Stand Pameran Gudep Bandung 19 – 20

Gugus Depan Bandung 19 -20 akan berpartisipasi dalam Reuni Akbar St. Aloysius tanggal 13 – 15 Februari 2009, dan akan membuka stand dalam pameran reuni akbar tsb. Tema pameran kita adalah: “Menyongsong 50 thn Gerakan Pramuka Bandung 19 – 20” Berdasarkan rancangan dari BA (budi) stand Bandung 19 -20 di bagi menjadi 2 tema, uraian dari yang bersangkutan adalah sebagai berikut:

===============================================

“Pada dasarnya ada 2 tema di booth itu: 1. tema nostalgia (for old time sake); 2. tema promosi (for present time sake).. aktivitas lain seperti bikin pin ato cetak foto bisa diakomodir di bagian tema yg promosi, tapi mungkin harus konfrm dulu teknis mesin dan alat2 utk cetak dan print dll.

b19-booth-1

ka toni smpt nyebutin pengen pake infocus, bisa aja, tapi saya ga bikin layar khusus karena 1. infocus biasanya ga bole nyala terus2an (kecuali klo ada tipe yg mmg dirancang utk itu) 2. barang mahal, klo ditempatkan sepanjang pameran tergantung banget sama kehadiran dan keawasan petugas piket yg jaga pameran .. dipertimbangkan dgn peran dia yang kalo harus dobel ngelayanin permintaan foto ato bikin pin (— tenaga / manpowernya ada/cukup jumlahnya / ga? ato mau bayar SPG / SPB ?). Jadi utk proyektor saya rasa sifatnya dadakan aja, termasuk layarnya, dan lokasinya di area promosi.
budget saya ancer2 sekitar 3 jt utk bikin large print (background photo, editing/cetak2/scan foto2, alat2 persiapan pameran, konsumsi personil, transport, panel tripleks dadakan, bayar tukang 1-2 org utk 1-2 hari kerja)

b19-booth-2
utk kelancaran, perlu segera dipastikan siapa yg milihin foto2 yg akan dipajang (katanya sekardus indomi, yang sampe angkatan 80an doang), penginventaris dan yg milih barang2 display (memorabilia, alat latihan, buku2, emblem, patches/badge, bendera, patung, dll), siapa yg tanggung jawab utk penyiapan cetak pin, print foto, dll. ujungnya adalah daftar inventory benda2 dan foto2 yg akan dipamerkan dan alat2 yg diperlukan selama pameran.”

 

b19-booth-3

Salam 3 Jari 

Budi

===============================================

Sampai dengan hari ini dana yang terkumpul untuk acara pameran ini baru Rp. 400.000, kami harapkan partisipasi teman teman dalam acara ini, berikut adalah pesan sponsor dari bendahara:

===============================================

“Seperti yang kita ketahui bahwa sekolah Santo Aloysius akan melakukan reuni akbar semua angkatan, kiranya kita telah diberi tau bahwa kita telah diberikan 1 stand untuk pameran dengan gratis, dan tentunya kita harus menggunakannya sebaik mungkin yang mana kiranya target dari pameran Gudep kita ini kurang lebih untuk

1.       Menarik minat orang tua yang memiliki anaknya untuk bisa masuk kembali ke Pramuka kita B19-B20, yang mana saat ini kita punya Gudep sedang krisis pengikut Pramuka nya / sangat minim

2.       Menampilkan atribut atribut yang kita miliki yang mana atribut tsb dapat merangsang orang tua melihat prestasi Pramuka kita yang telah kita miliki baik event Nasional & International

3.       Mendisplay melalui invocus / projector  kita punya acara baik Nasional & International

4.       Mendistribusikan brosur selama reuni berlangsung dan jika memungkinkan cedera mata

5.       Memberikan informasi bagaimana untuk menjadi Pramuka di B19-B20 bersama para Pembina di Gudep kita, dan para penggalang yang masih aktif di gudep kita

Untuk hal tsb diatas kiranya Bapak/Ibu ex maupun yg masih di B19-B20 kiranya dapat membantu dananya, dan kiranya tidak begitu besar karena hanya untuk mendekor layout/dinding, mencetak brosur, konsumsi saat acara dimulai untuk penjaga stand panitia, namun walaupun sedikit tentunya sangat berarti bagi para relawan yang akan bertugas dilapang nantinya.

Kiranya ada dari para Senior kita yang mau membantu menyumbang dapat di transferkan ke rekening tsb dibawah ini,

Atas nama :   Budyman Tanuwidjaja   – BCA Setiabudi –  acc no : 2331370691  (Mohon cantumkan nama pengirimnya yg jelas)

                      Waktu  transfer dari Tgl : 1 Febuari s/d 13 Feb

Jumlah final dan detail sumbangan akan diposting terbuka di email B19-20, dan kelebihan dana akan dimasukkan ke kas Gudep B19-20 yang kita cintai ini, untuk digunakan sebaik baiknya demi pengembangan gugus depan B19-20 yang kita cintai ini.

Atas nama bendahara sementara kegiatan ini kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya, tanpa dukungan rekan rekan acara ini tidak dapat berjalan dengan baik.

Salam 3 Jari,

Budyman Tanuwidjaja”

==============================================

(465) view

Hari Dharma Samudra (bagian ke 4)

Ka Johnny memimpin permainan
Hadi setia jadi provokator
Yang tua pun ngga tahan untuk ngga ikutan
Masih membahas tatacara upacara 🙂
Bagaimana kalau kita membuat kejuaraan achiles antar gudep?
Yang ini pasti tidak sedang membicarakan Achiles
Para Mabigus yang sepertinya pengen ngerasain achiles 🙂
Masih Achiles .... ngga cape cape
Mengupas persoalan negara dan bangsa 🙂
Anggota R. Kuda - Now and Then

(322) view

Hari Dharma Samudra (bagian ke 2)

Siap siap
Ada yang serius ... ada yang cuek
Siap siap
Yang lain siap-siap acara, yang satu ini siap siap sepatu 🙂
Persiapan Hari Dharma Samudra
Panitia sedang siap siap
Persiapan Upacara
Seperti sedang mikirin negara ...
Pandu Adi
Para Pandu Adi belajar lagi tatacara upacara 🙂
Siap siap
Susun skenario sebelum upacara
Ngobrol
Posisi boleh siap, tapi gossip sih jalan teruuuus
Siap siap
Ayo siapa yang kancing celananya masih terbuka?

(372) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 3

5.30 pagi, Panitia sudah membangunkan semua peserta dengan toanya. Saya yg tidur di bangsal sempat ngintip Darwin bawa toa teriak teriak.Tapi karena baru tidur jam 4 subuh badan ngga bisa diajak kompromi hati pengen bangun tapi badan ngga tahan, jadinya bablas lagi. Rencananya jam segini dibangunin supaya peserta bisa siap untuk acara hari ini (Mandi, ganjal perut, ganti baju dsbnya). Untuk kudapan pagi panitia sudah menyediakan teh / kopi manis & kue bika ambon.

6.30 korve pagi,
Marcus didampingi ka Johny menjadi Pembina upacaranya, oldboys yg menjadi peserta korvey pagi ini benar benar surut jumlahnya. Hanya ada beberapa gelintir personil yg ikut, antara lain kanda George, ka Eky , ka Sonny, Steve,Thomas, ka Mamat, ka Andi Lunandi, yg laen bablas. Doa pagi dipimpin oleh kanda George. Pada pagi ini juga ada pelantikan penggalang Ramu yaitu :Shindu (anaknya Andi Lunandi ) & Iman. Mereka memang ngebut untuk dilantik pada hari ini.Selamat yach !

7.15 cross country,
Sebetulnya acaranya pengen dimulai jam 7 tapi karena susah ngumpulin pesertanya maka agak ngaret. Pada waktu survey hari Rabu sebelumnya rutenya bisa ditempuk 45 menit jalan santai. Panitia cross country sudah berjalan duluan (jam 6.30) sambil memasang tanda jejak. Arahnya ke arah Lembang, melewati pemancingan situ umar , baru ajak (say hello sama sapi ),harus ngelewatuin pohon tumbang yg berdiameter 1 meteran, lalu balik lagi. Tapi tanda jejaknya ada yg ngaco (mengubah?) shg semua peserta tersesat. Setelah tersesat setengah jam , Helsa yang kebetulan ikut survey pada hari Rabu baru engeh.Jadi semua balik lagi ke tanda jejak yg ngaco itu. ha ha bonus 2 x setengah jam , jadi total jalannya + 1.5 jam. Untuk cross country kita bisa nunggu hasil bidikan foto dari ka Steve dimuat di Web. Yang ikutan jalan ” cuma” 60 orang itu juga sebagian besar Siaga & Penggalang dengan Pembinanya. Jam 8.45 baru mereka sampai. Kayanya ada yg kesel hati juga (terutama oldboys) tapi mereka cukup bijaksana dengan diam seribu bahasa.ha..ha…Bayangin aja buat yg ngga biasa jalan lagi, mereka sudah maksain/ ngebayangin untuk ikut rute 3/4 jam (ah..segitu sih kuatlah) , sekarang didoublein, jaba kurang tidur lagi haha…terutama untuk pak Ekky yg makin berat bawa ransel didepan (perutnya itu lho) ha..ha..(bayangin seuri ka Eky).

8.00- 9.00 jadwal makan pagi
Menunya nasi goreng ,telor dadar pake krupuk & bonteng, sebagian peserta yg tidak ikut cross country bisa menikmati makan pagi lebih awal.Yang cross country baru bisa mencicipinya belakangan. Pada pukul 9-an kanda George pamit pulang duluan.Yang pulang cross country diburu buru makan. ” Ayo cepet makannya kita ada misa jam 9 “. Pastor sudah nunggu di Aula pada jam 9. Tapi beliau kasih dispensasi sampai jam 9.15 Akhirnya misa baru bisa dimulai jam 9.30.

9.30 misa
Pastor Thomas dari SSCV termasuk pastor yg sabar, walaupun dia ada jadwal misa lagi tapi dengan penuh pengertian dia mau nunggu. Walaupun pada khotbahnya dia sedikit nyindir soal keterlambatan ini. (Mohon maaf pastur, bukan disengaja, tanda jejaknya yang salah! lol ?). Yang ikut misa kurang lebih 80 orangan, itupun termasuk orang orang dari Kinderdorf sekitar 20an. Thema misa kali ini adalah “Persaudaraan”.” Dengan persaudaraan kita maju bersama…. dst ” lol itukan Mars Yos ! Kolekte dari misa kali ini ditujukan/ disumbangkan untuk anak anak yatim piatu Kinderdorf, uang yg terkumpul sebesar Rp. 519.000,-(ditambah 100an pc baju anak dari Panitia).

10.30 games lapangan
Ka Johny, Ka Lydian & Ka Diana mempersiapkan games ini dari pagi, mereka setelah korve tidak ikut cross country tapi menyiapkan amunisi/perlengkapan untuk acara ini. Siaga dan Penggalang digabung dan dibagi dalam dua regu

Game 1 : Lomba kaki tiga
Yang main adalah Siaga dulu. Setiap regu diharuskan memindahkan/membawa 20 balon berisi air yg beratnya + 1 kg dan besarnya sekepala orang. dengan cara dua orang menggotongnya dg posisi kaki kiri dan kanan teman saling terikat ( 2 orang 3 kaki ), siapa yg paling banyak menyelamatkan/ memindahkan balonnya adalah yg menang. Permainan ini kuncinya yaitu ke hati hatian, kalau tidak hati hati dan pengen cepet sampai bisa pecah ditengah jalan. Permainan ini dimenangkan regu 2

Game 2 : Lempar tangkap balon air (G), Cara mainnya saling melemparkan & menangkap balon air, siapa yg bisa paling jauh dia yg menang. Jarak pertama 2 langkah terus mundur selangkah demi selangkah. Kelihatannya mudah tapi dalam pelaksanaannya susah banget, balon yg berisi air (yg walaupun hanya sekepalan tangan) itu sangat sukar untuk ditangkap. Udah dapet nih ,eh melorot kebawah dan pecah. Atau pas waktu ditangkap langsung meledak pecah … Terakhir setiap regu hanya menyisakan masing masing 1 pasangan dengan jarak 5 meteran. Pas dilempar dua duanya pecah. Permainan ini dinyatakan seri Sementara itu yang ngga main nonton dan jadi suporter. (Terutama old boys yg masih takut basah)

Game 3 : Perang air (Gabungan S & G)
Masih dalam regu tadi , hanya sekarang misinya yaitu maskot regunya tidak boleh basah / paling tidak basah. Regu 1 maskotnya Yohanes/Ucok (G) & regu 2 maskotnya Ghandi (G). Yg paling basah yg kalah. Pelurunya berupa kantong plastik yg diisi air banyak sekali (300 bungkus). Karena amunisi yg sangat banyak maka bebas menggunakannya. Yang bikin rame juga yaitu plastiknya susah pecah. Jadi kalau kena sakitnya lumayan, Senjatanya bukan pecah tapi seperti menghantam dengan kerasnya. Bayangin aja kalau pas kena pipi/ muka seperti kena tabok. Kalau kepala kena berkali kali cukup bikin lier juga. Nah, disini mulai rame, karena yg nonton juga jadi ikutan , biasa… provokator ,semangat ngejailin mulai timbul. Ngga pandang siapa itu atau gimana pokonya lempar aja. Gua kena lempar sama si polan gua kejar, eh larinya keceng jadi gue cari aja sasaran yg deket. Lempar ,kena, lari , balas dilempar . Pokoknya jadinya perang masal. Setelah amunisi abis , perang diakhiri. Semua basah , semua senang! Regu 1 dinyatakan sebagai pemenang. Dan score menjadi 1 : 1. Setelah perang kita bikin barisan Semut, menyisir lapangan sepak bola yg jadi bala sama plastik bekas amo.

Game 4: Permainan Harimau , Orang & Bedil
Permainannya :Orang kalah sama harimau , Harimau kalah sama Bedil , Bedil kalah sama orang. Setiap regu (secara bersamaan) begitu peluit berbunyi harus menyerukan / memperagakan pilihan regunya. Permainan ini dimenangkan oleh regu 2 (3:1) . Jadi akhirnya regu 2 dinyatakan sebagai pemenang. Dengan posisi akhir 2:1. Hadiah mulai dibagikan, tapi karena hadiahnya kebanyakan berupa mainan mobil mobilan & mainan anak lainnya , maka peserta Siaga/ anak anak lah yg kebanjiran hadiah. Hadiah sumbangan dari ka Johny. Yg lain juga kebagian limun kalengan & coklat silver queen tapi jumlahnya tidak banyak. (Anak gua yg umur 7 tahun dengan bangga memamerkan hadiahnya berupa 3 mobil mobilan dan papan tulis plastik magnet yg bisa dihapus ).

Game 5: Tarik Tambang
Old boys yg sudah agak panas mulai dilibatkan, Game pertama pertandingan antara Old Boys ( 20 an ) melawan aktivis (S, G & T).(40 an) Siap? Go! Sedikit demi sedikit S&G menyeret OB , namun dengan semangat pantang menyerah dan setelah menyatukan kekuatan, keadaan mulai berbalik aktivis balik yg keseret. Akhirnya dengan perjuangan yg tidak mudah OB memenangkan games pertama ini. OB masih berani ? Sekarang S & G ditambah pembinanya. “Siapa takut!”
Games ke 2: Siap? Go! Nah , sekarang baru kelihatan tuanya, stamina menurun setelah terkuras pada game 1 maka dengan penuh perjuangan tapi tanpa daya , akhirnya OB kalah juga. Yach keinginan besar tapi kemampuan sudah tidak memungkinkan. Alasannya sih: ” Gila 20 lawan 50 an ! ” He he.. tapi rame lah !

Game 6: Sepak bola
Kembali diadakan pertandingan antara yg aktif dan OB, Scorenya 2:2. Maka diadakan adu penalti, kipernya aktifis: Billy (anak Mamat) & kiper Old boys: Ka Arief Yang paling berjasa adalah penjaga gawang OB yaitu ka Arief S. Yang berusaha dengan mati matian mempertahankan gawangnya, walaupun lagi puasa. (Ini perjuangan juga atas ancaman ka Nden? lol? Lupa ancamannya tapi piseurieun, biasa kalau ketemu temen seangkatan heureuy weh terus). Akhirnya adu penalti dimenangkan Old boys dengan score 4:2. Ka Andi Lunandi bisa kita liat actionnya di foto, waktu adu penalti ini. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sesaaat lagi acara penutupan akan segera dilakukan .

13,00 :Korve Penutupan,
Semua kembali berkumpul di pinggir lapangan sepak bola. Walaupun sekarang jumlahnya sudah agak berkurang, tetapi jumlahnya masih cukup banyak (3/4 nya), karena sebagian baru datang minggu pagi ini (seperti ka Agus Mulyono, ka Sugi dan beberapa yg lainnya). Pembina upacara saya sendiri (Toni S) dan pada akhir korvey saya sampaikan betapa saya sangat berterima kasih atas kehadiran, partisipasi dan rasa kebersamaan semua peserta. Tidak mungkin acara ini terselenggara dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak. Jayalah selalu Yos Soedarso.

Setelah korvey, kita yell Akella barengan. Eh, semua masih pada ngumpul ngga ada yg mau beringsut. Kayanya berat sekali meninggalkan arena upacara dan berpisah. Malah ka Kim Wat sempet sempetnya ngajak cabut nyawa lagi. Tapi kalau disuruh cabut nyawa lagi , apalagi sama si bos. Wah….. Akhirnya ka Jhony minta semua masuk dalam lingkaran. Dia ngajak kita bikin semacam yell bersama, judulnya: “Perekete” Yell ini dari Guatemala , yang artinya persatuan = One for all and all for one = kompak kompak. Caranya semua mengikuti kata dan gerak leader: Ka Johny teriak : “Perekete ! ” sambil pegang lutut teman disebelah kanannya Yang lain ikut teriak dan melakukan gerakan yg sama ” Perekete !” kali ini pegang lutut teman sebelah kiri dengan tidak melepaskan pegangan yg disebelah kanan. Yang lain ngikutin. Udah gitu ka Johny goyang goyangin pantatnya dengan menyanyikan “Perekete kete kete kete ! ” kali ini dia minta bagian ini dinyanyikan dan dilakukan bersama sama tanpa melepaskan pegangan pada lutut. ” Perekete ! ” teriaknya lagi sambil pegang pundak teman dikanan (yg lain ngikutin), ” Perekete !” pegang pundak teman di kiri (yang lain ngikutin lagi) terus udah gitu sambil pada posisi tangan dipundak teman kiri kanan, kita goyang pantat barengan sambil nyanyi ” Perekete kete kete kete.!” Ritual ini berganti ganti dengan pegang pinggang , pegang kepala & terakhir jiwir telinga.Wah, moment ini sangat bagus dan berkesan sekali, dimana kesan persaudaraan dan kebersamaan kita bisa kita ekspresikan dengan lugas, tanpa ada batasan. (Kapan lagi kita bisa pegang kepala, ngejiwir senior kita!) “Perekete, buat semua !!!”

13.30; makan siang penutup.
Kalau saya ngga ajak & umumin bahwa makan siang sudah siap , kayanya ngga akan beringsut deh dari lapangan bola. Semua berjalan kembali kearah gedung dan makan bersama. Kali ini menunya ayam goreng & sayur. Sebagian besar makan dengan santai dan ngobrol lagi.Ada juga yg mulai pamit. Sedikit demi sedikit peserta mulai berkurang. Panitia sibuk beberes. Lambat tapi pasti kita akhirnya harus berpisah. Tercatat yg pulang paling terakhir selain panitia yaitu Ka Kim Wat, ka Sugi , ka Sonny, Ka Hanny RG, ka Eky, ka Yan Yahya dan beberapa yg lain. Berat memang perpisahan, tapi kelak kita akan bertemu lagi. (Ka Kim Wat sampai kebawa kunci kamarnya ! Buat kenang kenangan ka?)

Penutup:
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yg sebesar besarnya atas kehadiran , suport dan kebersamaan dari semua peserta yg tidak bisa saya sebutkan satu ersatu.Dan pada kesempatan ini pula saya mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan pada penyelenggaraan acara kita ini. Khusus untuk panitia yg telah bersama sama saya menyelenggarakan acara ini, saya ucapkan terima kasih dan terimalah rasa penghargaan saya yg setinggi tingginya.

Laporan keuangan dari penyelenggaraan ini akan diberitakan oleh Bendahara:
Sunjaya (Yan Yahya), secara khusus.
Terima kasih untuk sumbangan dari ka Kim Wat & ka Yan Yahya untuk menutup kekurangan dari biaya penyelenggaraan ini.
Buat yang tidak disebutkan namanya dalam cerita ini saya mohon maaf. Dan diharapkan semua bisa melengkapi cerita ini ! (sorry pengarang amatir)
Terakhir saya sangat mengharapkan sekali kritik,saran ataupun komentar dari acara ini.
Biarlah acara ini memberi kenangan tersendiri bagi kita yang hadir disana sebagai pelakunya dan menjadi bagian dari sejarah organisasi kita ini.

……… Jayalah selalu Yos Soedarso !!! ………
……… Vivat YOS !!! ………

Salam,

Toni S

(224) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 2

Pukul 19.00
Api Unggun, dimulai dengan munculnya 4 orang Penegak (Andi, Michael, Arief , William) yang bertelanjang dada dan membawa obor, mereka mendekati tumpukan kayu, dengan tanpa suara duduk mengelilinginya kemudian menyemburkan api ke tumpukan kayu. (minyak tanah disemburkan dari mulut pake obor kearah tumpukan kayu yg juga sudah dibasahi minyak tanah juga) Ternyata usaha mereka tidak sia sia, api menyala, makin lama makin besar. minyak tanah abis 1 jerigen, mulut bau minyak tanah, badan kedinginan 🙂
salut atas usahanya !

Acara api unggun dalam setiap perkemahan/ pertemuan Pramuka kayanya mutlak
dan merupakan puncak acara. Demikian pula dalam perayaan ulang tahun gudep kita ini. Panitia sangat mengkhawatirkan kelangsungan acara ini ,kalau hujan! Walaupun kita sudah antisipasi dengan mempersiapkan back up acara di aula, tapi tentu saja kesannya akan sangat jauh berbeda kalau api unggun beneran dilapangan. Apalagi bulan Desember kan musim hujan. Tapi sekali lagi kita harus bersyukur. Langit sangat cerah , bintang bintang tampak jelas terlihat, angin juga tidak kencang. Sehingga api bisa bagus nyalanya. Thanks God ! (…pst……kanda George akhirnya sampai/ datang …red)

Sesudah api menyala kita semua menyanyikan “Gumbaya”, seperti biasa pemimpin menyanyikan dan yg lain mengikuti, diiringi tarian / tepukan khas gumbaya tepuk tangan & paha terus berulang ulang sambil menyanyi ). Mulailah terlihat / kenapa disebut Old Boys, hampir semua teu bisa deui nyanyinya. Dasar enggeus kolot (old). Apalagi kemudian pemimpin acara yaitu Toto mengajak menyanyi lagu “Api kita sudah menyala”, eta semua pada sibuk malik malikin booklet nyari lagu. Udah gelap, ngga kelihatan dan yang pasti lagu itu engga ada di booklet .Eta meuning hayang seuri ningalina. :). Akhirnya yang nyanyi hanya anak anak Siaga , Penggalang dan Pembinanya saja. Lagu berikutnya lagu “Ditengah tengah Hutan” dan Mars Yos: “Kami kan bangga selalu kibarkan panji Bandung 19 …dst” Nah ini mulai kedengeran suaranya. Walaupun masih kalah jauh sama suara anak anak, yach tapi lumayanlah. Dan yang paling penting masih inget sama Mars Yos. :). Wajib inget lho sama lagu kebangsaan ! Ka Dhany WU , thanks atas sumbangannya yg sangat berharga ini.

Setelah nyanyi beberapa lagu ini , kanda George muncul ketengah lingkaran, mendekati api dan memberkatinya. Lalu beliau memberikan sedikit kata sambutan yang intinya : sudah 40 th organisasi kita ini berdiri, tapi yang penting bukan lamanya itu, melainkan semangat persatuan dan kekeluargaan kecintaan) kita yang bisa membuat kita tetap ada/ eksis sampai sekarang. Biarlah api unggun yang menyala ini melambangkan semangat itu tetap berkobar dalam hati kita !…… Amin kanda ! Vivat Yos !!!

Acara Penggalang : Kabaret/ sandiwara dg judul: “Wah Cantiknya (Power Puff girl)”. Yach lumayanlah daripada ngga ada acara. (?) .Sorry its joke ! Bukan apa apa kabaret ini harusnya didukung oleh sound sistem yg baik, karena suaranya sudah direkam (lips), tapi karena sound sistemnya kurang baik, maka kurang jelas apa yang mau disampaikannya. Tapi tetap kita sangat hargai usahanya. Jangan tersinggung yach !

Sesudah acara dari Penggalang diselingi lagu lagi , yaitu lagu : “Kanda dari Jakarta” (dulu Aunty from Maroco), yang kaya gini lagunya dulu : “I have an aunty in Maroko when she come hip hoy….dst open the boble, slurp slurp, plumplum ..yipi ye” terus disambung lagu “Pergi potong lalang” :” Satu orang pergi pergi potong lalang …….2 orang , 3 orang bawa kambing dst”

Acara Siaga: The Story of fire dragon.
Cerita ini cerita tentang perlawan rakyat suatu daerah melawan naga jahat. Nah ini baru mendapat aplaus yg meriah ! Bukan apa apa, naganya gede banget, panjangnya lebih dari 10 meter dan kepalanya 3, terbuat dari bambu dan rangkanya dibungkus dengan kertas minyak kemudian sepanjang badannya didalamnya dikasih rangkaian lampu yg pake accu (aki) motor 3 buah. Beratnya? Jangan ditanya. Diperlukan belasan anak siaga untuk menggotongnya dan 3 pembina yg pegang kepala naganya. Mirip barongsai ! Belum lagi pedang/ tongkat ksatria pembunuh naganya yg panjangnya + 5 meteran (juga pake rangkaian lampu dan dibentuk /dibungkus seperti tongkat satria ), yang berat oge. Diperlukan kerja keras selama seminggu penuh untuk mewujudkan semua ini. Salut untuk tim kerja pembina Siaga yg dipimpin oleh Lydian (Renald Teja, Asri dkk). Lucunya waktu naganya mau ditusuk , anak anak ngga kuat ngemiringinnya, Si tongkat bukan nusuk ke naga tapi jatuh lagi jatuh lagi ke tanah, akhirnya dibantu oleh pembina pembinanya sehingga mencapai kemiringan yg dikehendaki (dan dipegang bukan dari ujungnya tapi dari seluruh badan tongkat) berhasil menusuk badan naga.Terus ceritanya keluar darah berupa kembang api sembur yg ngga nyala pada waktunya. Pokoknya luculah !

Nah sekarang ganti acara, ka Kim Wat sudah dihubungi panitia untuk mempersiapkan acara. Perlengkapan acaranya semobil penuh. Aqua 5 kartonan, bambu bambu, dus dus yg isinya macem macem. Tapi berhubung waktu yang terbatas, maka beliau tahu diri, ” Ton, ini gua udah bawa untuk acara tapi kayanya ngga mungkin dimaenin sekarang , nanti aja dipake buat acara latihan sabtu , nah ini permainan permainannya” Sambil ngeluarin beberapa lembar kertas yg berisi petunjuk permainan. Thank deh kakak ! “Tapi sekarang ka Kimwat bawain satu acara aja ! Gimana kalau yel Hello Baby nya?” Maka dengan legeknya (kan tahu sendiri cara jalan ka Kim Wat) dia maju ke tengah lingkaran. ” Semua berdiri ! ” katanya. (Dia sih ngga perlu toa lagi). Maka semua berdiri mengikuti komandonya sambil menyanyikan/meneriakkan Hello Baby. “Hello Baby ,…… Acua Acue …… Dont You know You know how…dst ..”, jalan kearah kiri , balik kekanan , tangan keatas, kepundak dstnya. “Terima kasih !” katanya. Dan semua seuri !! :)>

Udah kagok berdiri maka Penegak bawain acara lagu “Up and down and shake”: Up and down and shake shake shake…dst” Sambil semua gerak naik turun dan bergoyang kekiri dan kanan, ” Shake to the right dan shake to the left,.. turn around, jump, run dst. Pokoknya semua dikerjain. Biar ngga bosen.

Acara Ka Johny lain lagi yaitu : Mumi Tisue. Diminta beberapa pasangan untuk tampil kedepan , pokoknya pasangan bebas suami istri, bapak anak, pembina anak didik dsb ) , penuh aja yg maju. Setiap pasangan berusaha pa cepet cepet membungkus pasangannya dengan tisue gulung. Siapa yg paling cepet ngebungkus rapi pasangannya dia yg menang. Akhirnya terpilih pasangan orang tua anak Siaga yg menjadi juara, dan selain juara 1 yg dapet hadiah juga juara 2 & 3 pun dikasih hadiah. Hadiahnya disiapkan panitia berupa: Rinso, Blue Band & Pepsodent. Sederhana & simpel tapi mengandung arti dan diperlukan buat dirumah khan :).

Bandrek, goreng pisang & goreng ubi mulai keluar.Sambil ngikutin acara semua mencicipi hidangan yg disediakan oleh seksi konsumsi (Asri & Helsa) Sebelum ditutup karena udah malem maka Ka Hadi & saya memimpin acara/ lagu: “Waiya”, yang paling semangat nyanyina yaitu ka Djuanda. terutama saat bait “Arab ngojay dina batok…entogna ngendog” Sambil nyanyi semua didaulat untuk melewati tongkat yg dipegang kedua sisinya dengan badan menghadap ke atas, makin lama makin rendah. Karena panjang pisan barisannya dan kalau diteruskan bisa sampai subuh. Maka sebaiknya distop aja. “Udah udah ! Semua kembali bikin lingkaran!” Setelah lingkaran terbentuk maka kanda George didaulat kembali untuk menutup acara api unggun ini. Intinya “Api unggun akan padam tapi semangat (Bandung 19) kita tidak boleh padam, tetaplah menyala !”

Potret bersama,
Setelah kanda George menutup acara api unggun , diumumkan pada semua peserta untuk ke Aula, untuk potret bersama. Nah, ini juga seru. Panitia sudah memanggil “fotografer profesional” Ka Dede Dharma. Dengan perlengkapan lengkap, seperti kamera Wide Lens, Lampu sorot 2000 watt, film gede. Aula udah kaya foto studio. Beberes barengan bikin stage maka kita semua berpose. Sesi pertama potret bareng dari oldboys sampai siaga. Sesi kedua dstnya: Old boys , Yg aktif (S,G,T& B), Pembina& eks pembina, dstnya. Kayanya kalau ngga disetop dan kalau filmnya ngga abis , terus aja pengen difoto.

Acara bebas,
Pasang kembang api ( Iwan Dega bawa & panitia juga beli, bagus lho ! ), ngobrol dan diskusi sampai jam 4 subuh, Sebagian bakar jagung bangkok ( disediakan 150 buah jagung ), sebagian main kartu. Pokoke rame terus sampai pagi. Sampai sampai ada orang tua anak didik ngga tahan karena ngga bisa tidur dan memilih untuk pulang dan tidur dirumah dan besoknya baru balik lagi. ha..ha.. Dasar ! Bayangin aja yg tua tua ngobrol sampai subuh, eh anak anak Penggalang begitu old boys meninggalkan api unggun mau tidur gantian mereka yg bangun dan ngobrol & ketawaan. Alasannya ngga bisa tidur. Rasain luh ! Gantian Old boys yg ngga bisa tidur !

bersambung …

(226) view

ULTAH BANDUNG 19 KE 40 – PART 1

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Sejak beberapa hari terakhir sebelum hari H ini, panitia sibuk mempersiapkannya. Terbayang akan perjumpaan kita dengan para senior, rekan seangkatan dan juga adik adik kita. Dan dengan harapan bahwa acara kita ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Sebagian panitia sudah datang pada tengah hari, mempersiapkan detik detik awal acara yg akan dimulai pada pukul tiga sore ini. Pada jam setengah duaan muncul keluarga Hariman (Oce) yg kebetulan sedang berlibur ke Indonesia . Wah, senang sekali ! Rupanya BuLukAn (Budiman, Lukman, Hariman) bakal datang semua. Dan ternyata datang semua.

Disusul oleh keluarga Mamat (Matheus Basuni ) pada pukul tigaan.Terus keluarga Nden. (mereka bahkan sempat meninjau dulu ke Peneropongan bintang dg guide mr. Hadi yg direkturnya Kinderdorf Bandung) Ka Johny WU pun sudah ada di Bandung, tapi dari pembicaraan pertelepon agak sorean baru bisa datang dan ka Johny sudah minta panitia untuk membantu dia menyiapkan sedikit perlengkapan untuk acaranya.

Agak sorean muncul ka Rudy Budiman, Ka Kim Wat , Ka Bambang, Ka Sonny Yoe dll, yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena sibuk. Telepon berdering dan ternyata telepon dari kanda George The , yg rupanya sudah terjebak kemacetan di tol Cikampek selama 3 jam, dengan nada agak pesimis kanda George bilang apabila sampai 1 jam lagi masih terjebak dia kayanya akan balik lagi ke Jakarta karena besok paginya dia harus ada acara lagi di Jakarta.Ternyata Tuhan maha baik , sehingga pada kira kira pukul 7 malam Kanda George bisa bergabung bersama kita.

Penggalang dan Siaga muncul pada pukul 4 sore, karena mereka berangkat dari Sanggar pukul 3.

Dan bermunculan muka muka lama yg sebagian besar saya hanya tahu namanya saja.
Hampir 90 % yg komform hadir ditambah ka Hayin & Thomas & Willy G (T), yg tidak bisa hadir: Arief/Putih, Bernard (T) , Danny WU, Djodi, Eddy W, Edo (T) , Eric (T), Hans Utama, Inggrid(T), Irawan(T), Ka Cun, Martanto,Petrus (T), Toni Black, Willem , Yanto & Yoseph (B), (lihat daftar peserta yg 200 orang).Hal ini sangat menggembirakan dan sekaligus sangat mengharukan, karena dari sana saya bisa melihat begitu besar kecintaan mereka terhadap B 19. Dan begitu besar kerinduan untuk berkumpul bersama.

Pendaftaran dimulai pada pukul 3 sore, dimana yang hadir diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir yg sudah di print out di meja pendaftaran dan buat yg datanya belum lengkap bisa mengisi form tambahan. Diharapkan data yg ada bisa lengkap dan up to date. Setelah mendaftar dan bayar sukarela, peserta langsung ke meja perlengkapan acara , dimeja ini kwitansi pembayaran yg utuh yg berlogo 40 th Yos 19 disobek bagian kecilnya dan ditukarkan dengan cindera mata yaitu dasi acara yg berlogo warna biru, name tag yg berlogo dan sudah diprint nama ybs (karena panitia sudah tahu nama dari konfirmasi), juga booklet acara yg berisi sambutan, sejarah singkat B19, susunan acara, lagu-lagu dsbnya. Buat yg pesan kamar dimeja inipun diberi tahu nomor kamarnya, karena panitia sudah menentukan kamar masing masing peserta dg berbagai pertimbangan seperti bawa anak/ tidak, angkatan,dsbnya.Kamar untuk double atau triple ada 26 kamar, kamar besar untuk rame rame ada 2 yg bisa menampung 10 & 20 orang oldboys (khusus untuk yg datang sendiri/ khusus laki laki).

Penegak & Siaga di Aula, Penggalang & sebagian peserta lainnya camping. Wah, mulai rame dengan check in, diriin tenda, ngerumpi, diriin tiang korve, nyiapin acara api unggun, semua asyik sibuk berkelompok. Namun ada fenomena menarik yg sangat mengharukan, dimana para peserta yg datang tidak cicing (diam) saja menyaksikan panitia yg kerja, hampir semua yg hadir menawarkan diri untuk membantu panitia dan ada juga yg langsung bantuin. Terlihat sekali rasa kekeluargaan dan merasa sebagai bagian dari penyelenggaraan acara ini. Sehingga ketegangan akan tekanan dari “tamu” yg menuntut servis dari penyelenggara hilang dengan sendirinya dan berganti dengan ekstacing/ kegembiraan akan rasa kebersamaan.

Sebelumnya saya mau memberikan gambaran mengenai jadwal acara sbb:
Sabtu,
15.00- 17.30 : Pendaftaran
17.30- 18.00 : Korve Pembukaan
18.00- 19.00 : Makan malam
19.00- 21.00 : Api Unggun
21.00- 21.30 : Potret Bersama
21.30- ……. : Acara Bebas

Minggu,
06.00- 06.30 : Snack Pagi
06.30- 07.00 : Korve Pagi
07.00- 08.30 : Cross Country
08.30- 09.00 : Sarapan pagi
09.00- 10.00 : Misa
10.00- 12.30 : Permainan lapangan
12.30- 13.00 : Korve Penutup
13.00- 14.00 : Makan Siang
14.00 : Pulang

Ok, kita lanjutkan ceritanya,
Pukul 17.30, Dengan “toa” hasil sumbangan Old boys pada pertemuan di rumah kanda George tahun lalu (toa ini kepake pisan), diumumkan acara korve pembukaan, yang wajib diikuti semua peserta.Semua berkumpul di pinggir lapangan sepak bola membentuk angkare. Disebelah kiri terdiri dari Pembina,Penggalang & Penegak, di tengah Siaga & dikanan Old boys beserta keluarganya. Angkare besar ini agak beda dari biasanya karena seperti huruf U yg tinggi. Suasananya lagi lagi mengharu biru.Teringat pada jaman dulu kita pernah berbaris dalam suatu angkare, dimana bukan dibagian Pembina, tapi dibagian anak didik. Upacara dipimpin oleh Ka Loeke yg sebagai pembina Gudep. Tiang korve yg didirikan adalah tiang melayang, tingginya 6 meteran dan diatasnya bercabang tiga .Di kiri kanannya sudah ada bendera Boy Scout & Girl Guide, juga bendera gudep 07019 & 07020.

Pemimpin upacara adalah Arief / Abun dari Penegak dan petugas korve adalah Bakti (G putra), Jessica (G putri) & Jesse (S putra). Penaikan bendera merah putih berjalan dengan baik, hasil dari latihan yg dilakukan. ” Jalan ditempat grak, berhenti grak, dst…. , bendera siap !” ” Kepada bendera merah putih hormat grak!” Dilanjutkan dengan pembacaan Dasa Dharma, Dwi Dharma & Pancasila. Doa dibawakan oleh ka Johny WU, doanya Doa Ayah; “…. Tuhan jangan berikan jalan yang mudah …………. dan akhirnya Tuhan tidak sia sialah aku menjadi Ayahnya ” by Arthur Mc Donald. Kira kira demikianlah doa yg telah pernah kita doakan bersama itu dan sekarang doa ini dibacakan kembali pada acara ultah ini.

Pada awal korvey semua peserta yg semua sudah pada pake dasi ultah diharuskan melepaskan dasi Ultah dan secara simbolik pada akhir korvey disematkan dasi kepada perwakilan peserta : Tracy (S putri), Shindu (G putra), Willy G (T), Hadi (Old Boys). Setelah perwakilan disematkan dasi, maka semua pake dasi lagi . Dan secara simbolik pula menandakan acara Ultah Gudep resmi dimulai/ dibuka.Tepuk pramuka !

Pukul 18.00, Acara makan bersama.
Selesai upacara diumumkan kepada para peserta untuk langsung menuju keruang makan . Lagi kita jalan balik ke gedung / ruang makan. Peluit panjang berbunyi , bendera merah putih diturunkan lagi karena sudah jam 6 sore. Nah, acara makan malam pun dimulai . Rame pisan. Bayangkan ruang makan yg “hanya” berukuran + 8 x 30 m dipenuhi 200-an orang. Jadi sebagian besar makannya sambil berdiri dan ngerumpi dan menyebar sampai keluar ruangan. Aya anu seri, aya anu ngobrol serius, aya anu heureuy, tapi tertib terkendali. Makan malam kita hari ini adalah nasi soto bihun ayam + perkedel + kerupuk, minumnya teh. Sederhana tapi karena suasananya happy & lapar jadi kerasanya nikmat pisan.

bersambung ….

(200) view

Catatan Harian tahun 1976 Karya Fenomenal dari Almarhum Djuanda

Inilah tulisan hasil karya kak Djuanda (Almarhum) yang hingga saat ini bisa kita sebut sangat fenomenal, penuh makna baik tulisan maupun gambar yang begitu sempurna.

“Terimakasih kak Djuanda, yang sudah mendahului kita didalam kebahagiaan Abadi di Surga. Rentang waktu tak pernah terpisahkan sampai kapan pun.”

Silakan menikmati cerita perjalanan ke Ujung Kulon yang membahagiakan buat pribadi kak Djuanda dan tentunya rekan seperjalanan tahun 1976.

Salam Pramuka,
Doddy Tanuwidjaja ’84

Halaman 01 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 02 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 03 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 04 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 05 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 06 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 07 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 08 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 09 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 10 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 11 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 12 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 13 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 14 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 15 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 16 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 17 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 18 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 19 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 20 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 21 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 22 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman 23 Ujung Kulon by Djuanda
Halaman Akhir – Ujung Kulon by Djuanda

(286) view