanan bersama. Sebetulnya ransel yang kita bawa tidak begitu berat, isinya hanya lunch box, baju ganti, botol minum dan ponco, tetapi karena mungkin medannya cukup menantang, jadi kerasa juga capenya. Selama perjalanan ada beberapa pos yang dijaga oleh panitia, disalah satu pos kita disuruh berhenti untuk makan siang. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan lagi. Jam 1 siang kita sudah sampai di titik Finish. Dan merupakan regu ke 2 yang sampai. (regu pertama dari Thailand). Regu regu yang lain menyusul berdatangan. Tapi ada satu regu yaitu dari Amerika yang tidak muncul muncul, dikabarkan mereka tersesat masuk ke gunung sebelah. Sesuai ketentuan kita tidak akan meninggalkan lokasi sampai semua regu lengkap. Maka kita menunggu regu itu sampai 3 jam lebih. Untung saya bawa snack/persediaan makanan yang cukup banyak sehingga bisa buat ganjal seregu selama menunggu. Anak anak minta supaya saya menanyakan ke panitia. Saya tanyakan dan jawaban panitia cukup membuat saya dan juga anak anak menjadi lebih sabar menunggu & menahan diri. ” You maybe boring wait here, but you must know they are in difficult there!”. Nah lho ! Kena engga? Apalagi disampaikan dengan simpati, tentu saja membuat saya “KO”. Setelah saya sampaikan dan jelaskan ke anak anak, maka tidak ada yang ngomel lagi dan lebih sabar menunggu. Akhirnya dikhabarkan telah ditemukan dan diantar ketitik finish terdekat, sehingga kita tidak perlu menunggu lagi. (Itu mungkin karena arogansi mereka juga, terlalu memandang enteng medan dan tidak mengikuti prosedur dengan benar).(Hal itu saya tahu karena waktu milih, mereka milih yang difficult). Yach tapi kita ikut prihatin juga lah.
Sore sekali kita baru sampai di Camp lagi. Dan karena acara malam ini free, maka malam ini anak anak dibebaskan untuk acara masing masing. Tapi tidak untuk para pembina pendamping, rapat, rapat and rapat lagi ! (Jadwal rapat jam 17 di sub camp untuk activity , jam 20 di head Quarter & jam 22 patrol leader di sub camp).

(159) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara di GDV (Global Development Village), memakan waktu satu hari penuh dari pagi sampai sore.Jadi setiap peserta bisa memilih 1 workshop pada pagi harinya atau 1 workshop lagi pada siangnya, karena setiap workshop memakan waktu agak lama (kurang lebih 2- 2,5 jam). Apabila ada peserta yang berhalangan mengikuti Workshop yang telah dijatahkan untuknya, maka mereka bisa mengikuti Walk-in Activities (stand) di GDV ini yang waktunya hanya 10-15 menit, tapi mereka harus ikut 3 walk-in, baru urusan GDV bisa beres. Yang membanggakan, kita anak anak Indonesia hampir semua Handbooknya penuh. Jadi misalnya untuk GDV disyaratkan hanya cukup 1 Workshop atau 3 Walk-in, mereka sabet semuanya jadi untuk GDV punya 5 stiker yaitu 2 stiker Workshop & 3 stiker Walk-in, malah ada yang walk-in nya lebih dari yang diperlukan sehingga tidak ada tempat di kolomnya dan ditempelkan di halaman Extra Stamp.

Iman pada hari pertama kehilangan Hand booknya sehingga stiker yang dia dapat pada hari pertamanya ikut menguap, setelah saya urus untuk minta buku pengganti, pada saat free time dia (ditemani Arif dan Sindhu) ikut walk-in untuk acara hari pertamanya (Acara Tournament dan COS, jadi di acara Tournament mereka selain bikin/ memperbaiki ikatan jembatan & panjat tebing, mereka juga ikut Mountain bike & yang lainnya ).

Modul GDV ini menyajikan hal hal atau topik yang berhubungan dengan issue global dunia yang berkembang sekarang , dimana diambil 4 thema yaitu Health (Kesehatan), Environment (Lingkungan), Peace (Perdamaian) & Human Right (HAM). Ada 5 topik setiap themanya dan 3-4 workshop setiap topiknya jadi total ada 64 workshop untuk GDV ini. Areanya bersebelahan dengan area City of Sience dan luas areanya kurang lebih sama besarnya. Kali ini saya bisa menemukan mereka, karena saya tahu ticket yang mereka dapatkan dan malah saya mengunjungi stand walk-in salah satunya tentang penyakit Lepra disana saya dikasih kartu kwartet. Saya informasikan ke anak anak dan stand itu yang tadinya sepi langsung diserbu anak Indonesia sepasukan , langsung stand itu habis kartu kwartetnya . Dasar buas ! 🙂

Berikut ini beberapa pengalaman dari adik- adik kita tentang acara mereka di GDV……

Cerita Yovita………
Modul hari ini,Global Development Village. Untuk pagi hari, kita kebagian workshop peace dan untuk siang hari,kta kebagian environment.sebetulnya,kalo kita ngikutin salah satu dari workshop itu (peace/environment) gpp. yang penting udah ikut. Soalnya buat jamboree award,stiker yang dibutuhin GDV hanya 1. Jadi boleh milih. Tapi kita ikut 2duanya …. hehehe ga tau kerajinan atau gimana gitu.
Untuk workshop peace,kita dibagi 3 regu: @rusi, jessica, fitri @ christie, yovita @ stella, cheryl Nah.. jam 9 kita udah harus di sana kalo engga, workshop yang rame udah bakal ditempatin. Kita sih, pagi2 jam 8 juga udah nongkrong di sana sambil liat2.kebetulan, saya n christie (Itie) ke workshop yang lumayan rame. dipandu sama Sebastian (kalo ga salah dari Switherland) n dibantu sama orang Thai n Itali. Pertama, kita dibagi jadi 2 regu. Mainannya sama cuma beda kelompok gitu. soalnya orangnya lumayan banyak. Masing2 regu bikin lingkaran kecil terus kita main lempar2 bola (antar regu) sambil nyebutin nama kita n asal misalnya: saya lempar bola ke Martina (org itali) sambil ngomong”my name’s Yovita I’m from Indonesia” terus martina lempar lagi ke orang laen sambil ngomong”my name’s Martina I’m from Itali” n seterusnya..lama2 bolanya ditambah ma sebastian jd pusing. Abis itu, kita bikin lingkaran besar n maen kaya cap golicap itu loh..dimulai dr sebastian misalnya dia petik jari,selang kira2 5 detik, kita harus niru sebastian gitu terus. Udah selese, kita dibagi lagi jd 2 regu yg tadi n maen trust. kita bikin lingkaran kecil terus ada sukarelawan di tengah. Sambil tutup mata,kita harus ngejatuhin diri terserah kita. pokoknya kita percaya sama temen kita kalo kita tuh ga bakalan jatuh. Bener aja ko, ga ada yang jatuh. Kecuali sebastian hehehe.mungkin karena dia besar banget jadi berat badannya hihii..bis itu kita pasang2an ma org lain dr laen negara maen trust itu. Saya dapet orang bule (lupa dr mana) pokonya tinggi banget. Otomatis kalo saya maen trust sama dia, saya bakal ketindihan n gepeng. Untungnya orang bule itu jg nyadar jd saya doang yang jatuh2an hehehe.. Bis itu, kita bikin lingkaran gede, terus maen lg kaya cabo2 cha3 tapi kalo ini ma tiap orang harus sumbang gaya. Pertama mulai dari sebastian dia jalan di tempat trs kita tiru.selang kira2 5 detik, org yg di sebelahnya ganti gaya n kita jg ganti musti nurutin org itu gt. Setelah itu,kita bole istrht bentar.terus lanjut lagi. Nah kali ini kita maen cermin.Saya dapet orang Thailand,saya musti niru gerakan yang dia buat misalnya tangannya ke atas,saya jg dst.terus kta tuker pasangan.saya dapet org switcherland namanya Kathrein. nah kalo yang ini, kita maen sopan santun. pertama kita dijelasin dulu tentang tingkah laku kita kalo kita lagi bicara sama org lain. misalnya ignoring(acuh),dll trs sebastian nyontohin kalo ignoring itu kaya gmn.bis itu, kita praktekin ma pasangan kita td.kalo sebastian bilang “Ignoring!” kita n pasangan kita ngelakuin “ignoring” misalnya Kathrein yg bicara n saya yg acuh gt.dst.Setelah itu, kembali lagi ke dua regu yang tadi.Kita diajak maen ke luar n dibagiin tutup mata.(oya satu lagi pembimbingnya namanya steve)Kita harus nyari tali yang disembunyiin sama steve di sekitar situ.Kalo talinya ud ketemu,kita bikin persegi dgn cara ngerentangin tali itu.susah juga loh.soalnya orgnya ganjil n butuh kekompakan.Tapi regu kita selese pertama loh..krn emang kita kompak heehe…regu kita pertama balik ke workshop itu.Regu 2 masih coba bikin persegi.bis itu kita dikumpulin jd satu n disuruh maju ke depan 5 org.terus sama jg maen ky cabo2 tp kalo ini mah gerakannya harus pindah tempat.misalnya:orang pertama roll depan,orang ke2-5 hrs ngikutin roll dpn,trs ganti org ke dua misalnya ngelakuin thai boxing,org ke1-5 kec 2 hrs ngikutin gt.nanti kalo ud sampe bates,balik lagi ke blkg.misalnya roll blkg gt.Bis itu udah de selese n kita bole minta stiker ke steve n dikasih pin.bagus deh pinnya.Saya sama Itie nunggu yang lain krn pd belon selese jd walk-in dl.Ud gt,karena yg lain pd ilang ga tau ke mana,saya sama itie akirnya pulang duluan ngambil lunchbox.makan siang.
Stlh makan siang,kita ke workshop environment.dibagi 3 regu lagi tapi pasangannya beda.Saya sama rusi.Kita salah masuk ke workshopnya.Kurang rame lah.Soalnya pas kita mau masuk ke workshop yg keliatannya rame,disuruh lapor ke bagian apanya gt.padahl si ga usah.Sebel.Jadi kita telat masuknya.udah keburu penuh.Di workshop ini,kita diskusi ttg masalah lingkungan yang ada di masing2 negara.N bikin daur ulang dr dus2 bekas.Kita sekelompok ma anak Thai yang jail banget.Kita malah tanya2 ttg huruf Indo dl.n org laen mah pd bikin kap lampu,tmpt sampah,kita malah bikin robot hehehe…tp rame si..Ud gitu,kita diskusi2 lg ttg masalah itu n bole pulang,eh balik hehehe..kita jalan2 liat COS ngumpulin sticker. abis itu balik ke subcamp n nyiapin buat acara kesenian antar daerah..Kita putusin mau poco2.tapi problemnya,anak bengkalis itu pd protes katanya ga semuanya bs poco2 cuman 4 org n itu jg beda gerakannya.Trs pas sore2 itu,saya sama rusi ke tempat headquarter buat cari K rika minjem kaset poco2.eh,K rikanya ga ada jd kita muter2 nyari k Rika.Tapi ketemu si akirnya malah kita disuguhin makanan n minuman n dapet bros pula lg dr org Thai.Gratis.Tp punya saya malah ilang sama kacamata saya(mungkin terlalu banyak gerak kali ya hehehe).Pokoke,begitu dapet,kita langsung balik n latihan sebentar.Tapi jadinya bagus ko.Kaya formasi hehehe.n orang2 pd suka tuh..disorakin sih hueheuue…ud gt,kita tidur n siap2 buat besok pagi.mustinya Exploring Nature tp ga ikut sebel de.padahal saya,rus,je pgn ikut.Tp kalah suara ya udah ga jd.ok next day…..

Cerita Iman……………………..
GLOBAL DEVELOPMENT VILLAGE
Module ini merupakan module di mana disediakan stand yang berhubungan dengan keadaan dunia dan segala isinya. Module ini disediakan waktu seharian. jadi kami bisa masuk ke GDV sebelum dan sesudah makan siang.
Pada module ini saya dan teman-teman memilih masuk stand hutan berawa. di situ kami diajarkan berbagai jenis tumbuhan dan juga berbagai jenis binatang serta kegiatan yang ada di sekitar hutan berawa. Kami diperlihatkan hewan yg ada di rawa. Kami diberi soal dan harus menjawab setelah soal dikerjakan pekerjaan terakhir kami harus masuk ke lumpur. Saya tidak begitu suka karen kalau saya masuk ke situ saya males mencuci baju. Padahal di situ banyak orang-orang dari negara lain yang senang bahkan sampai seluruh tubuhnya berlumuran lumpur. Akhirnya saya hanya masuk sebatas kaki saja.
Untuk acara kedua pada GDV sesudah makan siang, saya, Arif dan Sindhu hanya masuk ke stand yg berbentuk pameran bukan yg berbentuk kegiatan seperti yang pertama. Karena persyaratan nya sudah cukup dan kami ingin mengejar kegiatan lain. Kami masuk ke stand untuk para orang buta. Di situ orang yang menjelaskannya juga sepertinya buta. Kami diberi tau cara membuat huruf untuk orang buta. dan ada sedikit permainan seperti kim raba. Stand ini cukup menarik karena orang yang menjelaskannya adalah orang buta juga.

Malam harinya acara SEA Festival…..
Disini setiap pasukan diharuskan menampilkan 1 tarian dari negaranya yang berhubungan dengan laut. Sekarang saya minta dari KalTim untuk menarikan 1 tariannya, karena sebelumnya dari Gontor. Sebetulnya sih tariannya tidak berhubungan dengan laut, tapi kita karang saja sehingga kesannya seperti tarian menyambut para nelayan yang baru pulang melaut. :)) Mana mereka tahu ! :))
Lengkap dengan kostum & musiknya tentu saja menjadi cukup menarik dan mendapat applause. Acaranya diselenggarakan di setiap Sub Camp. Dan yang nontonnya juga kebanyakan dari Camp tersebut. Acara selesai pada pukul 10 an, karena banyak peserta negara lain tidak siap, jadi mereka bikin acara mendadak dan singkat saja seperti yel atau menyanyikan satu lagu.Yang pasti paling siap adalah tentu saja dari Thailand, mereka juga lengkap dg kostum dan musiknya.
Banyak juga peserta yang tidak ikut berpartisipasi (nonton), mereka entah kemana, yang pasti malam malam baru pada pulang. Yang pasti semua Happy hari ini !! Saya sendiri hanya sempat menyaksikan petunjukan buntutnya aja, soalnya rapat di Head Quarter Indonesia dari jam 8 malam sampai jam 9 lebih. Setelah acara Sea Festival selesai , jam 10 an diteruskan rapat dengan para Troop Leader. (Untuk Evaluasi). Dan setelah itu tidur…. soalnya cape..!

(182) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi : Free, Siang: Religious Ceremony, Malam: Inter Relegious Celebration.
Acara bebas pagi ini kita gunakan untuk santai di tepi pantai.
Pantainya bagus sekali, pasirnya putih, hampir tidak ada ombaknya. Biasanya pemakaian pantai ditentukan waktunya, karena digunakan untuk Beach Activity tapi untuk hari ini semua bebas menggunakannya. Tentu saja hal ini membuat pantai jadi ramai sekali. Iman sudah berangkat duluan, disusul oleh Sindhu. Saya dan Arif menyusul kemudian naik sepeda. Dari tempat saya (village B) paling dekat kepantai dibelakang village A, sehingga saya dan Arif kesana. Tapi dicariin disana tidak ada, pasti mereka ketempat putri dulu. Maka Arif menyusul kesana dan saya nungguin di sana. Ditunggu tunggu malah Arif tidak muncul muncul, maka sayapun akhirnya menyusul kesana, tapi saya menyusul menyusuri pantai, sepeda saya tinggal didekat village A. Pantai yang dipakai itu membentang dari pinggir IST Village,Village A, Village D, melingkari Jam Hotel,ke Village D lagi dan ujung Village C. Jadi areal yg digunakan berbentuk huruf L. Sampai dekat village D, saya masih tidak menemukan anak anak. Kebetulan didekat situ saya ketemu peserta Indonesia lain. Jadilah saya berfoto ria dan santai disana. Karena saya memakai sandal waktu berjalan dipantai maka kaki saya jadi lecet, perih kena air laut. Setelah bosan ngobrol dan duduk santai disana, akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan acara dipantai dan balik ke Camp. Jadilah selama Jambore yang kena air laut cuma kaki doang. Anak anak baru pulang sore harinya. Lumayan hari ini bisa bener bener relaks.

Hari ini saya dan anak putri mengikuti misa awal tahun di COC pada pukul 18.30. Acaranya cukup baik, tapi memakan waktu juga karena dilakukan dalam 3 bahasa. Yang hadir cukup banyak karena hari ini misanya diadakan cuma sekali dan dipusatkan disini. Saya duduk kedua dari depan, didepan dan samping saya semuanya pake scarf putih (Special Guest, seperti pengurus pusat WOSM atau pengurus2 wilayah Dunia, pokoke orang orang penting. Indonesia juga ada 1 orang yang pake Scraf putih yaitu ka Paulus, dia adalah salah seorang Chairman Asia Pasific), yang hadir pada misa kali ini diberi Scarf. Misa ini adalah misa yang kedua yang saya ikuti di Jambore karena sebelumnya pada hari minggu tgl 29 Des 2002 saya ikut misa yg diadakan di Village Office Camp D. (Waktu hari Minggu tidak banyak yang hadir cuma sekitar 50 – 100 orang, karena ada 3 kali misa ditempat dan waktu yg berbeda). Ritualnya hampir sama seperti di Indonesia, hanya lebih lama saja karena bahasanya itu lho.
Anak putra kita kali ini tidak ikut misa, karena mereka harus ikut pasukan untuk merayakan InterRel.Celebration di Central Arena, setelah selesai mengikuti misa saya menyusul kesana.

Di Central Arena semua berkumpul untuk berdoa bersama dalam bermacam macam cara/agama, setelah itu kita semua bergerak ke danau untuk menghanyutkan lilin dalam bunga teratai kertas yang kita buat sebelumnya. Setiap pasukan 1 bunga, dan setiap anak menancapkan 1 lilin dipinggir danau. Tradisi ini disebut orang Thailand sebagai “Loey Kra Thong”, yaitu sebagai ritual untuk memohon sesuatu kepada Tuhan (make a wish), dalam Jambore ini sesuai dg themanya yaitu “Share Our World, Share our Culture”, maka kita memohon untuk kebersamaan kita itu. Acara berlangsung sampai malam juga, setelah itu kita kembali ke camp masing masing, tapi tetap saja sebagian anak masih asyik didekat danau. Apalagi kalau bukan kenalan atau swapping.
Tiada hari tanpa kenalan baru, demikian slogan mereka.

(148) view