WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi pagi jam 5.30 saya bangun. Langit sudah terang. Dengan mengenakan pakaian santai saya keluar. Diluar anak anak sudah pada bangun. Karena lokasinya seperti di GOR Pajajaran- Bandung, maka pemandangan pertama yang saya lihat adalah anak anak yang sedang lari pagi. Yach jadinya ikut deh lari pagi mengelilingi lapangan sepak bola yang lumayan gede. (2x lapangan Aloy). Lari 2 putaran sudah kerasa, untung citraku tidak jatuh karena sudah disuruh berkumpul ditengah lapangan untuk Senam Pramuka :). Nah, seperti yang sudah diceritakan Darwin. Pagi ini kita sudah kena sarapan marah marah dari Pelatih Senam. Kaget juga! Galak amat sih! Maklum hari pertama, jadi anak anak dan para pembina pendamping pada basa basi saling berkenalan , jadi si pelatih merasa tidak diperhatikan :). Jam 7 kita sarapan pagi dengan agak cepat, karena kita diumumkan oleh panitia bahwa akan disediakan bus berangkat ke gereja jam 8. Bus kecil dengan seat max 40 orang diisi oleh 70 orang, yang tentu saja bisa dibayangkan sampai luber, pada berdiri sampai depan pintu. Anak anak senang senang saja malah pada berebut berdiri didepan pintu. Perjalanan ke gereja yang katanya dekat/dibelakang kompleks, ternyata cukup memakan waktu (ada mungkin 1/2 jam), kerasa juga soalnya selain sangat padat juga puanasnya. Pokoknya lamaan dikit jadi pindang presto. Akhirnya kita sampai juga di gereja, setelah supirnya beberapa kali berhenti untuk nanya.

Rombongan yang terdiri dari umat Protestan dan Katholik merasa beruntung mendapatkan lokasi yang mempunyai 2 gereja yang berseberangan. Sehingga terbayang masing masing dapat beribadat sesuai keyakinannya. Tapi kenyataan berbicara lain. Ibadat untuk Protestan sudah hampir berakhir, sehingga begitu masuk mereka langsung Diberkati dan bubar. Akhirnya semua jadi ikut Misa. Rugi? Malah ada yang berkomentar mereka beruntung, karena diakhir misa mereka diberkati lagi. Jadi 2 kali diberkati. lol. Oh, ya.. Lokasinya yaitu di Ciracas – Cipayung, nama gerejanya gereja St.Yohanes (Hasil interogasi dari umat yang duduk disebelah). Pulangnya kita langsung makan Siang. Dan dilanjutkan dengan pertemuan di Aula Sarbini jam 2 siang.

Acara pertemuan siang ini adalah:
– Sambutan Ketua Kontingen oleh KaHarKwarNas (LaksDa Sundoro Syamsuri (purn)) Diteruskan dengan pemilihan Pratama Utama (terpilih cewek dari DKI) dan latihan untuk acara Pengukuhan.
– Pengukuhan Pasukan Garuda oleh ka Kwarnas ( LetJen H.A. Rivai Harahap (purn))
Singkatnya… acara selesai pada sore harinya dan kita mandi, dan makan malam.

Jam 19.30 kita kumpul lagi di aula Sarbini untuk Pemantapan Regu.
Isinya yaitu pemilihan ketua regu, Pratama Pasukan dan pembagian tugas dalam regu.
3 Putra Yos bergabung dengan 5 putra Kaltim dan 1 putra Sulut di Pasukan V regu 4 dengan BinDamping Toni S dari Yos 19. (regu Kaltim adalah regu juara LT V se Indonesia. Mereka dibagi dua; 5 orang di regu saya, 5 orang lagi di pas V regu 3 dg BinDamping Drs.Achmad Subagyo dari Kaltim)
(Selama kegiatan Jambore, 2 regu ini selalu bersama sama)
Sementara 3 Putri Yos bergabung dengan 4 putri Serviam-St.Maria Jakarta dan 2 putri Sorong di Pasukan X regu 1 dg BinDamping ka Elly Sumarsih dari Serviam- St.Maria- Jkt. Arief terpilih sebagai Wakil ketua Regu, sedangkan Rusi terpilih sebagai ketua regu merangkap Pratama Pasukan. (Rusi paling sibuk diantara anak anak Yos yang lain selama Jambore)

Sementara BinDamping dan anggota IST disuruh berkumpul di ruang (Mawardi?) untuk briefing tentang Gambaran umum Jambore. Disini Darwin terpilih sebagai koordinator IST (terutama kerjanya ngurusin tenda) :).

Setelah pertemuan malam ini , kita istirahat, tapi tetap saja tidurnya larut malam, asyik ngerumpi dan kenalan……. (Dan terganggu oleh Darwin yang sibuk bolak balik ngurusin IST (tenda))

Ada kejadian siang ini yang mungkin “berkesan” buat semua peserta Jambore.
Ceritanya , sepulang dari gereja masih banyak peserta Jambore yang baru datang, diantaranya adalah anak anak dari pesantren Gontor (Jatim). Mereka datang dengan menggunakan 2 bus (terdiri dari 2 regu putra, 2 regu putri , 4 Bindamping dan +/- 6 IST , total 50 orangan).
Seragam mereka “sedikit” berbeda dengan seragam anak anak lainnya. Celananya celana panjang, dilengkapi dengan topi lapangan,syal dg rumbai orange,sarung tangan kulit dan tas pinggang hitam kecil. Seragam dari ujung kepala sampai ujung kaki (kali celana dalemnya juga sama :)). Keren abis ! Demikian juga dengan putrinya, merekapun seragam abis, dengan tidak lupa menggunakan jilbabnya. Anaknya udah gede gede (2 SMA). Begitu turun dari Bus mereka “berdefile”, berbaris dengan lagu lagu dan gerakan mereka yang seragam, mengelilingi camp. Weleh weleh !!! Anak anak pada nonton, seperti saya merekapun “terkesan”.

Atmosfir suasana berubah, Ini kan Jambore bukan Lomba Tingkat, begitu sebagian pembina berkomentar . Pujian dan cibiran datang bertubi tubi, sementara Gontor tetap cuek dan ritual mereka terus dilakukan . Karena dengan ritual mereka itu mereka sering datang terlambat dalam pertemuan dan Bindampingnya tidak pernah hadir dipertemuan. (Mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri) Dan memang mereka sudah menyiapkan segalanya “sedikit berbeda” dengan yang lain (Kwarnas), seperti kendaraan ke Airport, pengangkutan barang, acara sesudah Jambore (mereka tour ke Singapore dan Malaysia) dan hal-hal lainnya. Tentu saja hal ini membuat Kwarnas pusing dan “marah”, karena mereka jadi harus membagi perhatian dan menambah urusan mereka. Kita kita sih oke oke saja selama tidak mengganggu !. Tapi kekhawatiran buat saya tetap ada ! Masalahnya : Putra Gontor se Pasukan dengan saya di Pasukan V mereka regu 1 & 2 , bagaimana kalau mereka bikin acara sendiri atau macam macam dan tidak bisa berkoordinasi dengan Kwarnas, bisa bikin pusing saya juga akhirnya. Beban mental ngga ? Di Pasukan saya benar benar Pasukan “Istimewa”, Pasukan V ini terdiri dari 4 regu, dimana 2 regu dari Gontor (regu “elite”) dan 1 regu KalTim (regu “Juara”)(walaupun dipecah 2 regu, mereka tetap gabung terus). Kita sisanya bagaikan semut diantara Gajah, yg kalau perang , kita yang kena injak. Tapi ……Siapa takut ! .. 🙂

besok diterusin lagi ………

(138) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan di Sanggar (Gudep)

Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.

Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).

Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.

Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka 🙂

Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.

Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.

Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.

(121) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan oleh Gubernur Jabar (WaGub)
Jam 8 kita disuruh berkumpul di Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jam 9 acara dimulai. Kita berkumpul disatu ruangan, yang tidak bisa menampung semua yang hadir karena banyaknya pengantar (ortu) yang datang. Padahal sebelumnya sudah diberi tahu bahwa pengantar hanya Mabi dan perwakilan orang tua (dari setiap pangkalan ) (kita terdiri dari 3 pangkalan). Dari kita yang hadir adalah Ka Yoseph, Pak Tri ,Ibu Aimee Duval dan ka Marcus, ortu saya himbau untuk tidak hadir. Setelah berfoto bersama di halaman Gedung sate kita bubar dan kembali ke Sanggar.

(134) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat
Jam 8 kami kumpul lagi di Kwarda. Materi hari ini adalah Pengenalan Senam Pramuka & Kesenian Daerah. St. Aloysius membawakan Pencak Silat (Jurus), SLTP 14 membawakan Pencak silat (Tarian), Kabupaten Bandung (Jaipong). Dilanjutkan dengan latihan Senam Pramuka Indonesia. Setelah break makan siang acara diulangi lagi. Dan berakhir sekitar jam 2-an lagi.

(132) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat & Pengepakan barang.

Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.

Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.

Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .

– Toni White

(137) view