GO FRANKY GO …

………. lanjutan cerita yang lalu (Lahirnya Kembali Regu Banteng)

Saya coba menjelaskan apa itu perebutan….

Seperti yang saya dapat waktu saya masuk ke penggalang saat itu setelah kenaikan dari siaga. Saya melihat regu kijang yang hanya ber 3 saja (Hendy, Andrew, Tri) dengan telanjang dada melawan sisa pasukan sekitar 20 orang pada jaman itu. Si 3 anak kijang itu berusaha merebut suatu kain berwarna hitam dengan gambar putih di atas tralis besi yang dibawahnya dijaga oleh pasukan G 19 selain kijang. Mungkin ini adalah ciri khas dari B19, jika ada bendera regu yang ketinggalan, hilang, atau lahir kembali seperti regu banteng yang sekarang.. lalu mereka berusaha merebut kembali bendera tersebut 3 lawan 20.

‘Ntah bagaimana cara pasukan harus dapat melumpuhkan dan membuat mati kutu dan terdiam tak bisa bergerak dari serangan 3 orang regu kijang.. nah kemarin tepatnya tanggal 3 juli banteng lahir kembali dengan direbutnya bendera Banteng melalui 1 lawan 5. Pada kesempatan pertama Franky berhasil didiamkan tidak bergerak oleh pasukan, begitu juga pada kesempatan ke 2, 3, 4. Kebijiakan pembina saat itu kesempatan ke 5 adalah yang terakhir, jika berhasil Banteng lahir jika tidak lain kesempatan kita adakan perebutan kembali. Tapi kesempatan tsb tidak disiasiakan. Dengan tubuh dilumuri minyak supaya licin dan tidak bisa dengan mudah dipegang lawan, akhirnya Franky menerobos pasukan seperti belut yang sulit untuk dibendung lajunya berhasil merebut dan mengambil bendera BANTENG buatan tangan Franky sendiri (bendera yang aslinya masih ada di ka Steve waktu itu).

Baru hari senin minngu depannya saat pasukan G 19 akan berangkat camping ke BUKIT ORGANIK (hutan Tapal Kuda – Gambung) Kak Toni Black ex BANTENG, nu bedas tea, paginya diundang untuk datang sebelum pasukan G berangkat camping, untuk menyematkan kembali bendera R. BANTENG yang asli (yang dulu,yang ternyata bersemayam di rumah ka Steve ) di tongkat Banteng yang warnanya item putih dibawa oleh Franky… …kira2 begitu…. kalo ada adat ato tradisi B’19 yang lainnya mohon untuk diwariskan kembali….. Bagi yang menyimpan harta2 regu BANTENG, seperti vandel2, adat2 regu, buku harian, inventaris regu, dan yang lainnya berkenaan dengan regu Banteng wariskan terus donk, ahli warisnya udah ada neeeh!!!!

– Renal Tedja

(186) view

LAHIRNYA KEMBALI REGU BANTENG!

Sorry kakak2 old boys, kami baru bisa menceritakan kembali seputar latihan sabtu.

Kami pembina aktif galang saat ini (Renal, Edo, Arif). Waktu itu sekitar bulan juni yang lalu anggota G 19 aktif hanya 4 ekor. 1 ekor dari maung (Raymond), 1 ekor anak kuda (Jesse), dan 1 ekor Kelinci (Kevin) dan 1 ekor lagi dari Kijang (Timothy).

Saat itu Harimau sedang dalam masa perebutan. Susah payah sampe 3 minggu blon juga kerebut, tak diduga ada simpatisan ex harimau (Frans) yang mendatangkan adiknya Frangky untuk ikut pramuka kita, agar membantu harimau… tapi kedatangannya terlambat 1 minggu setelah perebutan ke 4 dan saat itu juga harimau dapat merebut kembali panji kejayaanya… baru minggu depannya, sosok Frangky datang … orangnya yang kalem, tenang namun menghanyutkan, bedas, strong, brutal… mengingatkan kita akan ciri dari banteng. Karena saat itu setiap regu sudah ada ketuanya masing2, dan sangat disayangkan kalau Frangky menjadi wakil melihat kemampuannya untuk memimpin bukan dipimpin, apalagi dia lebih tua 2 tahun dari anak yang lain.. sehingga terlintas di benak kami para pembina untuk menghidupkan kembali regu Banteng buat Frangky… Setelah ditawarkan, ternyata Frangky lebih memilih menghidupkan kembali regu banteng ketimbang menjadi wakil regu lain.

Selang beberapa waktu, kita existing 19 diundang ke villa Ka Frans Darmadi (Ka Kim Hwat) untuk nyate dan mihh bareng2 (sering2 atuh kak lah kaya gitu teh!) termasuk untuk kakak2 yang lainnya ya……… Berkat pertemuan ini kita jadi lebih termotivasi untuk menghidupkan kembali banteng, yang sebelumnya kita juga sempat ragu karena saat itu juga kita lagi krisis anggota. Tepatnya tanggal 3 juli benteng perebutan 1 lawan 5 orang…. banteng hadir kembali di black hut-nya 19….

To be continue ….

salam,

Renal, Edo, Arif

(304) view