Feb 6 2009

Stand Bandung 19-20

Old Boys

Berikut adalah letak stand Bandung 19-20 dalam pameran yad:

Zoning stand Bandung 19-20


Feb 4 2009

Stand Pameran Gudep Bandung 19 – 20

Old Boys

Gugus Depan Bandung 19 -20 akan berpartisipasi dalam Reuni Akbar St. Aloysius tanggal 13 – 15 Februari 2009, dan akan membuka stand dalam pameran reuni akbar tsb. Tema pameran kita adalah: “Menyongsong 50 thn Gerakan Pramuka Bandung 19 – 20″ Berdasarkan rancangan dari BA (budi) stand Bandung 19 -20 di bagi menjadi 2 tema, uraian dari yang bersangkutan adalah sebagai berikut:

===============================================

“Pada dasarnya ada 2 tema di booth itu: 1. tema nostalgia (for old time sake); 2. tema promosi (for present time sake).. aktivitas lain seperti bikin pin ato cetak foto bisa diakomodir di bagian tema yg promosi, tapi mungkin harus konfrm dulu teknis mesin dan alat2 utk cetak dan print dll.

b19-booth-1

ka toni smpt nyebutin pengen pake infocus, bisa aja, tapi saya ga bikin layar khusus karena 1. infocus biasanya ga bole nyala terus2an (kecuali klo ada tipe yg mmg dirancang utk itu) 2. barang mahal, klo ditempatkan sepanjang pameran tergantung banget sama kehadiran dan keawasan petugas piket yg jaga pameran .. dipertimbangkan dgn peran dia yang kalo harus dobel ngelayanin permintaan foto ato bikin pin (— tenaga / manpowernya ada/cukup jumlahnya / ga? ato mau bayar SPG / SPB ?). Jadi utk proyektor saya rasa sifatnya dadakan aja, termasuk layarnya, dan lokasinya di area promosi.
budget saya ancer2 sekitar 3 jt utk bikin large print (background photo, editing/cetak2/scan foto2, alat2 persiapan pameran, konsumsi personil, transport, panel tripleks dadakan, bayar tukang 1-2 org utk 1-2 hari kerja)

b19-booth-2
utk kelancaran, perlu segera dipastikan siapa yg milihin foto2 yg akan dipajang (katanya sekardus indomi, yang sampe angkatan 80an doang), penginventaris dan yg milih barang2 display (memorabilia, alat latihan, buku2, emblem, patches/badge, bendera, patung, dll), siapa yg tanggung jawab utk penyiapan cetak pin, print foto, dll. ujungnya adalah daftar inventory benda2 dan foto2 yg akan dipamerkan dan alat2 yg diperlukan selama pameran.”

 

b19-booth-3

Salam 3 Jari 

Budi

===============================================

Sampai dengan hari ini dana yang terkumpul untuk acara pameran ini baru Rp. 400.000, kami harapkan partisipasi teman teman dalam acara ini, berikut adalah pesan sponsor dari bendahara:

===============================================

“Seperti yang kita ketahui bahwa sekolah Santo Aloysius akan melakukan reuni akbar semua angkatan, kiranya kita telah diberi tau bahwa kita telah diberikan 1 stand untuk pameran dengan gratis, dan tentunya kita harus menggunakannya sebaik mungkin yang mana kiranya target dari pameran Gudep kita ini kurang lebih untuk

1.       Menarik minat orang tua yang memiliki anaknya untuk bisa masuk kembali ke Pramuka kita B19-B20, yang mana saat ini kita punya Gudep sedang krisis pengikut Pramuka nya / sangat minim

2.       Menampilkan atribut atribut yang kita miliki yang mana atribut tsb dapat merangsang orang tua melihat prestasi Pramuka kita yang telah kita miliki baik event Nasional & International

3.       Mendisplay melalui invocus / projector  kita punya acara baik Nasional & International

4.       Mendistribusikan brosur selama reuni berlangsung dan jika memungkinkan cedera mata

5.       Memberikan informasi bagaimana untuk menjadi Pramuka di B19-B20 bersama para Pembina di Gudep kita, dan para penggalang yang masih aktif di gudep kita

Untuk hal tsb diatas kiranya Bapak/Ibu ex maupun yg masih di B19-B20 kiranya dapat membantu dananya, dan kiranya tidak begitu besar karena hanya untuk mendekor layout/dinding, mencetak brosur, konsumsi saat acara dimulai untuk penjaga stand panitia, namun walaupun sedikit tentunya sangat berarti bagi para relawan yang akan bertugas dilapang nantinya.

Kiranya ada dari para Senior kita yang mau membantu menyumbang dapat di transferkan ke rekening tsb dibawah ini,

Atas nama :   Budyman Tanuwidjaja   - BCA Setiabudi -  acc no : 2331370691  (Mohon cantumkan nama pengirimnya yg jelas)

                      Waktu  transfer dari Tgl : 1 Febuari s/d 13 Feb

Jumlah final dan detail sumbangan akan diposting terbuka di email B19-20, dan kelebihan dana akan dimasukkan ke kas Gudep B19-20 yang kita cintai ini, untuk digunakan sebaik baiknya demi pengembangan gugus depan B19-20 yang kita cintai ini.

Atas nama bendahara sementara kegiatan ini kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya, tanpa dukungan rekan rekan acara ini tidak dapat berjalan dengan baik.

Salam 3 Jari,

Budyman Tanuwidjaja”

==============================================


Jan 29 2009

Catatan dari Aceh (2/2)

Lulu

Aceh: Pergantian tahun 2007-2008


Malam tahun baru? Pesta kembang api & terompet kertas yang dihiasi kertas warna-warni, itulah yang langsung terbayangkan. Pergantian tahun kali ini saya lalui di Banda Aceh dan sempat dibuat bertanya-tanya, “Akan seperti apakah malam tahun baru nanti?” Ini dikarenakan beberapa hari sebelum akhir tahun berkembang isu bahwa perayaan tahun baru akan dilarang. Hotel-hotel tidak boleh mengadakan acara apapun malam itu. Tanggal 28 Desember, sempat pula disinggung dalam ceramah Jumat di mesjid dekat rumah yang dipancarkan melalui pengeras suara bahwa perayaan tahun baru tidaklah sesuai dengan Syari’at Islam.

Benar saja, sejak tanggal 30 Desember ada mobil dengan pengeras suara yang berkeliling kota mengumumkan himbauan tentang kegiatan-kegiatan yang dianjurkan dalam menyambut tahun baru. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) NAD juga memasang pengumuman di harian setempat yang melarang kegiatan-kegiatan menyambut tahun baru yang tidak sesuai dengan Syari’at Islam, a.l.: meniup terompet, menyalakan lilin, kembang api dan musik hingar bingar. Kegiatan menyambut tahun baru sebaiknya difokuskan dengan berdoa, dzikir, ceramah agama dan kegiatan keagamaan lainnya yang di pusatkan di mesjid, mushalla ataupun meunasah di sekitar tempat tinggal kita. Terbayanglah kalau suasana malam tahun baru di Aceh akan tenang & damai.

Kebetulan pada tanggal 31 Desember sore ada teman yang baru tiba di Banda Aceh, setelah makan malam saya mengajak dia berkeliling kota. Saat itu baru pk. 21.00 dan jalanan sudah dipenuhi motor & mobil, ada pula beberapa orang yang membawa terompet tahun baru. Di pinggir jalan ada pula terlihat pedagang-pedagang yang menjajakan terompet tahun baru dan kembang api/ mercon, bahkan ada pedagang yang menyalakan kembabg api di pinggir jalan untuk menarik pembeli. Banyak terlihat juga orang yang duduk-duduk di atas sepeda motor yang diparkirkan di tepi jalan, seakan-akan menghabiskan waktu menantikan pergantian tahun.

Setelah mengantarkan teman kembali ke hotelnya, saya pun pulang. Setengah jam menjelang pergantian tahun mulai terdengar bunyi petasan & langit diwarnai oleh warna-warni kembang api. Sempat pula terdengar suara terompet di luar sana. Ramainya suara petasan & kembang api ini berlangsung cukup lama dan baru mereda sejam lewat tengah malam. Dari seorang kawan Aceh yang keluar malam tahun baru itu saya diberitahu bahwa dia “terjebak” dari pk. 23.30 hingga pk.01.00 di lapangan Blang Padang, sebuah lapangan yang menjadi pusat pesta kembang api tidak resmi malam itu. Dia pun mengatakan bahwa pelarangan ini adalah yang pertama kali.

Keseriusan muspida Banda Aceh dalam menjalankan larangan ini terlihat dengan menerjunkan tim khusus untuk pengamanan malam tahun baru yang melibatkan Dinas Syari’at Islam, Wilayatul Hisbah/ Polisi Syari’at, Propam Polda, Pomdam Iskandar Muda, Poltabes, Satpol PP dan Dinas Infokom. Target utama tim khusus ini adalah mengamankan Mesjid Raya Baiturrahman dari tiupan terompet dan petasan/ kembang api. Selain melakukan razia & penyitaan terompet yang mencapai lebih dari 5000 buah, seperti yang diberitakan di koran.