ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 1

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Sejak beberapa hari terakhir sebelum hari H ini, panitia sibuk mempersiapkannya. Terbayang akan perjumpaan kita dengan para senior, rekan seangkatan dan juga adik adik kita. Dan dengan harapan bahwa acara kita ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Sebagian panitia sudah datang pada tengah hari, mempersiapkan detik detik awal acara yg akan dimulai pada pukul tiga sore ini. Pada jam setengah duaan muncul keluarga Hariman (Oce) yg kebetulan sedang berlibur ke Indonesia . Wah, senang sekali ! Rupanya BuLukAn (Budiman, Lukman, Hariman) bakal datang semua. Dan ternyata datang semua.

Disusul oleh keluarga Mamat (Matheus Basuni ) pada pukul tigaan.Terus keluarga Nden. (mereka bahkan sempat meninjau dulu ke Peneropongan bintang dg guide mr. Hadi yg direkturnya Kinderdorf Bandung) Ka Johny WU pun sudah ada di Bandung, tapi dari pembicaraan pertelepon agak sorean baru bisa datang dan ka Johny sudah minta panitia untuk membantu dia menyiapkan sedikit perlengkapan untuk acaranya.

Agak sorean muncul ka Rudy Budiman, Ka Kim Wat , Ka Bambang, Ka Sonny Yoe dll, yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena sibuk. Telepon berdering dan ternyata telepon dari kanda George The , yg rupanya sudah terjebak kemacetan di tol Cikampek selama 3 jam, dengan nada agak pesimis kanda George bilang apabila sampai 1 jam lagi masih terjebak dia kayanya akan balik lagi ke Jakarta karena besok paginya dia harus ada acara lagi di Jakarta.Ternyata Tuhan maha baik , sehingga pada kira kira pukul 7 malam Kanda George bisa bergabung bersama kita.

Penggalang dan Siaga muncul pada pukul 4 sore, karena mereka berangkat dari Sanggar pukul 3.

Dan bermunculan muka muka lama yg sebagian besar saya hanya tahu namanya saja.
Hampir 90 % yg komform hadir ditambah ka Hayin & Thomas & Willy G (T), yg tidak bisa hadir: Arief/Putih, Bernard (T) , Danny WU, Djodi, Eddy W, Edo (T) , Eric (T), Hans Utama, Inggrid(T), Irawan(T), Ka Cun, Martanto,Petrus (T), Toni Black, Willem , Yanto & Yoseph (B), (lihat daftar peserta yg 200 orang).Hal ini sangat menggembirakan dan sekaligus sangat mengharukan, karena dari sana saya bisa melihat begitu besar kecintaan mereka terhadap B 19. Dan begitu besar kerinduan untuk berkumpul bersama.

Pendaftaran dimulai pada pukul 3 sore, dimana yang hadir diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir yg sudah di print out di meja pendaftaran dan buat yg datanya belum lengkap bisa mengisi form tambahan. Diharapkan data yg ada bisa lengkap dan up to date. Setelah mendaftar dan bayar sukarela, peserta langsung ke meja perlengkapan acara , dimeja ini kwitansi pembayaran yg utuh yg berlogo 40 th Yos 19 disobek bagian kecilnya dan ditukarkan dengan cindera mata yaitu dasi acara yg berlogo warna biru, name tag yg berlogo dan sudah diprint nama ybs (karena panitia sudah tahu nama dari konfirmasi), juga booklet acara yg berisi sambutan, sejarah singkat B19, susunan acara, lagu-lagu dsbnya. Buat yg pesan kamar dimeja inipun diberi tahu nomor kamarnya, karena panitia sudah menentukan kamar masing masing peserta dg berbagai pertimbangan seperti bawa anak/ tidak, angkatan,dsbnya.Kamar untuk double atau triple ada 26 kamar, kamar besar untuk rame rame ada 2 yg bisa menampung 10 & 20 orang oldboys (khusus untuk yg datang sendiri/ khusus laki laki).

Penegak & Siaga di Aula, Penggalang & sebagian peserta lainnya camping. Wah, mulai rame dengan check in, diriin tenda, ngerumpi, diriin tiang korve, nyiapin acara api unggun, semua asyik sibuk berkelompok. Namun ada fenomena menarik yg sangat mengharukan, dimana para peserta yg datang tidak cicing (diam) saja menyaksikan panitia yg kerja, hampir semua yg hadir menawarkan diri untuk membantu panitia dan ada juga yg langsung bantuin. Terlihat sekali rasa kekeluargaan dan merasa sebagai bagian dari penyelenggaraan acara ini. Sehingga ketegangan akan tekanan dari “tamu” yg menuntut servis dari penyelenggara hilang dengan sendirinya dan berganti dengan ekstacing/ kegembiraan akan rasa kebersamaan.

Sebelumnya saya mau memberikan gambaran mengenai jadwal acara sbb:
Sabtu,
15.00- 17.30 : Pendaftaran
17.30- 18.00 : Korve Pembukaan
18.00- 19.00 : Makan malam
19.00- 21.00 : Api Unggun
21.00- 21.30 : Potret Bersama
21.30- ……. : Acara Bebas

Minggu,
06.00- 06.30 : Snack Pagi
06.30- 07.00 : Korve Pagi
07.00- 08.30 : Cross Country
08.30- 09.00 : Sarapan pagi
09.00- 10.00 : Misa
10.00- 12.30 : Permainan lapangan
12.30- 13.00 : Korve Penutup
13.00- 14.00 : Makan Siang
14.00 : Pulang

Ok, kita lanjutkan ceritanya,
Pukul 17.30, Dengan “toa” hasil sumbangan Old boys pada pertemuan di rumah kanda George tahun lalu (toa ini kepake pisan), diumumkan acara korve pembukaan, yang wajib diikuti semua peserta.Semua berkumpul di pinggir lapangan sepak bola membentuk angkare. Disebelah kiri terdiri dari Pembina,Penggalang & Penegak, di tengah Siaga & dikanan Old boys beserta keluarganya. Angkare besar ini agak beda dari biasanya karena seperti huruf U yg tinggi. Suasananya lagi lagi mengharu biru.Teringat pada jaman dulu kita pernah berbaris dalam suatu angkare, dimana bukan dibagian Pembina, tapi dibagian anak didik. Upacara dipimpin oleh Ka Loeke yg sebagai pembina Gudep. Tiang korve yg didirikan adalah tiang melayang, tingginya 6 meteran dan diatasnya bercabang tiga .Di kiri kanannya sudah ada bendera Boy Scout & Girl Guide, juga bendera gudep 07019 & 07020.

Pemimpin upacara adalah Arief / Abun dari Penegak dan petugas korve adalah Bakti (G putra), Jessica (G putri) & Jesse (S putra). Penaikan bendera merah putih berjalan dengan baik, hasil dari latihan yg dilakukan. ” Jalan ditempat grak, berhenti grak, dst…. , bendera siap !” ” Kepada bendera merah putih hormat grak!” Dilanjutkan dengan pembacaan Dasa Dharma, Dwi Dharma & Pancasila. Doa dibawakan oleh ka Johny WU, doanya Doa Ayah; “…. Tuhan jangan berikan jalan yang mudah …………. dan akhirnya Tuhan tidak sia sialah aku menjadi Ayahnya ” by Arthur Mc Donald. Kira kira demikianlah doa yg telah pernah kita doakan bersama itu dan sekarang doa ini dibacakan kembali pada acara ultah ini.

Pada awal korvey semua peserta yg semua sudah pada pake dasi ultah diharuskan melepaskan dasi Ultah dan secara simbolik pada akhir korvey disematkan dasi kepada perwakilan peserta : Tracy (S putri), Shindu (G putra), Willy G (T), Hadi (Old Boys). Setelah perwakilan disematkan dasi, maka semua pake dasi lagi . Dan secara simbolik pula menandakan acara Ultah Gudep resmi dimulai/ dibuka.Tepuk pramuka !

Pukul 18.00, Acara makan bersama.
Selesai upacara diumumkan kepada para peserta untuk langsung menuju keruang makan . Lagi kita jalan balik ke gedung / ruang makan. Peluit panjang berbunyi , bendera merah putih diturunkan lagi karena sudah jam 6 sore. Nah, acara makan malam pun dimulai . Rame pisan. Bayangkan ruang makan yg “hanya” berukuran + 8 x 30 m dipenuhi 200-an orang. Jadi sebagian besar makannya sambil berdiri dan ngerumpi dan menyebar sampai keluar ruangan. Aya anu seri, aya anu ngobrol serius, aya anu heureuy, tapi tertib terkendali. Makan malam kita hari ini adalah nasi soto bihun ayam + perkedel + kerupuk, minumnya teh. Sederhana tapi karena suasananya happy & lapar jadi kerasanya nikmat pisan.

bersambung ….

(224) view

Leave a Reply