WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara hari ini yaitu Community Action Day (Bakti Sosial) & Indonesian Days. Makan pagi berupa Lunch Box harus sudah diambil pada jam 6 pagi dan jam 7 kita harus sudah berangkat ke Central Area. Jalan kaki ke Central Area +/- 20 menit dari sana kita dijemput Bus kecil ke Gate 9. Disana kita naik bus besar ke lokasi Bakti Sosial. Tugas kita yaitu memperbaiki sekolah SD.

Rombongan yang ke SD ini ada 3 bus, kita dibagi tugas sesuai regunya. Kita kebagian tugas mengecat tembok/ benteng SD bagian luar, karena memang yang belum dicat tinggal bagian luarnya saja, itupun sudah dicat sebagian. Panjang bidang yang harus dicat +/- 60 meteran dan tingginya 2 meteran, yang mengerjakannya 3 regu, yaitu dari kita Indonesia, Belgia dan Jerman (kalau tidak salah).

Setiap regu disuruh mengambil 1 galon cat dan beberapa alat untuk mencat. Kita bergiliran mengecatnya. Pertama sih kita mengeluh karena peralatan yang terbatas, sehingga tidak semua bisa mengecat, tapi rupanya panitia sudah memperhitungkannya. Karena panas dan juga bukan tukang cat original tentu saja kita cepat capai sehingga perlu istirahat. Peluh bercucuran dan badan belepotan cat, tidak menghalangi semangat kita untuk mencat. Lagi asyik asyiknya kita mencat, catnya habis. Panitia rupanya baru akan menyediakan kembali setelah kita makan siang, tapi karena kita semangat kerjanya maka sebelum makan siangpun catnya sudah habis. Jadi kita disuruh menunggu mereka membeli cat dulu, sambil disuguhi kelapa muda.
Wah, itu kepala muda yang namanya enak, bener bener “eu..nak tenan !”. Air kelapanya itu manis sekali rasanya (kaya yang dikasih gula dan pandan), dan mereka orang Thailand hanya meminum airnya saja isinya jarang dimakan. Maka dalam sekejap persediaan kelapa itu langsung bablas.

Sambil menunggu suplay cat , anak anak main sepak bola, sebelumnya juga ada yang main sepak bola dan basket tapi pada saat itu saya melarang anak anak saya untuk ikut main karena kita sedang kerja bakti, bukan mau main bola disana. (Saya tidak tahu mengapa mereka bisa main bola, sedangkan mereka ada tugas masing masing, apakah tidak dicegah oleh Pembina pendampingnya atau bagaimana, saya tidak tahu dan tidak bisa menegur mereka).

Setelah makan siang kita melanjutkan kembali kerja kita dan sebelum pulang kita sudah bisa menuntaskan tugas kita mengecat seluruh sisa tembok luar yang belum tercat itu. Dan catnya habis pisan, bener bener ludes. Bidang terakhir kita harus susah payah ngirit ngirit. Arif kebagian dicat mukanya oleh anak anak Belgia, pertamanya sih diantara mereka sendiri, tapi karena Arif dekat mereka maka dia kebagian juga. Yach namanya rejeki kali yach. πŸ™‚

Dari lokasi itu kita pulang kembali ke Camp, anak KalTim sudah ditunggu untuk mengisi acara Indonesian Days. Lokasi Indonesian Days dekat dengan Central Area, tapi karena kostumnya tidak dibawa ke Bakti Sosial, maka mereka harus ambil dulu ke tenda dan balik lagi. Lumayan lama juga nunggu mereka ganti baju ( hampir 1 jam) .Kita sampai deg degan, acara dari KalTim ini sudah ditukar keacara paling akhir dan ketika semua acara sudah ditampilkan mereka masih belum datang juga. Akhirnya mereka datang juga dan bisa tampil.

Hari ini juga adalah hari kunjungan untuk Indonesia, tapi para visitor itu cuma diberi waktu sampai jam 16.00, jadi jam 15.30 mereka harus berangkat lagi menuju gate 9. Karena saya dari Bakti Sosial langsung ke lokasi Indonesian Days yg letaknya dekat dengan Head Quarter Indonesia, maka saya sempat bertemu dengan beberapa visitor, yaitu diantaranya Ka Kwarda Jabar beserta rombongan. Mereka sempat menanyakan pula kontingen Jabar lainnya dan menitip salam, karena tidak bisa ketemu mereka langsung. (regu dari SLTP 14 Bandung yg di camp D3, jadwalnya sama dengan kita yaitu acara Bakti Sosial ).

Kisah sedih regu dari SLTP 14 ini bukan hanya ini saja, mereka membutuhkan dana Rp. 7 juta/ orang untuk bisa ikut ke Thailand itupun melalui jalan darat (5 hari perjalanan). (Kita habis 6,5 jutaan/orang lewat udara). Ngga tahu bagaimana mengurusnya. Yang saya tahu mereka dibiayai oleh Pemda Jabar Rp 55 juta dan mereka masih kekurangan uang 10 juta untuk biaya pulang. (Untung pada saat akhir mereka bisa dapat tumpangan pulang dengan Hercules AU ke Bandung, kalau tidak?) Kemudian mereka tidak kebagian Voucher makan selama Jamboree, bayangkan sudah tidak punya uang tidak kebagian Voucher lagi, untungnya lagi (orang Indonesia banyak untungnya) teman teman secampnya membagi mereka Voucher. (katanya sih diambil oleh regu Indonesia yang datang duluan ke lokasi perkemahan mereka, kacau !)

Ok, kita balik lagi ke cerita Indonesian Days.
Regu putri kita kebagian untuk menjadi penerima tamu, mereka sibuk melayani dan membantu Kwarnas untuk acara ini. Dengan pakaian daerah dan bersama rekan rekannya yang lain dari Jakarta mereka kelihatan ceria sekali.
Indonesian Days sendiri adalah acara untuk mempromosikan Indonesia dengan cara mengundang Staff Kontingen negara lain, dimana pada acara ini kita menampilkan acara tari Poco Poco & tari Sajojo (yang mengajak para tamu untuk menari bersama), juga tarian dari Jateng & Kaltim, kita juga menghidangkan makanan khas kita yaitu Gado gado. Yang buat saya orang Indonesia juga sangat nikmat sekali waktu itu.
Malamnya kita acara bebas dan dalam rapat Troop Leader yang diadakan pada jam 8 malam ini, kita dibagikan Jamboree Award. Semua anak regu saya dapat dan saya dengar juga bahwa semua anak Indonesia dapat Award. Hidup Indonesia !

Cerita Iman:
8. COMMUNITY ACTION DAY
Acara ini merupakan acara kerja bakti. Waktu itu kami bekerja bakti membantu suatu sekolah yg sedang dalam tahap pembangunan. Kebetulan regu saya mendapatkan pekerjaan mengecat. Kami mencat tembok luar sekolah tersebut. Karena kuasnya terbatas maka kami mencatnya bergantian. Walaupun melelahkan tetapi pekerjaan ini cukup menarik sebab di situ terlihat solidaritas dari sesama pramuka bukan hanya dari Indonesia ternyata pramuka-pramuka lain pun ingin membantu menggantikan yg lainuntuk mengecat. Malah kebanyakan teman seregu kami justru bersantai dan tidak mengecat. Dan itu membuat saya sadar bahwa prmauka lai njustru lebih solidar dibanding temang seregu saya yang tidak memiliki rasa solidaritas yang hanya mau bersantai-santai dan bermain bola. Kami pun bermain bola tapi itu hanya pada waktu istirahat. Saya sempat kesal sama mereka sebab mereka hanya bersantai-santai dan tidak mau bekerja meskipun sudah ditegur pembina saya. Pada wkt itu yang benar-benar kerja hanya Arif, Sindhu, K Toni dan saya. Pada akhir acara mencat pramuka-pramuka lain bermain cat dan Arif pun kena rambutnya dan mukanya. Untungnya saya sedang istirahat sehingga saya tidak kena.

Cerita Arif:
Community A D Kita dikirim ke sekolahan. Tugasnya sih gak susah cuman suruh nge-cet tembok. Yah lumayan panjang sih tapi tengah-tengah cet-nya abis jadi kita maen bola dulu. Pas terakhir-terakhir, beres kan kerjaan tuh, ada bule jail, tiba-tiba saya di-cet belakang kepalanya, pas saya yang bawa roll-an cetnya, saya keluarin 2 roll, saya kejar, dia ngacir manggil temen-temennya, 5 lawan satu jelas aja siapa yang keok! (biasa chicken cuman beraninya rempugan!) Muka saya kena cet, yah untung ilang.

Cerita Rusi:
6 januari 2003
Acara kita hari ini Heritage. kita pergi ke kebun bunga,liat gajah,bikin keramik. tapi kita ga pergi krn diminta bantuan untuk Indonesian Day (ID). hari ini kita bantu2 kk untuk nyiapin acara ID. kita sempet maen dulu di stand ind. kita poco2 & sajojo dulu sama k rika(dokternya ind) cukup menarik juga krn byk orang yg mampir wkt kita lg nari2. trus kita ngajarin mrk juga! abis kita nari2 kita juga sempet bikin scarf dulu! caranya kita dikasih kaen putih yg ada lambang kontingen ind nya,trus kaennya kita iket2 trus dicelupin ke pewarna. pewarnanya khusus.(k kita coba sekali2 di sgr! menarik lho)trus jd deh scarf yg bermotif batik! bagus juga tuh!
di acara ID kita jd penerima tamu! kita hrs pake baju daerah. acaranya ada nari(kaltim,jatim,papua)trus ada poco2,sajojo bersama.Trus ada makanan khas in spt: gado2(indonesian salad:) ),kripik2,bandrek. acara ini bukan untuk umum. undangannya jg khusus. perwakilan dari tiap negara! rata2 mereka suka bgt sama gado2! sipppp! acara ini cuman kurang lbh 1 jam.krn ada negara lain juga yg akan pake tempat! abis itu kita foto2 deh!

abis acara ID kita free! kita pulang ke camp trus ngobrol2 sama anak2 thai! kita kan 1 pasukan sma mrk! biasalah pa iseng2 gt! kita jg belajar beberapa kata dlm bhs thailand! abis kita ngobrol2 kita ke scout shop! bareng sama anak thailand! trus kita sempet tuker2an badge sama orang jepang! di hari2 terakhir ky gini byk yg ngegelar badge2nya untuk ditukerin! ada arena khususnya! swappig area! badge bagus2 ada yg emang buat ditukerin ada yg cuman pemeran doang! asik deh

(215) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Free time and Thai Festival.

Acara pagi dan siang hari ini adalah acara free buat Sub Camp kami. Tapi pengurus Sub Camp membuat acara sendiri di subcamp yaitu Flag Parade, yang dilaksanakan pada pukul 8.30 pagi, setiap pasukan diminta mengirimkan 10 orang dengan pakaian seragam lengkap dan membawa bendera negara masing masing. Untuk acara ini disepakati regu dari Gontor yang akan mewakili pasukan kita, karena pada hari ini mereka juga sudah ada janji dg COC bagian Islamic Centrenya untuk kesana dg berseragam lengkap. Jadi sekalian hari ini acara formil formilan buat mereka. Rencananya Flag Parade ini akan dilakukan di Sub Camp dilanjutkan dengan berkeliling Camping area.

Buat yang tidak ikut, acaranya bener bener bebas. Tapi mereka diharuskan membuat kesan di selembar kertas kecil yang akan digantungkan di sebuah pohon kecil didekat Sub Camp office, dan ditulis dalam bahasa Inggris. Itu merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Sub Camp sticker. Sub Camp sticker akan dibagikan nanti malam pada saat rapat Troop Leader. Karena malam hari ini akan diadakan Thai Festival , maka anak anak dilarang bermain bola dari mulai jam 4 sore ( biasanya jam segitu anak anak ramai main bola, dasar euweuh kacape, dan mainnya bagus bagus lagi ). Malah diharapkan partisipasinya pada jam itu untuk ikut “nyeboran/ ngepretan” lapangan supaya tidak terlalu berdebu untuk acara nanti malam.

Pada saat Free time ini saya manfaatkan untuk melengkapi koleksi Badge Jamboree saya, ada beberapa Badge kontingen negara tertentu yang susah di”pasaran Swapping”, sehingga mau tidak mau kita harus mendatangi Camp mereka.( Biasanya mereka kontingen kecil atau persediaan badgenya sedikit) dan yang paling saya cari yaitu Badge Jamboree Museum. Soalnya Badge ini sangat bagus dan
sebetulnya sangat mudah didapatkan. Asal kita datang ke Stand Jamboree Museum, mengisi Quisioner dan kita bisa dapat. (Menurut saya stand ini “wajib” didatangi oleh peserta Jamboree, karena “bagus”.) Tetapi ada masalah dengan saya ! Waktu saya mengunjungi Stand tersebut beberapa hari yang lalu, saya tidak diberi Badge, maklum pada hari itu pengunjung sangat membeludak dan pembina pendamping yang datang pada hari itu tidak diberi badge. Yach kita sih rakyat kecil, mau apalagi kalau tiba tiba aturannya dirubah mendadak. Nerimo saja.
Makanya hari ini saya datangin lagi dan akhirnya saya dapat juga Badge itu. Seharian muterin Camp camp, lumayan juga ada beberapa badge yang saya dapatkan.
Setiap ada kesempatan Free seperti ini saya juga gunakan untuk melihat dan mendatangi tempat tempat yang belum saya kunjungi/tidak ada dijadwal acara seperti Prayer Valley (Pusat Keagamaan), WOSM Exibition (Stand Stand negara negara peserta Jambore) atau mengunjungi Camp Putri kita (nengokin, walaupun ada pembina pendampingnya) dan ngumpulin badge di Swapping area.

Di Prayer Valley saya mengunjungi stand agama Katolik, disana saya diberi Scraf, badge dan gambar tempel dan petugasnya baik baik dan ramah. Saya yakin distand agama lainpun demikian.

Di WOSM Exibition, saya datangi semua stand negara negara itu, ada yang ramah ada yang cuek, macam macamlah. Maklum pramuka juga orang, kalau lagi moodnya jelek, pasti tidak menyenangkan. Disini saya mengumpulkan Stamp (Cap) setiap negara sambil mencoba untuk Swapping Badge mereka. Ada juga sih petugasnya yang mau tukeran, tetapi biasanya mereka menyarankan untuk Swapping dg peserta negara mereka di campnya. (Kebanyakan petugas di WOSM Exibition adalah Andalan Nasional negaranya). Yang paling ramai dikunjungi adalah Stand Amerika Serikat, karena mereka memberikan semacam Sertifikat yang berisikan nama kita dan dituliskan disana bahwa mereka adalah Peserta World Scout Jamboree (dalam huruf besar) yang telah mengunjungi Stand Amerika Serikat. Sertifikatnya kita bikin sendiri di computer dan bagus hasilnya. Jadi banyak yang ingin buat, soalnya peserta menganggap itu semacam sertifikat Jamboree. (Sertifikat Jamboree yang resmi aja kalah bagus ).
Karenanya Ngantrinya panjang sekali……, walaupun disana disediakan cukup banyak computer. Kalau mau bikin sertifikat harus ngorbanin waktu 2 jam, karena saya tidak punya cukup waktu maka saya tidak buat.

Hari ini hari Minggu ke 2 saya di Jamboree dan kesempatan ini saya gunakan juga untuk mengikuti misa, hari ini saya bisa mengikuti misa lengkap dengan semua anak didik (pa,pi kecuali Darwin). Tapi saya agak malu juga soalnya saya terlambat datangnya, soalnya saya harus makan dulu. Dan panitia sebelumnya sudah tahu saya akan datang (waktu saya nanya lokasi misa ke mereka). Anak anak sih tepat datangnya, soalnya informasinya sudah saya beri tahu ke mereka. Sampai sampai misa ditunda 5 menit nunggu saya, coba maluin engga. Untung cuma panitia dan anak anak yang tahu saya. Setelah misa kita potret bareng dengan pastor dan panitianya.
Anak anak putra masih mau maen di camp putri, jadi saya pulang dulu ke Camp untuk melihat pasukan / Thai Festival. Ternyata di tenda kosong melongpong , mereka bener bener tidak menyia nyiakan acara bebas hari ini. Jadi waktu Thai Festival dari Indonesia cuma saya sendiri, terakhir pak Bagio dari Kaltim ikut gabung itu juga acaranya mau udahan.

Acara Thai Festival sendiri sebetulnya cukup menarik, mereka mempertunjukkan tarian mereka ( semacam Jaipongan dan tari Lilin kita) dan kita semua diajak untuk ikut serta menari. Para penari mereka turun untuk mengajak penonton untuk ikut menari berkeliling, jadilah lingkaran tarian besar yang membawa lilin. Cara membawa lilinnya yaitu dengan diselipkan diantara jari dan selama menari tidak boleh mati. Jadilah saya “ngibing” muter muterran. Siapa takut ! πŸ™‚

Jam 10 acara Troop Leader Meetting, disana dibagikan Sub Camp Sticker, setiap peserta mendapatkan 2 lembar sticker dan dibagi juga Sub-Camp Life Activity sticker (Salah satu Sticker yang merupakan syarat untuk mendapatkan Jamboree Award.)

(208) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara hari ini yaitu Face the Waves, Crossroads of Culture (COC) dan malamnya acara di Sub Camp yaitu Youth are the World.

Berikut pengalaman anak anak :
Pengalaman Iman:
FACE THE WAVE
Module ini adalah kegiatan yang berhubungan dengan air dan bertempat di pantai.
Mula-mula kami seregu mendapat kegiatan rafting. Rafting ini cukup menarik karena sangat sederhana dan juga membuat sendiri dengan bahan yg sudah disiapakan. Rafting ini bukan seperti biasanya dengan perahu karet tetapi dengan menggunakan ban dalam mobil yang diikatkan pada bambu. Kami diperbolehkan mencoba nya di daerah pantai. Kami capai mendayung. Dalam perjalanan pulang karena kami kecapaian kami meniup peluit dan meminta perahui boat untuk menarik kami. Ternyata mereka hanya menarik sampai ke dekat pantai dan kami harus mendayung lg untuk sampai ke pantai. Ketika susah dekat pantai, salah satu teman kami dari Papua meninggalkan kami. Kami semua cukup kesal karenannya sebab sewaktu kami mendayung dai malah meninggalkan perahunya dan berenang. Sesudah rafting kami melakukan kegiatan perseorangan. Kebetulan saya mendapat Wind Surfing. Saya belum pernah bermain Wind Surfing. Saya diajarkan. Karena 1 papan Wind Surfing dipakai 4 orang maka kami berempat tidak begitu bisa hanya bisa sedikit. sampai wakltu nya habis.

CROSSROAD OF CULTURES
Module ini merupakan module seperti GDV dan COC yaitu seperti stand. Kebetulan regu saya mendapatkan tiket kebudayaan. Saya mengikuti kegiatan di mana kami diajarkan kesenian Thailand. Kesenian Thailand yaitu memukulkan 2 batok kelapa dengan iringan irama musik dan gaya-gaya yang berbeda. Setelah acara itu selesai saya dan Arif pergi ke stand agama Kristen disitu kami diajarkan untuk membuat hiasan dari kertas.

Pengalaman Arif
COC Kita kebagian yang garing lagi, kita disuruh nari pake batok kelapa?!?! Siangnya dari pada bosen, saya jalan-jalan ke world scout center sama ke prayer valley.
Face the Wave Pertama-tama kebagian rafting (ke laut make rakit kaya korban Titanic) ngedayungnya cape tenan, sampe pas mo balik manggil kapal motor buat narik (sebenernya sih cuman iseng niup-niup peluit, taunya penjaganya nyamperin). Saya kan gak dapet tiket, eh pas ada orang ngebuang tiketnya. Saya ambil tulisannya sih Festival boat, saya kira bakal nyantai, ternyata lebih parah! Yang ini sih bukan cuman rakit, tapi perahu naga yang buat lomba! DAYUNG TERUS sampe jontor.

Pengalaman Rusi
Acara: Face the waves(F the W),COC
Pertama2 kita F the W kita dpt rafting sama festival boat!
pertama2 kita rafting! mrk sdh menyediakan ban2 yg diiket jd 1( 5 ban) & rakit dari bambu. Nah kita harus membuat perahunya sendiri. pertama ban diletakan di atas bambu trus kita ikat. setelah selesai kita mulai jalan deh dilaut! Nah kita ditemenin 1 guide orang thailand! 1 rakit hrs 8 orang. nah ditengah2 kita ketemu anak thailand.Tp anak thailandnya rese gt! mrk teh iseng gt! si joj ma si lala (anak jkt) pd digangguin yg tdnya mau berenang2 di laut ga jd gara2 mrknya iseng! trus ditambah aku teh agak pusing mabok laut gitulah! hehehhe. kita cuma dikasih wkt 30 mnt. tp ga kerasa lho cepet juga! abis rafting selese kita festival boat!

Disini juga rame dan aku udah ga mabok lg! udah sehat walafiat! di sini kita naik perahu yg kaya di iklan dji sam soe itu ! cuman lbh kecil lha! kita seperahu sama anak2 jepang & bengkalis. tp tiap kita lomba sama perahu laen kita kalah ajah! gara2nya anak2 jepangnya teh males pisan ga mau ngedayung! padahal mereka cowo lho! hehehehhehe yah walaupun kalah ajah tp asik lho! gara2 kalah ajah guide yg dr thailand yg nemenin kita jd nyiram2in kita! dasar iseng banget! tp acaranya asik bgt deh! kebetulan juga anak2 jepangnya 1 sub camp ama kita!

Abis F the W kita COC (Crossword of Culture)
Disini saya&che2 (anak jkt) kebagian Religion! garing pisan acaranya! saya cuman ngeliatin upacara perkawinan ala muslim udah gitu ada perjamuannya. kita disuru nyobain makanannya gitu! udah ajah! trus kita dpt sticker! tp lumayan juga seeh! Abis workshop kita walk in! nah disini rame! saya belajar buat bukin wayang! mirip2 wayang kulit gitu tp ini mah di bolong2in pake paku! itu asik juga! trus abis itu kita bikin kipas dari semacem daun gitu! itu juga asik. Terakhir kita diajarin maen permainan thailand mirip2 gasing gitu! tp lumayan susah juga seeh!

Abis selese kita balik ke camp untuk nyapin sea festival Carabian sea (Nama sub camp kita) Nah acara ini asik bgt! kita hrs harus nyanyiin ato mau bikin acara apa ajah asal berhubungan sama laut! akhirnya kita nyanyi lagu lancang kuning! lagunya anak bengkalis! lumayan juga eeh! klo acar2 malem gitu biasany aanak2 kaledonia bagus2 pokoknyamah asik2 gitu!

Pengalaman Jessica :
CROASSROAD OF CULTURE
Hai! Hari ini kita dapet C.O.C alias Croassroad Of Cultere. Kita pergi ke arena C.O.C setelah makan siang. Sekitar pk 12.30. Pagi-paginya kita face the waves terlebih dahulu. (Kalo mau tau ceritanya, bisa liat yang punya rusi). Karena tiket acara yang dibagikan diacak, maka kami acaranya terpisah-pisah. Kebetulan saya dapet tiket Art Of Languages. Jadi belajar tentang bahasa negara lain. Karena tiketnya cuma 1, jadi saya pergi sendiri. Yang lain pad pergi berdua.
Sesampainya di sana, saya kira bakal ketemu sama orang Indonesia lainnya dari troop lain. Eh..,, ga taunya cuma saya doang yang orang Indonesia. Di sana, kita boleh milih mau belajar bahasa yang kita sukai. Ada bahasa Thailand, India, Mesir, Perancis, Cina, Jepang, dan lain-lain. Untuk mendapatkan stiker workshop Art Of Languages, kita harus mengumpulkan 3 tanda tangan yang diperoleh dengan cara mempelajari bahasa sebanyak 3 bahasa.
Pertama saya belajar bahasa Thailand. Di sana saya udah was-was aja ga ada yang kenal ama takut ga ngerti bahasanya. Ga taunya ada IST yang nyamperin terus nanya pake bahasa Inggris, saya dari mana. Dia kira saya dari Thailand. Pas saya bilang saya dari Indonesia, tiba-tiba dia langsung ngomong pake bahasa Indonesia. Ngiranya sama-sama dari Thailand, eh… ga taunya sama-sama dari Indonesia. Huehuehue…!!! Untung aja. Jadi saya diteranginnya pake bahasa Indonesia.
Udah dari bahasa Thailand, saya ke workshop bahasa Cina. Di sana saya berkenalan sama orang Jepang. Terus kami diajarin nulis huruf cina menggunakan koas. Saya ngeliat orang Jepang yang tadi kenalan tuh, nulisnya bagus dan lancar banget. Beda jauh kalo dibandingin sama tulisan saya deh! Mungkin karena udah bisa nulis kanji kali ya. Mana koas saya sempet coplok lagi bulunya. Malu deh ah diliatin sama orang scotland yang duduk di depan saya. Tapi anehnya coach nya tiba-tiba nanya begini Ε“ Kamu udah pernah belajar nulis huruf ini sebelumnya belum? Terang aja saya jawab Belum. Saya udah mikir jangan-jangan ini tulisan jelek abis! Tapi ga taunya coach nya bilang tulisan saya itu bagus. Hehehe…berbakat juga ternyata ya.
Selesai dari situ, saya pergi ke tulisan Mesir. Di sana saya duduk, terus dikasih kertas, kemudian suruh nulis nama sendiri pake simbol gambar. Aneh deh orang Mesirnya. Ga nerangin dulu, ujuk-ujuk langsung disuruh berkreasi sendiri. Ya udah gambar aja apa adanya.
Setelah selesai Art Of Languages, saya jalan-jalan sendirian mengunjungi walk-in C.O.C. Sewaktu jalan-jalan, saya bertemu anak Gontor yang namanya Jessica. Dia ngajak saya jalan bersama. Lalu kame mencoba cuisin.(Padahal saya tidak punya tiketnya. Tapi akhirnya nyelusup diam-diam). Di sana saya belajar cara membuat thai pancake. Setelah dari sana, kami belajar membuat bunga dari pelepah bambu. Orang yang ngajarinnya ga sabaran. Kalau sedikit saja kami salah, pasti dia akan mengomel. Huh! Cerewet lagi! Tak terasa waktu sudah menunjukkan pk17.15. Sudah waktunya pulang. Soalnya, kalau tidak cepat-cepat pulang bisa kena marah Ka Elly. Kami semua janji jam 6 sore sudah berkumpul untuk membicarakan sea festival yang akan diadakan nanti malam. Jadi, kami berpisah di sini. Saya pun kembali ke subcamp.

Itulah pengalaman dari sebagian anak anak kita yang ikut acara ini, walaupun tidak dilakukan pada hari yang sama untuk putra dan putri, karena jadwal untuk putri pada sabtu ini adalah Community Action Day.

Malamnya diadakan acara Youth are the World di Sub Camp masing, dimana kita saling bertukar games & lagu. Setiap pasukan mengirimkan 2 regu ke pasukan lain , dan kita menerima 2 regu pasukan lain. Kita kebagian menerima 2 regu dari pasukan Thailand. Sebagai tuan rumah kita yang harus lebih berinisiatif dalam memberikan lagu ataupun games. Kita memberikan lagu “Gumbaya” dan lagu “Waiya” lengkap dengan gerakannya, Gontor memberikan lagu “Gumbaya” & games “Tembak tembakkan”, Thailand memberikan lagu & permainan persis Ular naga. ” Ular naga panjangnya bukan kepalang……sd…..Ini dianya yang terbelakang” (tentunya dalam bahasa Thailand), terus kita disuruh milih apel atau jeruk ke yang jaga. Yang parah bahasa Inggris mereka. Jadi kita cari permainan yang gampang saja.Yang tidak butuh banyak aturan. Acara berakhir pukul 10 malam, dan kita disuruh untuk istirahat.

(246) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Hari ini adalah acara Exploring Nature. Yaitu acara semacam Hiking ke gunung. Dibagi dalam 2 kategori yaitu Moderate and Difficult. Untuk acara ini kita sudah sepakat tidak usah ambil yang Difficult tapi ambil yang moderate saja, mengingat kondisi kita yang tidak begitu baik (Cape dan kurang tidur) dan juga menjaga kondisi tubuh kita. Ada 12 hiking rote, jaraknya dari 4 Km sampai 12 Km. Kondisi medan mempengaruhi jarak, jadi makin “gila” medannya makin kecil jaraknya. Tapi pada akhirnya memakan waktu yang relatif sama. (3-4 jam perjalanan). Saya mengambil keputusan untuk mengambil medan yang sedang, dimana jaraknya + 8 km. (flat ground, 2 hills). Kita disuruh untuk kumpul di West Parking Area jam 7.45 dan dari sana kita dibawa oleh bus ke hiking area. Perjalanan ke hiking area cukup lama juga memakan waktu + 1.5 jam.

Sesampainya disana kita disuruh berkumpul. Dari titik start ini ada + 10 regu. Setiap regu diberi pinjam 1 buah kompas, 1 lembar peta contour, 1 lembar kertas petunjuk (+ 250 titik :arah, jarak,keterangan). Semacam keterangan untuk peta pita. Setiap regu mempunyai route yang berbeda, walaupun titik finisnya sama. + jam 10 kita mulai start, kita bagi tugas 1 orang membacakan arah dan jarak, 1 orang membidik, 1 orang menjadi pionir ( mencari titik petunjuk), sementara yang lain mengikuti dan 1 orang menyisir dari belakang. Medannya cukup menantang, karena kita benar benar menerabas hutan, bukan jalan dijalan setapak. Untungnya jarak dari satu titik kesatu titik yang lainnya tidak begitu jauh hanya dalam jarak puluh meteran saja, sehingga kita bisa tetap kontak dari satu titik ke titik yg lain, walaupun teriak teriak.
Misalnya si pembaca membacakan arah 40 derajat dan jarak 50 meter, si pembidik membidik dan si pionir lari kesana untuk mencari petunjuk, apabila sudah ditemukan kita mulai lagi melakukan hal yang sama. Disetiap tanda jejak ada nomor regu kita jadi apabila salah,maka tidak ada nomor kita disana. Menyenangkan dan menantang sekali sebetulnya, sayangnya tidak semua anak kebagian tugas itu, sehingga yang tidak kebagian bosan. Apalagi ada sebuah titik yang menyesatkan (salah cetak), seharusnya 140 derajat tertulis 40 derajat dan kebetulan ada nomor kita disana sehingga cukup mengacaukan. Untung kita bertindak cepat dan kembali lagi ke titik titik sebelumnya, karena derajat ini salah kita cukup kebingungan mengambil arah, akhirnya diambil arah 140 derajat, karena sebelumnya kita berbarengan dengan regu 3, dan dititik itu kita pisah. Setelah itu kita bergabung lagi dengan regu 3 dan melanjutkan perjalanan bersama. Sebetulnya ransel yang kita bawa tidak begitu berat, isinya hanya lunch box, baju ganti, botol minum dan ponco, tetapi karena mungkin medannya cukup menantang, jadi kerasa juga capenya. Selama perjalanan ada beberapa pos yang dijaga oleh panitia, disalah satu pos kita disuruh berhenti untuk makan siang. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan lagi. Jam 1 siang kita sudah sampai di titik Finish. Dan merupakan regu ke 2 yang sampai. (regu pertama dari Thailand). Regu regu yang lain menyusul berdatangan. Tapi ada satu regu yaitu dari Amerika yang tidak muncul muncul, dikabarkan mereka tersesat masuk ke gunung sebelah. Sesuai ketentuan kita tidak akan meninggalkan lokasi sampai semua regu lengkap. Maka kita menunggu regu itu sampai 3 jam lebih. Untung saya bawa snack/persediaan makanan yang cukup banyak sehingga bisa buat ganjal seregu selama menunggu. Anak anak minta supaya saya menanyakan ke panitia. Saya tanyakan dan jawaban panitia cukup membuat saya dan juga anak anak menjadi lebih sabar menunggu & menahan diri. ” You maybe boring wait here, but you must know they are in difficult there!”. Nah lho ! Kena engga? Apalagi disampaikan dengan simpati, tentu saja membuat saya “KO”. Setelah saya sampaikan dan jelaskan ke anak anak, maka tidak ada yang ngomel lagi dan lebih sabar menunggu. Akhirnya dikhabarkan telah ditemukan dan diantar ketitik finish terdekat, sehingga kita tidak perlu menunggu lagi. (Itu mungkin karena arogansi mereka juga, terlalu memandang enteng medan dan tidak mengikuti prosedur dengan benar).(Hal itu saya tahu karena waktu milih, mereka milih yang difficult). Yach tapi kita ikut prihatin juga lah.
Sore sekali kita baru sampai di Camp lagi. Dan karena acara malam ini free, maka malam ini anak anak dibebaskan untuk acara masing masing. Tapi tidak untuk para pembina pendamping, rapat, rapat and rapat lagi ! (Jadwal rapat jam 17 di sub camp untuk activity , jam 20 di head Quarter & jam 22 patrol leader di sub camp).

(159) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Acara di GDV (Global Development Village), memakan waktu satu hari penuh dari pagi sampai sore.Jadi setiap peserta bisa memilih 1 workshop pada pagi harinya atau 1 workshop lagi pada siangnya, karena setiap workshop memakan waktu agak lama (kurang lebih 2- 2,5 jam). Apabila ada peserta yang berhalangan mengikuti Workshop yang telah dijatahkan untuknya, maka mereka bisa mengikuti Walk-in Activities (stand) di GDV ini yang waktunya hanya 10-15 menit, tapi mereka harus ikut 3 walk-in, baru urusan GDV bisa beres. Yang membanggakan, kita anak anak Indonesia hampir semua Handbooknya penuh. Jadi misalnya untuk GDV disyaratkan hanya cukup 1 Workshop atau 3 Walk-in, mereka sabet semuanya jadi untuk GDV punya 5 stiker yaitu 2 stiker Workshop & 3 stiker Walk-in, malah ada yang walk-in nya lebih dari yang diperlukan sehingga tidak ada tempat di kolomnya dan ditempelkan di halaman Extra Stamp.

Iman pada hari pertama kehilangan Hand booknya sehingga stiker yang dia dapat pada hari pertamanya ikut menguap, setelah saya urus untuk minta buku pengganti, pada saat free time dia (ditemani Arif dan Sindhu) ikut walk-in untuk acara hari pertamanya (Acara Tournament dan COS, jadi di acara Tournament mereka selain bikin/ memperbaiki ikatan jembatan & panjat tebing, mereka juga ikut Mountain bike & yang lainnya ).

Modul GDV ini menyajikan hal hal atau topik yang berhubungan dengan issue global dunia yang berkembang sekarang , dimana diambil 4 thema yaitu Health (Kesehatan), Environment (Lingkungan), Peace (Perdamaian) & Human Right (HAM). Ada 5 topik setiap themanya dan 3-4 workshop setiap topiknya jadi total ada 64 workshop untuk GDV ini. Areanya bersebelahan dengan area City of Sience dan luas areanya kurang lebih sama besarnya. Kali ini saya bisa menemukan mereka, karena saya tahu ticket yang mereka dapatkan dan malah saya mengunjungi stand walk-in salah satunya tentang penyakit Lepra disana saya dikasih kartu kwartet. Saya informasikan ke anak anak dan stand itu yang tadinya sepi langsung diserbu anak Indonesia sepasukan , langsung stand itu habis kartu kwartetnya . Dasar buas ! πŸ™‚

Berikut ini beberapa pengalaman dari adik- adik kita tentang acara mereka di GDV……

Cerita Yovita………
Modul hari ini,Global Development Village. Untuk pagi hari, kita kebagian workshop peace dan untuk siang hari,kta kebagian environment.sebetulnya,kalo kita ngikutin salah satu dari workshop itu (peace/environment) gpp. yang penting udah ikut. Soalnya buat jamboree award,stiker yang dibutuhin GDV hanya 1. Jadi boleh milih. Tapi kita ikut 2duanya …. hehehe ga tau kerajinan atau gimana gitu.
Untuk workshop peace,kita dibagi 3 regu: @rusi, jessica, fitri @ christie, yovita @ stella, cheryl Nah.. jam 9 kita udah harus di sana kalo engga, workshop yang rame udah bakal ditempatin. Kita sih, pagi2 jam 8 juga udah nongkrong di sana sambil liat2.kebetulan, saya n christie (Itie) ke workshop yang lumayan rame. dipandu sama Sebastian (kalo ga salah dari Switherland) n dibantu sama orang Thai n Itali. Pertama, kita dibagi jadi 2 regu. Mainannya sama cuma beda kelompok gitu. soalnya orangnya lumayan banyak. Masing2 regu bikin lingkaran kecil terus kita main lempar2 bola (antar regu) sambil nyebutin nama kita n asal misalnya: saya lempar bola ke Martina (org itali) sambil ngomong”my name’s Yovita I’m from Indonesia” terus martina lempar lagi ke orang laen sambil ngomong”my name’s Martina I’m from Itali” n seterusnya..lama2 bolanya ditambah ma sebastian jd pusing. Abis itu, kita bikin lingkaran besar n maen kaya cap golicap itu loh..dimulai dr sebastian misalnya dia petik jari,selang kira2 5 detik, kita harus niru sebastian gitu terus. Udah selese, kita dibagi lagi jd 2 regu yg tadi n maen trust. kita bikin lingkaran kecil terus ada sukarelawan di tengah. Sambil tutup mata,kita harus ngejatuhin diri terserah kita. pokoknya kita percaya sama temen kita kalo kita tuh ga bakalan jatuh. Bener aja ko, ga ada yang jatuh. Kecuali sebastian hehehe.mungkin karena dia besar banget jadi berat badannya hihii..bis itu kita pasang2an ma org lain dr laen negara maen trust itu. Saya dapet orang bule (lupa dr mana) pokonya tinggi banget. Otomatis kalo saya maen trust sama dia, saya bakal ketindihan n gepeng. Untungnya orang bule itu jg nyadar jd saya doang yang jatuh2an hehehe.. Bis itu, kita bikin lingkaran gede, terus maen lg kaya cabo2 cha3 tapi kalo ini ma tiap orang harus sumbang gaya. Pertama mulai dari sebastian dia jalan di tempat trs kita tiru.selang kira2 5 detik, org yg di sebelahnya ganti gaya n kita jg ganti musti nurutin org itu gt. Setelah itu,kita bole istrht bentar.terus lanjut lagi. Nah kali ini kita maen cermin.Saya dapet orang Thailand,saya musti niru gerakan yang dia buat misalnya tangannya ke atas,saya jg dst.terus kta tuker pasangan.saya dapet org switcherland namanya Kathrein. nah kalo yang ini, kita maen sopan santun. pertama kita dijelasin dulu tentang tingkah laku kita kalo kita lagi bicara sama org lain. misalnya ignoring(acuh),dll trs sebastian nyontohin kalo ignoring itu kaya gmn.bis itu, kita praktekin ma pasangan kita td.kalo sebastian bilang “Ignoring!” kita n pasangan kita ngelakuin “ignoring” misalnya Kathrein yg bicara n saya yg acuh gt.dst.Setelah itu, kembali lagi ke dua regu yang tadi.Kita diajak maen ke luar n dibagiin tutup mata.(oya satu lagi pembimbingnya namanya steve)Kita harus nyari tali yang disembunyiin sama steve di sekitar situ.Kalo talinya ud ketemu,kita bikin persegi dgn cara ngerentangin tali itu.susah juga loh.soalnya orgnya ganjil n butuh kekompakan.Tapi regu kita selese pertama loh..krn emang kita kompak heehe…regu kita pertama balik ke workshop itu.Regu 2 masih coba bikin persegi.bis itu kita dikumpulin jd satu n disuruh maju ke depan 5 org.terus sama jg maen ky cabo2 tp kalo ini mah gerakannya harus pindah tempat.misalnya:orang pertama roll depan,orang ke2-5 hrs ngikutin roll dpn,trs ganti org ke dua misalnya ngelakuin thai boxing,org ke1-5 kec 2 hrs ngikutin gt.nanti kalo ud sampe bates,balik lagi ke blkg.misalnya roll blkg gt.Bis itu udah de selese n kita bole minta stiker ke steve n dikasih pin.bagus deh pinnya.Saya sama Itie nunggu yang lain krn pd belon selese jd walk-in dl.Ud gt,karena yg lain pd ilang ga tau ke mana,saya sama itie akirnya pulang duluan ngambil lunchbox.makan siang.
Stlh makan siang,kita ke workshop environment.dibagi 3 regu lagi tapi pasangannya beda.Saya sama rusi.Kita salah masuk ke workshopnya.Kurang rame lah.Soalnya pas kita mau masuk ke workshop yg keliatannya rame,disuruh lapor ke bagian apanya gt.padahl si ga usah.Sebel.Jadi kita telat masuknya.udah keburu penuh.Di workshop ini,kita diskusi ttg masalah lingkungan yang ada di masing2 negara.N bikin daur ulang dr dus2 bekas.Kita sekelompok ma anak Thai yang jail banget.Kita malah tanya2 ttg huruf Indo dl.n org laen mah pd bikin kap lampu,tmpt sampah,kita malah bikin robot hehehe…tp rame si..Ud gitu,kita diskusi2 lg ttg masalah itu n bole pulang,eh balik hehehe..kita jalan2 liat COS ngumpulin sticker. abis itu balik ke subcamp n nyiapin buat acara kesenian antar daerah..Kita putusin mau poco2.tapi problemnya,anak bengkalis itu pd protes katanya ga semuanya bs poco2 cuman 4 org n itu jg beda gerakannya.Trs pas sore2 itu,saya sama rusi ke tempat headquarter buat cari K rika minjem kaset poco2.eh,K rikanya ga ada jd kita muter2 nyari k Rika.Tapi ketemu si akirnya malah kita disuguhin makanan n minuman n dapet bros pula lg dr org Thai.Gratis.Tp punya saya malah ilang sama kacamata saya(mungkin terlalu banyak gerak kali ya hehehe).Pokoke,begitu dapet,kita langsung balik n latihan sebentar.Tapi jadinya bagus ko.Kaya formasi hehehe.n orang2 pd suka tuh..disorakin sih hueheuue…ud gt,kita tidur n siap2 buat besok pagi.mustinya Exploring Nature tp ga ikut sebel de.padahal saya,rus,je pgn ikut.Tp kalah suara ya udah ga jd.ok next day…..

Cerita Iman……………………..
GLOBAL DEVELOPMENT VILLAGE
Module ini merupakan module di mana disediakan stand yang berhubungan dengan keadaan dunia dan segala isinya. Module ini disediakan waktu seharian. jadi kami bisa masuk ke GDV sebelum dan sesudah makan siang.
Pada module ini saya dan teman-teman memilih masuk stand hutan berawa. di situ kami diajarkan berbagai jenis tumbuhan dan juga berbagai jenis binatang serta kegiatan yang ada di sekitar hutan berawa. Kami diperlihatkan hewan yg ada di rawa. Kami diberi soal dan harus menjawab setelah soal dikerjakan pekerjaan terakhir kami harus masuk ke lumpur. Saya tidak begitu suka karen kalau saya masuk ke situ saya males mencuci baju. Padahal di situ banyak orang-orang dari negara lain yang senang bahkan sampai seluruh tubuhnya berlumuran lumpur. Akhirnya saya hanya masuk sebatas kaki saja.
Untuk acara kedua pada GDV sesudah makan siang, saya, Arif dan Sindhu hanya masuk ke stand yg berbentuk pameran bukan yg berbentuk kegiatan seperti yang pertama. Karena persyaratan nya sudah cukup dan kami ingin mengejar kegiatan lain. Kami masuk ke stand untuk para orang buta. Di situ orang yang menjelaskannya juga sepertinya buta. Kami diberi tau cara membuat huruf untuk orang buta. dan ada sedikit permainan seperti kim raba. Stand ini cukup menarik karena orang yang menjelaskannya adalah orang buta juga.

Malam harinya acara SEA Festival…..
Disini setiap pasukan diharuskan menampilkan 1 tarian dari negaranya yang berhubungan dengan laut. Sekarang saya minta dari KalTim untuk menarikan 1 tariannya, karena sebelumnya dari Gontor. Sebetulnya sih tariannya tidak berhubungan dengan laut, tapi kita karang saja sehingga kesannya seperti tarian menyambut para nelayan yang baru pulang melaut. :)) Mana mereka tahu ! :))
Lengkap dengan kostum & musiknya tentu saja menjadi cukup menarik dan mendapat applause. Acaranya diselenggarakan di setiap Sub Camp. Dan yang nontonnya juga kebanyakan dari Camp tersebut. Acara selesai pada pukul 10 an, karena banyak peserta negara lain tidak siap, jadi mereka bikin acara mendadak dan singkat saja seperti yel atau menyanyikan satu lagu.Yang pasti paling siap adalah tentu saja dari Thailand, mereka juga lengkap dg kostum dan musiknya.
Banyak juga peserta yang tidak ikut berpartisipasi (nonton), mereka entah kemana, yang pasti malam malam baru pada pulang. Yang pasti semua Happy hari ini !! Saya sendiri hanya sempat menyaksikan petunjukan buntutnya aja, soalnya rapat di Head Quarter Indonesia dari jam 8 malam sampai jam 9 lebih. Setelah acara Sea Festival selesai , jam 10 an diteruskan rapat dengan para Troop Leader. (Untuk Evaluasi). Dan setelah itu tidur…. soalnya cape..!

(185) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Pagi : Free, Siang: Religious Ceremony, Malam: Inter Relegious Celebration.
Acara bebas pagi ini kita gunakan untuk santai di tepi pantai.
Pantainya bagus sekali, pasirnya putih, hampir tidak ada ombaknya. Biasanya pemakaian pantai ditentukan waktunya, karena digunakan untuk Beach Activity tapi untuk hari ini semua bebas menggunakannya. Tentu saja hal ini membuat pantai jadi ramai sekali. Iman sudah berangkat duluan, disusul oleh Sindhu. Saya dan Arif menyusul kemudian naik sepeda. Dari tempat saya (village B) paling dekat kepantai dibelakang village A, sehingga saya dan Arif kesana. Tapi dicariin disana tidak ada, pasti mereka ketempat putri dulu. Maka Arif menyusul kesana dan saya nungguin di sana. Ditunggu tunggu malah Arif tidak muncul muncul, maka sayapun akhirnya menyusul kesana, tapi saya menyusul menyusuri pantai, sepeda saya tinggal didekat village A. Pantai yang dipakai itu membentang dari pinggir IST Village,Village A, Village D, melingkari Jam Hotel,ke Village D lagi dan ujung Village C. Jadi areal yg digunakan berbentuk huruf L. Sampai dekat village D, saya masih tidak menemukan anak anak. Kebetulan didekat situ saya ketemu peserta Indonesia lain. Jadilah saya berfoto ria dan santai disana. Karena saya memakai sandal waktu berjalan dipantai maka kaki saya jadi lecet, perih kena air laut. Setelah bosan ngobrol dan duduk santai disana, akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan acara dipantai dan balik ke Camp. Jadilah selama Jambore yang kena air laut cuma kaki doang. Anak anak baru pulang sore harinya. Lumayan hari ini bisa bener bener relaks.

Hari ini saya dan anak putri mengikuti misa awal tahun di COC pada pukul 18.30. Acaranya cukup baik, tapi memakan waktu juga karena dilakukan dalam 3 bahasa. Yang hadir cukup banyak karena hari ini misanya diadakan cuma sekali dan dipusatkan disini. Saya duduk kedua dari depan, didepan dan samping saya semuanya pake scarf putih (Special Guest, seperti pengurus pusat WOSM atau pengurus2 wilayah Dunia, pokoke orang orang penting. Indonesia juga ada 1 orang yang pake Scraf putih yaitu ka Paulus, dia adalah salah seorang Chairman Asia Pasific), yang hadir pada misa kali ini diberi Scarf. Misa ini adalah misa yang kedua yang saya ikuti di Jambore karena sebelumnya pada hari minggu tgl 29 Des 2002 saya ikut misa yg diadakan di Village Office Camp D. (Waktu hari Minggu tidak banyak yang hadir cuma sekitar 50 – 100 orang, karena ada 3 kali misa ditempat dan waktu yg berbeda). Ritualnya hampir sama seperti di Indonesia, hanya lebih lama saja karena bahasanya itu lho.
Anak putra kita kali ini tidak ikut misa, karena mereka harus ikut pasukan untuk merayakan InterRel.Celebration di Central Arena, setelah selesai mengikuti misa saya menyusul kesana.

Di Central Arena semua berkumpul untuk berdoa bersama dalam bermacam macam cara/agama, setelah itu kita semua bergerak ke danau untuk menghanyutkan lilin dalam bunga teratai kertas yang kita buat sebelumnya. Setiap pasukan 1 bunga, dan setiap anak menancapkan 1 lilin dipinggir danau. Tradisi ini disebut orang Thailand sebagai “Loey Kra Thong”, yaitu sebagai ritual untuk memohon sesuatu kepada Tuhan (make a wish), dalam Jambore ini sesuai dg themanya yaitu “Share Our World, Share our Culture”, maka kita memohon untuk kebersamaan kita itu. Acara berlangsung sampai malam juga, setelah itu kita kembali ke camp masing masing, tapi tetap saja sebagian anak masih asyik didekat danau. Apalagi kalau bukan kenalan atau swapping.
Tiada hari tanpa kenalan baru, demikian slogan mereka.

(149) view

WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003

Hari ini disemua Perkampungan dan Sub Camp, melakukan acara yang sama yaitu: Pagi: Gastronomic Delight, Siang: Festival, Pop & Games, Malamnya: New Years Eve. (Biasanya 8 modul kegiatan dilakukan tidak bersamaan , seperti kemarin A3, B3, C3 & D3 activitiesnya “Heritage”, di putri (D1) juga A1, B1 & C1 : “Exploring Nature”).
Tidak seperti hari sebelumnya hari ini relatif lebih santai, pagi ini acaranya Gastronomic Delight yaitu pertukaran kebudayaan dalam hal ini makanannya. Setiap kontingen negara diberi jatah tempat di “saung” (1 saung untuk 2 negara, kita pa belakang belakang dg Eurasia). Pada kesempatan ini kita menyajikan gado gado/pecel dan Gontor menyajikan nasi berkat. Nasi berkat buatan anak gontor “kelihatannya” menarik (enak), tapi begitu dicoba tidak seperti penampilannya, terlihat dari reaksi para tamu yang mencobanya. (saya sendiri enggan mencobanya).
Pengalaman yang membuat saya enggan mencoba makanan anak gontor, karena mereka punya kebiasaan “makan bersama”. Mereka sering “makan bersama di satu meja”, dimana makanan yang akan dimakan diaduk/”ditambrukeun” menjadi satu dimeja (kalau ada karton/kertas dipake untuk alas, kalau ngga ada langsung dimeja), begitu ada perintah dari pembinanya, mereka menyerbu makanannya, sambil berdiri bergerombol makan pake tangan, yang telat atau badannya kecil pasti kebagian sisa atau ngambil disela sela badan rekannya yg lain dan dalam waktu sekejap ludes. Maaf, persis seperti sekawanan “bukan manusia”. Hal itu sepertinya membanggakan buat mereka (seniornya), ok lah kalau dilakukan cuma sekali-kali dan tujuan “sebenar”nya untuk kebersamaan. (saya juga pernah melakukan hal ini), tapi kalau dilakukan sering/berkali kali, Kesannya jadi jauh berbeda ! Sekali lagi maaf, bukan saya mau mendeskriditkan anak anak Gontor, tapi saya hanya menceritakan apa adanya dan menceritakan yang “berkesan” buat saya. Dan karena tingkah mereka “Over”, jadi banyak cerita tentang mereka.Yang positifnyapun tentu ada. (tapi lebih banyak negatifnya ) πŸ™

Berbeda dg makanan kita (regu 3 & 4) yaitu gado gado, walaupun gado gadonya cuma terdiri dari timun dan kacang panjang saja, tetapi karena bumbunya cukup enak dan mentimunnya segar (dingin,tambah terus dari super market) maka laris sekali. Bumbunya buatan pembina putri dari Jateng. Ceritanya kita mau buat sendiri bumbunya, tapi kita kehabisan kacang dan mau minta ke putri Jateng. Sampai disana bukan dikasih kacang tapi sudah jadi bumbu. Yach tentu saja rasanya enak, karena mereka sudah biasa bikin. Disamping itu saya & anak anak mengeluarkan semua makanan khas daerah untuk disajikan. Jadilah stand kita cukup lengkap dan ramai, selain nasi berkat dan gado gado, disajikan juga “cemilan”: Kacang bogor, keripik ikan belida, pisang sale, tempe goreng, dodol sirsak dan 1 macam lagi yg saya lupa. Yang paling bagus adalah kontingen Jepang mereka bikin mie hijau, gayanya persis seperti di restoran Jepang (koki & pelayannya pake baju Jepang merah dan ikat kepala) dan standnya dihias ala Jepang pula. Tapi yang paling enak adalah Stand Mexico, mereka menyajikan “Tacos” yaitu semacam roti seperti pizza, tapi tipis dan kering dengan “baby ribs” bumbu asam pedas. (Saya tidak tahu iga daging apa, tapi di Thailand tidak dijual daging sapi). Mereka masak berketel ketel, karena laku abis.

Kita semua yang ada disana (terutama yang menjadi penjaga stand) berpakaian daerah. Arif, Iman & Sindhu memakai baju priyayi khas Jabar lengkap dg “blankon”nya, anak Kaltim memakai baju dayak dan anak Gontor memakai pakaian reog Ponorogo. Anak kita agak kepanasan soalnya bajunya bikin gerah, tapi anak kaltim mah enak, soalnya mereka hanya pake kaya semacam rompi saja. Suasananya seperti pesta kostum sambil barbeque di kebun, maka tak heran banyak yang berfoto ria dan acara berlangsung menyenangkan. Semua saling mencoba hidangan khas negara lain dan mencoba untuk menjalin komunikasi. Bagus lah !

Setelah lewat tengah hari kita beres beres, dan kita harus mempersiapkan untuk acara berikutnya yaitu “Festival, Pop & Games”. Tapi anak Gontor sebelum acara selesai sudah “menghilang”, lebih parah lagi “sepeda” saya ikut raib. Rupanya waktu sepeda saya dipinjam anak Kaltim untuk mengambil bumbu di putri Jateng , pulangnya mereka lupa mengunci. Langsung deh diembat! Begitu saya tahu sepeda saya raib, saya langsung tanyakan kesemua anak- anak, tapi tidak ada yg tahu. Saya pikir mungkin dipakai sebentar saja (waktu itu Jam 10 pagian). ( Nanti kita teruskan ceritanya)

Siang itu di “Festival, Pop & Games”, kita menyajikan permainan “Gobak Sodor” atau kalau di Jabar dikenal sebagai permainan “Galah”. Kita (tanpa anak Gontor) membuat arena (garis) darurat dng menggunakan tali rafia dan mempraktekkan/main permainan itu. Pertama yang main hanya kita saja, tapi dalam sekejap banyak yang berminat untuk mencoba permainan ini. Tidak hanya putra, tapi putripun banyak yang mau mencoba. Akhirnya saya & anak anak menjadi wasit & fasilitator permainan ini (megangin tali rafia :)). Sampai sore dan kita kecapaian, tetap saja peminatnya masih banyak. Akhirnya kita serahkan saja ke mereka untuk main sendiri.

Nah, ketika kita sedang istirahat, rombongan anak Gontor pulang. Langsung saya “naik”. Saya semprot abis mereka semua disana. Ngga peduli udah pada gede ataupun banyakkan. Kalau dibiarkan terus mereka bisa makin “ngelunjak” dan yang paling ditakuti kalau mereka tidak tahu kalau perbuatan mereka itu tidak bagus/benar. Semua diam dan tidak bergeming. Tapi tetap saja tidak ada satupun yang mengaku memakai. Akhirnya saya tinggalkan mereka dan saya “lapor” pembinanya. Pembinanya menyuruh mereka mencari ke putri Gontor di B1. Tetapi jawabannya tetap tidak ditemukan. Memang ke perkemahan kita sering datang/ada IST Gontor, merekapun menyewa sepeda. Dan anak gontor sering meminjamnya. Jadi di camp kita sering ada 3 sepeda. Saya selalu kunci sepeda saya, sehingga kalau ada yg mau pake saya tahu siapa yang pinjam dan untuk keperluan apa. Dan sudah dua kali sepeda saya dipinjam anak Gontor dan dua kali pula saya harus memperbaikinya. Pertama rantainya menjadi kendor, kedua kali dipinjam mau dipake sudah kempes, tapi saya sabar saja.Tapi sekarang bener bener keterlaluan ….sudah bukan kembali dengan keadaan rusak lagi, malah bener bener ngilang.. (karena kecerobohan anak KalTim yang terakhir pinjam dan tidak dikunci, maka sekarang sepeda itu tidak tahu kemana rimbanya). Sampai malam waktu mau berangkat ke acara New Year Eve, sepeda masih belum ada. Bener bener gila, saya pikir ! Ini orang yang pake bener bener seenaknya ! Atau hilang ?…. Akhirnya waktu semua disuruh pergi ke Central Arena untuk merayakan New Year Eve saya tidak ikut. Males, kesal …semua campur aduk! Akhirnya saya lapor ke petugas Sub Camp dan menuliskan di Lost and Found. Tiba tiba terbersit dibenak saya untuk mencek sendiri ke Gontor Putri di B1, khan tidak terlalu jauh. Sesampainya disana ada 2 sepeda nangkring. Dan ada 1 pembina putra Gontor disana. Begitu saya lihat nomor sepedanya, ternyata itu sepeda saya! Saya tanyakan kepadanya siapa yang pake sepeda saya dan sudah berapa lama ada disana? Tapi jawabannya dia baru saja datang dan tidak tahu apa apa. Saya tidak mau banyak berdebat, saya cuma bilang 1 hal kepadanya, siapapun yang pake sepeda saya, kalau dia laki laki, datang pada saya dan minta maaf. (sampai terakhir bertemu dengan mereka tidak ada satupun yang datang dan mengaku, dan saya merasa kasihan tentang itu).
Malah saya pada malamnya mengumpulkan mereka, dan minta maaf karena saya memarahi mereka dengan “keras”, tapi mulai saat itu mereka jadi tidak terlalu “liar” lagi dan saya pikir baguslah !

Sesudah menemukan sepeda kembali,” semangat hidup” saya bangkit lagi. Saya akhirnya memutuskan untuk menyusul ke Central Arena. Disana seperti biasa penuh dengan orang yg bergembira hanyut bersama hiburan yang disajikan. Kali inipun saya tidak berhasil menemukan “anak anak” saya, walaupun saya sudah “kukulibekkan” (kesana kemari) nyariin. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya sebaiknya peserta memakai pakaian daerahnya, banyak yang pakai tapi banyak juga yang pakai baju seadanya. 60 Detik menjelang jam 12, kita bersama sama menghitung mundur sampai tepat jam 12 malam. Terompet, peluit, genderang dan apa saja yang bisa dibunyikan dibunyikan saat itu. Kembang api dinyalakan. Orang orang saling bersalaman dan memberikan ucapan selamat tahun baru. Saya pada saat itu juga ikut larut dan sempat mengambil beberapa foto.
Akhirnya saya bisa berhasil melalui tahun 2002 yang penuh tantangan itu, dan akhirnya atas berkat Tuhan semua menjadi baik adanya. Semoga di tahun 2003 ini kita semua dilindungi dan diberkati selalu oleh Tuhan. Amin !

Cerita & kesan Arif :
Gastronomic Hari itu kita make baju daerah, ngejajain makanan di stand. Saya sempet nyobain punya orang Mexico. Pertama diliat sih kaya buah segede jempol, warnanya ijo. Pas dicobain, itu yang namanya cabe!!!!! Pedesnya booo!!!!!! Waktu meragain permainan, neranginnya ngebosenin, soalnya cuman ngeliatin aja, gak ikutan maen. Saya ngeliatin aja orang Jepang maen kendo

(215) view