WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan di Sanggar (Gudep)

Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.

Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).

Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.

Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka 🙂

Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.

Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.

Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.

(121) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pelepasan oleh Gubernur Jabar (WaGub)
Jam 8 kita disuruh berkumpul di Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jam 9 acara dimulai. Kita berkumpul disatu ruangan, yang tidak bisa menampung semua yang hadir karena banyaknya pengantar (ortu) yang datang. Padahal sebelumnya sudah diberi tahu bahwa pengantar hanya Mabi dan perwakilan orang tua (dari setiap pangkalan ) (kita terdiri dari 3 pangkalan). Dari kita yang hadir adalah Ka Yoseph, Pak Tri ,Ibu Aimee Duval dan ka Marcus, ortu saya himbau untuk tidak hadir. Setelah berfoto bersama di halaman Gedung sate kita bubar dan kembali ke Sanggar.

(134) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat
Jam 8 kami kumpul lagi di Kwarda. Materi hari ini adalah Pengenalan Senam Pramuka & Kesenian Daerah. St. Aloysius membawakan Pencak Silat (Jurus), SLTP 14 membawakan Pencak silat (Tarian), Kabupaten Bandung (Jaipong). Dilanjutkan dengan latihan Senam Pramuka Indonesia. Setelah break makan siang acara diulangi lagi. Dan berakhir sekitar jam 2-an lagi.

(132) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pemantapan Kontingen Jawa Barat & Pengepakan barang.

Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.

Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.

Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .

– Toni White

(137) view