In Memoriam Tony Lunandi

Saya mengenal ka Tony sama seperti mengenal kakak-kakak lain di B19. Tidak dapat dibilang kenal sangat dekat tidak juga jauh. Tetapi ada yang beda dari ka Tony, senyum dan kehangatan ka Tony memberikan nuansa tersendiri dalam persaudaraan di B19.

Malam ini saya mencoba mengingat kapan saya terakhir bertemu dengan ka Tony, ternyata hal yang membekas dalam ingatan saya tentang ka Tony adalah saat pernikahan ka Tony dan ka Yuti, kalau tidak saya di akhir bulan Februari beberapa puluh tahun lalu. Teringat terus senyum khas ka Tony yang sangat bahagia kala itu.

Saat awal saya mulai mengelola website B19, rasanya waktu itu sendiri di dunia luar tanpa mengetahui apa yang terjadi di lapangan, rasa frustrasi, hampir patah semangat sempat hadir, ada juga perasaan “ngapain ngurusin sesuatu yang ngga jelas mau diisi apa dan dibaca siapa”

Ka Tony lah yang menyemangati, yang membuat perasaan-perasaan negatif tersebut hilang, sebagai sesama orang yang berada di luar dan jauh dari sanggar ka Tony menyadarkan saya bahwa buah karya kita tidak hanya mendekatkan hati kita pada B19, tetapi juga bisa menyatukan dan mengakrabkan kita semua.

Ka Tony satu dari segelintir orang yang peduli dengan berdirinya web B19-20. Bukan hanya semangat yang ditularkan, tetapi juga buah karya ka Tony yang dikirim setiap hari selama beberapa hari. Menerima materi dari Ka Tony pada waktu itu bagaikan menerima bingkisan yang sangat berharga, karena ditengah kebingungan mau mengisi web dengan apa dengan tiba tiba dihujani banyak sekali materi dari ka Tony. (malam ini saya coba bongkar bongkar arsip, saya kirimkan sedikit karya ka Tony bisa saya temukan)

Terima kasih ka Tony, semangatmu akan terus saya jaga dan saya tularkan untuk rekan rekan yang lain.

Ka Yuti dan keluarga besar Lunandi, saya turut merasakan kesedihan atas kepergian ka Tony, tetapi seperti yang ka Johnny katakan, saya juga merasa bangga bahwa dalam hidup saya, saya sempat mengenal ka Tony.

Selamat jalan ka Tony.

(403) view

Leave a Reply