ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 3

5.30 pagi, Panitia sudah membangunkan semua peserta dengan toanya. Saya yg tidur di bangsal sempat ngintip Darwin bawa toa teriak teriak.Tapi karena baru tidur jam 4 subuh badan ngga bisa diajak kompromi hati pengen bangun tapi badan ngga tahan, jadinya bablas lagi. Rencananya jam segini dibangunin supaya peserta bisa siap untuk acara hari ini (Mandi, ganjal perut, ganti baju dsbnya). Untuk kudapan pagi panitia sudah menyediakan teh / kopi manis & kue bika ambon.

6.30 korve pagi,
Marcus didampingi ka Johny menjadi Pembina upacaranya, oldboys yg menjadi peserta korvey pagi ini benar benar surut jumlahnya. Hanya ada beberapa gelintir personil yg ikut, antara lain kanda George, ka Eky , ka Sonny, Steve,Thomas, ka Mamat, ka Andi Lunandi, yg laen bablas. Doa pagi dipimpin oleh kanda George. Pada pagi ini juga ada pelantikan penggalang Ramu yaitu :Shindu (anaknya Andi Lunandi ) & Iman. Mereka memang ngebut untuk dilantik pada hari ini.Selamat yach !

7.15 cross country,
Sebetulnya acaranya pengen dimulai jam 7 tapi karena susah ngumpulin pesertanya maka agak ngaret. Pada waktu survey hari Rabu sebelumnya rutenya bisa ditempuk 45 menit jalan santai. Panitia cross country sudah berjalan duluan (jam 6.30) sambil memasang tanda jejak. Arahnya ke arah Lembang, melewati pemancingan situ umar , baru ajak (say hello sama sapi ),harus ngelewatuin pohon tumbang yg berdiameter 1 meteran, lalu balik lagi. Tapi tanda jejaknya ada yg ngaco (mengubah?) shg semua peserta tersesat. Setelah tersesat setengah jam , Helsa yang kebetulan ikut survey pada hari Rabu baru engeh.Jadi semua balik lagi ke tanda jejak yg ngaco itu. ha ha bonus 2 x setengah jam , jadi total jalannya + 1.5 jam. Untuk cross country kita bisa nunggu hasil bidikan foto dari ka Steve dimuat di Web. Yang ikutan jalan ” cuma” 60 orang itu juga sebagian besar Siaga & Penggalang dengan Pembinanya. Jam 8.45 baru mereka sampai. Kayanya ada yg kesel hati juga (terutama oldboys) tapi mereka cukup bijaksana dengan diam seribu bahasa.ha..ha…Bayangin aja buat yg ngga biasa jalan lagi, mereka sudah maksain/ ngebayangin untuk ikut rute 3/4 jam (ah..segitu sih kuatlah) , sekarang didoublein, jaba kurang tidur lagi haha…terutama untuk pak Ekky yg makin berat bawa ransel didepan (perutnya itu lho) ha..ha..(bayangin seuri ka Eky).

8.00- 9.00 jadwal makan pagi
Menunya nasi goreng ,telor dadar pake krupuk & bonteng, sebagian peserta yg tidak ikut cross country bisa menikmati makan pagi lebih awal.Yang cross country baru bisa mencicipinya belakangan. Pada pukul 9-an kanda George pamit pulang duluan.Yang pulang cross country diburu buru makan. ” Ayo cepet makannya kita ada misa jam 9 “. Pastor sudah nunggu di Aula pada jam 9. Tapi beliau kasih dispensasi sampai jam 9.15 Akhirnya misa baru bisa dimulai jam 9.30.

9.30 misa
Pastor Thomas dari SSCV termasuk pastor yg sabar, walaupun dia ada jadwal misa lagi tapi dengan penuh pengertian dia mau nunggu. Walaupun pada khotbahnya dia sedikit nyindir soal keterlambatan ini. (Mohon maaf pastur, bukan disengaja, tanda jejaknya yang salah! lol ?). Yang ikut misa kurang lebih 80 orangan, itupun termasuk orang orang dari Kinderdorf sekitar 20an. Thema misa kali ini adalah “Persaudaraan”.” Dengan persaudaraan kita maju bersama…. dst ” lol itukan Mars Yos ! Kolekte dari misa kali ini ditujukan/ disumbangkan untuk anak anak yatim piatu Kinderdorf, uang yg terkumpul sebesar Rp. 519.000,-(ditambah 100an pc baju anak dari Panitia).

10.30 games lapangan
Ka Johny, Ka Lydian & Ka Diana mempersiapkan games ini dari pagi, mereka setelah korve tidak ikut cross country tapi menyiapkan amunisi/perlengkapan untuk acara ini. Siaga dan Penggalang digabung dan dibagi dalam dua regu

Game 1 : Lomba kaki tiga
Yang main adalah Siaga dulu. Setiap regu diharuskan memindahkan/membawa 20 balon berisi air yg beratnya + 1 kg dan besarnya sekepala orang. dengan cara dua orang menggotongnya dg posisi kaki kiri dan kanan teman saling terikat ( 2 orang 3 kaki ), siapa yg paling banyak menyelamatkan/ memindahkan balonnya adalah yg menang. Permainan ini kuncinya yaitu ke hati hatian, kalau tidak hati hati dan pengen cepet sampai bisa pecah ditengah jalan. Permainan ini dimenangkan regu 2

Game 2 : Lempar tangkap balon air (G), Cara mainnya saling melemparkan & menangkap balon air, siapa yg bisa paling jauh dia yg menang. Jarak pertama 2 langkah terus mundur selangkah demi selangkah. Kelihatannya mudah tapi dalam pelaksanaannya susah banget, balon yg berisi air (yg walaupun hanya sekepalan tangan) itu sangat sukar untuk ditangkap. Udah dapet nih ,eh melorot kebawah dan pecah. Atau pas waktu ditangkap langsung meledak pecah … Terakhir setiap regu hanya menyisakan masing masing 1 pasangan dengan jarak 5 meteran. Pas dilempar dua duanya pecah. Permainan ini dinyatakan seri Sementara itu yang ngga main nonton dan jadi suporter. (Terutama old boys yg masih takut basah)

Game 3 : Perang air (Gabungan S & G)
Masih dalam regu tadi , hanya sekarang misinya yaitu maskot regunya tidak boleh basah / paling tidak basah. Regu 1 maskotnya Yohanes/Ucok (G) & regu 2 maskotnya Ghandi (G). Yg paling basah yg kalah. Pelurunya berupa kantong plastik yg diisi air banyak sekali (300 bungkus). Karena amunisi yg sangat banyak maka bebas menggunakannya. Yang bikin rame juga yaitu plastiknya susah pecah. Jadi kalau kena sakitnya lumayan, Senjatanya bukan pecah tapi seperti menghantam dengan kerasnya. Bayangin aja kalau pas kena pipi/ muka seperti kena tabok. Kalau kepala kena berkali kali cukup bikin lier juga. Nah, disini mulai rame, karena yg nonton juga jadi ikutan , biasa… provokator ,semangat ngejailin mulai timbul. Ngga pandang siapa itu atau gimana pokonya lempar aja. Gua kena lempar sama si polan gua kejar, eh larinya keceng jadi gue cari aja sasaran yg deket. Lempar ,kena, lari , balas dilempar . Pokoknya jadinya perang masal. Setelah amunisi abis , perang diakhiri. Semua basah , semua senang! Regu 1 dinyatakan sebagai pemenang. Dan score menjadi 1 : 1. Setelah perang kita bikin barisan Semut, menyisir lapangan sepak bola yg jadi bala sama plastik bekas amo.

Game 4: Permainan Harimau , Orang & Bedil
Permainannya :Orang kalah sama harimau , Harimau kalah sama Bedil , Bedil kalah sama orang. Setiap regu (secara bersamaan) begitu peluit berbunyi harus menyerukan / memperagakan pilihan regunya. Permainan ini dimenangkan oleh regu 2 (3:1) . Jadi akhirnya regu 2 dinyatakan sebagai pemenang. Dengan posisi akhir 2:1. Hadiah mulai dibagikan, tapi karena hadiahnya kebanyakan berupa mainan mobil mobilan & mainan anak lainnya , maka peserta Siaga/ anak anak lah yg kebanjiran hadiah. Hadiah sumbangan dari ka Johny. Yg lain juga kebagian limun kalengan & coklat silver queen tapi jumlahnya tidak banyak. (Anak gua yg umur 7 tahun dengan bangga memamerkan hadiahnya berupa 3 mobil mobilan dan papan tulis plastik magnet yg bisa dihapus ).

Game 5: Tarik Tambang
Old boys yg sudah agak panas mulai dilibatkan, Game pertama pertandingan antara Old Boys ( 20 an ) melawan aktivis (S, G & T).(40 an) Siap? Go! Sedikit demi sedikit S&G menyeret OB , namun dengan semangat pantang menyerah dan setelah menyatukan kekuatan, keadaan mulai berbalik aktivis balik yg keseret. Akhirnya dengan perjuangan yg tidak mudah OB memenangkan games pertama ini. OB masih berani ? Sekarang S & G ditambah pembinanya. “Siapa takut!”
Games ke 2: Siap? Go! Nah , sekarang baru kelihatan tuanya, stamina menurun setelah terkuras pada game 1 maka dengan penuh perjuangan tapi tanpa daya , akhirnya OB kalah juga. Yach keinginan besar tapi kemampuan sudah tidak memungkinkan. Alasannya sih: ” Gila 20 lawan 50 an ! ” He he.. tapi rame lah !

Game 6: Sepak bola
Kembali diadakan pertandingan antara yg aktif dan OB, Scorenya 2:2. Maka diadakan adu penalti, kipernya aktifis: Billy (anak Mamat) & kiper Old boys: Ka Arief Yang paling berjasa adalah penjaga gawang OB yaitu ka Arief S. Yang berusaha dengan mati matian mempertahankan gawangnya, walaupun lagi puasa. (Ini perjuangan juga atas ancaman ka Nden? lol? Lupa ancamannya tapi piseurieun, biasa kalau ketemu temen seangkatan heureuy weh terus). Akhirnya adu penalti dimenangkan Old boys dengan score 4:2. Ka Andi Lunandi bisa kita liat actionnya di foto, waktu adu penalti ini. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sesaaat lagi acara penutupan akan segera dilakukan .

13,00 :Korve Penutupan,
Semua kembali berkumpul di pinggir lapangan sepak bola. Walaupun sekarang jumlahnya sudah agak berkurang, tetapi jumlahnya masih cukup banyak (3/4 nya), karena sebagian baru datang minggu pagi ini (seperti ka Agus Mulyono, ka Sugi dan beberapa yg lainnya). Pembina upacara saya sendiri (Toni S) dan pada akhir korvey saya sampaikan betapa saya sangat berterima kasih atas kehadiran, partisipasi dan rasa kebersamaan semua peserta. Tidak mungkin acara ini terselenggara dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak. Jayalah selalu Yos Soedarso.

Setelah korvey, kita yell Akella barengan. Eh, semua masih pada ngumpul ngga ada yg mau beringsut. Kayanya berat sekali meninggalkan arena upacara dan berpisah. Malah ka Kim Wat sempet sempetnya ngajak cabut nyawa lagi. Tapi kalau disuruh cabut nyawa lagi , apalagi sama si bos. Wah….. Akhirnya ka Jhony minta semua masuk dalam lingkaran. Dia ngajak kita bikin semacam yell bersama, judulnya: “Perekete” Yell ini dari Guatemala , yang artinya persatuan = One for all and all for one = kompak kompak. Caranya semua mengikuti kata dan gerak leader: Ka Johny teriak : “Perekete ! ” sambil pegang lutut teman disebelah kanannya Yang lain ikut teriak dan melakukan gerakan yg sama ” Perekete !” kali ini pegang lutut teman sebelah kiri dengan tidak melepaskan pegangan yg disebelah kanan. Yang lain ngikutin. Udah gitu ka Johny goyang goyangin pantatnya dengan menyanyikan “Perekete kete kete kete ! ” kali ini dia minta bagian ini dinyanyikan dan dilakukan bersama sama tanpa melepaskan pegangan pada lutut. ” Perekete ! ” teriaknya lagi sambil pegang pundak teman dikanan (yg lain ngikutin), ” Perekete !” pegang pundak teman di kiri (yang lain ngikutin lagi) terus udah gitu sambil pada posisi tangan dipundak teman kiri kanan, kita goyang pantat barengan sambil nyanyi ” Perekete kete kete kete.!” Ritual ini berganti ganti dengan pegang pinggang , pegang kepala & terakhir jiwir telinga.Wah, moment ini sangat bagus dan berkesan sekali, dimana kesan persaudaraan dan kebersamaan kita bisa kita ekspresikan dengan lugas, tanpa ada batasan. (Kapan lagi kita bisa pegang kepala, ngejiwir senior kita!) “Perekete, buat semua !!!”

13.30; makan siang penutup.
Kalau saya ngga ajak & umumin bahwa makan siang sudah siap , kayanya ngga akan beringsut deh dari lapangan bola. Semua berjalan kembali kearah gedung dan makan bersama. Kali ini menunya ayam goreng & sayur. Sebagian besar makan dengan santai dan ngobrol lagi.Ada juga yg mulai pamit. Sedikit demi sedikit peserta mulai berkurang. Panitia sibuk beberes. Lambat tapi pasti kita akhirnya harus berpisah. Tercatat yg pulang paling terakhir selain panitia yaitu Ka Kim Wat, ka Sugi , ka Sonny, Ka Hanny RG, ka Eky, ka Yan Yahya dan beberapa yg lain. Berat memang perpisahan, tapi kelak kita akan bertemu lagi. (Ka Kim Wat sampai kebawa kunci kamarnya ! Buat kenang kenangan ka?)

Penutup:
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yg sebesar besarnya atas kehadiran , suport dan kebersamaan dari semua peserta yg tidak bisa saya sebutkan satu ersatu.Dan pada kesempatan ini pula saya mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan pada penyelenggaraan acara kita ini. Khusus untuk panitia yg telah bersama sama saya menyelenggarakan acara ini, saya ucapkan terima kasih dan terimalah rasa penghargaan saya yg setinggi tingginya.

Laporan keuangan dari penyelenggaraan ini akan diberitakan oleh Bendahara:
Sunjaya (Yan Yahya), secara khusus.
Terima kasih untuk sumbangan dari ka Kim Wat & ka Yan Yahya untuk menutup kekurangan dari biaya penyelenggaraan ini.
Buat yang tidak disebutkan namanya dalam cerita ini saya mohon maaf. Dan diharapkan semua bisa melengkapi cerita ini ! (sorry pengarang amatir)
Terakhir saya sangat mengharapkan sekali kritik,saran ataupun komentar dari acara ini.
Biarlah acara ini memberi kenangan tersendiri bagi kita yang hadir disana sebagai pelakunya dan menjadi bagian dari sejarah organisasi kita ini.

……… Jayalah selalu Yos Soedarso !!! ………
……… Vivat YOS !!! ………

Salam,

Toni S

(225) view

Leave a Reply